ADAPTASI PART 7

 

GADIS MENYEBALKAN​

POV BAGAS

Aku hanya bisa melongo, menyaksikan pemandangan janggal di depan mataku, sungguh membuatku kaget, bingung, dan sedikit mengggelikan menurutku.

Di dalam ruangan tersebut terdapat sekitar 30an orang pria dan wanita dengan usia antara 50-70thn'an tergabung menjadi satu.

Yang bikin janggal bukan sekumpulan orang itu, melainkan apa yang dilakukan mereka

Aku melihat banyak kejanggalan disini, nenek-nenek main lompat tali, bola bekel dan permainan anak perempuan yang sering dilakukan semasa kecil, tak berbeda jauh dengan apa yang dilakukan kakek-kakek, mereka sedang asyik bermain bola, kelereng, bahkan kejar-kejaran layaknya kita lakukan waktu masih anak-anak.

Melihat hal yang tak lazim tersebut aku pun benar-benar dipaksa menahan tawa, dan yang lebih membuatku geli hampir semua yang berada disitu menghisap permen lolipop, terlihat olehku gagang permen lolipop dimulut-mulut mereka.

Sambil menahan tawa dan rasa heran, akhirnya kuputuskan bertanya kepada April.

"Ini rumah sakit jiwa ya Pril ??"

April yang melihatku heran lalu berucap "Mereka dulunya orang-orang hebat ataupun berpengaruh Gas."

Aku menyimak ucapannya.

"Terus mereka jadi gila gara-gara gagal nyaleg ya Pril??"

"Ngawur kamu tu Gas,Mereka terkena syndrome alzhaimer buatan" Sahut April.

"Terus kok kelakuan mereka mirip anak-anak kecil ya Pril??" Ucapku masih terheran-heran.

"Alzheimer itu sebuah penyakit yang menyerang fungsi otak kecil Gas, dimana mereka akan memaksa otak mereka menghapus ingatan dari yang terbaru dan terus menerus menghapus ingatannya kebelakang secara perlahan. Kalo tak segera di tolong mereka bahkan sampai lupa caranya bernapas dan kemudian mati Gas."

Aku tambah melongo mendengar yang dikatakan April.

"Kamu serius Pril ??"

"Kamu kira aku sedang bercanda?? Penyakit alzhaimer yang asli butuh waktu lama untuk menghapus memory orang berumur 50thn sampe ke usia balita. Bahayanya syndrome buatan ini bisa memangkas waktu lebih cepat Gas, untuk menghapus memory otak 1 tahun hanya membutuhkan waktu 1 jam saja. Dan untuk orang berumur 50 tahun hanya membutuhkan waktu 2 hari lebih untuk membuat mereka lupa cara bernapas dan mati Gas. Hingga saat ini departemen kami sedang berupaya untuk membuat serumnya, profesor-profesor tersohor dari negara ini dan negara tetangga sampai turun tangan, namun usaha mereka belum berhasil.Kamu tahu kegunaan permen yang mereka hisap Itu ?

Itu merupakan salah satu obat penghambat agar mereka bisa bertahan hidup lebih lama, tiap orang yang terjangkit harus menghabiskan 3 buah permen setiap harinya untuk bertahan hidup. Paham?"

Aku cuman bisa mengangguk.

"Terus siapa yang membuat syndrome alzheimer buatan itu Pril??"Tanyaku kemudian.

"Itu bukan wewenangku menjawab Gas dan kamu dibawa sampai sini bukan buat ngurusi mereka seperti babysister. Ayok jalan lagi," sahut April

"Dasar gadis menyebalkan!!!" Bisikku pelan.

Aaaaw

Tiba-tiba jam yang berada di tangan kiriku kembali terasa menyengat tanganku.

Aaaaaaaaaw.

Tidak lama kemudian kurasakan seluruh tubuhku kesetrum, dan sekali lagi aku terpelanting, seluruh tubuhku bergetar hebat efek daya listrik yang menyengat dari jam yang kugunakan, aku berguling kekanan dan kekiri,

"Hentikan Priiiiil!!!"Teriakku disisa tenaga.

Seketika sengatan itu berhenti.

April menyeringai melihatku.

Terlihat dia menggenggam sebuah benda mirip remote mobil, diayun-ayunkan benda tersebut dengan jari lentiknya ke arahku.




"'Sekali lagi kamu bilang april menyebalkan ku pencet remote ini trus ku buang keselokan biar kamu kesetrum selamanya' hihihihi 


" sahut April




Aku kemudian berdiri membersihkan pakaian ku setelah berguling-guling dilantai dengan kedua tangan.




Bener-bener cewek menyebalkan kini aku hanya dapat menggerutu dalam hati.




Sambil melihat ke arah April...




'MAU LAGI GAS!!!'


"Ampun Pril. Bagas bener-bener kapok," sahutku mengiba ke April.




2x sudah jam tangan ini menyengatku semoga tak terulang kembali.




Kuteruskan berjalan sembari mengajak April untuk tetap ngobrol.




"Priiil gimana caranya ngelepasin ini ?" Sambil kutunjukan tangan kiriku memperlihatkan jam yang kukenakan.


"Jam itu gak mungkin terlepas Gas sebelum kamu mendapat kartu nama bertuliskan 'out' "April berkata dengan lirih...


"Terus gimana caranya Bagas dapet tuh kartu??"


"Kamu udah berani kesini berarti sudah tau konsekuensinya Gas"


"Dengan terpasangnya jam itu ditanganmu berarti kamu gak mungkin bisa mundur lagi Gas"


"Kamu udah terpilih tinggal pantas atau tidaknya cuman kita lihat hasilnya nanti"




Aku malah ditambah bingung dengan jawaban-jawaban April.




"Maksudnya apa Pril, Bagas gak ngerti"


"Ntar juga tau sendiri Gas, lakukan yang terbaik, pesen Aapril bertahanlah untuk terus hidup disana' Suara April terdengar kembali lirih.




Aku semakin bingung mencerna setiap ucapan April.




Ingin ku bertanya lagi tapi pasti gak bakalan terjawab.




Tak terasa kami telah berjalan cukup jauh menyusuri jalan melewati berbagai ruangan yang pintunya tertutup rapat dan sampailah kami di sebuah pintu bertuliskan "ruang medical check up"




"Ayo masuk Gas"


"Kamu duluan Pril, aku menyuruhnya berjalan mendahuluiku, bukan apa-apa aku takut kejadian di ruangan tadi terulang kembali.




Disana kami menemui seorang dokter wanita, umurnya tidak muda lagi tapi masih terlihat sisa-sisa kecantiknya pada masa mudanya dulu.




April mengenalkanku ke dokter tersebut.




"Maaf mengganggu waktunya dok, perkenalkan ini yang bernama bagas dok"




Sembari April memberikan secarik kertas.




"Anita Sari, panggil aja dokter Sari" dokter itu menyebutkan namanya sembari mengulurkan tangannya ke arahku.


"Bagas dok" ucapku sembari menerima uluran tangannya.




Sesaat kemudian.




Dokter itu terlihat membaca secarik kertas pemberian April.




"Bagas Permana?? nama panjangmu nak??"




Sorot matanya tiba-tiba tajam seperti sedang menelanjangiku diarahkan matanya dari ujung kakiku sampai kepala...




"Iya betul bu dokter" jawabku sedikit grogi.


"Kita mulai dari tinggi badan dan beratmu nak" sahut dokter itu




Kemudian melakukan serangkaian tes kesehatan yg lain.




Setelah beberapa saat melakukan berbagai pemeriksaan dokter Sari memanggilku beserta April untuk mendekat dan duduk didepannya.




'Nama Bagas Permana'


'Usia 18 tahun'


'Tinggi 178 cm'


'Berat 73 kg'


'Gol darah B negative'


'Tekanan darah 120/90'


'Riwayat penyakit nihil'


'Kolestrol normal'


'Gula darah normal'


'DLL'








Telegram : @cerita_dewasa








"Kamu dinyatakan sehat nak dan lolos ketahap selanjutnya, berhati-hatilah disana, jaga dirimu baik-baik dan kembalilah kesini kapan-kapan'" Sahut dokter Sari tiba-tiba.


"Terima kasih dok" ucapku, sebenarnya aku ingin bertanya kenapa menyuruhku berhati-hati namun ku urungkan. akan kucari jawabannya sendiri nanti disana gumanku.




Setelah menerima berkas kesehatan yang sudah diisi dokter Sari, kami kemudian berpamitan dan keluar dari ruang medical check up ini.




"Gaaas kok April merasa aneh ya??"


"Aneh gimana Pril??"




'Yang aneh tuh kamu Pril dasar gadis menyebalkan' gumanku.




"Beberapa kali April ketemu dokter Sari membawa mahluk baru kayak kamu gak pernah bu dokter memanggil nak ke mereka" jawab April...


"Masak sih Pril??"




Sejenak aku berfikir berarti udah sering April memberikan servis kulumannya kayak tadi yang dilakukannya kepadaku.




Otakku sedikit ngeres membayangkan kebinalan April membuatku melamun.




Tiba-tiba aaaaaaaaaaaaw kaki'ku...


Jari kakiku di injak dengan sangat keras oleh April.




"kamu mikirin yang enggak-enggak tentang April ya Gas!!!" Matanya melotot..




Menyebalkan kenapa dia tau apa yang Aku lamunin




"Asal kamu tau Gas, April kayak tadi cuman sama kamu" sedikit mukanya memerah.




Karena kakiku benar-benar sakit, aku kurang fokus mendengar kata-katanya..




'Bener-bener gadis menyebalkan' gerutuku dalam hati..




Tiba-tiba




Aaaaaaaaaaaaaaaaaaw sekujur tubuhku tersengat aliran listrik dari jam yang kugunakan...




Aku terlonjak terus berguling lama..




"Hentiiiiiiiikaaaaaan Priiiil..." sisa tenagaku kukeluarkan berharap siksaan ini cepat berakhir..




Klik suara jari april menekan tombol stop di remote yang digenggamannya. Seketika daya listrik yang dihasilkan melalui jam tanganku berhenti.




Aku terduduk lemas dilantai sudah 3 kali April menyetrumku dalam waktu yang lumayan singkat.




Badanku seakan remuk redam seharian ini aku benar-benar disiksa gadis ini.




April kemudian jongkok didepanku lalu berbisik di telingaku.




"Berani sekali lagi bilang April menyebalkan Gas??" Sambil memainkan remote ditangannya'




Reflek aku langsung memegang kakinya seperti orang mau menyembah, kemudian berkata "ampun Priiil, Bagas beneran kapok."




"Eeeeh" sahut April mengagetkanku...




Aku baru sadar ternyata yg kupegang bukan kakinya melainkan pahanya.




Takut dia marah aku langsung merapatkan kedua tanganku seraya memohon dan berucap,




"Maaf Aril... Bagas gak sengaja... Bagas beneran minta maaf... Priiiil" sahutku..




April tak menjawab, cuman terliat mukanya memerah padam.




Dan tiba-tiba..




Buuuuuuuuuuuugh




aaaaaaaaauuuuw




Aku langsung terkapar menerima pukulan di perut.




Sangat sakit sehingga aku sedikit meringkut dengan kedua tangan memegang perutku.




Memikirkan apa yang bakal April lakukan selanjutnya, mending Bagas pura-pura pingsan lagi.




Tubuhku kugerakan melemas perlahan, menutup mata dan tidak bergerak dalam keadaan terkapar.




Gaaaas!!!


Gaaaaaaaas!!!


Gaaaaaaaaaaaas!!!


Bangun Gaaas!!!




April kudengar mulai panik.




Digunjang-gunjangkan tubuhku yang lemas.




Tangan April menyentuh dadaku.




Sekali lagi dia gunjangkan.




Tangannya beranjak ke pipiku digoyangkan kepalaku ke kanan dan ke kiri.




Gaaas sadar...


Gaaaaaas...


Ayolah sadar Gaaaaaaas April cuma bercanda dikit.....




Cuuuuuuuuuup....




Kurasakan seperti bibir April menyentuh pipi sebelah kananku...




Terasa sangat hangat dan aku merasa bibirnya masih nempel pipiku...




Aku yang kaget menerima kecupan yang agak lama dari April.....




Karena rasa penasaran dan ingin memastikan ciumnya, mataku sedikit kubuka dan meliriknya.




Tebakanku benar walau ciumannya udah lepas dari pipiku muka April terlihat masih dekat dengan wajahku.




Cuman sialnya lirikanku persis kearah mata April. Hingga mata kami saling bertemu padang.




Bagaaaaaaaaaas!!!!


Kamu pura-pura pingsan ya!!!!


Dasar cowok tukang boong!!!!




Teriakan April memekakan telinga!!!!




Sekilas ku lihat wajah April memerah seperti menahan malu...




Tak sampe disitu.




Buuuuuuuuuuuuuuuuuugh!!!! Terdengar suara cukup keras




Aaaaaaaaaaaaaaaaaawwwwwwwwwwwwww!!! Teriakanku tak kalah keras.




Gerakan cepat siku tangan kiri April telak masuk ke perut atasku.




Mataku benar-benar memerah.




Sakiiiit, bener-bener sakit, lebih sakit dari pukulan-pukulan sebelumnya.




Pukulan kali ini bikin dadaku benar-benar sesak.




Aku merasa mulai susah menarik napas.


.


..


...


....


.....


......


.......




Kali ini aku benar-benar terkapar.




Pandangan buram.




1 detik kemudian tambah buram


2 detik kemudian semakin buram


3 detik kemudian gelaaaaaaap




Aku benar-benar pingsan..








Telegram : @cerita_dewasa








POV ANIN






2 hari sudah Bagas gak ada kabar.




No hpnya juga gak aktif.




Anin bener-bener khawatir, sampe tadi siang Anin beraniin nelpon Ira temanku di kota X, kebetulan dia adalah pemilik rumah kontrakan Bagas.




Kabar dari Ira malah semakin membuat Anin kuatir sama Bagas.




Ira bilang tadi ditelpon kalo kemarin sore Bagas berpamitan dengan ibunya.




Rumah yang Bagas kontrakin sekarang sudah kosong.




Cuman itu info yang diketahui Ira temanku.




Gaaaas kamu dimana??


Kamu baik-baik aja kan Gas??


Kenapa kamu Gak ngabarin Anin??


Apa susahnya sih Gas sekedar sms ngabarin Anin!!!


Terlintas dipikiran Ku akan nasib Bagas.




Apa Bagas kehabisan uang sampai gak bisa bayar uang kontrakan.




Gas, kalo kamu kesusahan kenapa gak ngabarin Anin sih Gas, keluhku.




Tak terasa air mataku mulai mengalir.




Akhirnya Ku benamkan mukaku ke bantal, dadaku semakin sesak, rasanya ingin Ku menangis sepuasnya.




.


..


...


....






Malem harinya badanku demam.




Saking panasnya suhu tubuhku, tante Ana sampai mau menelpon dokter langganannya untuk datang, namun Aku mencegahnya.




Dua hari ini selera makanku hilang.




Cuman 2 suap nasi yang masuk keperutku dari kemarin.




Tante Ana yang khawatir melihat kondisiku terpaksa diam-diam memanggil dokter langganannya untuk datang.




Tak lama Dokter itu datang.




Anin gak enak mau nolak mengingat kebaikan tante Ana.




Akhirnya Aku bersedia diperiksa, menurut hasil pemeriksaan katanya maag'ku kambuh karena lambungku kosong terus bikin suhu tubuhku naik.




Dokter tersebut kemudian memberi obat sejenis parasetamol agar suhu badanku normal lagi.




Terakhir tante Ana nelpon mamahku memberi kabar kondisiku ke mamah.




Setelah berbincang sebentar, handphone tante Ana diserahin ke Anin.






"Nin nih mamahmu mau bicara" ucap lembut tanteku.


"Iya tan makasih" jawabku sambil nerima handphone yang diulurkan tante Ana.




"Halo mah..."


"Adek kata tantemu kamu gak mau makan ya?"


:Terus sekarang sakitkan?"


"Kamu gak boleh gitu bikin kuatir sama nyusuhin tantemu dek..."




Terdengar ditelp suara mamah panjang lebar...




"Anin gak papa mah,,,cuman kecapekan aja kok mah" jawabku lirih...


"Hayo adek mulai berani boongin mamahkan?"


"Cerita ke mamah adek kenapa?"


"Kalo gak mamah jemput adek besuk!"




Anin putusin cerita ke mamah tentang keadaan Bagas saat ini.




"Maah Anin kuatir ma Bagas, uda 2 hari Bagas gak ada kabar hiks hiks hiks... 


No hpnya juga gak bisa dihubungi mah,Bagas dah gak ngontrak lagi di tempat Ira maah. Anin takut Bagas kenapa-napa hiks hiks..." Air mataku mengalir lagi...


"Maaf maah Anin cengeng... hiks hiks"




"Adek...kuatir itu boleh,, tapi kalo adek sampe gak makan trus sakit gini kan bukan hanya tantemu, om'mu, mamah dan papah yang sedih. coba kalo Bagas tau dia bakalan sedih juga lo.."


"Adek mau liat kita semua sedih?? Adek kalo sayang ma Bagas harus percaya juga ke Bagas...biarin dia buktiin ke adek janjinya... Mamah yakin kok kalo Bagas baik-baik aja... Dari pada adek gak mau makan gitu gak ngaruh ke Bagas malah bikin adek sakit trus nyusahin orang banyak. Mendingan adek ambil air wudhu sholat doa'in Bagas biar Bagas baik-baik aja" 




Hiks.. hiks.. dengan masih terisak Aku cerna setiap ucapan mamah.




Bener emang yang dibilang mamah.




"Iya mah, makasih ya mah, Anin janji bakalan makan, Anin sayang mamah...muuaach..Salam buat papa ya mah..." Ucapku ke mamah.


"Mamah juga sayang banget ma adek"


"Ya udah di inget pesen mamah tadi dek, Kasihin telpnya ke tante Ana lagi dek. Mamah masih mau ngobrol ma tantemu" Sahut mamahku..


"Iya mah..."




Anin kembali memberikan handphone ke tante Ana...




Selanjutnya tante Ana keluar sambil berbicara dengan mamah melalui handphonnya...






Makasih mah...


Gas dimanapun kamu sekarang, Anin disini nungguin kamu.


Anin mau sholat dulu ah,,,dah lama Anin ga sholat...




.


..


...




Sehabis sholat...




Hati Anin lumayan adem...




Anin sempetin doain mamah papah,,,gak lupa doa untuk Bagas...




Anin berharap entah dimana Bagas berada, dia dalam kondisi baik-baik saja...




Ga lupa anin berdoa semoga kelak bisa sama-sama Bagas selamanya...




Anin sayang banget ma Bagas...




Semoga Bagas ngerasain juga yg Anin rasain...




Aamiin....








BERSAMBUNG



Report content on this page

Posting Komentar

0 Komentar