JODOH 5 MENIT PART 4

 


"Puukkkkkk",


"Heghh, iyyaa, kenapa", jawabku tergagap agak kaget saat tiba-tiba ku rasakan sebuah tepukan ringan dengan sukses dan tanpa di duga sebelumnya mendarat di lengan sebelah kiriku..


"Hehh, masih pagi sudah nglamun, kesambet lhoo" canda Surti yg secara tiba-tiba datang tanpa di undang sudah berdiri di sebelah kiriku sambil masih memegang lenganku yg tadi sempat di tepuknya..


"Hehehehee", jawabku sambil cengengesan mencoba untuk menetralisir kondisi..






Ahhhh.. Ada yg sedikit berbeda dengan Surti saat ini di banding tadi pagi sesaat setelah ku kerjai untuk kemudian ku tinggal bertransaksi dengan Pak Sanusi..




Oiyyaa.. Pakaiannya.. Yg mana apa yg dipakai Surti saat ini sudah berganti, bukan lagi daster tipis lengan pendek, tapi sudah berganti dengan Baju terusan di atas lutut, berwarna kuning muda, dengan 4 buah kancing di bagian depan, berurutan dari bagian leher jenjangnya dan berakhir tepat di tengah-tengah belahan bukit kembar 34B nya, di permanis dengan aksen bordir yg meskipun sekilas nampak sederhana, namun bagiku terlihat indah di tubuh Surti..




Sedangkan untuk bawahannya, Surti mengkolaborasikannya dengan celana bahan berwarna sama namun dengan corak agak gelap..




Hahaaa... Sudah terlihat seperti Pisang yg sudah masak saja istriku.. Padahal yg seharusnya nampak atau punya pisang kan aku, atau jangan-jangan karena tadi pagi sempat aku kasih sarapan pisangku, jadinya Surti masih terngiang sampai akhirnya berpakaian dengan corak seperti itu..


Hahahaaa..






"Lagi mikir apa sih Mas, kok sampai-sampai waktu Raden Ayu Surti lewat ndak tau" candanya sambil kemudian ikut mengambil tempat duduk di sebelah kiriku..


"Oiyya Mas, jadi kan setelah ini kita ke bank?, "katanya semalam seandainya Pak Sanusi jadi beli kambingnya, uangnya langsung mau di setor ke bank biar aman".. Sambungnya lagi..


"Jadi lah, Sur", "lha ini uangnya".. Jawabku sambil menunjukkan sejumlah uang yg tadi ku dapat dari Pak Sanusi sebagai mahar pembelian 50 ekor kambing..


"Lha terus Mas tadi kenapa?, senyum-senyum sambil memandangi foto pernikahan kita?, tanya Surti kemudian.


"Mas cuma sekedar bernostalgia kembali dengan beberapa momen yg menyertai proses terciptanya foto di dinding itu", jawabku sambil tangan kiriku sedikit merangkul bahu kirinya untuk kemudian di ikuti Surti dengan menyandarkan kepalanya..


"Surti jg kadang punya pikiran yg sama Mas waktu lihat foto itu, masih sangat lekat di pikiran Surti, saat awal dulu Surti bertemu Mas Dion, yg pada awalnya sama sekali tidak paham satu dengan lainnya, berlanjut kemudian mulai timbul adanya perasaan, proses perkenalan, pemantapan, sampai akhirnya bisa bersanding, seperti foto yg sekarang nampak indah terbingkai di pigura berwarna emas yg tergantung di dinding itu",


"Ooooo... Mas kira yg paling di ingat moment waktu Mas ke rumah Surti malam itu, pas Ibu' pergi ke rumahnya PakDhe Tohir", kataku sekenanya dengan maksud sedikit menggoda, namun yg terjadi


"Hiyyaa', Addduhhh, ssakkiittt Sayaaang", jeritku setelah secara tiba-tiba terjadi serangan kilat berupa cubitan di pinggang..


"Hiiiiihhh, ayyoo, masih mesum jg, padahal baru saja tadi dapat jatah", jawab Surti sambil melotot kejam namun dengan senyuman tersungging di bibir seksinya..


"Iyya.. Iyaa.. Ampuunn, nyerah", jawabku dengan muka yg kubuat-buat terlihat kesakitan sambil tersenyum pula..


"Mas jg masih ingat betul Sur beberapa peristiwa yg kamu bilang tadi, saat pertama ketemu, perkenalan, pendekatan, sampai akhirnya pernikahan", "Padahal sebenarnya dibalik semua itu ada sebuah moment yg sangat-sangat krusial, moment yg seandainya saja terlewat, Mas juga ndak paham bisa ketemu kamu atau tidak.. Karena sebelumnya sebuah kejadian yg sangat pahit baru saja Mas alami.. Namun, ternyata Tuhan berkehendak lain, Tuhan seperti mengarahkan Mas untuk mengambil Moment tersebut", sambungku lagi sambil memegang dagunya, sedikit mengangkat untuk kemudian memandang lekat kedua mata indahnya...






~Moment Apakah yg pada akhirnya di alami Dion sehingga akhirnya dia dapat bertemu Surti?


~Kejadian Pahit apakah yg di alami Dion sebelumnya?


~Dan bagaimanakah sebenarnya Relasi antara Kejadian Pahit yg di alami Dion dengan Moment yg di laluinya sampai akhirnya dapat bertemu dengan Surti?




Temukan jawabannya di bab selanjutnya

Posting Komentar

0 Komentar