"Serius kak aku belum pernah ngentot" jawabku berbohong agar rencanaku semakin lancar
Tak lama, disisi lain kak Nova juga mulai mendekat ke arahku, tubuhnya sangat rapat dengan tubuhku sehingga aku bisa merasakan toket kak Nova yang besar itu, wajahnya yang cantik semakin dekat dengan wajahku, nafasnya bisa kurasakan di kulit leherku, wangi tubuhnya sangat membuatku bernafsu
"Anto, masa cowo ganteng kaya kamu ga pernah ngentot ? " kata ka nova yang sudah bernafsu karena pengaruh obat perangsang yang kuberikan
Ia mulai mendekatkan bibirnya ke leherku, dikecupnya kulit leherku sambil menghembuskan nafasnya yang hangat, tangannya pun ikut aktif meraba-raba kontolku yang masih didalam celana. Kini kedua saudara itu benar-benar sudah sangat bernafsu dan sangat binal sekali, mereka mencoba merangsangku dengan sentuhan-sentuhan halus padaku.
"Emang ngentot itu gimana kak ?" kataku pura-pura polos
"Yaudah sini kaka ajarin, pertama buka dulu celana kamu anto" kata kak nova sambil melepaskan ikat pinggangku
Akupun menurut saja dan mulai melepaskan celanaku serta celana dalamnya sekalian. Aku kembali duduk dengan kontolku yang sudah tegak sempurna. Wajah kak ayu dan kak nova tampak kaget melihat ukuran kontolku, mata mereka terbelalak sambil menelan ludah saat melihat kontolku yang sudah tegak maksimal.
"Besar banget kontol kamu anto" kata kak nova tampak kagum dan mulai memegang batang kontolku, dikocoknya perlahan kontolku oleh tangannya yang halus.
"Aaahh enak banget kak" kataku meracau kenikmatan
Kak nova mendekatkan mulutnya ke arah kepala kontolku, dijilatnya ujung kepala kontolku sehingga aku merasakan geli dan nikmat yang menjadi satu. Lalu dilahapnya seluruh batang kontolku ke mulutnya, pipi kak nova sampai kempot saat menghisap kontolku.
"Kaaakkk enak bangeett aahhh" aku meracau keenakan saat disepong oleh kak nova
Tiba-tiba kak ayu yang disisi lain langsung mencium bibirku, ciumannya sangat panas dan penuh nafsu, aku membalas ciumannya, bibir kami saling menghisap, lidah kami saling beradu, air liur kamipun menyatu. Tanganku mulai aktif meremas toket kak ayu, ku singkapkan tengtopnya keatas, ku buka pengait bh nya, tampaklah sepasang gubung kembar yang bulat, dan putingnya yang kecil berwarna pink, aku melihatnya sangat bernafsu, langsung saja kuhisap puting kecil itu sambil memainkan lidahku.
"Sshhh antoo teruss" kak ayu mendesis keenakan
Kini posisi kami sudah seperti di film film bokep saja, disebelahku kak nova yang sedang sibuk menyepong kontolku, dan disebelahnya lagi kak ayu yang sedang kuhisap toketnya sambil mendesis kenikmatan. Tak kusangka bisa seberuntung ini, tadinya aku berniat ngentot dengan mamah suci terlebih dahulu, namun ternyata aku langsung mendapatkan kedua anaknya.
Aku sangat menikmati permainan ini, kak ayu mulai menanggalkan seluruh pakaiannya hingga sekarang ia bugil tanpa sehelai benangpun di tubuhnya. Bodynya yang ramping, toketnya yang besar, sangat membuatku bernafsu. Ia pun kembali menghampiriku dan langsung berciuman denganku.
Disisi lain kak nova juga mulai membuka seluruh pakaiannya, tak kalah dari kak ayu, ukuran toket kak nova juga sama seperti kak ayu, namun yang membedakan putingnya agak berwarna kecokelatan, namun tak bisa menyembunyikan keindahan toketnya.
Kini kedua saudari itu telah bugil didepanku, aku yang masih berciuman dengan kak ayu sambil meraba-raba toket kak nova
"Anto jilatin memek kakak dong" kata kak ayu
"Iya kak sini anto jilatin memek kakak" kataku penuh nafsu
Kak ayu langsung rebahan diatas sofa dan mengangkang, aku terpesona dengan memeknya yang dicukur bersih tanpa bulu sama sekali di sekitarnya, memeknya masih berwarna pink, wajahku mendekat ke arah selangkangannya dan langsung menjilatkan lidahku pada bibir memek ka ayu, kucari klitorisnya dan langsung kuhisap hingga ka ayu mengerang keenakan
"Aahhh antoo kamu apain memek kakak ahhh terusss antoo teruusss" kak ayu teriak
Slurrppp slruurpp slurrpp suara bibirku saat melakukan kegiatan itu.
Selanjutnya disisi lain, kak nova menempatkan diri tepat dibawah selangkanganku dan langsung menghisap kontolku. Posisi kami kali ini kepalaku berada di selangkangan kak ayu, kepala kak nova berada di selangkanganku.
Kami bertiga sudah dirasuki oleh hawa nafsu yang membara, suhu ruangan sangat panas sekali padahal ada ac didalamnya.
"Anto masukin kontolnya ke memek kakak cepeettt kakak udah ga tahan" kak ayu memohon seperti wanita yang haus akan kontol
Aku pun langsung melepaskan kontolku dari mulut kak nova, dan langsung memposisikan diri untuk memasukan kontolku ke memeknya kak ayu.
Kepala kontolku ku gesek gesekan ke bibir memek kak ayu yang sudah basah, pelan tapi pasti ku mulai membenamkan kepala kontolku ke memeknya, blesss ternyata kak ayu sudah tidak perawan, namun memeknya masih terasa sempit sekali, kumulai maju mundurkan kontolku
"Ahhh ahh ahhh mhhh" kak ayu mendesah keenakan
Aku bernafsu melihat toketnya yang terguncang karena gerakanku, langsung kuraih toketnya dan kuhisap sambil terus menggenjot memeknya.
Kak nova yang menganggur melihat persetubuhan kami malah duduk di sofa di sebrang kami dan mengangkangkan kakinya sambil memasukan kedua jari ke memeknya, ia lalu mengocok memeknya dengan jarinya sendiri, ia bermasturbasi sambil menyaksikan aku ngentot dengan kak ayu.
"Ahh ahh ahhh" kak nova mendesah sambil terus mengocok memeknya
"Ahhh ahh antoo yang kenceng teruusss" kak ayu juga mendesah keenakan saat ku genjot
Desahan mereka saling bersautan memenuhi ruangan yang sunyi ini.
"Antoo kakak mau keluarrr ahhhhh" tak lama kemudian memek kak ayu terasa hangat, ia telah orgasme.
Akupun menghentikan genjotanku dan membiarkan kak ayu berisitirahat, matanya terpejam, nafasnya terengah-engah, ia tertidur dengan sisa-sisa kenikmatannya.
Aku yang belum crot langsung menghampiri kak nova yang sedang masturbasi, dan langsung menghujamkan kontolku ke memeknya.
Bless mudah saja karena memeknya sudah sangat basah, langsung kugenjot kontolku dengan kasar
"Awhwh antoo pelan-pelann ahhh ahh" kak nova mengerang kesakitan
Aku tak mempedulikannya dan malah mempercepat genjotanku hingga 20km/jam.
Plok plok plok suara selangkangan kami beradu
Aku membalikan posisi kak nova, kini ia menungging membelakangi ku, ku perhatikan lubang anusnya, lalu ku ludahi lubang anusnya dengan air liurku, dan setelah itu langsung kubenamkan kontolku ke lubang anus kak nova, terasa sulit untuk menembus lubang anus kak nova, kuludahi sekali lagi dicampur dengan cairan kenikmatan yang keluar dari memek ka nova agar anusnya licin dan mempermudah kontolku untuk menembusnya, dan blesss
"Arrgghhhh sakiiittt" teriak kak nova
Akhirnya baru kepala kontolku saja yang bisa masuk, namun sudah membuat kak nova teriak kesakitan, aku tak mempedulikannya dan kembali mendorong kontolku untuk masuk lebih dalam
"Arrgghhhh awwhhh" teriak kak nova
Sangat nikmat sekali lubang anus kak nova, terasa hangat dan sempit, kumulai maju mundurkan kontolku, kak nova semakin menggenlinjang, namun lama kelamaan tubuhnya melemah dan malah mendesah keenakan
"Aahh ahhh ahh teruss antoo teruss"
Aku semakin mempercepat gerakanku, lubang anusnya yang sempit membuatku tidak dapat menahan lagi, jepitan dari lubang anusnya membuat kontolku ingin segera menyemburkan lahar panas, hingga akhirnya croott croott croott crroott croott
Aku menyemprotkan pejuku didalam anus kak nova sebanyak 5 kali, kucabut kontolku dari anusnya.
"pohhh" suara kontolku yang terlepas dari anus kak nova
Kak nova langsung rebahan di sofa, kini kedua saudari itu telah kutaklukan. Nikmat sekali bisa ngentot dengan kedua wanita cantik ini.
Akhirnya kupakaikan kembali pakaian mereka sebelum mereka tersadar karena pengaruh obat perangsang itu habis. Lalu ku atur posisi mereka layaknya orang tertidur di sofa, dan setelah mereka terbangun, mereka tidak akan ingat kejadian ini.
Lalu aku keluar dari rumah itu dan langsung melaju dengan motor beat ku hendak pulang ke rumah dengan perasaan puas sudah ngentot dengan dua bidadari tersebut.
Namun, saat hendak menyalakan motor, tiba-tiba ada sebuah mobil datang. Ternyata itu adalah mamah suci, ia langsung keluar dari mobil setelah melihatku
"Anto, kamu ada kesini, ko ga ngabarin mamah ?"
"Eh mamah suci, iya anto tadinya cuma mau main aja bentar kesini mah, tapi ternyata mamahnya gaada dirumah, jadinya anto mau pulang lagi deh" kataku
"Yaudah ayo masuk dulu, kan sekarang mamah udah datang" kata mamah suci
"Iya mah ayo" kataku bersemangat
Namun saat hendak masuk ke rumah, tiba-tiba handphone ku berbunyi, dan ternyata itu panggilan dari mamah
"Halo, ada apa mah ?"
"Kamu lagi dimana nak ? Sini pulang dulu, soalnya ada tamu yang mau ketemu sama kamu" kata mamah di sebrang telepon
"Siapa mah ?" tanyaku
"Mbak Irene, pengacara papah" kata mamah
"Oh mbak Irene ya mah, yaudah Anto segera pulang mah" kataku
Sepertinya papa sudah menyuruh mbak Irene untuk mengurus administrasi tabungan bank dan deposito ke mbak Irene untuk mencairkan buku tabungan yang ada di tanganku.
"Mamah suci, kayanya Anto mau pamit pulang deh, soalnya mamah tadi telepon katanya ada mbak Irene ke rumah" kataku kepada mamah suci
"Yahh ga jadi main dong, yaudah kalo ada waktu luang lagi kamu mampir aja kesini ya Anto, gausah sungkan-sungkan kan kita keluarga" kata mamah suci
"Iya mah, nanti Anto pasti main lagi ko kesini. Yaudah anto pamit pulang ya mah" kataku sambil menyalakan motor beat ku dan langsung melaju pulang ke rumah.
Sesampainya dirumah, kulihat mbak Irene dan mamah sudah menungguku di ruang tamu
"Nah itu Anto udah datang" kata mamah
"Hai Anto, kenalin saya Irene pengacara papah kamu" kata mbak Irene sambil berjabat tangan denganku
"Iya mbak Irene, saya Anto" kataku
Kulihat wajah mbak Irene sangat cantik dengan make up yang natural, mbak Irene berumur sekitar 25 tahunan dan dia masih lajang. Tubuhnya yang tinggi serta pinggangnya yang ramping membuatku terpesona. Dan yang paling menggairahkan, belahan dadanya yang menyembul keluar dari balik kemejanya yang seksi, juga ia memakai rok mini yang memperlihatkan pahanya yang mulus menambah keseksiannya.
"Anto, saya kesini karena diperintahkan oleh papah kamu untuk mengurus semua administrasi tabungan yang kamu pegang, jadi sekarang semua uang di tabungan itu langsung bisa dicairkan, ayo sekarang kamu saya temani pergi bank" kata mbak Irene
"Oh iya terimakasih mbak, ayo mbak" kataku
"Yuk naik mobil saya aja Anto" kata mbak Irene
Kamipun segera pergi ke bank dengan mobilnya mbak Irene.
Ditengah perjalanan, kuperhatikan mbak Irene yang sedang menyetir, kulihat dadanya yang membusung dan pahanya yang mulus membuat kontolku menjadi tegang.
Aku berfikiran untuk dapat menikmati tubuhnya mbak Irene, akupun memutar otak untuk mencari cara, akhirnya aku ingat kalau aku masih memegang obat perangsang milik papah, dan aku mulai menjalankan sebuah rencana.
"Mbak, kayanya aku haus" kataku
"Oh mau beli minum dulu anto ? Yaudah kita mampir ke minimarket dulu ya buat beli minuman" kata mbak Irene
"Iya mbak, biar saya aja yang belikan minuman, mbak mau minum apa ?" kataku
"Apa aja deh terserah kamu" kata mbak Irene
Akhirnya kami menemukan sebuah minimarket dipinggir jalan, aku langsung keluar dari mobil dan langsung pergi ke minimarket untuk membeli 2 botol minuman dingin.
Ketika selesai membeli minuman, ku masukan obat perangsang ke salah satu minuman tersebut dengan sembunyi-sembunyi, lalu ku kocok-kocok agar obat perangsangnya larut dengan minuman tersebut.
"Nih mbak minumannya" kataku setelah masuk ke mobil kembali
"Makasih ya anto" kata mbak Irene sambil mengambil minuman yang kuberikan.
Lalu ia langsung meneguk minuman tersebut. Aku juga minum minuman yang kubeli.
Setelah beberapa saat kemudian, mbak Irene memegangi kepalanya tampak seperti sedang sakit kepala
"Kenapa mbak ? " tanyaku
"Gatau nih, kepala mbak tiba-tiba pusing" kata mbak Irene sambil terus memegangi kepalanya
"Yaudah gantian aku aja yang nyetir mbak" kataku karena memang aku sudah jago menyetir mobil
"Iya kamu aja yang nyetir ya anto" kata mbak Irene
Mbak Irene pun menghentikan mobilnya ditepi jalan, lalu kami bertukar tempat duduk, kali ini aku yang menyetir dan melanjutkan perjalanan.
Saat di tengah perjalanan, mbak Irene tampaknya sudah tidak pusing lagi, namun tingkahnya sedikit aneh, dia seperti orang kepanasan, seluruh tubuhnya berkeringat padahal di mobil sudah menyalakan ac.
"Aduh ko gerah banget ya" kata mbak Irene sambil mengipas-ngipaskan tangannya
"Masa sih mbak ? Ko aku ngga gerah ya" kataku
"Iya tau gerah banget nih mbak sampe keringetan" katanya
"Yaudah lepas aja kemejanya mbak kalo gerah" kataku mulai cabul
Ia sempat melirik ku tampak ragu, namun akhirnya ia melepaskan kemejanya, dan kini hanya mengenakan tengtop yang ketat saja, payudaranya yang menyembul tidak dapat disembunyikan dari balik tengtopnya.
"Aduh ko masih gerah aja sih" kata mbak Irene masih tampak kegerahan
"Buka aja tengtopnya mbak" kataku semakin cabul melirik mbak Irene
Ia lalu membuka tengtopnya dan kini hanya mengenakan bh berwarna merah saja, ku lirik ke samping sungguh pemandangan yang sangat indah. Seketika kontol ku jadi tegang kembali.
"Ih anto itu ko titit kamu bangun sih?" kata mbak irene sambil nyengir dan menunjuk ke arah kontolku
"Eh iya mbak aku jadi tegang mbak cuma pake bh kaya gitu" kataku sambil tetap fokus menyetir
"Awas nabrak loh jangan lirik-lirik ke aku ya" kata mbak irene
Namun tubuhnya malah semakin dekat denganku, payudaranya yang masih terbungkus bh ia tempelkan ke lengan kiriku
"Mau liat isinya engga anto?" katanya sambil menunjukan senyum nakal
"M ma mau mbak" kataku gugup sambil melirik ke arahnya
Ia lalu mulai melepaskan kaitan bh nya dan diturunkan perlahan bh yang menutupi kedua payudaranya.
Terpampanglah dua gunung kembar yang indah, bentuknya bulat dan kencang, putingnya besar berwarna pink kecokelatan, ia menunjukan kedua payudaranya sambil tersenyum nakal padaku
"Wah bagus banget toketnya mbak Irene, aku boleh pegang ngga?" kataku semakin bernafsu
"Pegang aja, buat kamu apa sih yang engga" kata mbak Irene dengan manja
Segera saja tangan sebelah kiriku menyentuh payudaranya yang bulat, ku remas-remas kedua payudaranya secara bergantian
"Ahhh enakk antoo" kata mbak irene keenakan saat kuremas payudaranya
sambil menyetir, aku terus melanjutkan meremas-remas kedua payudaranya, kontolku semakin tegang saja, kubuka retsleting celanaku dan langsung mengeluarkan kontolku yang sudah tegak. Mbak irene yang melihat kontolku langsung melotot tampak takjub dengan ukuran kontolku
"Besar banget kontol kamu anto" katanya sambil menyentuh batang kontol ku
"Sepongin dong mbak hehe" kataku
Ia langsung mendekatkan mulutnya dan melahap kontolku yang besar, mulut mbak Irene tampak penuh karena kontolku, lalu gerakannya mulai naik turun sambil menghisap kontolku, lidahnya yang basah bermain-main diujung kepala kontolku membuat aku menggelinjang kegelian dan tidak fokus saat menyetir, hampir saja aku menyerempet ibu-ibu.
Mbak Irene melanjutkan menyepong kontolku sambil toketnya kuremas-remas dengan sebelah tangan, kujalankan mobil dengan perlahan dan menyisi agar tidak berbahaya.
Sepongan mbak Irene semakin nikmat, dihisapnya ujung kontolku sambil dikocok naik turun batangnya oleh tangannya, seketika aku merasakan ingin orgasme
"Ahhh mbakk aku mau crott"
Dihisapnya kontolku semakin kuat sampai pipi mbak irene kempot
Croott croott croott
Pejuku menyembur kedalam mulut mbak Irene, mbak Irene tetap mempertahankan posisi mulutnya di kontolku, setelah aku selesai mengeluarkan pejuku barulah mbak irene menarik mulutnya sambil menelan pejuku yang ada dimulutnya sambil tersenyum puas ke arahku.
Aku belum sempat menikmati memeknya karena kami sudah keburu sampai ke bank, mungkin sepulang dari bank aku akan mengajaknya ke suatu tempat.
Kamipun akhirnya tiba di sebuah bank swasta, mbak irene memakai bajunya kembali dan merapikannya, akupun memasukan kontolku yang sudah lemas ke dalam celanaku.
Kami berdua keluar dari mobil dan bergandengan saat berjalan masuk ke bank, semua mata lelaki yang ada di sekitar bank tertuju pada mbak irene.
Memang mbak irene ini tipe wanita idaman setiap pria, wajahnya yang cantik, tubuhnya yang langsing serta toketnya yang besar membuat mata lelaki manapun pasti bernafsu melihatnya.
Sesampainya didalam bank kamipun mengambil nomor antrian dan dipersilahkan duduk untuk menunggu giliran.
Aku dan mbak Irene sudah seperti sepasang kekasih saja karena posisi duduk kami sangat rapat sekali. Orang disekelilingpun tampak memperhatikan kami, namun kami tak mempedulikannya dan tetap ngobrol dengan asyik.
0 Komentar