Proses pencairan dana pun selesai, kami berdua segera pergi dari bank. Setelah ini aku ingin pergi ke ruang bawah tanah di rumah kami yang dulu untuk mengambil 3 koper uang dollar yang masih ada disana, mumpung ada mobil mbak Irene.
"Mbak, kita ke rumah papah yang udah disita dulu ya, aku ada sesuatu yang harus di ambil" kataku
"Oke Anto gapapa" kata mbak Irene
Akupun segera melajukan mobil menuju kesana. Sesampainya disana, seperti biasa ada pak Andi yang sedang berjaga.
"Eh, ada mas Anto lagi kesini, ada perlu apa mas ?" kata pak andi
"Saya mau ngambil barang pak ada yang ketinggalan, bisa bantu saya bawa barangnya masukin ke mobil?" kataku meminta bantuan pak anto
"Boleh mas, dimana mas barangnya?" tanya pak andi
"Ayo ikut saya pak" akupun mengajak pak andi ke ruang bawah tanah
"Disini pak barangnya, ayo bantu angkat 3 koper itu dan masukin ke dalam mobil" kataku pada pak andi
"Wah saya baru tau kalo ada ruang bawah tanah di rumah ini" kata pak andi kaget karena dia baru tau kalo ada ruangan tersembunyi di rumah ini
Pak andi pun membantu ku membawa 3 koper berisi uang itu ke dalam mobil
"Ini isinya apa mas, berat banget" tanya pak andi
"Cuma pakaian ko pak" kataku berbohong
Kamipun selesai memasukan ketiga koper tersebut ke dalam mobil mbak Irene
"Makasih ya pak udah bantuin saya" kataku sambil memberi uang kepada pak andi 1 juta sebagai tanda terimakasih sudah ikut membantuku
"Wah apa ini mas ko saya dikasih uang ?" tanya pak andi heran
"Gapapa pak itu buat pak andi karena udah bantuin saya" kataku
"Makasih banyak ya mas kalo begitu" kata pak andi sumringah
"Iya sama-sama pak, yaudah saya mau pergi lagi ya pak kalo gitu" kataku dan langsung menyalakan stater mobil mbak Irene
"Iya mas hati-hati" kata pak andi
Akupun segera melajukan mobil, mbak Irene yang sedari tadi diam memperhatikan uang didalam koper tersebut
"Anto, uang sebanyak itu mau kamu pakai buat apa ?" tanya mbak Irene
"Pertama, mau aku pakai buat menghidupi semua keluargaku mbak, yaitu mamah dan kakak-kakakku, juga untuk menghidupi mamah suci dan anak-anaknya, sesuai dengan perintah papah" jawabku
"Lalu, yang kedua untuk apa ?" tanya mbak Irene lagi
"Yang kedua, akan aku gunakan untuk melanjutkan bisnis papah, meskipun usiaku masih muda, papah sudah mengajarkanku cara berbisnis, dan aku harap mbak Irene juga mau bantu aku dalam menjalankan bisnis itu" kataku
"Wah kamu hebat anto, meskipun usia kamu masih muda, tapi kamu berfikiran dewasa, padahal anak se usia kamu pasti kalo punya uang sebanyak itu akan dipakai untuk foya-foya" kata mbak Irene takjub kepadaku.
"Makasih mbak, tapi aku cuma ga mau ngecewain papah. Aku cuma mengikuti semua intruksi papah aja mbak" kataku sambil terus menyetir mobil
"Anto, kita mampir dulu yuk ke restaurant, mbak laper nih" kata mbak Irene sambil memegangi perutnya
"Iya mbak anto juga laper belum makan dari pagi" kataku
Kamipun langsung menuju sebuah restaurant mewah yang ramai pengunjung karena menu disana memang enak-enak.
Selama makan, kami mengobrol dan bersenda gurau bagaikan sepasang kekasih, meskipun usiaku yang lebih muda dari mbak Irene, namun aku bisa mengimbanginya, dan orang-orang yang memperhatikan kamipun pasti mengira kalau aku seumuran dengan mbak Irene.
Mbak Irene orangnya asik, sangat nyambung ketika ngobrol denganku, senyumnya yang manis membuatku terpesona, aku merasakan sesuatu yang berbeda, kali ini bukan hanya nafsu saat ku perhatikan mbak Irene, namun seperti rasa sayang dan enggan untuk jauh darinya, rasanya seperti aku selalu ingin didekatnya.
"Mbak Irene udah pernah pacaran ?" kataku tiba-tiba mengagetkan mbak Irene
Mbak Irene merubah ekspresinya, yang tadinya tertawa ceria tiba-tiba menjadi murung saat mendengar pertanyaanku. Akupun jadi tidak enak.
"Maaf mbak kalo pertanyaanku bikin mbak sedih" kataku merasa tidak enak
"Gapapa anto, cuma mbak jadi keinget sama mantan mbak aja, dia ninggalin mbak dan lebih milih menikah sama orang lain" kata mbak Irene dengan ekspresi yang sedih
"Maaf ya mbak, anto bukan bermaksud mau bikin mbak teringat sama masa lalu mbak" kataku sambil mengusap air matanya yang menetes, lalu aku memeluknya dengan penuh kasih sayang membuat dia senyaman mungkin saat berada di dekatku
Selesai makan kamipun pulang ke rumah. Aku masih belum sempat menikmati tubuh mbak Irene, rasanya aku tidak tega merusaknya dan ingin menjaganya.
***
2 tahun kemudian, akupun sudah lulus sekolah. Bisnis papah masih kujalankan dibantu oleh mbak Irene. Sekarang kehidupan kami sudah membaik kembali seperti dulu sebelum papah di tangkap, sebagian uang dari papah ku belikan rumah baru untuk keluarga kami. Selama 2 tahun itu pula aku selalu memberikan jatah kepada kakak-kakak perempuanku, juga mamah selalu meminta jatah kepadaku meskipun tidak terlalu sering. Aku juga sering main ke rumah mamah suci, saat ada kesempatan kadang aku main dengan mamah suci, tentu saja dengan dibantu oleh senjataku yaitu obat perangsang, pernah juga aku main dengan ketiga anaknya sekaligus sampai kontolku lemas.
Pengalaman yang sangat menyenangkan bisa mencicipi semua wanita di keluargaku. Namun, semakin dewasa aku berfikir mana mungkin aku akan selalu bersetubuh dengan saudara-saudaraku. Aku ingin mempunyai kehidupan yang normal, memiliki kekasih yang menyayangiku, bukan hanya karena nafsu belaka.
Oleh karena itu, aku mulai mengehentikan kegiatanku yang hanya memuaskan hawa nafsuku, aku tidak ingin terus-menerus keluargaku sendiri menjadi sasaran nafsu biadabku.
Akhirnya kufokuskan diriku pada sekolahku dan juga bisnis papah yang sedang kujalani dibantu oleh mbak Irene.
Karena kedekatanku dengan mbak Irene itulah membuatku semakin mengagumi mbak Irene, ia wanita yang lembut, perhatiannya terhadapku membuatku jatuh hati padanya.
Kamipun sering jalan keluar berdua saat ada waktu luang, namun sampai saat ini aku masih belum mau menikmati tubuhnya. Waktu itu aku sempat meremas buah dadanya dan ia mengulum kontolku, tapi itu juga karena pengaruh obat perangsang sehingga mbak Irene mau melakukan itu. Dan sekarang mungkin ia sudah tidak ingat kejadian itu lagi.
Aku tidak mau memberikan obat perangsang itu lagi kepada orang yang ku cintai, aku ingin menikmati tubuhnya kalau ia juga menginginkannya.
Pada suatu ketika, aku mengajak mbak Irene untuk makan malam berdua ke sebuah restaurant, sambil makan kami berbincang-bincang masalah bisnis. Aku melirik ke arahnya, wajahnya cantik sekali, sampai-sampai aku lupa untuk memakan makanan yang terhidang didepanku.
"Anto, dimakan itu makanannya, ko malah liatin mbak" kata mbak Irene dengan wajahnya yang tersipu malu saat kupandangi
"Abisnya mbak cantik banget sih sampe aku jadi engga laper lagi " kataku sambil tersenyum
"Aduh brondong bisa aja ya ngegodain cewek" kata mbak Irene semakin tersipu malu
"Mbak makasih ya udah bantuin aku selama ini" kataku masih menatap matanya
"Udahlah anto, itu kan kewajiban mbak bantu kamu, yang penting sekarang semua harta papah kamu udah kembali seperti sedia kala" kata mbak irene tersenyum juga kepadaku
"Mbak makin cantik aja kalo senyum kaya gitu" kataku sambil terus menatapnya
"Apasih kamu ngegombal mulu deh" kata mbak irene dengan wajahnya yang semakin memerah karena malu
"Mbak, serius kayanya aku suka deh sama mbak" kataku jujur sambil menatap matanya dengan tajam
"Hah ? Tapi kan mbak lebih tua dari kamu Anto, masa kamu suka sama cewek yang lebih tua, lagian kamu kan kaya raya bisa dapetin cewek yang seusia kamu bahkan lebih cantik dari mbak"
"Tapi aku sukanya sama mbak" kataku meyakinkan
"Mbak masih trauma anto, makanya mbak sampai sekarang belum membuka hati ke cowo manapun, mbak takut sakit hati lagi" kata mbak Irene sambil menunduk sedih
Kupegang tangan mbak Irene, sambil menatap matanya dengan tajam.
"Mbak, liat mata aku, aku serius suka sama mbak, entah kenapa kalo aku lagi deket sama mbak rasanya nyaman banget, lagian aku bukan mau ngajak mbak pacaran ko, aku mau langsung melamar mbak jadi istriku" kataku dengan mantap sambil tersenyum ke arahnya.
Mbak irene menatapku, matanya berkaca-kaca, ia terharu dengan semua kata-kataku yang ingin melamarnya.
Lalu aku mengeluarkan sebongkah cincin berlian dari saku celanaku
"Jadi, mbak mau kan menikah sama aku ?" kataku sambil memakaikan cincin ke jari manisnya
"Iya anto, mbak mau" kata mbak Irene sambil tersenyum dan meneteskan air mata kebahagiaan di pipinya
"Jangan nangis dong mbak, nanti cantiknya ilang" kataku sambil mengusap air mata dipipinya
***
1 bulan kemudian kamipun melangsungkan pernikahan. Semua keluarga menghadiri pernikahanku kecuali papah yang masih didalam sel penjara. Aku merasa sedih karena tidak ada papah di hariku yang berbahagia ini.
Resepsi pernikahanku dengan mbak Irene pun berjalan dengan lancar, semua tamu undangan memberikan kami selamat. Tampak wajah semua orang-orang dipenuhi dengan kebahagiaan termasuk seluruh keluargaku, mamah, kakak-kakak ku, dan juga keluarga mamah suci. Semua tampak senang dan bahagia.
***
Malam harinya, malam dimana aku dan mbak Irene sudah resmi dan sah menjadi sepasang suami istri.
Saat itu aku baru selesai mandi, ketika keluar dari kamar mandi yang ada di kamarku, ku lihat istriku mbak Irene sudah tiduran di ranjang sambil bermain ponsel miliknya, ia hanya mengenakan lingerie transparant berwarna hitam sehingga sangat kontras sekali dengan kulitnya yang putih.
Seketika kontolku menjadi tegang saat melihat pemandangan itu, aku yang hanya memakai handuk saja karena habis mandi tidak bisa menyembunyikan kontolku yang sudah tegak keluar menembus lipatan handuk ku.
Mbak Irene yang sedang sibuk bermain hp tiba-tiba melirik ke arahku
"Sayang udah selesai mandinya ?" kata mbak irene, lalu ia melihat ke bawah ke arah selangkanganku, ia tersentak ketika melihat kontolku yang sudah mengacung tegak.
Padahal ia pernah menyepong kontolku tapi sepertinya ia sudah lupa, karena waktu itu ia melakukannyapun karena pengaruh obat perangsang yang kuberikan saja.
"Udah nih" kataku malah semakin menyodorkan kontolku kedepan sambil nyengir pada istriku
"Kontol kamu besar banget sayang" kata mbak Irene perlahan maju dan mulai menyentuh kontolku.
Ditariknya handuk yang melilit di pinggangku, sehingga kini tidak ada satupun benang yang menutupi tubuhku yang atletis dengan kontol yang sudah tegak mengacung .
Mbak Irene menelan ludah, matanya tak bisa berkedip saat melihatku dengan keadaan bugil seperti itu.
Wajahnya memerah, nampaknya mbak Irene sudah bernafsu saat melihatku dalam keadaan bugil, diraihnya batang kontolku oleh tangannya dan mulai dikocok perlahan.
Tangannya yang halus ketika menyentuh kontolku terasa sangat nikmat sekali, mulutnya kini terbuka, dilahapnya kontolku masuk kedalam mulutnya, kepalanya maju mundur, dihisapnya kepala kontolku, lalu dijilat-jilat ujung kontolku oleh lidahnya yang basah sehingga membuatku geli dan nikmat.
"Shhh ahhh geli sayangg" kataku keenakan
Ia lalu menghisap bagian kepala kontolku yang berbentuk seperti topi tentara, sambil tangannya mengocok perlahan batangnya. Hisapannya semakin kuat sampai pipinya tetlihat kempot. Aku tak tahan, akhirnya kucabut kontolku dari mulutnya, aku tidak mau crot duluan sebelum menikmati memeknya.
Ku dorong ia ke ranjang, kini mbak Irene sudah terlentang didepanku, dibuka kedua pahanya mengangkang, kulihat cd nya sudah basah, kujilat memeknya dari luar cd
"Mmhhh" ia mengerang
Kulepas cd nya yang menutupi lubang kenikmatan itu, terpampanglah memek mbak Irene yang indah, tak ada bulu satupun disekitarnya, sepertinya ia memang rajin mencukur bulunya, memeknya bewarna pink kemerahan, terlihat sudah sangat becek disana, tanpa menunggu waktu lama langsung kujilat bibir memek mbak Irene.
"Mmhhh ahhhh sayaangg enak teruuuss" mbak irene mendesah
Aku semakin bersemangat menjilati memek mbak Irene, kucari-cari klitorisnya, lalu kuhisap klitorisnya hingga membuat mbak Irene mengejang kenikmatan.
Sluurrpp slurrpp kuhisap klitoris mbak Irene dengan penuh nafsu
"Ahhhhh awwwhhh sshhh mmhh" mbak Irene semakin keras mendesah
Cairan yang keluar dari memeknya semakin banyak dan membanjiri kasur, terasa asin dilidahku saat merasakannya, namun tetap saja kunikmati.
Ku hentikan hisapanku pada memeknya, ku bergerak ke bagian atas tubuhnya menindih tubuh mbak Irene. Wajah kami kini berhadapan, mata mbak Irene tertutup rapat sedang menikmati orgasmenya karena hisapanku pada memeknya tadi, nafasnya masih terengah-engah, mulutnya menganga terbuka, bibirnya yang merah merekah membuatku sangat ingin menciumnya
Cupp cupp cupp
Ku kecup bibir merah itu, mbak Irene membalas ciumanku, bibir kami saling menghisap, kumainkan lidahku didalam mulutnya, iapun membalas memainkan lidahnya juga sehingga lidah kami kini saling beradu.
Tanganku mulai meraba-raba ke buah dadanya yang besar dan bulat, ku lepas lingerie yang masih menempel ditubuhnya, kini dari balik bhnya terlihat menyembul 2 gunung kembar yang indah, kuciumi dadanya, lehernya, hingga ke kupingnya
"Sshhh mmhhh" mbak irene mendesis
Aku yang sudah puas menciumi seluruh tubuhnya kini membuka kaitan bh mbak irene, kutarik bh yang menutupi payudara mbak irene tersebut lalu kulemparkan entah kemana.
Kini terpampanglah 2 gunung kembar yang sangat indah didepanku, aku yang semakin bernafsu melihatnya langsung membenamkan wajahku ke payudaranya, kuciumi setiap bagian kulit di payudaranya, kuhisap puting susu mbak irene yang sudah mengacung, kujilat-jilat juga putingnya, mbak irene tampak menggeliat saat ku jilat putingnya
"Ahhh ahhh sshhhh ahh mhhh" desahannya semakin kencang memenuhi kamarku
Aku sudah tidak tahan lagi, ku buka lebar-lebar pahanya, ku arahkan kontolku tepat di memek mbak irene, ku gesek-gesek perlahan kepala kontolku pada bibir memeknya, perlahan tapi pasti kumulai membenamkan sedikit demi sedikit batang kontolku kedalam memeknya
"Aahhhh pelan-pelan sayang sakittt" kata mbak irene meringis kesakitan
Kulihat memek mbak irene mengeluarkan darah, yang menandakan perawan mbak irene sudah kurobek.
Kumajukan sekali lagi kontolku dan akhirnya masuklah seluruh batang kontolku kedalam memeknya.
Kudiamkan sejenak agar mbak Irene terbiasa dan mulai nyaman dengan kontolku, ku kecup kembali bibirnya agar ia semakin tenang sambil ku ayunkan perlahan kontolku maju mundur di memeknya.
Mbak Irene tampak sudah tenang dan menikmati setiap genjotanku, ku percepat gerakanku, payudara mbak irene ikut terguncang oleh gerakanku
"Aahhh ahhhh enakk terusss sayangg teruuss" mbak irene meracau keenakan saat kugenjot dengan tempo yang cepat
Ku tukar posisi kami berdua, kini mbak Irene berada diatasku masih dalam keadaan kontolku yang menancap pada memeknya
Mbak irene mulai menggoyangkan tubuhnya, pantatnya yang bulat mulai naik turun diatas kontolku, sambil mendesah teriak ia terus bergoyang memaju mundurkan pantatnya diatasku.
Kini ku renggangkan tubuhnya sedikit keatas agar aku bisa ikut menggenjotnya dari bawah, lalu kugenjot memeknya dari bawah dengan tempo yang sangat cepat
"Aahhh sayangg teruuss aku udah mau sampe dikit lagii aahh aahhh" kata mbak irene mendesah keenakan
"Iya sayang aku juga udah mau sampe ahh" kataku yang juga terus bersemangat menggenjotnya dari bawah
Genjotanku semakin cepat hingga membuat ranjang tempat kami bersetubuh ikut bergetar. Desahan kami berdua saling beradu di kamar itu.
"Aahhh sayaaanggg aku keluaaarr" tubuh mbak irene mengejang, jepitan memeknya pada kontolku semakin kuat, sehingga aku juga tidak dapat menahan lagi
"Aku juga sayang mau keluaarr ahhh"
Croott croott croott croott croott croottt croott croott croott croott
Kutekan dalam-dalam kontolku ke memek istriku, kusemburkan pejuku kedalam rahim istriku sebanyak sepuluh kali, ya kali ini lebih banyak dari biasanya, mungkin karena sudah lama aku tidak mengeluarkan pejuku.
Kamipun lunglai lemas setelah orgasme secara bersamaan, tubuh istriku masih berada diatakus menindihku. Kamipun tertidur lelap dengan kontolku yang masih menancap didalam memeknya sambil berpelukan.
***
10 tahun kemudian
Papah sudah bebas dari penjara, ia kini tinggal bersama mamah, kakak-kakak perempuanku semuanya sudah memiliki suami dan tinggal bersama suaminya masing-masing. Begitu juga ketiga anak mamah suci sudah ikut dengan suaminya masing-masing. Sedangkan mamah suci tinggal bersama papah dan mamah dalam satu rumah, mamah sudah bisa menerima kehadiran mamah suci sebagai isteri kedua papah.
Dan aku bersama mbak Irene tinggal di rumah yang kami beli sendiri dengan hasil kerja keras kami selama menjalankan bisnis papah. Kami dikaruniai 2 anak laki-laki kembar yang sangat tampan sepertiku. Kini usia mereka sudah menginjak 9 tahun.
Kehidupan keluargaku berjalan dengan sangat harmonis dan bahagia.
Tamat
0 Komentar