Udara malam yg sejuk dingin menyelimuti seluruh tubuh ku, sehingga memaksa ku untuk duduk di depan teras rumah sambil menggenggam secangkir teh panas,
niat ku sangat sederhana, cuma ingin menikmati kesunyian malam sambil menyeruput teh hangat,
Namun, tiba-tiba telinga mendengar suara aneh yg tak asing bagi ku, seperti suara rintihan pelan seorang wanita,
"Owwhh... Emm......"
Suara rintihan itu samar namun jelas, seolah-olah
suara seseorang yg sedang merasakan sesuatu kenikmatan di dalam tubuh nya,
Aku menajamkan pendengaran ku, ternyata sumber nya terdengar dari arah rumah di sebelah, rumah yg setahu ku sudah lama kosong, dua rumah ini yg terletak agak berjauhan dari warga lain, Tetapi aku tak bisa menahan diri untuk tidak kepo,
Pikiran ku langsung
bertanya-tanya, siapa wanita itu...? Apa yg sebenar nya terjadi di sana sampai suara
rintihan itu terdengar begitu aneh...?
Perlahan, aku menoleh ke arah rumah yg menjadi sumber suara itu, Mata ku menyapu sudut-sudut nya, namun tak tampak ada siapapun di sana.......
"Hmm, mungkin cuma hayalan ku saja .....!!"
pikir ku,
Aku mencoba
mengabaikan nya,
Namun, ketika aku hendak beranjak, suara itu terdengar lagi, bahkan lebih jelas dan lebih merintih keras dari sebelum nya......
"Uhhh........."
Rasa penasaran ku semakin mengguncang, Dengan hati-hati aku kembali mengamati rumah kosong itu, berharap menemukan sesuatu yg bisa
menjelaskan datang nya suara aneh tersebut.......
"Lampu nya menyala......??" gumam ku dalan hati,
Ternyata, ada cahaya samar dari kamar di rumah kosong itu, mungkinkah sudah ada penghuni baru yg mengontrak rumah itu....??
Dan di sana, melalui jendela kaca yg sedikit buram, terlihat dua sosok bayangan manusia yg saling mendekap dan bergerak perlahan dengan ritme yg beraturan, siluet mereka jelas menggambarkan momen yg biasa nya hanya di lakukan oleh
suami-istri, Aku menelan nafas ku, campuran rasa kaget dan penasaran membanjiri pikiran ku.....
"PLOokk... PLOooK.. PLOookkk......."
Suara hentakankan demi
hentakan itu menggema, terlihat jelas dari posis duduk ku, Aku terpaku,
otak ku memutar dan berasumsi liar, mungkin kah mereka adalah pasangan penghuni baru di rumah itu,
"Huh... Imajinasi ku sudah kemana2......!!" batin ku mencoba meredakan kegelisahan,
Namun detik berikut nya terdengar keras......
"Oouughhh sssayang... teruuusss aacchhh......"
Suara si wanita terdengar lagi, tubuh nya
tampak membungkuk di balik kaca jendela buram itu, rasa Penasaran ku semakin tak tertahankan, Dengan hati-hati aku mencari celah kecil, berharap bisa melihat lebih jelas
lagi, rasa penasaran bercampur aduk dengan debar jantung yg tak beraturan saat aku
menyadari apa yg jelas2 aku lihat,
Di sana, ada sosok wanita dan pria tampak seperti seusia dengan ku, Mereka sedang asyik terjebak dalam percumbuan yg tampak begitu nikmat, wanita itu tampak terbuai, mata nya tertutup sesekali
dengan ekspresi menikmati setiap hentakan yg di berikan
lelaki di atas tubuh nya,
Sementara pria itu dengan tubuh tegap nya, bergerak dengan ritme teratur namun semakin cepat, sehingga membuat si wanita itu tak bisa menahan rintihan panjang yg
terdengar lirih seperti sedang menahan kenikmatan,
Tiba-tiba saja pria itu menoleh ke arah ku,
Aku terkejut saat melihat
pria itu tiba-tiba menatap ku dengan sorot mata yg begitu
menggoda, bibir nya melihatkan senyuman aneh yg sulit aku tafsirkan, tatapan itu seolah memberi isyarat bahwa dia tahu aku telah melihat semua yg mereka lakukan dan dia tampak nya menyukai nya, kemudian, dia
menggerakkan bibir nya
perlahan dan membentuk kata-kata tanpa suara, Aku mencoba membaca
gerakan nya dan samar- samar aku menangkap makna yg tak terduga ....
"Kamu Suka ngak ...?"
Aku tertegun, bingung
dengan maksud dari gerakan bibir nya, Apa yg dia isyaratkan..? Rasanya mustahil untuk benar-benar memahami nya, Dalam kebingungan ku, aku memberanikan diri membaca gerak bibir nya......
Dengan tatapan penuh arti, lelaki itu mengucapkan lagi
sesuatu dari kejauhan, kali ini dengan lebih jelas, dia menyelipkan jempol di kedua jari tengah nya, seperti nya "kode Ngentot" yg di arahkan pada ku,
Panas menjalar ke wajah ku, rasa malu bercampur dengan
Berdebar yg berkecamuk, aku tak menyangka akan
mendapat tanggapan seberani itu, Tanpa sadar, aku mundur
sedikit, merasa jantung ku berdebar hebat, suara rintihan wanita itu kembali menggema,
begitu dalam dan menyeruak keheningan malam itu,
"Sayaaanggg... Aaakkhghh........!!"
Desahan nya terdengar panjang, seolah menandakan sebuah kelegahan deperti seseorang yg baru saja sampai pada puncak kepuasan sex,
Tiba-tiba, terdengar suara lelaki dari dalam rumah ku memanggil nama ku dengan nada keras.......
"MILAAAA.........?!"
Aku terlkejut, Ya, benar, Itu suara nya mas Angga, suami ku yg
terkenal dengan emosi nya yg suka meledak- ledak.......
Seketika aku merasa
jantung ku berdegup lebih cepat, pandangan ku yg sebelum nya
tertuju pada aktivitas di rumah sebelah langsung buyar begitu saja saat mendengar suara teriakan suami ku,
Dengan langkah terburu- buru, aku segera berlari menghampiri nya, mencoba menenangkan diri meski jantung ku masih berdebar karena kejadian yg baru saja aku saksikan.......
"Iya Mas..........!!" jawab ku dengan suara gemetar,
Mas Angga suami menatap ku tajam, mata nya menyala dengan kemarahan yg belum reda......
"Dari mana kamu ini.....
Malam-malam keluyuran Apa yg kamu cari di luar sana......?!"
Aku terdiam sejenak,
mencoba mencari alasan yg bisa menenangkan kemarahan mas Angga suami ku,
"Maaf Mas, aku hanya
mencari udara segar di luar tadi......!!" Jawab ku, berusaha terdengar
tenang meski hati ku kacau.......
"Udara segar apaan... Kamu harus nya menyiapkan makanan buat ku, MiLa......???!" suara nya semakin meninggi, membuat
aku merasa semakin kecil di hadapan nya,
Aku menunduk, merasa
bersalah,
"Maaf Mas, aku akan
menyiapkan nya sekarang.....!!?" kata ku, berharap bisa
meredakan amarah nya,
"Cepat bawakan makanan ku.......!!"
bentak mas Angga, yg berdiri dengan wajah tegang.....
"Iya Mas, bentar.....!!" jawab ku dengan suara tertahan, berusaha tidak menunjukkan betapa hati ku teriris dengan kata-kata nya,
Saat aku berbalik dan
berjalan menuju dapur untuk menyiapkan makan malam nya,
aku merasa seperti seorang pembantu di rumah ini, semua yg aku lakukan rasanya selalu salah di mata nya, Mungkin aku memang bukan wanita idaman untuk Mas Angga lagi, Aku merasakan ada jarak yg semakin melebar di dalam hubungan kami ini, aku merasa sangat sedih, tak tahu apa yg harus ku lakukan,
Hidup ku, yang dulu
begitu indah dan penuh cinta, kini berubah drastis, sebelum menikah, Mas Angga sangat sayang pada ku, Dia tak segan- segan menunjukkan perhatian nya, memberikan segala yg aku inginkan,
Tapi setelah menikah beberapa tahun, dia berubah, sikap nya menjadi kasar dan penuh tuntutan, Aku
yg dulu selalu di cintai kini merasa seperti tak ada artinya lagi,
Setelah selesai menyiapkan makanan, aku duduk sejenak di kursi dapur, teringat kembali pada kejadian tadi, Bayangan gaya ML tetangga baru itu kembali muncul dalam pikiran ku, Gambaran pria gagah perkasa itu begitu jelas di mata ku, Aku yakin wanita itu pasti sangat puas, menikmati setiap genjotan yg di berikan pria itu,
Aku menutup wajah dengan kedua tangan, mencoba mengusir bayangan yg semakin jelas di dalam kepala ku,
"Aduh, aku sedang mikirin apa sih....?" desah ku pelan, merasa
malu pada diri ku sendiri,
Mengapa pikiranku bisa
terjebak pada hal seperti itu...? Apa yg terjadi pada diri ku, apakah aku memang menginginkan nya juga....?
"Ceklek........."
Suara pintu kamar terbuka, membuyarkan lamunan ku, Mas Angga suami ku masuk, wajah nya terlihat lelah, tanpa menatap ku, dia
langsung berjalan ke arah tempat tidur,
Sambil berbaring di
samping nya, pikiran ku
berkecamuk, Apakah aku harus meminta jatah malam ini...?
Sudah lama Mas Angga tidak menyentuh tubuh ku,
Apakah Mas Angga tidak
lagi sayang pada ku..? Apakah dia sudah menemukan perempuan
lain di luar sana...?
Pertanyaan-pertanyaan itu berputar di kepala ku dan semakin menyiksa,
Sudah lama aku tidak
merasakan hangat nya batang kemaluan nya,
sentuhan lembut yg dulu selalu membuat ku merasa di cintai,
Malam itu, aku hanya bisa memejamkan mata dan berusaha mengabaikan rasa
kecewa yg semakin
menguasai hati, nafkah batin yg dulu pernah di janjikan, kini hanya tinggal kenangan, Aku tidak menyangka Mas Angga bisa berubah sejauh ini, dia sudah tertidur dengan pulas nya dan mengabaikan kebutuhan penyaluran birahi ku,
Pagi datang dengan cepat, Aku terbangun dengan mata yg sayu, namun seperti biasa
tugas-tugas rumah sudah menanti, Dengan langkah lunglai aku mulai membereskan rumah, seperti hari- hari biasa nya,
Mas Angga baru saja
terbangun dan tanpa
menyapa ku, dia langsung menuju kamar mandi untuk mandi,
Sementara itu, aku
melanjutkan rutinitas yg seolah tiada akhir, memasak, mencuci baju, mencuci piring dan segala hal lain nya,
Rasanya, dunia ini penuh
oleh kesibukan ku, namun tak pernah di hargai oleh suami ku
sendiri,
Setelah selesai mandi, Mas Angga keluar dengan nada yg tak sabar.........
"Mila... Buatkan gue kopi.....??" Teriak nya,
"Iya Mas......!!" jawab ku,
bergegas menyiapkan kopi untuk nya sambil ia bersiap-siap untuk berangkat kerja,
Belum sempat aku beranjak, tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu.......
"Tok tok tok....."
Suara ketukan itu begitu
pelan namun jelas, seolah ada seseorang yg sedang menunggu di luar, Aku pun terdiam sesaat dan penasaran,
siapakah yg datang pagi-pagi seperti ini...?
"Mila.... Cepet buka pintu itu........?!" kata Mas Angga dengan suara
yg tak sabaran,
"Iya Mas, sebentar......!!"
Aku berjalan menuju pintu dengan perasaan
bertanya-tanya, Namun saat pintu terbuka mata ku langsung terpaku, di hadapan ku kini berdiri pasangan laki2 dan wanita yg semalam ku lihat sedang bercumbu di rumah sebelah, Wajah mereka terlihat segar, seolah malam panjang itu adalah malam terbaik dalam hidup mereka,
Tubuh ku seakan membeku, aku hanya bisa diam, menatap mereka tanpa kata-kata, sementara bayangan malam tadi kembali terputar dalam kepala ku, Rintihan perempuan itu, suara hentakan, keintiman yg terpancar dari siluet mereka, semua nya masih terasa begitu jelas, seakan baru saja terjadi di depan ku,
Pikiran ku berkelana dan
terpaku pada kilasan ingatan yg tak bisa ku lepaskan,
Tiba-tiba rasa iri itu
menggerogoti hati ku,
mengingatkan bahwa
malam-malam ku sendiri begitu sepi, tanpa kehangatan yg sudah lama hilang.......
"Siapa yg datang, Mila......??"
suara Mas Angga terdengar dari belakang,
Aku berusaha
menenangkan diri, menutupi rasa gelisah yg muncul tak terduga.....
"Oh, nggak tau Mas, Aku
nggak kenal.....??" jawab ku secepat mungkin,
Mas Angga melangkah maju, mendekati mereka yg berdiri di depan pintu.......
"Siapa ya.....??" tanya nya dengan sopan,
Pasangan pria dan wanita itu tersenyum, Pria itu menatap ku
sekilas sambil memberikan senyum tipis yg membuat
jantung ku berdebar lebih cepat.......
Tatapan itu seolah
mengingatkan ku pada kejadian semalam dan seketika wajah ku merah karena malu, Aku yakin dia tahu bahwa aku sudah melihat semua nya,
"Salam kenal Pak.....??" ucap perempuan di samping nya dengan ramah,
"Nama saya Desi, dan ini
suami saya, Sandi.... Kami baru saja pindah ke rumah sebelah.....!!"
"Oh, jadi kalian suami istri......??" batin ku sedikit tersentak, Perasaan yg entah bagaimana, seperti ada sedikit kekecewaan yg ku rasakan, meski aku sendiri tak paham mengapa, Mas Angga menyambut dengan antusias,
"Oh iya, mari masuk, duduk dulu.....!!" kata nya sambil memberi isyarat agar mereka masuk ke dalam rumah,
Pasangan yg bernama sandi dan Desi itu mengikuti kami masuk, dan aku merasakan laki2 bernama Sandi itu kembali melirik ke arah ku dengan tatapan yg terasa penuh makna,
Senyum nya tak pudar, dan tatapan nya membuat jantung ku
berdebar tak karuan,
Aku merasa seolah dia ingin menyampaikan sesuatu lewat
pandangan nya, sesuatu yg membuat ku merasakan perasaan yg bahkan aku tak ingin akui pada diri ku sendiri,
Tanpa sadar, aku menggigit bibir, mencoba mengendalikan detak jantung yg tak menentu,
"MiLA.... ambilkan minum buat tamu kita.....??" perintah Mas Angga tanpa menoleh ke arah ku,
"Iya Mas,......!!" jawab ku cepat, berusaha menenangkan hati yg sedikit tak keruan, Aku menoleh ke arah tamu kami itu dan tersenyum,
“Mau teh atau kopi, Mbak Mas...?!"
"Teh aja Mbak..…..!!" jawab Desi lembut, tersenyum ramah,
Aku mengangguk, lalu
berjalan menuju dapur untuk menyiapkan teh, Namun, entah mengapa aku merasa ada tatapan yg mengikuti setiap
langkah ku, mata ku melirik ke arah Sandi si laki2 itu dan benar saja sorot mata nya masih tertuju pada ku, seperti Ada sesuatu dalam tatapan itu, sesuatu yg sulit aku gambarkan,
"Apalah aku cuma ke-geeran di tatap suami orang yahh...??" batin ku menahan gejolak
perasaan,
Di dapur, sambil menyeduh teh, aku bisa samar-samar
mendengar percakapan Mas Angga dengan mereka di ruang
tamu.......
"Saya bekerja di sebuah perusahaan di kota dan istri ku ini seorang
guru SD di sekolah swasta dekat
sini.....??" Ucap Mas Sandi dengan santai nya,
Mendengar itu, tiba-tiba saja rasa insecure menyelinap ke dalam hati ku, Mereka pasangan dengan
pekerjaan dan karier yg
terpandang, sedangkan aku hanya seorang ibu rumah tangga yg tak memiliki pekerjaan di luar rumah, Aku menunduk memandangi cangkir teh yg aku buat dengan hati sedikit berat, kenapa ya, ada perasaan sedih yg tak aku mengerti saat mendengar tentang mereka...?
Aku membawa dua cangkir untuk pasangan suami istri itu, Namun saat aku menoleh
kembali ke Mas Sandi, laki2 itu memberi ku tatapan yg samar,
Seperti sesuatu yg sulit di jelaskan, seolah ada makna tersembunyi dalam sorot mata nya laki2 yg tak lepas dari pandangan ku,
Setelah ngobrol2 sebentar, pasangan itu, Desi dan Mas Sandi
akhirnya berpamitan pulang, engan senyum ramah......
"Kalau gitu kami
pulang dulu ya Mas, Mbak... Salam kenal dari tetangga baru, hehe......!!!" Kata Desi, istri nya,
Setelah kedua pasangan itu pulang, mas Angga suami ku juga berangkat ke kantor nya, akupun utuskan untuk melanjutkan memasak di dapur,
Ada terlintas di pikiran ku bahwa Desi dan Mas Sandi yg baru saja
pindah ke rumah sebelah, mungkin mereka masih sibuk beres-beres rumah dan
belum sempat memasak,
Bagaimana kalau aku bawakan saja makan buat mereka....?
Setidak nya bisa membantu sedikit dan mungkin bisa menjalin hubungan baik dengan
mereka,
Tanpa pikir panjang, aku
segera membungkus beberapa masakan ku yg sudah siap di dapur, Entah kenapa, ada
semacam semangat yg
membara dalam hati ini,
Seolah-olah aku sedang bergegas untuk bertemu seseorang yg sangat aku tunggu2,
Dengan langkah pasti, aku melangkah ke rumah tetangga baru itu, Ketika sampai di depan pintu, aku mengetuk nya
perlahan, sedikit gugup tapi penuh harap,
Tak berapa lama, pintu
terbuka, Aku terpana sejenak ketika melihat Mas Sandi, laki2 itu yg
berdiri di sana, dia menyambut ku dengan senyuman hangat,
"Mbak Mila.... Ada apa nih.....??" tanya nya ramah,
Mata nya tampak bersinar saat melihat ku,
Aku tersenyum lebar,
sedikit kikuk, tapi tanpa
berpikir panjang, aku serahkan bungkusan makanan itu kepada nya.......
"Saya bawakan sedikit
makanan ini Mas, Siapa tahu Mas Sandi dan Mbak Desi belum
sempat masak......??" Ucap ku,
Mas Sandi menerima
bungkusan itu dengan senyum tulus,
"Oh iya, makasih banyak ya Mbak.....??"
"Iya, sama-sama, Mas....??" balas ku, merasa senang telah di terima pemberian ku,
"Oh ya, Mbak Desi nya
mana Mas......???"
"Oh, setelah kami mampir ke rumah Mbak tadi, Desi langsung berangkat ke tempat kerja.....??" Jawab nya santai,
"Oh gitu ya.....!?" gumam ku agak gugup dan tak tahu harus bicara apa lagi,
Mas Sandi menatap ku
sejenak sebelum
mengisyaratkan sesuatu.......
"Masuk dulu yuk Mbak......??" Ajak nya,
Dada ku berdebar kencang mendengar tawaran nya itu, ada rasa ragu, tapi di sisi lain, entah kenapa ada dorongan kuat yg membuat ku ingin menerima ajakan nya itu, awalnya dengan sopan aku menolak ajakan Mas Sandi untuk masuk,
"Nggak usah, Mas... Saya cuma mau nganterin makanan
saja kok.....??" ucap ku sambil tersenyum,
mencoba terlihat santai,
Tapi di detik berikut nya,
pikiran ku berubah, Mungkin ini kesempatan emas untuk bisa
mengenal Mas Sandi dan Mbak Desi lebih dekat, sebagai
tetangga yg baik tentu nya, ada dorongan halus yg menarik ku untuk menerima ajakan nya itu,
"Eh, tapi... kalau nggak
merepotkan, boleh deh.....!!" Jawab ku akhirnya, yg merasa aneh dengan diri ku sendiri,
"Loh, memang nya aku
tertarik sama Sandi ya....?" Gumam ku sendiri dalam hati,
Segera aku sadari pikiran itu dan aku mengutuk diri ku sendiri, Sejak kapan aku mulai
repot dengan perasaan aneh yg datang tiba-tiba ini..? Rasa nya konyol, tapi jantung ku berdetak
sedikit lebih cepat saat aku melangkah masuk ke dalam rumah nya itu,
Mas Sandi
mempersilahkan aku duduk di ruang tamu, lalu mengambilkan
minum dingin buat ku, Sementara itu aku
melihat sekeliling mencoba mengalihkan perhatian dari kegugupan yg diam- diam merayap di hati ku,
Rasanya campur aduk,
sebagian diri ku ingin menepis perasaan ini, tapi sebagian lain justru menikmati momen singkat bersama Sandi ini, meski sekedar sebagai tamu di rumah tetangga mereka,
Mas Sandi tiba-tiba ngasih pertanyaan yg bikin aku panik, rasanya seperti terkena petir di siang bolong.....
"Maaf ya mbak... Malam itu kami lupa menutup gorden, jadi mbak bisa melihat kami lagi main.....!?"
Deg.... Mulut ku terkatup entah mau berkata apa lagi.........
"Kalau sama suami begitu juga nggak mbak Mila......??"
Aku tersentak, Wajah ku
Makin merah padam
karena malu, Tanpa pikir
panjang, aku segera berusaha mengakhiri situasi canggung ini,
"Aku pamit pulang dulu ya Mas......??" ucap ku buru-buru, berharap bisa segera keluar dari rumah nya,
Namun, saat aku berdiri
tiba-tiba Tubuh ku
tak seimbang hampir terpleset dan dalam kepanikan itu tanpa sengaja tangan ku meraih punggung Sandi untuk menahan diri, kami berdua terjatuh bersamaan, tersungkur di sofa dalam posisi ku yg di tindih dari yg bisa ku bayangkan,
Tubuh Sandi menimpa ku, dan jantung ku berdegup kencang saat ku sadari bahwa tangan ku masih melingkar erat di leher nya, seolah aku memeluk nya, aku ingin segera bergerak, tapi tubuh ku terasa membeku,
Aku merasakan kehangatan dari tubuh laki2 ini yg begitu dekat dan bahkan ada sesuatu benda yg keras menekan bagian bawah tubuh ku,
Perasaan berdebar tak
terkendali, tapi aku tak berani bergerak, seolah ada sesuatu dalam diri ku yang tak ingin
melepaskan posisi ini,
Sandi menatap ku
dengan tatapan tajam namun lembut, bibiir nya melengkung dengan senyum yang entah
bagaimana membuat ku semakin gugup....
"Mbak lihatin saya main sama istri kemaren ... Mbak menyukai nya kan.....??" bisik nya pelan, nyaris seperti sebuah godaan,
"Ee... Saya malu mas.....??" jawab ku
tergagap, suara ku nyaris tak terdengar,
Tapi tanpa sadar tangan ku masih melingkar erat di leher nya, seakan enggan melepaskan,
Tiba2 laki2 itu mencium pipi ku, tangan ku di raih nya dan di arahkan ke selangkangan nya.......
Sssrrrrr.........
"Dari wajah mbak, bisa saya tebak kalo mbak kurang mendapatkan kepuasan dari suami.... Benarkan mbak .....??" Kata Sandi,
Diri ku hanya diam membisu, keadaan itu membuat peluang besar buat laki itu meremas buah dada ku, dalam sekejap saja daster ku itu meluncur turun dengan cepat, dan langsung menampakkan kepolosan tubuh putih mulus ku, Bh ku di lepaskan nya, nampak Puting ku telah ereksi, dan Vagina juga mulai basah, Di kecup nya kening, pipi, hidung, leher dan bibir ku, membuat aku gampang sekali naik hasrat ku, tak perlu menunggu terlalu lama laki2 itu mencium bibir ku, Langsung saja lidah kami bergulat, Tangan kiri Sandi mulai memelintir dan meremas putting payudara ku dan tangan kanan nya merogoh Vagina ku dari depan.....
"Mas... Aku takutt.... !?"
"Udah... Mbak nikmati aja ... Saya akan berikan kepuasan yg mbak tidak dapatkan dari suami mbak......??" Balas nya,
Tubuh ku sudah tak mungkin lagi menolak semua ini, jari tangan Sandi sudah masuk bergerilya di area liang vagina ku, aku pun tak mau tinggal diam, aku menarik turun celana pendek nya itu dan ku raih batang kontol nya yg sudah menegang dengan kedua tangan ku dan aku kocok kontol Sandi naik turun dengan cepat,
“Vagina mu cepet sekali basah mbak… udah sange ya ....??” tanya Sandi sambil tersenyum menggoda ku,
Dia menatap wajah ku yg sudah mulai memerah sayu......
Sandi mendadak menghentikan gulat lidah nya dan mengarahkan mulut nya ke payudara ku, Dia langsung mencaplok puting ku, Di sedot nya kuat-kuat, lidah nya menari lincah di atas puting, Tak lama mulut nya pun pindah ke payudara ku yang kiri,
“Aarrkkhhggg…......”
kali ini gigi nya ikut bermain, dengan menggigit perlahan putting ku yg mulai mengeras.......
“Ouuuuwhh… Ssssshhhhh........!!"
Aku hanya bisa mendesis menerima semua perlakuan mesum nya, tak bisa di pungkiri aku menginginkan nya juga,
“Mas... lakukan sekarang ya….....!?” Bisik ku lirih,
“Aku sudah tak tahan masss Aahhh........!!” laki2 itu engangguk- anggukkan kepala nya,
Kedua tangan nya masih saja menggerayangi tubuh ku, Tangan kiri meremas perlahan payudara ku dan tangan kanan mencolokkan beberapa jemari nya ke dalam lobang Vagina ku. Aku merasakan palkon nya berada tepat di belahan bibir memek ku, di gesek-gesekkan nya palkon nya itu dengan penuh perasaan,
“Mas.. ayo…. Cepet Di masukkin… saya udah nggak kuat lagi Aahhhh.....…. !!” rengek ku memelas pada nya,
Mengerti akan hasrat ku yg tak bisa aku tahan lagi, laki2 itu lalu mendorong ku tidur terlentang di atas sofa,
“Lebarin kaki mu dikit mbak Mila…. Nah gitu.....??” ujar nya,
Aku terperanjat ketika merasakan, tangan kanan nya malah mencoblos perlahan Vagina ku,
“Pemanasan bentar ya mbak...…!!” kata nya menenangkan ku,
Di sodok-sodokkan jemari nya beberapa kali di liang Vagina ku, cairan ku mulai membanjir, dengan perlahan Sandi mulai mengarahkan kepala kontol nya ke lobang ku...... Di gesek- gesekkan ujung kontol itu di luar bibir kemaluan ku, dia berusaha melumasi seluruh batang kontol nya dengan cairan Vagina ku, Sandi mengambil ancang- ancang dan aKu rasakan kepala kontol nya masuk, Perlahan dia mulai mendorong batang kontol ya dan mulai menyeruak masuk, Benda itu begitu hangat, kenyal namun keras,
Sambil tetap meremas- remas kedua dada ku dengan satu tangan, Sandi mendorong sedikit demi sedikit kepala kontol nya... Uughhhh,
“CLEP Blleeeesss.....”
Kepala kontol nya telah masuk ke lobang ku yg haus ini,
“Ugghhhh… aarghkkkhh..........."
Aku mendesah sambil memejamkan mata ku rapat-rapat, aku belum terbiasa dengan ukuran kontol nya yg lebih besar dari punya suami ku, namun tetap saja, ada sedikit rasa nyeri yang timbul, dia menggeser- geser posisi tubuh ku, mencoba membuat nya menjadi lebih mantap ketika mengentoti ku, Perlahan batang kontol nya itu mulai dia dorong masuk lebih ke dalam lagi,
Aku merasakan denyut-denyut pelan yg membuat organ kewanitaan ku semakin membanjir basah, sedikit demi sedikit, sampai batang sepanjang 18 cm itu benar-benar hilang di telan semua oleh liang kewanitaan ku, benar2 gila rasa nikmat nya, lobang pepek ku belum pernah merasakan kontol laki2 lain selain punya suami ku,
Wanita mana yg bisa menolak rasa nikmat begini di berikan,
“Mmmmm…mas…. Gillaaaa.... kontollll mu gedee aakkkhhhh.......!!” Suara ku gemetar menahan nafsu ku,
“Kenapa… Enaakkk ya mbakk Mila…...??”
Sandi mengecup bibir ku ketika melihat aku mengangguk-anggukkan kepala ku, saking nafsu nya, cairan Vagina menjadi tak terbendung, karena aku merasakan nya mulai turun, mengalir ke arah paha ku, becek sekali karna lama sudah tak terpakai, aku tak peduli lagi dengan suami ku yg kasar itu, aku ingin memuaskan nafsu birahi ku yg sudah lama terkatung2 ini.........
“CLEK… CLEK… CLEK… “
Sandi mulai menggerakkan pinggul nya maju mundur, mengaduk dan menusukkan batang kont nya dalam-dalam, semakin lama semakin cepat, tubuh ku bergetar hebat, belum pernah lobang pepek ku merasa begitu nikmat nya seperti kali ini, bahkan jauh berbeda nikmat nya di banding punya laki2 yg sudah menikahi ku itu,
“PLAK… PLAK… PLAK…”
Suara selangkangan kami ketika saling bertabrakan keras,
“CREEK…CREEK…CREEK....…”
Sofa yg aku buat sebagai tumpuan tubuh ku juga perlahan mulai bergerak, tiap kali pinggul laki2 ini menabrak keras selangkangan ku, aku mengimbangi dengan goyangan liar ku... Kaki sofa itu berderit-derit, tergeser oleh gerakan liar kami berdua....
“Enak mbaakk....…??” tanya nya sambil terus memompa lobang memek ku,
Saking enaknya, aku hanya bisa menggigit bibir bawah ku, mendesis sambil mengangguk-anggukan kepala ku, laki2 itu mengucapkan kata.....
“Memek mu enak banget mbak........??”
Dia terus memompa kontol ya di liang memek ku, terkadang dia mengecup dan menjilat leher ku, Aku hanya bisa menundukkan kepala sambil melenguh keenakan, merasakan tusukan-tusukan tajam kontol nya itu....
“Pagi hari yang berisik....“ karena suara desahan ku mulai lantang keluar,
Gelombang kenikmatan itupun perlahan datang, Jantung ku bercetak semakin cepat, nafas ku memberat, siap menyambut orgasme pertama ku di pagi hari ini, lobang pepek ku benar2 kebanjiran, hentakan batang kontol laki2 ini benar2 mantap menusuk hingga dasar rahim ku,
“Shhhh… Aku mau keluar mas…ayo… tusuuukk lebih dalam Aarrghhkkk......…!!" desah ku menyemangati nya....
Tanpa menunggu permintaan ku untuk yang kedua kalinya, Sandi semakin mempercepa sodokan kontol nya, tubuh ku terhentak-hentak dengan keras, tiap kali menerima sodokan nya, kontol nya terasa begitu cepat, keluar masuk dengan ritme yang semakin cepat, sofa tempat aku menyandarkan tubuh ku pun seperti nya ikut merasakan dorongan brutal tubuh nya, berderit dengan keras dan menabrak tembok seiring desahan kenikmatan kami berdua, sebenar nya aku sudah dua kali keluar tapi aku malu rasa nya memperlihatkan reaksi saat orgasme ku tadi,
Sungguh tangguh dan perkasa batang kontol laki2 ini, tahan lama, agresif, aku sudah mulai kewalahan di ujung orgasme ketiga ku, sementara batang kontol Sandi makin menggila mengaduk aduk lobang pepek ku ini,
“Shhh… ayo mas… akuuu sudah dekat.. aku mau keluaaarrr …. Ssshhhh… Aawwwwhhhh........!?” erangan ku,
Aku pegang pantat nya dengan tangan kanan,
Aku gerak-gerakan pantat ku, berharap dia semakin mempercepat goyangan nya,
Di tengah-tengah pendakian kami ke puncak gunung kenikmatan, Tiba-tiba tubuh ku mengejang, Dia menusukkan kontol nya dalam-dalam ke Vagina ku, dan......
“Aaahhhhhhkkkkk……… ahhhh… ahhhh… ...!!!!“
Aku orgasme ketiga kali nya,
Ngentot terlama durasi main nya yg pernah aku rasakan dalam hidup ku, suami ku sendiri paling kuat sampai 20 menit mengentoti ku, tapi laki2 ini benar2 tangguh, sudah hampir satu jam, sampe2 lobang pepek ku berasa panas akibat kentotan nya yg ganas itu,
Di penghujung klimaks nya, Gumpalan cairan sperma hangat langsung memenuhi rongga rahim ku, Tak begitu banyak, namun cukup membuat liang rahim ku agak sedikit penuh, aku yakin tadi pagi pasti dia habis ngentot Desi istri nya, maka nya saat dengan ku dia lama banget main nya,
Sandi mendorong tubuh nya ke tubuh ku dengan brutal tiap kali kontol nya memuntahkan lahar panas nya, Sampai aku merasa sakit pada bagian paha depan ku tertumbuk tumbuk rasa nya, 6 kali sodokan keras nya terakhir aku terima pada Vagina ku ketika dia ejakulasi, akhirnya dia merubuhkan tubuh nya ke menindih ku, Nafas nya tersengal-sengal,
Tanpa sadar, aku memeluk nya erat, dan aku tidak berniat untuk melepaskan nya, tangan ku malah semakin mengeratkan pelukan ku pada nya, seolah tidak ingin momen itu cepat berakhir, kami berbaing dalam keheningan, hanya suara napas ku yg masih pelan terdengar, Pelukan ini meski salah menurut logika, terasa begitu nyaman, Ada perasaan nikmat yg
belum pernah aku rasakan dari suami ku sendiri Dan untuk sesaat, aku ingin melupakan semua
masalah ku di rumah tangga ku sendiri,
“Makasih mbak Mila… aku puas........!!” ucapnya sambil mengecup bagian belakang leher ku.
“Iya.. sama2 mas..... !!” jawab ku lirih,
Aku harus bisa ikut tersenyum melihat kepuasan yg terpancar dari wajah nya dan membiarkan kehausan nafsu ku bergerilya dengan sendiri nya, Aku masih merasakan kedutan pelan di dinding Vagina ku ketika batang nya yg telah lemas, tercabut keluar dari lobang pepek ku,
Sekarang batang kontol itu menggelatung tak berdaya di luar bibir Vagina ku, Meneteskan lendir kenikmatan kami berdua di paha dan betis ku, Sandi menepuk pantat ku dan mengelus badan ku yg masih terlentang di atas sofa, Aku dalam posisi telentang, menatap langit-langit rumah, Dengan kaki yg menjuntai di tepi sofa, Sandi tiba-tiba mencium Vagina ku dan menyeruput cairan yg keluar dari lobang ku, Aaghhh.......
Aku segera bangun, turun dari sofa dan langsung berjongkok di depan selangkangan nya, Aku raih batang kontol nya yg menggelantung lemas itu dan aku jilat perlahan, Ku hirup dalam- dalam aroma kewanitaan ku yg bercampur dengan sperma nya tadi,
"Maassss ... !??" Bisik ku di telinga nya, lalu aku naik ke atas tubuh nya dan berinisiatif menancapkan kembali kontol Sandi ke liang kemaluan ku,
Hari yg benar2 membangkitkan kembali semangat hidup ku, serasa mendapatkan cinta baru, aku sendiri seperti tak ada kata bosan dan letih, melayani permainan kedua, ketiga, terus berlanjut, batang kontol Sandi begitu ganas nya melahap setiap inci lobang memek ku ini, dia terus menggali dan mengebor lobang kemaluan ku sepanjang siang hari itu,
Sejak saat itu, hampir di setiap pagi hari, saat Desi istri nya berangkat kerja, begitu juga dengan suami ku, Sandi akan satang untuk memuaskan ku......
Tamat .....
0 Komentar