Selain aku dan suami ku, Kakak perempuan ku juga masih tinggal di rumah peninggalan orang tua kami, Bukan karena dia belum bisa membangun rumah sendiri, tetapi karena dia belum berumah tangga, Sejujur nya aku merasa kasihan pada nya, di usia nya yg telah lebih dari 36 tahun, dia belum menemukan laki-laki yg mau menjadi pendamping hidup nya.
"NANI" 36, adalah nama kakak perempuan ku itu, Ia saat ini tidak bekerja, Ia hanya tinggal di rumah dan hanya melakukan pekerjaan rumah yg biasa di lakukan seorang wanita, Aku pun sebenar nya juga tidak bekerja, tetapi aku memiliki suami yg mampu menopang kebutuhan aku dan anak ku, Karena kami tinggal bersama dengan kakak perempuan ku itu, maka mau tidak mau, gaji suami ku juga harus di nikmati bersama dengan kak Nina,
Sejujur nya aku dan suami ku berharap ada seorang laki-laki mapan yg mau menikahi Kakak ku itu, tetapi hingga saat ini, belum ada titik terang untuk itu, Entah apa kekurangan kakak perempuanku itu di mata para lelaki sehingga belum ada yg mau mempersunting nya menjadi istri, Mungkin karena jodoh nya memang belum datang, pikir ku, padahal mbak Nina tergolong wanita yg cantik berkulit putih mulus sama seperti aku,
Sebagai seorang wanita yg normal, kak Nina juga pasti membutuhkan seorang laki-laki untuk menjadi teman hidup nya dan untuk memenuhi semua hasrat biologis nya, memang sih kakak ku itu pernah juga bercerita pada ku tentang hubungan nya dengan beberapa laki2 yg di kenal nya dulu, semua berakhir di tempat tidur,
Arti nya kak Nina sudah biasa melakukan hubungan badan dengan mantan2 cowok nya yg terdahulu, cuman beberapa tahun belakangan ini dia tidak menjalin hubungan special dengan laki2 lagi
Aku sering kali mendengar suara desahan dan rintihan dari kamar kak Nina di malam hari, seperti suara seorang wanita yg sedang menikmati nikmat nya hubungan suami istri dan aku yakin kakak ku itu sedang melakukan masturbasi di kamar nya, Aku juga sering mengintip nya dari celah ventilasi kamar jika ku dengar suara desahan tengah malam di kamar kak Nina, dan sering juga aku melihat dia tidur telanjang di kamar nya sambil meremas-remas payudaranya dan memainkan jari nya di selangkangan......
Begitu juga Saat aku sedang mendesah menikmati gesekan batang kontol suami ku di dalam dinding vagina ku, Aku sering teringat akan kak Nina dan merasa kasihan pada nya, sehingga secara tiba-tiba hasrat bercinta ku hilang, Saat seperti itu, suami pasti bertanya kenapa, tetapi aku belum bisa menjelaskan perasaan ku ini pada nya, jujur mas Indra suami ku sangat memuaskan ku dalam hal bercinta, kadang kala vagina ku di genjot hingga 3- 4 kali dalam semalam,
Sampai akhir nya pada suatu malam…...
Aku terjaga dari tidur ku dan kembali mendengar suara desahan dan rintihan yg berasal dari dalam kamar kak Nina, Dengan perlahan aku bangunkan suami ku dan meminta nya untuk tidak berisik, aku tarik tangan suami ku dan melangkah perlahan ke luar kamar, lalu ku minta suami ku naik ke atas meja yg berada di depan jendela kamar kak Nina dan aku minta ia mengintip apa yg sedang di lakukan kak Nina di dalam kamar nya, hanya sebentar saja mas "Indra" suami ku mengintip melalui ventilasi kamar kak Nina lalu kemudian dengan hati-hati dia turun dari meja tersebut dan berbisik kepada ku,
“Kak Nina sedang nonton BF tuh.....…!?” kata suami ku,
Aku menarik suami ku menuju ruang depan dan menyalakan TV, sambil duduk di sofa, aku kembali bertanya pada suami ku itu......
“Apa lagi yang Mas lihat tadi......??” tanya ku penasaran,
“Kak Nina lagi tiduran telanjang…....!!” jawab suami ku,
“Apa lagi mas lihat....??”
“Yah, dia lagi meremas-remas payudara nya dan memainkan jari di sini…....!!” jawab suami ku sambil menjatuhkan tangan nya ke sela pangkal paha ku,
“Mas... sejujur nya itulah yg menjadi pikiran ku selama ini......!!!” jawab ku sambil memindahkan tangan nya dari permukaan vagina ku,
“Masalah apa.....??” tanya Mas Indra,
“Hasrat ku dalam bercinta selalu turun jika ku teringat kak Nina yg sampai sekarang harus menikmati seks hanya dengan tangan dan jari nya aja......??” jawab ku sambil tangan ku meremas kontol suami ku dari balik celana nya,
“Hmm…. jadi itu yang sering membuat mu tidak semangat, ya..,??” ungkap suami ku,
Aku hanya mengangguk mendengar ungkapan pengertian dari suami ku.......
“Andai boleh dan mas ijinkan, aku ingin berbagi kenikmatan dengan kak Nina….......!!!!” sebuah kalimat ringan meluncur dari mulut ku,
Suami ku itu tidak begitu terkejut mendengar kata-kata ku itu, dia menoleh kepada ku dengan kerutan di kening nya, mas Indra turun dari sofa dan duduk di lantai menghadap kepada ku,
“Sayang... apa sebesar itukah rasa kasihan di hati mu untuk kak Nina.....??” tanya mas Indra,
“Lebih dari itu....?!” jawab ku tanpa ekspresi,
“Aku rela kok mas bantu memuaskan kak Nina juga....…??” lanjut ku,
“Sayang... aku hanya mencintai kamu, hanya kamu, Jangan berpikir yg bukan-bukan tentang hubungan kita… tentang berbagi dengan kak Nina memang tidak boleh, tapi jika diri mu mau, kita bisa melakukan nya dan saling berbagi…...!!” jawab suami ku,
Kali ini, aku yg terperanjat mendengar kata-kata nya, aku tatap matanya sedalam-dalam nya dan ku lihat ketulusan di hati nya untuk berbagi kenikmatan demi membahagiakan aku dan kakak ku itu,
"Mas kan kuat main nya, pasti kak Nina bisa terpuaskan, asalkan kita main nya bareng aja ya sayank......??" Ujar ku,
"Asalkan diri mu ngak cemburu aja, aku akan puaskan kalian berdua tiap malam .....!?" Balas suami ku,
"Aku ke kamar kak Nina dulu ya, aku coba bicarakan tentang hal ini, semoga aja dia mau mas.....??" Kata ku,
Beberapa saat kemudian, aku beranjak meninggalkan suami ku dan berjalan menuju arah kamar kak Nina, Rencana nya aku ingin mengetok pintu kamar kak Nina, tetapi ternyata pintu kamar nya tidak terkunci dan aku langsung masuk tanpa permisi,
Kak Nina yg sedang asyik menonton VCD film porno sambil bermasturbasi, sontak terkejut melihat kehadiran ku di kamar nya itu dan aku sudah memergoki kebiasaan tak lazim yg di lakukan nya.......
"Lagi asyik ya kak.... Santay aja deh.... ??" Kata ku, yg melihat dia terkejut akan kehadiran ku,
“Ayoh kak... ikut dengan aku ke depan......?!!” kata ku sambil menarik tangan kak Nina dan mengajak nya ke ruang depan, saat itu Kak Nina hanya menuruti saja, meskipun dia tidak mengerti apa alasan ku mengajak nya menuju ke ruang depan,
Dalam remang suasana lampu malam di ruang depan, kak Nina agak terperanjat, karena ternyata di ruangan itu telah ada Mas Indra suami ku, Kak Nina yg berdiri tanpa sehelai kain pun menutupi tubuh nya menjadi sangat malu dengan keadaan nya, Namun aku dan suami ku tidak memperdulikan hal itu, aku hanya meminta kak Nina untuk duduk di sofa, dan aku juga duduk di samping nya, Dalam posisi di samping nya itu, aku angkat paha kak Nina dan terlihat belahan vagina nya yg putih di tumbuhi rambut yg tipis,
"Ayo kak... Ngak usah malu2 deh... Kita main bareng yah.....??" Kata ku,
Mas Indra juga telah mengerti maksud ku, dia langsung mengambil posisi di selangkangan kak Nina dan memainkan lidah nya di belahan pepek kakak ku itu yg semakin basah, lalu aku berbisik pada kak Nina,.......
“Kak... jangan berpikir macam-macam... nikmati saja ya…. Mas Indra akan puasin kita berdua malam ini.......!!" Kata ku meyakinkan nya,
Kak Nina seperti nya belum mengerti mengapa kami melakukan ini, apakah ini sebagai hukuman atas kebiasaan tak lazim nya yg kami pergoki atau tertumpah dari hasrat tak normal untuk melakukan hubungan seks bersama, Tetapi semakin lama mas Indra memainkan lidah nya di selangkangan kak Nina, semakin membuat membuat kakak ku itu melupakan segala kebingungan nya atas apa yg kami lakukan, Aku lihat kak Nina mulai menikmati indah nya dan nikmat nya seks yg sebenar nya dia idam2 kan juga,
Aku melepaskan seluruh pakaian ku dan naik ke atas sofa lalu memposisikan vagina ku tepat di depan mulut kak Nina, Tanpa di minta, akhirnya kak Nina menjulurkan lidah nya dan bermain di belahan lobang ku, Dalam posisi ku seperti itu, Mas Indra kemudian menghentikan aksi lidah nya, dIa melepaskan celana nya dan mengeluarkan batang kontol nya & lalu tanpa membuang waktu, dia arahkan kepala kontol nya ke belahan liang kemaluan kak Nina......
"Kak Nina ... Mau aku masukin ngak nih.....!?" Tanya mas Indra menggoda nya,
Kak Nina melihat ke arah ku, seolah meminta persetujuan, akupun hanya memberikan sinyal senyuman, Memek kak Nina memang sering menerima rangsangan masturbasi, tetapi ternyata lobang pepek nya masih rapat, mungkin karena sudah lama belum di masukin kontol laki2 lagi,
Hal ini membuat suami ku masih merasa agak kesulitan ketika berusaha menenggelamkan batang kontol nya di lobang pepek kak Nina, Mas Indra harus berulang kali melakukan tarik ulur dan menekan ke lobang kak Nina untuk dapat tenggelamkan sempurna kontol nya di liang senggama kak Nina yg gatal itu, Basah nya lobang vagina kak Nina tidak begitu membantu proses lancar nya batang kontol suami ku masuk dengan lancar,
Melihat keadaan itu, aku tidak lagi mengocok belahan vagina ku sendiri, tetapi aku turut dan membantu suami ku untuk menikmati memek kak Nina kakak ku itu, Aku tarik lutut kak Nina hingga terbuka lebar, dan aku biarkan Mas Indra berdiri bebas menancapkan batang kontol nya di selangkangan kak Nina yg terbuka lebar, dengan Posisi mengangkang itu, akhirnya berhasil mengamblaskan kepala kontol suami ku hingga menyentuh bibir rahim kak Nina, selanjut nya, mas Indra mulai memainkan aksinya menggesek gesek cepat dinding vagina kak Nina…...
"Aaarrkghhh... Aauuhhhh... Aaaghhhhh......!!" Desah nya nikmat,
Hanya sekitar 10 menit, kak Nina telah mencapai orgasme pertama nya, Namun mas Indra tidak berhenti menggenjot lobang vagina kakak ku itu, lihat cairan lembut lendir bening mengucur dari lobang memek kak Nina yg masih di sumbat oleh kontol suami ku, Cairan lendir birahi akhirnya juga begitu banyak keluar dari lobang kemaluan kak Nina, Selang 10 menit kemudian, kak Nina kembali merasakan orgasme ke-2 nya,
Ada perasaan cemburu juga di hati ku melihat Mas Indra begitu buas nya mengentoti memek kak Nina, saat dia merasa bahwa dinding vagina kak Nina sudah tidak sanggup lagi menerima gesekan demi gesekan, akhirnya dia memutuskan untuk mengeluarkan batang kontol nya dari lobang pepek kak Nina, Sekarang Mas Indra mengarahkan serangan nya kepada ku, Setelah belasan menit dia menggenjot ku, aku juga mendapatkan orgasme pertama ku malam itu, Saat itulah mas Indra mencabut kontol nya dari lobang vagina ku lalu dia naik ke sofa dan menyumpalkan kepala kontol nya ke mulut kak Nina, dengan kepala penis dalam mulut kak Nina, mas Indra mengocok batang kontol nya dengan tangan nya dan ternyata itu adalah bukan akhir permainan, Mas Indra mendesah dan menyemburkan air sperma nya ke mulut kak Nina, Malam itu entah berapa kali mas Indra menunggangi kakak ku itu saat aku sudah tertidur pulas,
Keesokan pagi hari nya, aku menggoda suami ku saat kita berdua lagi di kamar.......
"Gimana mas.... Nikmat kan punya kak Nina.... Heheee......??" Goda ku,
"Iya say... Hmmm tapi rasa nya kurang adil kalo aku saja yg bisa menikmati kak Nina....??" Kata suami ku,
"Terus gimana donk.... Ada ide lain ya pah.....?? Tanya ku penuh harap,
"Emmm... Gini sayang.... Gimana kalo besok aku ajak teman ku ke rumah, Ryo nama nya, status nya juga duda, sekalian di kenalin sama kak Nina, biar nikmat nanti kita main bareng..... Gimana sayang.....??" Penjelasan dari mas Indra panjang lebar,
"Terserah papa aja deh..
Gimana nanti nya.....!?" Balas ku,
Seperti hal yg di janjikan mas Indra suami ku, sepulang kerja sekitar jam 19.00, mas Indra datang bersama Ryo teman nya, orang nya berpostur tinggi, cakep menurut ku, ada getar dalam tubuh ku saat melihat nya, apakah suami ku mengijinkan aku bercinta dengan teman nya itu, tak lupa juga aku menyampaikan hal itu ke kak Nina, dia antusias dan sangat bernafsu ingin menikmati nya juga,
Setelah makan malam bersama malam itu, kita berempat duduk ngobrol santai di ruang tengah,
Mas Indra sambil senyum penuh arti ke Ryo teman nya itu, sementara Aku makin tegang tapi jujur saja saat rabaan tangan Mas Indra membuat aku ON apalagi udara dingin Ac yg menusuk tulang, malah Mas Indra nekat sambil tiduran di sofa dan kepala nya menindih paha ku di geser ke arah selangkangan ku, sehingga tak terhindarkan baju daster ku yg memang pendek makin tersingkap sehingga Ryo teman nya itu makin leluasa melahap paha ku yg terbuka lebar dengan sorot mata nya,
Kita berempat duduk berdempetan di sofa panjang, aku dan kak Nia duduk di apit suami ku dan Ryo, tiba2 mas Indra mengedipkan mata nya ke Ryo,
Rupa nya Ryo tanggap langsung saja dia miringkan badan nya, karena jarak kami cuma sejengkal, mas Indra langsung beraksi, di rengkuh nya tubuh kak Nina,
Di cium nya dengan paksa, kak Nina ingin menolak tapi Mas Indra memegang tangan nya dan merabai tengah2 paha mulus nya,
Aku yg juga sudah terombang-ambing antara nafsu dan
nilai2 norma yg ada dalam diri ku tetap terdiam dan semakin terangsang, tanpa sadar malah aku miringkan tubuh ku menghadap ke Ryo, sehingga aku bisa berhadapan, tatapan ku masih tertuju ke mas Indra yg lagi menindih tubuh telanjang kak Nina,
Aku semakin yakin mas Indra seolah mempersilakan Ryo taman nya ini untuk menikmati tubuh mulus ku,
Melihat reaksi ku tanpa segan Ryo berani menyelusupkan tangan nya di balik daster ku untuk meremas remas buah dada ku, sementara tangan nya sudah masuk ke dalam CD ku untuk mengelus- elus klitoris itiel yg menjadi titik kelemahan ku,
Mendapat serangan sekaligus pendobrak, birahi sex ku melambung tinggi pada keinginan untuk meraih
kenikmatan yg tiada tara bersama lelaki sahabat dari suami ku ini,
Aku coba memberanikan diri meraba perut nya Ryo dan turun ke bawah pusar, ada rasa penasaran ingin tahu ukuran barang nya,
WAW... luar biasa rupa nya Anu nya sudah berdiri keras dan tidak pakai CD lagi tangan ku tak bisa memegang semua nya, genggaman ku penuh itupun baru
separuh nya, ini akan menjadi batang kontol laki2 kedua dalam hidup ku yg bersarang lobang kemaluan ku ini,
Di sebelah ku kontol Mas Indra suami ku tengah asyik mengaduk aduk lobang memek kak Nina kakak ku, dia juga seperti sudah merelakan memek ku di pakai oleh teman nya, Ryo lalu melepaskan seluruh pakaian nya dan
mencopoti daster ku, Ryo melepaskan pakaian nya dan menggeser
posisi nya merapat ke arah ku dari sebelah kiri kami berhadapan,
Dan Wew.... kontol Ryo yg luar biasa panjang dan besar menempel di
paha ku, dia merogoh celah2 memek ku dan menciumi sambil mengelus payudara ku penuh nafsu,
Aku lihat Ryo yg penuh dengan gairah meremas tetek ku, aku jadi nya ikut terhanyut, Aku tak sempat berfikir normal, nafsu ku kini telah mendominasi pikiran ku, aku nikmati apa yg di lakukan Ryo pada ku tanpa menghiraukan Mas Indra yg lagi mengentoti kak Nina, Sebenar nya ada rasa cemburu dan aku berniat membalas nya dengan menikmati batang kontol teman nya ini,
Ryo mengelus pepek ku yg sudah basah, Aku mendesis desis tak
karuan karena keenakan dengan tangan kanan nya Ryo mendekap punggung ku erat-erat, sedangkan tangan kiri nya mulai menyibak vagina ku, rupanya dia sudah nggak tahan ingin segera memasukkan batang kontol nya ke lobang memek ku ini......
"Pepek mu udah basah banget mbak......!?" Ucap nya vulgar,
"Iyah.... Pengen rasain kontol gede mu ini Ryo..... Ayooh aahh....??" Belum pernah aku sebinal malam ini, bahkan merengek minta di kentot oleh laki2 yg bukan muhrim ku,
Di tuntun nya palkon nya ke arah lubang pepek ku dan dalam tempo singkat aku sudah di buat nya melayang ke langit ke tujuh menikmati kontol teman dari suami ku ini, batang Kontol nya yg panjang Besar, namun meskipun rasa perih dan penuh menyesak di lobang ku, namun kenikmatan yg aku rasakan mampu membuat ku melupakan segala nya, Otomatis jepitan lobang kemaluan ku makin jadi dan
denyutan-denyutan memek ku yg selama ini selalu di puja2 oleh Mas Indra, kini di rasakan juga oleh Ryo teman nya ini,
“Oh Mbak memek mu benar-benar enak Mbak.....!?” bisik Ryo sambil terus memompa batang kontol nya secara ritmis......
Sementara aku mengimbangi dengan menggoyang pantat ku meremat kontol nya perlahan lahan, Ryo mendesis- desis keenakan, kini wajah Ryo menghadap ke arah ku dengan mata nya yg
terpejam sungguh tampan sekali apalagi desisan nya membuat ku benar-benar
melayang, Gesekan bulu dada nya di ujung puting ku membuat aku seperti kesetrum listrik ribuan watt, dan Setelah hampir sepuluh menit Ryo memompa memek ku dengan cepat,
Aku mulai kesetanan mau meledak tapi dia mulai mengendurkan pelukan nya, memang benar rasa nikmat sensasi ngentot dengan laki2 lain di hadapan suami sendiri, aku menjerit, mendesah keras tak peduli lagi di lihat mas Indra suami ku,
Aku sempat menoleh memandangi suami ku yg lagi penasaran ingin tahu reaksi ku lagi ngentot dengan teman nya, tapi ternyata ku lihat Mas Indra begitu senang bahkan dia tersenyum melihat aku yg tengah Ngos- ngosan di genjot si Ryo teman nya,
Aku mengalami dua kali orgasme beruntun, lalu Ryo mengambil posisi duduk bersandar di sofa dengan paha mengangkang, tampak batang kontol nya yg besar panjang dan kokoh dengan topi baja yg mengkilat karena cairan memek ku berdiri seperti prajurit siap serbu,
Kemudian 'Ryo' menyuruh ku mengangkang di atas nya dengan menumpangkan paha ku
pada paha nya sambil membelakangi nya, Perlahan-lahan aku turunkan bokong ku dan Ryo membimbing kontol nya untuk memasuki lobang memek ku lagi, Blleeessss......
Aahh... Rasanya tambah nikmat dan sudah tak perih lagi, Dengan posisi
begitu maka dari depan mencuatlah klitoris itiel ku yg sudah keras dan
kencang, perlahan-lahan aku mulai memompa dengan menaik turunkan
Pantat ku,
Owhh.. Luar biasa sensasi nikmat yg timbul di seluruh tubuh bergetar aku rasakan, memek ku makin berdenyut keras, sementara mas Indra suami ku di sebelah terus menyodok pepek kak Nina, hingga wanita itu menjerit2 keenakan,
Akupun terus menggoyang kontol Ryo, sementara dia membalas menyodok pepek ku dari arah bawah, jujur aku akui kontol Ryo ukuran nya lebih besar dan lebih berasa dari punya mas Indra suami ku,
"Aakkkhhhh.. Akuuu mauuu keluuarrrrr... Ryooo... Aaauwwhh......!!" Teriak histeris ku,
Denyutan memek ku yg
makin kuat Dan dengan sambil meremas-remas payudara ku, aku juga rasakan kontol Ryo dalam memek ku berdenyut keras.... Aaakkhhh......
Di tarik nya puting ku sambil menyodok ku dari bawah kuat-kuat, aku benar-benar tidak bisa menggambarkan
kenikmatan yang ku dapat ketika kontol Ryo menyemburkan sperma nya ke dalam rongga memek ku bersamaan orgasme ku dan hisapan-hisapan pada klitoris itiel ku,
Aku tubuh di sebelah Ryo, selesai sensasi nikmat yg aku dapat dari nya, kita beristirahat sekitar 30 menit, tak lama kemudian Mas Indra datang menarik ku dan meminta aku untuk nungging, ini kebiasaan Mas Indra suami ku, dia mau memompa memek ku dengan posisi favorit nya, Aku mengambil posisi nungging, aku bersihkan memek ku sebentar denga Tisu, lalu Mas indra mulai memasukkan kontol nya yg meskipun tidak panjang seperti punya Ryo tapi kepala nya agak lebar sehingga seperti klep pompa,
Di sebelah Ryo kembali menggantikan suami ku, dia mulai mengentoti memek kak Nina, sedangkan Mas Indra mulai memompa ku dari belakang, Ngentot nya kasar banget hingga
Entah aku merasa tidak kuat lagi menahan ledakankan orgasme ku yg berikut nya dan juga saat kontol Mas indra mulai berkedut-kedut akan menyemburkan
spermanya akupun juga merasakan diri ku akan meledak lagi Dan Aakkhh......
Dengan teriakan panjang Mas Indra menyemprotkan sperma nya ke dalam lobang
memek ku, Aku segera berbalik untuk membersihkan kontol Mas Indra dengan jilatan lidah ku, rasa
sperma dua orang laki-laki yg bercampur membuat lidah merasa aneh dan asing, Kami terkulai berdua,
Di sebelah ku lihat kak Nina menjerit2 mengalami orgasme di kentot si Ryo, rupa nya dia belum muncrat2 juga, benar2 perkasa laki2 itu, kata ku dalam hati, Tiba2 saja ku lihat
Ryo mencabut batang kontol nya yg masih tegak berdiri itu, dia menghampiri & langsung menubruk ku yg masih rebahan di samping Mas Indra suami ku, tanpa sungkan
lagi di ciumi nya bibir ku di remas nya dada ku ku lihat kontol nya sudah Ngacung mengarah ke bibir memek ku yg masih belum di cuci, belepotan sperma tadi,
Melihat tubuh ku akan di nikmati lagi oleh si Ryo teman nya itu, mas Indra lantas bangun dan berdiri, dia menarik tangan kak Nina mengajak nya menuju ke dalam kamar, aku cuek saja dan kali ini merasa lebih bebas bisa menikmati batang kontol si Ryo sepuas nya,
Sementara itu Ryo tidak tinggal diam, buah dada ku yg menggantung di remas remas dan di ciumi, Ryo merubah posisi nya dengan duduk di atas meja dengan kontol siap di bibir mulut ku, Sekarang aku baru bisa mengukur panjang nya kontol Ryo
yg ternyata ada dua kepalan tangan ku dengan kepala agak meruncing dan
diameter kepala baja nya lebih besar dari punya Mas Indra suami ku,
Langsung saja aku genggam dan ku jilati dan ku kocok-kocok, Begitu terus ku lakukan sampai hampir 10 menit, lalu Ryo bangkit dan terlengkup di atas tubuh ku, Bleeessssss.....
pinggul nya mulai naik turun, mengocok batang nya yg sudah melesak di telan oleh liang kenikmatan ku ini, Sekali kali tangan nya meremas dada ku,
Aku mulai ON lagi dan otot-otot pepek ku mulai saling tarik menarik,
memek ku di pompa kencang sekali, aku tak dapat menahan kenikmatan yg menyerbu lubang
memek ku ini, Denyutan-denyutan mencengkeram makin keras dan ini yg paling nikmat terasa, tangan ku mulai mencengkeram
bokong nya dan melenguh seperti sapi di sembelih aku mulai masuk ke masa2 kkimaks orgasme,
Tanpa menunggu waktu lagi Ryo mempercepat kocokan nya, dan liang
kemaluan kupun sudah berdenyut denyut kencang, makin kencang genjotan nya seakan tak ada lelah nya, sambil dari mulut nya keluar
erangan kenikmatan yang panjang dan kemaluannya ditekan keras ke lobang pepek ku, Pada saat yg sama, aku tak tahan menahan orgasme ku, begitu juga Ryo orgasme kembali dan menyemburkan lendir mani nya ke dalam lobang pepek ku untuk yg kedua kali nya,
Kenikmatan yg luar biasa, Walaupun permainan sudah berakhir tetapi Ryo tidak mau mencopot kontol nya dari memek ku, aku tau dia suka menikmati denyutan memek ku,
Malam ini adalah malam pertama aku merasakan kontol laki2 lain bersarang dalam liang kemaluan ku selain
punya Mas Indra suami ku, Apalagi kontol nya Ryo lebih besar dan panjang, sebuah pengalaman ngentot yg sangat memuaskan ku, malam itu 6 kali Ryo menikmati lobang pepek ku, kuat banget dia, rasa2 nya aku jadi susah berdiri setelah di kentot nya berkali2 malam itu,
Begitu juga dengan kak Nina kakak ku itu, sejak saat itu, kak Nina tidak lagi canggung ketika dia sedang dalam hasrat birahi yg mengelora, dia tinggal datang ke kamar ku dan meminta mas Indra untuk menggauli nya, Meskipun sebenar nya hati ini cemburu, tetapi aku senang, karena mas Indra selalu berhasil memuaskan kami berdua dalam hubungan seks, sesekali juga aku minta ijin ke mas indra untuk main dengan Ryo, bahkan seminggu berikut nya Ryo datang menginap di rumah ku, malam paling gila ku rasakan, Ryo mengentoti pepek ku hingga 12 kali hingga pagi hari, tubuh ku rasa2 nya mau patah, lobang pepek ku seperti mau sobek di hajar kontol besar milik teman suami ku yg perkasa itu,
Begitu juga kak Nina tak pernah menolak untuk disetubuhi oleh suami ku ataupun si Ryo......
Tamat.....
...
0 Komentar