Istri kesepian


Hari ini aku baru saja tiba di rumah nya Maya sahabat ku, setelah melalui perjalanan panjang, Aku mengenakan gamis panjang berwarna pastel, dan berusaha merasa nyaman di tempat baru ini, Suami ku bekerja di kapal pesiar, jadi aku memutuskan untuk tinggal sementara di rumah sahabat ku,


Maya, adalah seorang single parent berusia 37 tahun, 4 tahun lebih tua dari ku, Sejak bercerai dua tahun lalu, dia harus merawat anak nya seorang diri, Meskipun menjalani hidup yg tidak mudah, Maya selalu menunjukkan ketangguhan dan kemandirian yg mengagumkan,


"Oh, Aldi... Sini sayang, ada yg ingin Ibu kenalkan.....??" Kata Maya dengan senyum cerah ketika seorang remaja lelaki mendekati kami,


Aldi mengangkat bahu dan berjalan mendekat dengan tatapan penasaran. 


"Ada apa, Mah......??"


"Ini Tante Rina, teman nya mamah, Suami nya bekerja di kapal pesiar, jadi sekarang dia akan tinggal bersama kita untuk sementara waktu,.....!!!" jelas Maya,


Aku menoleh dan tersenyum......


"Hay Aldi... Kamu sudah besar sekarang, Terakhir kali kita bertemu, kamu masih berusia 10 tahun, Kini, Aldi adalah remaja 17 tahun dengan penampilan khas, Tinggi badan nya sekitar 170 cm, sedikit lebih tinggi dari ku yg 167 cm, Tubuh nya atletis, padat berisi, mungkin karena dia rajin fitnes,


Aldi mengangguk, berusaha mengingat ku, "Selamat datang Tante Rina......!!" kata nya sambil mencoba tersenyum, 


"Aku ke kamar dulu Mah......??" lanjut nya sebelum bergegas menuju kamar nya,


Aku menghela napas,

Aku menatap Maya dan memberanikan diri untuk mulai pembicaraan yg lebih serius,


"Aku tidak berencana tinggal lama di sini.... Hanya sampai aku menemukan tempat yg cocok nanti......!!" kata ku dengan hati-hati,


Maya memelukku erat dan tersenyum lembut....


 "Rina, jangan khawatir. Kamu bisa tinggal di sini selama yg kamu mau, Sebenar nya, aku lebih senang jika kamu tinggal sampai suami mu, selesai kontrak 2 tahun di kapal pesiar itu, Aku dan Aldi hanya berdua di rumah ini, dan kehadiran mu sangat berarti buat kami.......!!" Ucap Maya,


Aku sedikit terkejut dengan tawaran nya itu,


 "Tapi... 2 tahun itu waktu yang lama, Aku tidak ingin merepotkan kamu lho.......!!" Balas ku,


Maya menggelengkan kepala nya dan menatap ku dengan penuh harap,


"Kamu tidak merepotkan Rina.... Justru aku merasa lebih baik ada kamu di sini, Rumah ini terlalu besar untuk kami berdua saja Dan Aldi juga akan merasa lebih baik dengan adanya kamu, Lagi pula, aku kadang harus keluar kota dan meninggalkan Aldi sendirian di rumah.......!!" Jelas Maya lagi,


Kamipun berbincang hingga sore hari, mengenang masa kecil, menceritakan pengalaman dan berita terbaru, Tawa dan candaan yg ku nikmati bersama Maya menghangatkan hati, Rasanya seperti menghidupkan kembali kenangan manis yang sudah lama terkubur oleh kesibukan masing-masing, memang aku baru datang ke rumah nya Maya ini setelah tiga bulan keberangkatan suami ku melaut, rasa sepi yg mendalam membuat aku mau kesini,


Malam itu, setelah beraktivitas seharian, aku memutuskan untuk m4ndi, Aku berjalan menuju kamar m4ndi di ujung koridor, Tanpa berpikir untuk mengunci pintu, aku mulai mengeringkan rambut setelah m4ndi, tubuh ku masih telanjang bulat, aku menatap tubuh mulus ku ini, aku yg baru dua tahunan menikah dan lagi hangat2 nya di ranjang, kini harus di tinggal pergi oleh suami, kebekuan dalam penantian yg lama,


Tiba-tiba saja, pintu kamar terbuka lebar.....


"Astaga.......?!" seru ku, terkejut melihat Aldi berdiri di sana, berdiri membeku di tempat nya, Mata nya tak bisa lepas dari tubuh ku yg tanpa sehelai benangpun,


"Aldiii.......!!" jerit ku panik, sambil berusaha menutupi tubuh bugil ku dengan han-duk,


"Aduuhh Maaf Tante, Aku tidak tahu kalau ada orang di dalam......!!" Ucap nya dari balik pintu,


Aku berdiri di sana, jantung ku berdegup kencang... "Kenapa pintu nya tidak aku kunci tadi..? "Ya Allah, semoga Aldi tidak berpikir macam-macam...!!" pikir ku dengan rasa cemas yg tak bisa di sembunyikan, 


Cepat-cepat aku mengenakan handuk menutup tubuh ku, ada rasa malu dan khawatir juga rasa nya,

Pikiran tentang kejadian tadi membuat ku makin g3lisah....


"Bagaimana reaksi anak itu setelah melihat tubuh telanjang ku tadi.....??" bisik ku pada diri sendiri sambil berbaring di tempat tidur.........


"Ah... aku tidak boleh memikirkan nya, ini salah.....!!" lanjut ku mencoba menghayalkan sesuatu yg.... Aaahhhh, Aku membayangkan jika tadi dia adalah suami ku, mungkin dahaga 3 bulan ini bisa terlampiaskan,


Berselang 15 menit kemudian, saat aku lagi menghayalkan sesuatu, tiba2 pintu kamar kembali terbuka, Aldi masuk lalu mendekati ku, jarak kami hanya beberapa centi saja, aku terpaku diam saat tangan anak bau kencur itu dengan berani nya menyentuh paha ku, Sen-tuhan nya membuat aku semakin gelisah, tubuh ku saat ini hanya tertutup handuk tanpa Bh dan CD yg menempel,


"Aldi... tolong jangan begitu... Tante merasa tidak nyaman......!!" ujar ku mencoba menolak dengan halus,


Aldi malah meme-luk ku, seperti akan menerkam ku saja.......


"Tante Rina... Aldi ingin......!!" de-sah nya dengan suara rendah penuh hasrat,


Bagaikan petir menyambar, aku tersentak mendengar desa-han nya, anak teman ku yg masih berusia 17 tahun ini menginginkan sesuatu dari ku, Aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa........


"Aldi, tolong jangan seperti ini......!?" bisik ku dengan suara gemetar, berusaha melepas cengkeraman nya dari tubuh ku,


Namun, kekuatan nya jauh lebih besar, dan postur tubuh nya yg tegap membuat aku sulit melepaskan diri,

Aku merasa tubuh ku semakin terpojok saat tangan Aldi mulai menggerayangi paha, dada, dan selangkangan ku dengan penuh nafsu, handuk yg melilit di tubuh kupun sudah terlepas,


Rasa takut dan kebingungan, sementara naluri dan lonjakan Birahi mulai menguasai diri ku, aku bahkan tidak bisa memarahi atau menolak Aldi dengan keras, timbul pertanyaan di dalam benak ku, apakah Aldi pernah melakukan sebelum2 nya dengan wanita ..?


"Aldi, tolong... Tante takut ketahuan mamah mu.....!!" kata ku lagi,


Aku berusaha menahan sesuatu yg semakin membesar, hasrat nya yg sudah menggebu membuat nya semakin tidak terkendali, Dia semakin erat meme-luk ku, seolah berusaha memastikan bahwa aku tidak akan kemana- mana,


Aldi tidak mendengarkan permohonan ku, Tangan nya mulai bergerilya dengan penuh gairah, sementara napas nya semakin panas dan cepat,

Tongkat sakti nya yang sudah teganng pun menekan-nekan pada selangkangan ku, menciptakan sens4si nikmat yg tidak bisa di pungkiri, 


Aku merasa bingung dan terperangkap dalam situasi yg menyesakkan, tidak tahu harus berbuat apa2, Aku merasa lemah dan bingung saat Aldi semakin liar menjamah tubuh ku,


"Hentikan Aldi, ini ngak boleh.......??" kata ku mencoba menenangkan situasi, meskipun suara ku terdengar lemah,


"Kenapa Tante..? Aku sangat menginginkan ini, tante juga pengen merasakan nya juga kan.....??" Aldi mendesah lirih sambil menempelkan wajah nya di leher ku, Sen-tuhan nya membuat ku merinding, tetapi aku tahu ini salah.....


"Jangan seperti ini.....Kita akan menyesal nanti.....??" Suara ku bergetar, aku berusaha tetap tegar meskipun hati ku gelisah dalam birahi ku sendiri,


"Menyesal..? Aku enggak bakal menyesal Tante.....

Aku justru akan menimati nya dan aku yakin Tante juga akan sama.....!!" Kata Aldi sambil jari2 nya menyen-tuh lobang kemaluan ku....


Aduh... Tempat yg paling sensitif buat ku di raba2 oleh nya..... aku mulai diam dan terlihat sangat pasrah, karena memang tubuh ku benar-benar sangat menginginkan kenikmatan dari laki2 setelah 3 bulan jauh dari suami,


Tak dapat di pungkiiri, aku juga ingin menikmati permainan lelaki bau kencur ini, menurut ku sebaik nya aku nikmati saja walaupun ada rasa takut ketahuan oleh Maya sahabat ku itu, putra nya lagi kerasukan nafsu birahi dan saat ini lagi menindih tubuh ku tanpa ampun, 


Namun aku belum berani menunjukan sisi liar ku di depan Aldi, karena masih merasa malu, aku membiarkan Aldi bereaksi sendiri, anak ini masih pemula, 5 atau 6 kali genjotan, mungkin sudah tumpah lahar panas nya itu, begitu di awal dugaan ku,


Melihat aku yg sudah terbaring pasrah di atas ranjang, Aldi semakin garang merangkak naik di atas tubuh ku yg putih mulus ini,


Aldi langsung melumat bibir ku dengan ganas, kedua tangan nya pun tidak mau menganggur, dia mainkan kedua tangan nya remas-remas gunung kembar ku dan memainkan puting nya,

Sedangkan batang kontol nya terus di gesekan di atas lobang vagina ku yang sudah basah kuyup, ada perasaan heran di hati ku, Aldi yg masih sangat muda belia begini sungguh pandai memainkan alat kelamin wanita, apakah dia sudah sering melakukan nya ...?? Aku tak mampu berpikir waras lagi......


Mmmp… C u p… Mmmm… C u p… Ufhhh... Eeeahhh.......


Aldi sangat liar dan agresif memainkan 

Indah nya, hingga suara nafas desahan terdengar jelas,

Akupun mulai sangat menikmati permainan anak dari sahabat ku ini, bahkan lidah ku mulai membalas lumatan bibir Aldi,


Lidah Aldi kembali menari-nari menjilati puting ku, ini membuat tubuh ku terasa merinding, rasa nikmat dan geli itulah yg aku rasakan saat ini, dan jujur aku sudah jauh terhanyut dalam permainan anak muda ini, tiga bulan sudah sawah ku ini belum di sirami pemilik nya, 


Aaarrkkkghhh…. Mmmmhhh…. Sssttttt….


"Aldiii... Cepettt masuukiinn... Ntar Keburruu mamah mu pulang, ayoo aakkghhh.......??" Bisik ku,


Aku membantu mengarahkan kepala kontol Aldi ke liang senggama ku dan.... Blessssss...... Aldi langsung tancap gas menaik turunkan pinggul nya lebih cepat, membuat tubuh ku cukup tersentak keras, 

Melihat aku yg mulai menikmati, Aldi terus menaik turunkan pingul nya, gerakan nya sangat lihai dan cepat sekali,


"Aaarrkkghhh…. Aawwhhh…...!!" Desah ku,


Desahan ku semakin keras saat batang kontol Aldi sangat cepat keluar masuk di dalam lubang martabak milik ku,

Tubuh ku sampai Gemetar merasakan rasa nikmat yg luar biasa ini, beberapa saat kemudian aku merasakan kedutan2 di batang kontol nya, cairan nya akan segera kelu4r, Aldi mempercepat lagi gerakan ngentot nya, kemudian dia menumpahkan semua cairan nya di dalam lubang martabak ku ini.......


"Aaaghhh…. Mmm… !!" Aldi mendesah panj4ng deng4n menekan sedalam2 nya batang kontol nya dalam liang kemaluan ku,


Aldi menekan kontol nya lebih dalam lagi, agar cairan nya masuk semua ke dalam lubang rahim ku,

Akupun bisa merasakan di dalam sena, lubang intim ku begitu hangat saat cairan sperma Aldi masuk semua ke dalam vagina ku,


Ada perasaan khawatir, karena Aldi menumpahkan cairan nya di dalam lobang ku, aku takut hamil dari anak nya teman ku ini,

Selama menikah dengan suami, aku tidak pernah KB, tapi Sudah jalan 2 tahun belum juga ada tanda-tanda kehamilan,


Saat ini, Aldi sedang menikmati denyutan memek ku, yg sedang berdenyut di dalam sana, beberapa saat kemudian, setelah nafas nya kembali pulih, batang kontol nya cepat tegak mengeras lagi, Aldi menancapkan kontol nya di dalam lubang martabak ku, genjotan demi genjotan kontol nya membuat ku seakan melayang2 ke langit ke tujuh, 


Saat ini Otak ku benar-benar sudah fresh, pikiran ku yg tadi nya sudah kalut, kini berbalik 360 derajat, aku benar-benar mulai menikmati permainan dari anak sahabat ku ini,

Semua sudah terlanjur terjadi, ini salah, Tapi sku tak perlu juga terlalu munafik, sebagai wanita yg normal, aku membutuhkan semua ini, butuh belaian dan kehangatan dari laki2,


Dan akupun perlahan mulai menampakan sisi liar ku, aku ingin menguras habis laki2 muda dan ranum ini, malam itu Aldi mengentoti memek ku seakan tak ada kata bosan2 nya, aku juga beberapa kali mengalami orgasme, permainan terus berlanjut hingga akhir nya terhenti saat kita berdua mendengarkan suara klakson mobil di luar, Maya sahabat ku yg juga mamah nya Aldi pulang ke rumah, 


Di tengah malam itu Maya, mamah nya Aldi mendatangi ku, dia mengajak ku untuk tidur bersama di kamar nya,

Lampu temaram dan dingin nya AC di kamar itu membuat aku dan Maya mudah terlelap, waktu sudah menunjukan pukul 4.20 subuh dini hari, tiba2 aku rasakan dingin dan tubuh ku yg kaku seperti kayu lagi di tindih oleh sesuatu, mata ku yg terpejam erat berusaha menyangkal kenyataan......


Aldi sudah menindih tubuh ku, menghirup dan menciumi ku dengan penuh gairah di samping mamah nya yg lagi tertidur, Udara semakin dingin ketika bibir nya menyentuh buah dada ku yg tanpa Bh, dia menelusuri setiap lekuk tubuh ku dengan lembut, Aku tidak merespon, meskipun merasakan setiap sen-tuhan nya, aku begitu takut kalau2 saja Maya terbangun, Aldi menaikkan bibir nya perlahan, Nafas nya yg hangat beradu dengan kulit dingin ku, menciptakan sensasi yg berlawanan dengan batin ku, Bagaimana kalau Maya terbangun dan melihat aku lagi di tunggangi oleh putra semata wayang nya ini....??


Aku tetap diam, meskipun panas-dingin memenuhi pikiran ku, Sen-tuhan semakin membuat ku merinding, namun aku menahan diri, aku berusaha bernapas teratur meskipun terasa berat,


Perlahan-lahan akupun mulai tenggelam dalam pusaran emosi dan sensasi birahi yg bertentangan, antara penolakan dan kenikmatan yg menyatu menjadi satu, Saat dia mencapai leher ku, aku menahan napas, berusaha keras untuk bersikap pasif......

Aldi terus menjalar hingga dahi ku, sebelum berhenti sejenak dan menatap ku dengan intens.......


"Aldiii... Berhenti.... Nanti mama mu bangun, Tante malu aahhh.....!!" Bisik ku pelan di telinga nya,


Entah kenapa kata-kata ku itu justru membuat nya makin bergairah, Aku merasa malu pada diri ku sendiri, namun dorongan aneh tersebut semakin kuat, seperti magnet yg tak tertahankan, Sen-tuhan Aldi yg semakin intens, seolah-olah dia bisa merasakan perubahan yg terjadi dalam diri ku,


Meskipun aku berusaha menahan diri, Rasa malu yg menggelitik semakin tersingkirkan oleh kenikmatan yang melanda ku, berputar- putar seolah tak pernah pu-as, 


Meski sebagian tubuh ku masih menolak, tapi tubuh ku mulai tunduk pada irama yang Aldi mainkan, dari celah samping Cd ku Aldi memasukan batang kontol nya ke lobang vagina ku,


Setiap sapuan batang kontol Aldi membawa ku melayang semakin jauh, melampaui batas di mana rasa takut dan kenimatan melebur menjadi satu....


"Oh Tuhan, mengapa begitu nikmat nya batang kontol anak teman ku ini...." batin ku bergolak, Perasaan yg bertentangan bercampur aduk di dalam diri ku, antara takut Maya terbangun dan ketidakmampuan ku mengendalikan birahi ku sendiri,


Nafas ku semakin berat, hampir tak terkendali, namun aku mencoba tetap diam dan tidak memberi Aldi kepu-asan dengan tidak menggoyang pantat ku, Aku mengggit bbir ku, menahan er-angan yg hampir saja keluar, meskipun rasa nya semakin membesar, tanpa ada rasa takut kalau mamah nya terbangun, Aldi tetap menggenjot lobang memek ku dengan ritme tidak begitu cepat,


Kentotan Aldi semakin menggila, seolah dia tahu aku berada di ambang batas kendali. Tubuh ku melengkung, tak kuasa melawan gelombang nafsu yg menghantam, Jari jari ku menceng-keram seprei, mata ku terpejam, berusaha mengendalikan deras nya arus yg membawa ku sampai ke puncak orgasme,


Suara er-angan ku seperti menghancurkan keheningan malam yg begitu sunyi ini, aku akhirnya kini tak malu lagi menunjukkan ekspresi nikmat ku di depan Aldi,

Perasaan bersalah dan takut Maya terbangun, kini semua nya tertutupi oleh badai sensasi nikmat yg melanda diri ku......

Aku tak bisa lagi menahan luapan lendir yg membanjiri kemaluan ku bercampur dengan rasa luar biasa nikmat yang baru saja ku rasakan,

Aldi menatap ku dengan tatapan mata yg sulit di artikan, seakan dia bisa melihat semua pergolakan batin yg sedang aku rasakan,


Kemudian, Aldi dengan pelan kembali memasukkan batang bayi gajah muda nya itu ke dalam liang hanggar savana ku dengan gerakan penuh gairah.....

Aku berusaha keras untuk tidak merespons, menahan semua suara yg ingin keluar dari tenggorokan ku, Rasanya seperti badai yg tanpa peringatan, datang mengguncang tubuh ku dengan intensitas luar biasa, 

Aku pejamkan mata ku rapat-rapat dan mengggit bibir ku lebih kuat, mencoba tetap tenang dan pasif, Napas Aldi semakin berat dan cepat, sementara aku fokus untuk menjaga kendali, meskipun batin dan tubuh ku bergejolak menghadapi gelombang sensasi nikmat yg terus-menerus menghantam liang kemaluan ku,


Aku tak ingat berapa kali mencapai puncak orgasme malam itu, Rasanya bagaikan ombak yg bertingkat- tingkat, membawa kenikmatan yg mengguncang sekaligus rasa bersalah yg menusuk kalbu, Tubuh ku terasa lem-as, namun dorongan itu terus datang, seolah tak pernah pu-as menuntun diri ku ke jurang terlarang ini,


Setelah beberapa saat, Aldi mempercepat gerakan ngentot nya, Desa-han napas nya semakin keras, setiap amukan bayi gajah muda nya terasa lebih dalam dan kuat dalam lobang vagina ku, seperti tak ada kata bosan nya Aldi mengentoti lobang kemaluan ku ini,


Keesokan hari nya barulah aku mengerti kenapa Maya mamah nya tidak terbangun saat Aldi menyetubuhi ku di samping nya, ternyata Aldi sebelum nya Aldi menuangkan obat tidur di gelas minuman mama ya semalam, Aldi menceritakan itu kepada ku,


ejak saat itu, setiap ada kesempatan kami selalu melakukan nya lagi dan lagi, Aldi semakin hari semakin pandai saat berada di atas tubuh ku, sangat memuaskan, bahkan dia mampu dalam sehari mengentoti memek ku hingga 15 kali, Gila.... memang, tapi aku juga sangat menikmati nya, Hanya Aldi jadi penghibur hari2 sepi, penghibur dan penyiram sawah ku yg kering selama suami ku berada nun jauh di tengah lautan..........


Tamat.....

...

Posting Komentar

0 Komentar