DIA… Dia sahabat kami… Aku lelaki… dan aku menangis di hari perkawinanku. Bukan karena aku menyesal dan tidak mencint…
Baca selengkapnyaAku terbangun ketika hari sudah hampir tengah malam. Hutan terasa sangat sepi, dan suara musik dari pendopo sudah ber…
Baca selengkapnyaSENJA: PERJANJIAN SUNYI (2) Keadaan Sae yang tiba-tiba pingsan membuatku panik. Aku segera membopongnya ke rumah, sem…
Baca selengkapnyaSAE: PERJANJIAN SUNYI (1) “Ja, kenapa sih mukamu lempeng aja kayak penggaris?” Kudengar Teh Sore menegur Senja yang s…
Baca selengkapnyaSAE: PENGAKUAN Senja-senjaku masih sama: menanti kekasihku di bubulak; dan selalu saja berakhir kecewa. Padahal setiap …
Baca selengkapnyaSenja kelima belas.... Aku dan Senja sudah PUTUS. Hiks.. hiks.. ini, tapi ia menolak. Ia lebih memilih bertemu di sau…
Baca selengkapnya
Social Plugin