POV Diana
Namaku Diana, aku kakak keempat dari Anto, aku masih duduk dibangku kelas 3 SMA. Saat itu aku baru pulang dari sekolah, saat tiba dirumah kulihat ke sekeliling rumah sepi sekali. Aku berjalan ke dapur untuk mengambil minum karena haus sekali rasanya. Namun, saat melewati kamar adik ku Anto, aku melihat hal yang tidak kuduga. Aku melihat mamah sedang memasukan kemaluan adikku ke mulutnya.
Akupun penasaran dan berjalan semakin dekat dengan mengendap-ngendap sambil mengintip kegiatan mereka. Kulihat kontol Anto yang begitu panjang dan besar yang sedang dijilat-jilat oleh mamah, baru kali ini aku melihat kontol laki-laki, karena selama ini aku belum pernah pacaran apalagi mengenal bagian vital laki-laki tersebut.
Kulihat Anto akan berjalan keluar dari kamar, akupun segera bersembunyi ke kamarku. Aku sangat penasaran kenapa mamah mau memasukan kontol Anto ke mulutnya, apakah enak rasanya ? Akupun bingung karena belum pernah melihat hal seperti itu sebelumnya.
Karena rasa penasaranku, aku pergi ke kamar Anto, ternyata setelah mandi dia tertidur lelap dengan hanya mengenakan handuk yang dililitkan di pinggangnya.
Namun handuk tersebut tidak dapat menutupi kontolnya yang besar sehingga kontolnya keluar dari belahan handuknya. Karena penasaran akupun memghampirinya, kusentuh kontol anto dan aku kaget saat kusentuh kontolnya malah semakin membesar. Lalu ku tarik-tarik sambil mengurut-ngurut kontol itu semakin membesar dan tegak mengacung bagai menara pisa.
Entah mengapa ada perasaan aneh pada tubuhku saat kusentuh kontol Anto, rasa seperti terangsang saat aku mengocok kontolnya naik turun dengan tanganku.
Akupun mulai melepas kancing bajuku dan mulai meremas-remas payudaraku sendiri dengan sebelah tanganku. Ini pertama kali aku merasakan terangsang seperti ini.
Aku memandangi kontol Anto yang sedang ku kocok. Ternyata seperti ini kemaluan pria. Aku penasaran dengan yang dilakukan mamah tadi saat memasukan kontol ini kemulutnya. Akupun ingin mencobanya, kumulai mendekatkan mulutku ke kontol Anto dan langsung melahap seluruh batang kontolnya. Kumainkan lidahku menjilati ujung kepala kontolnya, rasanya sedikit asin namun enak, pantas saja mamah suka ternyata enak rasanya, akupun semakin bernafsu menghisap kepala kontol adik ku.
Ku buka seluruh pakaianku kecuali hijabku, ku mulai mengelus-ngelus memek ku sendiri sambil terus menghisap kontol Anto.
POV Anto
Saat aku tertidur, aku merasakan sesuatu yang nikmat pada selangkanganku. Akupun terbangun dan kulihat ka Diana sudah bertelanjang bugil sambil menghisap kontolku. Aku kaget melihatnya, namun ternyata hisapannya juga enak sehingga aku biarkan saja. Namun aku tidak tahan saat melihat dia mengelus-ngelus memeknya, maka langsung kuraih kaki ka Diana dan menariknya kearah kepalaku, dan wajahku tepat didepan memeknya, sehingga posisi kami sekarang seperti angka 69.
Kak Diana tampak kaget karena aku ternyata sudah bangun dan malah menarik kakinya, namun dia tidak melepaskan hisapannya pada kontolku. Akupun langsung mendekatkan mulutku ke memek kak diana yang pink bersih dan hanya ada bulu halus disekitarnya. Sepertinya kak diana masih perawan dan belum ada yang menyentuhnya. Akupun semakin bernafsu langsung kujilati memek kak diana
"Awwhhhh"
Kudengar kak diana mendesah namun melanjutkan kembali kegiatannya menyepong kontolku. Hisapannya semakin kuat terasa nikmat sekali kontolku dihisap olehnya
Aku semakin liar menjilati memek kak diana
"Slurrpp slurrpp slurrpp" seluruh bagian memeknya kujilati, keluar cairan bening dari memek kak diana membuatku semakin bernafsu untuk menghisap klitorisnya.
"Slurrppb slurrpp sluprrprpr" suara mulutku saat menghisap klitorik kak diana
"Awhhh awhhh ahhh Anto kamu apain memek kakak" kata kak diana
Kulihat tubuh kak diana menegang dan akhirnya keluar cairan dari memek kak diana yang menandakan dia telah orgasme. Kak dia diana llangsung lunglai lemas. Akupun bangkit dan membalik tubuhku searah dengannya sehingga sekarang kami saling berhadapan.
"Kak diana ngapain gangguin anto tidur?" kataku sambil senyum. Kak diana tampak malu mukanya memerah. Aku semakin gemas saja melihatnya.
"Eh anu abisnya kakak penasaran tadi liat kamu sama mamah, makanya kakak pengen nyobain juga, soalnya kakak baru pertama kali liat kontol" kata kak diana sambil tetap terlentang bugil di sebelahku
"Hah ? Kakak baru pertama kali liat kontol ?" kataku tak percaya, karena hisapannya tadi sungguh nikmat sekali, bagaimana mungkin dia baru pertama kali sudah sehebat itu.
"Serius kakak baru pertama kali, memek kakak juga baru kali ini disentuh cowok yaitu kamu"
"Terus tadi waktu aku jilatin memek kakak, gimana rasanya kak ?"
"Rasanya enak banget, kakak belum pernah ngerasain sebelumnya"
"Mau yang lebih enak engga kak ?"
"Gimana tuh ?"
"Yaudah sekarang kakak telentang trus kaki kakak ngangkang yah"
Aku berniat untuk merawanin kakak ku yang lugu ini, memeknya yang pink bersih dan mulus tidak bisa membuatku menahan gejolak nafsuku.
Pertama ku mulai gesek-gesekan kepala kontolku ke bibir memeknya
"Ahhh Anto enak terus gesek terus Antooo"
Ku terus gesekan kepala kontolku ke bibir memeknya, hingga aku tak tahan lagi ingin segera memasukan ke lobang perawan kakaku ini.
"Kak aku masukin ya, agak sakit awalnya tapi nanti lama-kelamaan enak ko" kataku
"Emmh iya anto terserah kamu aja" kata kaka ku pasrah
kumulai membenamkan sedikit-demi sedikit kepala kontolku ke lubang memeknya. Kontolku yang besar sedikit sulit untuk menembus memek kak diana yang masih perawan ini. Namun akhirnya kutekan keras
"Aaahhhhhh antooo sakiiittttt" kak diana memekik kesakitan saat ku teroboskan kontol ku menghujam memek perawannya.
Kulihat darah dari lubang itu, kudiamkan sebentar kontolku didalamnya sampai kak diana bisa tenang dan terbiasa.
Kak diana meneteskan air mata saat itu, mungkin karena rasa sakit pada kemaluannya. Kumulai menenangkan dia dengan mencium bibirnya perlahan, dia membalas ciumanku, ciuman kami sangat panas dan menggairahkan, lidah kami saling berpagut, sepertinya kak diana mulai menikmati, maka aku mulai memaju mundurkan kontolku, berbeda dengan punya mamah tadi, ini lebih sempit dan kontolku serasa dijepit dan diurut-urut didalamnya.
Akupun semakin bernafsu dan mempercepat genjotanku
"Aahh ahhh ahhh anto pelan-pelan sakiitttt" kak diana mulai meracau. Aku tidak peduli, aku semakin liar menggenjot kakak ku, keringat mengucur pada tubuh kami berdua, padahal aku sudah mandi namun karena persetubuhan yang hot ini sepertinya nanti aku harus mandi lagi.
Tiba-tiba tubuh kak diana menegang hebat, terasa ada cairan hangat didalam lubang memek kak diana, sepertinya dia sudah orgasme.
Aku masih menggenjot kak diana yang mulai menikmati dan tidak kesakitan lagi, sungguh pemandangan yang sangat indah seorang gadis kelas 3 SMA yang masih perawan, tubuhnya yang putih, payudaranya yang bulat dan besar bergoyang-goyang berirama dengan genjotanku.
Akupun menyusul ingin segera orgasme juga
"Kak aku mau keluaarrr ahhhh" langsung kutarik kontolku dari memeknya dan kuarahkan ke mulutnya, diapun langsung mengerti dan membuka mulutnya untuk menerima pejuku.
Crott croot crottt croott crottt
5 kali pejuku keluar dan langsung disambut oleh mulut kak diana. Cairan itu memenuhi mulutnya dan langsung ditelan habis olehnya.
"Wah ditelan kak ?"
"Iya abisnya enak peju kamu dek"
"Kak maafin aku ya udah merawanin kakak"
"Gapapa dek ternyata ngentot enak banget, kakak sebelumnya penasaran, paling cuma denger dari cerita temen kakak aja katanya ngentot itu enak, ternyata bener apa kata temen kakak hihi makasih ya dek muaachhh"
Kakaku mengecup bibirku sambil memelukku, kamipun berciuman lagi di sisa-sisa kenikamatan ini. Hingga akhirnya kami berdua tertidur sambil berpelukan tanpa mengenakan pakaian dikamarku.
0 Komentar