******
Whuuusss.. Jdhhhuuueerr.. Tik.Tik.Tik..
Malam itu suasana di sebuah Desa yg lumayan rame (kalo siang hari maksudnya), nampak Lengang dan sunyi.. Rembulan juga macam Gadis Perawan saja yg malu menampakkan wajahnya, hanya suara hujan, angin serta petir saja yg malam itu nampak berkuasa.. Motor 2 Tak punya Si Udin pun tak lg berani Meraung seperti biasanya, Hansip yg biasanya Sok Pemberani jalan-jalan keliling kampung, malam itu cuma meringkuk di Pos Jaga.. Rumah-rumah pun nampak tertutup rapat baik pintu ato jendelanya, para penghuninya jg lebih memilih bernegoisasi dengan para selimutnya (entah itu selimut yg bisa bernafas ato tidak).. Iyya.. Benar-benar sepi Desa itu..
Namun..
Hal tersebut tidaklah berlaku pada sebuah rumah di pojok kampung.. Rumah yg lumayan besar, dengan kebun yg luas, serta beberapa Petak Kandang Kambing di sebelahnya.. Dan kalo kita mau lebih sedikit masuk dan mengintip salah satu kamarnya, maka kita akan melihat sebuah perbedaan yg mencolok dari penghuninya..
******
Yaahh..
Di saat para penghuni lain sibuk dalam alam mimpi mereka, berbanding terbalik dengan dua anak manusia yg ada di dalamya, di saat yg lain sibuk mengenakan berlapis pakaian untuk menahan dingin, mereka berdua malah berlagak sakti dengan tanpa busana.. Irama yg terdengar bukanlah irama dengkur yg fals, tapi suara rintihan dan erangan tertahan yg tune control nya terdengar merdu..
************
Di atas ranjang itu nampak tergolek tubuh berpeluh seorang Wanita, dengan Body Semampai mengeliat tertahan di bawah himpitan seorang Lelaki yg dengan Garangnya memaju-mundurkan Batang Beruratnya ke dalam Lubang Nikmat wanita tersebut..
"Ohhh.. Ohhh.. Ohhh.. Ayoo Mas, Ayoo.. Dooorr..rhhooonngg yg dalam.. Ahh.. Ahhh".. Jerit wanita itu merasakan nikmat 17 Tahun + dari tusukan penis suaminya..
"Heemmhh.... Hahh.. Hahh.. Ohhh sayang.. Enak sekali himpitannya".. Demikian pula apa yg di rasakan lelaki tersebut atas pitingan dan jepitan nikmat vagina istrinya..
"Phuunn.. Nyyaaa Mas juga ehnnn..nnaaakk.. Punnyyaaakkuu juggghhaaa semmmaakkinn hanggghhaat Mas", "ayyyoo Massshh.. Hahh.. Ohhh.. Ohhh.. Lebbihh cepphhatt llagghhhii", "Suuurrttt..iiiii sudddahh mmau eennahhhaak Masss"..
"Iyyaaa sayyyaanngg.. Masss jjuuggaa mauu ennnaakk", "kitthaa sammhaa..sammhhaa sayyaanghh".. Tambah si suami..
"Iyyaaahh.. Iyyaaahhh.. Iyyaaahhh.. Iyyaaaaaahh.. Maaaashh.. Surti sampahhhaai Masshh.. Surti ennakk Mass.. Haaahh.. Hahh" jerit si istri yg tak lama kemudian di ikuti pula oleh erangan si suami..
"Heeemhh.. Haaahhh.. Hooaahhhh.. Mass jugghaaa eennhhaakk ssaayyyaanggg".. Lantunan merdu syahwat si suami yg di ikuti meluncurnya Jutaan Calon penerusnya untuk mulai melakukan perjalan suci dalam rahim istrinya..
"Haaahh.. Enak sekali sayangg.. Cuuuphh..", "Love you Surti".. Makasih sayang..
"Love You jg sayang", balas si istri sambil meringkuk macam anak kelinci di pelukan suaminya..
******
Yaahhh..
Begitulah ritual sunnah malam Jum'at yg telah sukses mereka lalui, berbagai perasaan puas yg tak akan bisa tergambar oleh Michael Angelo atopun Leonardo Da Vinci..
************
Perasaan puas yg hanya bisa di lukiskan oleh Dua Anak Manusia yg Bernama DION dan SURTI.. Dua Anak Manusia yg tak akan pernah menyangka Tuhan mempertemukan mereka di ranjang itu.. Mempersatukan mereka yg mungkin bagi sebagian orang sulit di terima.. Karena pada awalnya.. Mereka di pertemukan dalam Untaian "Jodoh 5 Menit"..
************
Apa dan bagaimana "Jodoh 5 Menit" mempertemukan mereka.. Find Out on next episode..
************

0 Komentar