Setelah beberapa detik bang yanto akhirnya melepaskan ciumanya.. aku benar-benar merasa aneh, kenapa aku tak melarangnya dan justru terdiam padahal dulu aku selalu berontak saat pak rusdi melakukan hal ini.. tak berselang lama bang yanto kembali menciumi pipiku bahkan kebawah sampai keleherku,, ahh benar- benar sensasi yang nikmat dan belum pernah kurasakan sebelumnya,, entah mengapa aku begitu menikmati kenakalan bang yanto..
“aaahhhh.. geliiiii… uuuhhhh” aku mendesah saat bang yanto memainkan kedua putingku..
“aahhh.. dek yanti.. toketmu benar-benar montok,, abang suka banget sama toket kamu ini”
“ahh iya bang,, gelii bang emm aaaahhhh” aku semakin merancau karna kenikmatan yang kurasakan ini…
Tak berhenti disitu bang yanto kemudian membuka kancing dan resleting celana yang kupakai dan memasukan tanganya kedalam Cdku,, tangan nakal itu kemudian mengelus-elus klitorisku dan membuatku semakin bernafsu … “aaahhhh.. geliiiii bang…pelan-pelan aja bang geseknyaa aaahhh” .. setelah beberapa menit memainkan toket dan klitorisku bang yanto kemudian membuka resleting celananya dan mengeluarkan kontolnya yang ternyata cukup besar ,, mungkin sekitar 15 cm panjangnya.. diapun mengarahkan tanganku untuk mengocok kontolnya itu, akupun menurutinya dan mengocok kontolnya,, sementara bang yanto kembali memainkan toket dan memekku dengan jarinya..
Aku tidak menyangka aku yang dulunya pendiam dan tidak suka pacaran justru melakukan hal seperti ini bahkan bukan dengan pacarku sendiri melainkan orang lain yang baru kukenal beberapa minggu. Dulu pernah aku lari karna dikejar seniorku waktu smk karna dia ingin menjadikanku pacarnya namun aku menolak, keluargaku juga merupakan keluarga yang taat dalam beragama karna itu orangtuaku selalu melarangku untuk pacaran, kalau memang ada yang suka padaku mereka lebih baik langsung menikahkanku , begitulah sikap orang tuaku.. maklum saja kehidupan didesa memang seperti itu, kami benar-benar diharuskan untuk menjaga nama baik keluarga dan menghindari dari omongan buruk tetangga.. Namun apa yang kulakukan saat ini benar-benar sudah diluar batas dari ajaran itu.. mungkin jika orang tuaku melihat anak gadisnya sedang beradegan mesum dengan laki-laki yang baru dikenalnya seperti ini bisa bisa mereka akan marah dan mengusirku dari rumah .. Tapi sepertinya pikiran itu sudah tidak aku pentingkan yang kurasakan sekarang adalah kenikmatan nafsu yang membuatku lupa akan itu semua…
“ahhh yanti enak banget kocokan kamu, tangan kamu lembut banget, terusin sayang, aahh enak banget”
“emm iya bang,, “
Bisikan bang yanto itu membuatku semakin bersemangat untuk mengocok kontolnya.. Setelah beberapa menit aku mengocok kontolnya bang yanto memintaku untuk mengulum kontolnya itu, namun karna aku belum pernah dan jijik membayangkan kontol itu dimulutku jadi aku menolaknya, untunglah bang yanto tidak terlalu memaksaku untuk melakukan hal itu.. bang yanto kemudian menurukan celana dan cd ku smpe dibawah lutut , kemudian dia menyuruhku untuk berjongkok, aku yang tidak tau mau diapakan oleh bang yanto hanya bisa mengikuti arahanya,, ternyata dia menyuruhku bergeser diatas pangkuanya.. Dalam posisi ini kulihat kontol bang yanto berada tepat dibawah bibir memekku,, sepertinya bang yanto ingin memasukkan kontolnya itu..
“Abang mau apa?? Kok yanti disuruh jongkok diatas kaki abang??”
“Abang udah gak tahan yanti,, pengen masukin kontol abang ke memek kamu itu,, kamu mau kan??”
“Tapi bang yanti masih perawan, yanti belum pernah kayak gituan”
“Kamu pasti ketagihan kalo udh ngrasain kok, apalgi kontol abang ini besar , pasti kamu bakal nagih”
“yanti takut bang, nanti kalau sakit gimana?? Terus kalau ada yang lihat nanti??”
“tenang aja yanti, sakitnya Cuma bentar kok”
Bang yanto kemudian menurunkal pinggulku dan kurasakan kontolnya itu menempel dibibir memekku,, kurasakan rasa gelid an nikmat saat dia menggesekkan kontolnya,, dan tanpa kusadari aku kembali mendesah.. “aaaaahhh uuumm aaaaahhhhhh geli bang”
“Itu baru digesekkan , kalau dimasukin pasti lebih nikmat”
Kata-kata itu seakan menyihirku dan membuatku tidak berkata apa-apa lagi.. Aku sudah pasrah bila bang yanto ingin memasukkan kontolnya itu…Saat kepala kontol bang yanto sudah kurasakan ingin membelah bibir memekq tiba-tiba kami berdua mendengar langkah kaki dari beberapa orang yang mendekat, rupanya kami terlalu menikmati sampai tidak melihat bahwa hujan turun.. sepertinya orang itu mau berteduh di gazebo ini.. aku dan bang yanto segera merapikan pakaian.. dan benar saja baru selesai aku mengancingkan baju dan mnutup jilbabku kulihat 2 orang perempuan yang sedikit basah naik keatas gazebo. Mereka Nampak aneh melihatku dan bang yanto yang hanya berduaan disini, setelah beberapa detik terdiam akhirnya mereka berkata “kami ikut neduh ya mbak, mas.. Hujanya tiba-tiba deras banget”
“Iya mbak , kami juga tadi berteduh karna mau hujan” bang yanto dengan pintar membalas agas mereka tidak curiga.
Sepertinya kali ini keperawanku masih aman, padahal aku sudah pasrah tadi, namun takdir berkata lain..Hujan pun turun cukup lama, kamipun mencairkan suasana dengan obrolan-obrolan ringan dengan kedua perempuan tadi.. Setelah hampir satu jam menunggu akhirnya hujan reda.. Kulihat hpku ternyata sudah jam 3 .. dan kulihat ada pesan masuk, dari orangtuaku, mereka menyuruhku untuk cepat pulang karna jam 5 mau pergi kerumah mbah. Akhirnya aku mengajak bang yanto untuk langsung pulang. Diperjalanan pulang aku masih membayangkan kejadian tadi dan tidak bisa mengatakan apapun, begitu pula dengan bang yanto yang sepanjang perjalanan pulang hanya diam saja.. Setelah mengantarku mengambil motor bang yanto langsung pamitan dan pulang.. Aku cek lagi hpku ternyata ada chat masuk dari mas rozak, dia menanyakan kenapa hari ini aku gak on lama dan gak bales lagi chatnya tadi pagi.. Akhirnya aku bilang kalau baru pulang diajak temenku dari pantai, untunglah dia percaya dan gak nanya aneh-aneh.. akupun pulang dan sampai rumah orangtuaku marah.. ternyata mereka tau kalau hari ini tempat kerja libur dan aku bilang kalau ada kerjaan tambahan. Terpaksa aku juga harus berbohong dan mengatakan habis dari rumah temen smk karna kangen sama teman-teman waktu sekolah dulu..
Malam harinya aku lihat dihpku ada chat masuk, siapa yang chat hamper tengah malam begini, bukanya tadi mas rozak bilang kalau mau tidur ya .. ternyata setelah kubuka itu chat dari bang yanto, dia mengirimkan fotoku saat tadi digazebo, ternyata saat aku merapikan pakaian tadi dia sempat mengambil gambar dan Nampak disitu aku sedang merapikan bhku, dan toketku masih terlihat jelas dalam foto itu.. “kenapa difoto bang? Nanti kalau ada yang lihat gimana?”
“kan itu wajahmu ketutupan dek, kalau ada yang lihat juga gak bakal tau itu kamu kalau gk perhatiin bener-bener”
“iya tapi aku malu bang,, jangan sampai ada yang lihat kalau bisa dihapus aja itu fotonya”
“enggak maul ah kalau dihapus, ini kan buat kenang-kenangan habisnya tadi nanggung sih”
“nanggung apanya bang?? “
“tadi kan belum ngrasain memek kamu , abang juga belum keluar nih.. jadinya kan kentang”
“iya terus gimana bang? Kan tadi ada orang yang dateng?”
“phonsex yuk dek, kamu mau gak??”
“gimana itu bang? Aku belum pernah lho”
“yang penting kamu ikutin aja kata abang , sambil mendesah biar abang terangsang”
“emm iya bang , yanti ngikut aja”
Kemudian bang yanto menelponku.. akupun mengenakan headset agar suara bang yanto terdengar jelas , tidak lupa aku menutup pintu kamarku.
“Halo yanti”
“halo bang yanto”
“kamu kenapa belum tidur sih? Masih inget kejadian tadi ya”
“huum bang, kamu sih nakal jadinya aku kepikiran terus”
“coba kamu bayangin lagi dek waktu toketmu abang remas remas dan memekmu abang elus-elus”
“eemm geli bang,, aaahh rasanya enak banget”
“iya terus dek,, abang pengen denger kamu mendesah lagi.. abang mainin putting kamu nih,, coba kamu mainin puting kmu dan kamu bayangin kalau itu abang yang mainin.”
“aaahh iya bang geli banget ,, emmm aaaaahhh enak bang,, terusin aahhhh”
Ucapan ucapan nakal itu membuatku membayangkan kejadian tadi siang dan akupun mendesah menuruti keinginan bang yanto.. sekitar 15 menit melakukan phosex dengan bang yanto aku merasakan memekq gatal dan seperti pengen pipis, saat aku sedang asik asiknya dengan bang yanto , tiba tiba aku mendengar diujung sana bang yanto sedang dimarahin oleh seseorang dan telponya dimatikan begitu saja.. nafsu yang kualami tadi seketika hilang,, kira-kira siapa yang tiba tiba mendatangi bang yanto sambil marah marah dan mematikan telponya tadi, sekilas tadi kudengar itu suara perempuan,, siapakah perempuan itu ……??? Jangan jangan !
Aku terbangun oleh suara adzan subuh. Kubangun dan menunaikan kewajiban sekaligus memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah kulakukan. Aku yang telah ternoda dan tergoda oleh nafsu dunia. Setelah kejadian kemarin dan tadi malam yang ku alami, aku merasa benar-benar bodoh karena mau menuruti nafsu laki laki yang bukan muhrimku, pengesalan itu membuatku meneteskan air mata. Dalam hati kusungguh berniat untuk tidak mengulanginya lagi. Setelah berdo’a aku kembali melanjutkan aktivitas seperti biasa.. Namun satu hal yang masih berputar dipikiranku adalah tentang suara perempuan yang marah sama bang yanto, mungkin aku harus menanyakanya kalau sudah ditempat kerja..
Akupun berangkat ketempat kerja bersama dengan temanku, diperjalanan dia menanyakan darimana aku kemarin, lalu aku bercerita kalau aku dan bang yanto jalan-jalan ke pantai . lagi dan lagi aku terpaksa berbohong .. sampai ditempat kerja aku tidak menemukan bang yanto, bahkan saat aku cek ke gudang juga tidak ada. Kulihat bbm juga off. Akupun menanyakan kepada Parjo temanya yang kurasa cukup akrab. Saat ku tanya parjo pun tidak tau kemana bang yanto, namun dari keterangan parjo kecurigaanku benar-benar terjadi, ternyata bang yanto memang sudah menikah dan punya istri.. Kenapa dia begitu jahat , padahal waktu kenalan dia mengatakan belum menikah. Rasa kecewa , malu dan marah bercampur jadi satu, aku semakin menyesal, hampir saja keperawananku direnggut oleh lelaki yang sudah beristri, Saat ini aku benar-benar merasa bersalah kepada pacarku.. Dia sedang berjuang untuk masa depan kami nanti, namun aku justru mengkhianatinya.
Tak terasa hari sudah sore dan waktunya untuk pulang, saat aku mau mengambil motorku diparkiran kulihat bang yanto datang , namun dia tidak sendiri kulihat ada seorang perempuan yang diboncengnya. Akupun terkejut saat perempuan itu turun dan tiba tiba menggamparku, aku yang tidak mau membalasnya hanya bisa mennagis, dia memaki dan mengatakan bahwa aku seorang pelakor, bang yanto berusaha menenangkan perempuan itu yang kurasa adalah istrinya. Aku menjelaskan apa yang terjadi secara baik baik kepada istri bang yanto tapi karna dia sudah emosi lagi lagi tamparan keras yang aku dapat. Temanku akhirnya datang untuk melerai dan menyuruhku cepat pulang.. Sampai rumah aku langsung menuju ke kamar dan menangis. Betapa bodohnya aku yang mudah dirayu, kulihat hpku da nada chat dari mas rozak.. Akupun berniat untuk berterus terang kepadanya tentang kejadian yang kualami. Apapun resikoya aku harus jujur kali ini.. Cukup lama aku menjelaskan kejadian itu kepada mas rozak, namun aku hanya menjelaskan kalau aku pergi dan akhirnya istri temanku marah mengira kami selingkuh, untungnya mas rozak percaya dan dia hari minggu akan pulang untuk menemaniku menjelaskan semuanya kepada istri bang yanto..
Akhirnya tiba dihari minggu, mas rozak menjemputku dan mengantarku untuk kerumah bang yanto , saat kami tiba disana suasana begitu tidak bersahabat, aku takut untuk bicara dnegan istrinya namun mas rozak meyakinkanku. Semua akan baik baik saja asal kamu jujur. Kalimat darinya membuatku terharu. Setelah menjelaskan semuanya akhirnya istri bang yanto mau memaafkanku, sementara bang yanto hanya diam saat kami berbincang. Dengan meneteskan air mata aku meminta maaf dan memeluk istri bang yanto, aku sungguh menyesali semuanya. Kamipun berpamitan dan pulang, diperjelanan pulang mas rozak mengatakan padaku kalau dia ingin mengajakku ke J***a tempat dia kuliah, dia ingin aku bekerja disana sehingga kami bisa dekat dan tidak ada masalah seperti kemarin. Akupun menyetujui hal itu dan sampai dirumah aku langsung mengemasi pakaianku.. Aku pamit kepada orang tuaku dengan alas an mau ikut kerja temen smk di semarang,, karna kau tau kalau bilang ikut mas rozak pasti orang tua tidak mengizinkan.. Yaahh kuakui aku memang cukup nekat kali ini karna ini untuk pertama kalinya aku akan merantau.
Kamipun tiba dimalam hari dikota yang ramai dan terkenal dengan julukan kota pelajar, karna sudah malam mas rozak langsung membawaku ke kosnya, dia mengatakan padaku kalau malam ini aku sebaiknya menginap dulu, besok baru cari kerja sekalian cari kosan . Ternyata kos yang ditempati mas rozak adalah kos bebas karna kulihat ada pasangan pemuda pemudi yang kos disini. Akupun mandi dan bersih bersih karna badanku terasa lengket penuh keringat, selesai mandi kulihat mas rozak sudah memebelikanku makan dan kamipun makan bersama.. Setelah makan kulihat mas rozak sedang mengerjakan tugas, karena aku sudah mengantuk akhirnya aku tidur duluan..
Tiba tiba kurasakan ada yang memeluk dan menciumiku, kulihat samar samar ternyata mas rozak sudah berada tepat didepanku.. dia mencium bibirku dan membuatku kaget, aku yang masih mengantuk langsung membuka mataku.. Dia membelai rambutku dengan lembut dan pelukanya terasa begitu hangat, setelah melepas ciumanya diapun berkata padaku, “Aku gak mau kamu menjadi milik orang lain, aku sayang sama kamu dek”. Tanpa membalas kata apapun aku langsung membalas pelukanya, seketika rasa bersalahku kembali muncul karna aku sempat dekat dengan laki laki lain dan mengkhianati pacarku ini .. Aku memeluknya erat sambil meneteskan air mata. Mas Rozak menghapus air mataku dan kembali mencium bibirku, kali ini aku membalas ciumanya dan kami berpagutan cukup lama.. Kurasakan tanganya masuk kedalam bajuku dan meremas toketku, rasanya begitu nikmat .. maafkan aku Tuhan karna aku kembali terjerumus dalam jurang nafsu ini,, tak cukup dengan meremas toketku mas rozak juga membuka baju dan bhku , aku sama sekali tidak menolaknya, justru aku semakin bernafsu kepadanya,, dan kulihat diapun sudah membuka celana dan cdnya sehingga aku bisa melihat kontol pacarku ini, ternyata ukuranya hampir sama dengan milik bang yanto yang kurasa panjangnya 16cm .. tanpa diminta aku langsung meremas dan mengocoknya,, kamipun kembali berciuman .. memeku tak luput dari sasaran jari nakal mas rozak, dia mengelus elus klitorisku dan membuatku semakin bernafsu,,,,
“aaaahhhh… uuhhhhhh. Oouuuhhhhhhhhhhh…aaaahhhhhhhh aahhhhhh” aku mendesah gak karuan saat jarinya masuk kedalam memekku ,, gerakan keluar masuk dengan tempo pelan membuatku seperti cacing kepanasan,, ouuh sungguh nikmat… mas rozak kemudian memintaku untuk melepas celana dan cdku dan akupun menuruti permintaanya,, dia melihat bulu halus yang rapi disekitar bibir memekku ,, aku memang sering mencukurnya sehingga rapi dan tidak terlalu lebat.. mas rozak kembali memainkan jarinya di memek dan toketku,, hal itu benar benar nikmat..
“aaaahhhh…terus mass,, aahh ooouuhhhhh ,,”
“ternyata kamu gampang nafsuan dek”
“ahh iya masss ,, kamu nakal sicch”
“tapi kamu mau kan kalau mas nakalin kamu??”
“aaahhhh iya masss aku mauu, yang penting kita selalu bersama”
“iya sayangku,, aku akan selalu sama kamu”
“emm iya mas,, terusin lagi mass, mainin jarimu kesini”
“kemana sayang??”
“kedalam vaginaku mas”
Mas rozak kemudian mempercepat gerakan jarinya,, ahhh aku yang sudah bernafsu akhirnya orgasme setelah 15 menit kami berpacu dengan nafsu,, cairan hangat keluar dari memekku dan membasahi tangan mas rozak,,, badanku terasa lemas namun begitu nikmat yang kurasakan.. aku kemudian berbaring dan kulihat mas rozak menggesekkan kontolnya dilubang mekiku,, rasanya begitu nikmat dan berbeda dari sebelumnya.. ahhhh apakah kali ini aku akan benar benar kehilangan perawanku?? Ahh aku tidak peduli lagi,kenikmatan ini membuatku ingin lebih dan lebih..kembali diremas dan diemutnya putingku membuat nafsuku semakin naik…
“kalau mas masukin kesini boleh gak dek?”
“emm terserah mas aja,, aku udah lemes mas.. mas mau apain aja aku mau”
“iya sayangku, tapi aku pengen simpan ini untuk malam pertama kita nanti setelah menikah”
Kata-kata itu membuatku terharu,, walau sudah bernafsu namun dia tetap menjaga perawanku untuk nanti saat kami sudah menikah.. akupun memeluknya dengan erat..
“tapi mas kan itunya masih berdiri , terus gimana?”
“kamu kocokin sampe pejunya keluar ya”
“iya mas,,” akupun mengocok kontol pacarku dan setelah 15 menit akhirnya dia bilang kalau udah mau keluar dan menyuruhku untuk berbaring, dan tak berselang lama peju yang lengket menyembur keatas toketku,, begitu banyak sampai terkena wajah bahkan rambutku..
“ihh banyak banget mas”
“iya kan mas udah lama gak keluarin peju dek,, makasih ya “
“iya iya.. ambilin tisu donk,, lengket semua nih badanku”
Setelah membersihkan sisa-sisa pertempuran kami akhirnya kami kembali berpelukan dan tertidur..
Sudah seminggu sejak aku berada di kota ini dan sudah seminggu pula aku bersama mas rozak, seakan tidak merasa lelah hampir setiap malam kami memadu kasih tapi dia masih tetap menjaga kesucianku. Hal itu membuatku semakin cinta kepadanya namun disaat yang sama membuatku menjadi perempuan yang bernafsu tinggi. Setelah beberapa hari ini mencari pekerjaan akhirnya aku diterima untuk bekerja di salah satu rumah makan yang sedang berkembang di kota ini, mereka membuka lowongan kerja cukup banyak karena akan membuka cabang baru. Karena tempat kerjaku dan kos mas rozak cukup jauh jadi aku sekalian mencari kos yang deket tempat kerja, untungnya biaya kos ditanggung oleh tempat kerja jadi aku tidak harus meminjam uang terlebih dahulu, karena uang yang kubawa semakin menitip dan harus ngirit buat makan. Dihari pertama bekerja tentunya aku memperkenalkan diriku kepada teman teman kerja disini , dirumah makan ini ada 8 orang karyawan. Selesai juga akhirnya kerja dihari pertama , cukup melelahkan namun teman teman disini orangnya asik dan gampang diajak bercanda jadinya aku gak bosan . Salah satunya adalah Mas Alfian dia begitu pintar kalau ngasih guyonan, jadinya kami semua terhibur, ada juga mas doni dan mbak nunik yang sering jail sama teman teman yang lain, walau baru bekerja aku sudah merasa mengenal mereka sejak lama.
Setelah menutup pintu aku diajak oleh mereka untuk jalan jalan karena memang aku cerita sama mereka selama disini aku belum pernah jalan jalan di area kota. Karena gak ada motor sendiri jadinya aku dibonceng sama mas alfian. Dia memang orang yang asik , selama diatas motor dia slalu bikin candaan yang membuatku terhibur, akhirnya kami sampai di alun alun kota disini terdapat pohon beringin kembar yang mitosnya jika bisa melewati sambil menutup mata maka akan segera mendapat jodoh, hmm mitos yang unik juga ternyata hahaha.. Kami membeli makan dan kembali mengobrol santai, mbak nunik yang usil dan suka seenaknya kalo ngmong malah mencomblangkan mas alfian denganku karena mas alfian emang masih jomblo katanya. Aku pun hanya tertawa dan menganggap itu candaan semata, namun mas doni juga akhirnya ikut-ikutan akhirnya teman yang lain juga ikutan, mas alfian yang Nampak malu hanya senyum senyum begitu pula denganku. Mereka emang gokil baru kenal aja asik banget orang orangnya. Jam sudah menunjukan pukul 10 malam, akhirnya aku diantar oleh mas alfian pulang ke kosku, aku satu kos dengan arifa yang juga baru masuk bekerja, namun arifa orangnya sedikit pendiam. Sampai kamar aku langsung kasih kabar ke mas rozak kalau ditempat kerjaku teman temanya baik dan kerjanya menyenangkan walau agak berat. Dia pun memberikanku dukungan agar lebih giat bekerja, disela sela chat itu dia menyelipkan kata kata nakal , katanya dia kangen sama kehangatan tubuhku, apalagi pengen nenen di toketku.. akupun jahil padanya dengan membalas
“sukurin gak dapet jatah” balasku
“awas ya kalau ketemu tak bikin lemes lho kamu”
“gak takut kan udan sering”
“haduh jadi tegang nih yang”
“uhh kasian ya gak ada yang jadi pelampiasan, hehehe”
“kamu kapan libur kerja nanti nginep sini lagi ya?”
“liburnya Cuma 2x sebulan sayang, aku kan baru masuk kerja sabar ya”
“yahh bakal lama gak dapet jatah nih”
“belajar sabar donk, dulu ldr aja sanggup”
“hmm iya deh aku sabar kok”
“nah gitu donk, disini ada temenku sayang jangan chat aneh aneh”
“emang dia lihatin chat kita”
“ya enggak tapi kalau aku jadi nafsu kan tubuhku jadi sensitive”
“iya deh maaf sayang, yaudah istirahat gih besok kan kerja lagi”
“oke sayang good night”
“night tooo sayang”
Selesai chat dengan pacarku aku kemudian bersih bersih dang anti baju, setelah itu aku tidur. Rasanya badan cukup cakep juga karna belum terbiasa kerja di rumah makan yang harus mondar mandir buat nerima pesanan dan nganterin makan ke meja, belum lagi kalau nyuci dan bersih bersih. Hoaaam ngantuk banget rasanya dan akupun akhirnya tertidur..
Keesokan paginya aku berangkat kerja bareng arifa dan sampai ditempat kerja pas banget pintunya dibuka sama mas doni karena dia yang paling senior jadi dia yang dipercayain sama bos buat pegang kunci. Dan saat mas alfian datang lagi lagi mereka menjahiliku dan mas alfian,,
“cie mukanya kelihatan seger nih alfian mau deketin yanti ya jadinya lebih segar dan semangat” celetk mas doni
“apaan sih don , biasa aja kali tiap hari kan aku rapid an segar hahaha”
“alah gak juga biasanya gak sewangi ini kok” mbak nunik akhirnya ikutan
“udah ah kasian yanti tuh mukanya udah merah” akhirnya devita ikut ikutan ngomporin
Aku diam saja dan hanya ketawa dengan ulah teman temanku mereka ada ada aja, emang aku gak cerita sih kalau udah punya pacar. Apa mas alfian benar benar mau deketin aku ya??? Hm perkataan itu jadi melintas difikiranku. Hari ini pun berjalan gak jauh beda dari yang kemarin , dan gak kerasa udah mulai malam dan rumah makan bentar lagi tutup. Kerja disini gak kerasa banget waktu berlalu karena teman teman gokilku disini hehehe. Dan mas alfian lagi lagi menawarkan untuk mengantarku balik namun karena gak enak sama arifa jadi aku jalan kaki bareng dia aja. Kelihatan banget kalau mas alifan kecewa.. sampai kos kulihat ada chat masuk dari mas alfian dan mas rozak. Mas rozak seperti biasa nanyain gimana kerja hari ini dan aku udah makan apa belum dan juga menyuruhku untuk slalu jaga kesehatan. Aku seneng dia perhatian karena memang itu yang dibutuhkan seorang perempuan dari pasanganya. Kemudian kulihat chat dari mas alfian dia ngajakin keluar untuk makan malam dan 30 menit lagi akan jemput. Ihh aneh kok jadi langsung nentuin waktu aku kan belum mandi dan siap siap . Lalu aku membalasnnya dengan mengatakan aku gak laper, namun dia lagi lagi memohon untuk mau diajak makan, yaudah karena aku gak enak nolaknya jadi aku iyain aja deh.
30 Menit kemudian kulihat mas alfian udah dateng , aku langsung mengambil helm dan keluar untuk menemuinya, dan kamipun akhirnya jalan muter muter sekitar area keraton dan akhirnya kami memutuskan untuk makan ditempat makan lesehan pinggir jalan, suasana yang teduh dan bintang bintang cerah membuat malam itu begitu indah. Aku jadi pengen ngajak mas rozak jalan jalan kesini kalau libur kerja nanti. Mas alfian tiba tiba mengagetkanku dan membuyarkan lamunanku.
“woi,, daritadi lihat keatas terus ngapain sih dek?”
“ahh mas alfian ngagetin aja kan aku lagi lihatin bintang bintang.”
“haduh kamu ini kayak gak pernah lihat bintang aja”
“kan aku jarang sih keluar malam , makanya jarang lihat bintang apalagi ini masih musim hujan jadi sering mendung!”
“hmm iya deh kamu anak baik baik makanya jarang keluar malam”
“ya iyalah emang kamu kalau malem keluar terus”
“siapa bilang? Kan kelaur kalau ada perlu doank”
“terus kenapa mala mini ngajak keluar? Kan gak ada keperluan?
“justru itu keperluanya, kan ngajakin kamu makan malam”
“ihh apaan sih mas, gak jelas banget”
“haha gakpapa donk”
“iya deh terserah aja,”
“kamu tak ajak keluar gini gak ada yang marah”
“emang siapa yang mau marah mas?”
“siapa tau kamu ada pacar gitu dan nglarang kamu pergi”
“gak ada yang nglarang kok, kan Cuma makan malam”
“syukur deh kalau gitu”
Tak berselang lama makanan yang kami pesan sudah datang dan kami langsung menyantapnya, hmm masakan disini emang enak enak , iya sih kalau gak enak mana laku ya hehehe. Sehabis makan mas alfian mengajakku ke tempat biasa dia nongkrong, karena belum terlalu malam jadi aku ngikut aja. Ternyata tempatnya kayak basecamp gitu dan banyak teman temanya yang lagi ngumpul sambil ngopi dan main musik, setelah berkenalan dengan teman teman mas alfian mereka mengajakku untuk bernyanyi, benar benar menambah suasana yang asik malam itu. Setelah beberapa lagu akhirnya kulihat jam sudah lebih dari pukul 10, akupun mengajak mas alfian untuk pulang takut pintu gerbang kos sudah dikunci.. Kamipun berpamitan dan pulang menuju kos. Aku sudah was was karen biasa jam setengah 11 gerbang dikunci , mana ibu yang bawa kunci juga kadang balik ke rumahnya lagi gak tidur dideket kos. Dan sampai kos ternyata feelingku bener.
“Haduh gerbangnya udah kekunci mas gimana nih??”
“yah maaf dek aku lupa lihat jam juga tadi, terus gimana donk?”
“aku juga gak ada kenalan cewek lagi yang deket sini mas”
“yaudah cari penginapan aja untuk semalam dek”
“duitnya siapa mas kan aku baru masuk kerja belum gajian”
“hmm iya ya, gak mungkin juga kan ke kosku”
“yaudah mas tak coba lompat pagar aja”
Akupun nekat memanjat pagar namun karena tinggi jadi gak sampai atas..
“mas tolongin donk angkat aku gak bisa sampai atas nih”
“iya mas bantuin nih dek, tak dorong keatas ya”
Mas alfian membantu dengan mendorongku keatas, dia menyentuh kedua bokongku dan mendorongnya keatas, kurasakan sedikit remasan saat dia mengangkatku..Namun aku tidak peduli, akhirnya bisa juga sampai atas , kemudian aku meloncat, huuft untung aja gak jatuh waktu loncat.. Ahkirnya mas alfian berpamitan dan aku menuju kekamar , kuketuk pintu kamar untunglah arifa masih belum tidur terlalu pulas jadi cepet bangun.
“kamu dari mana sih? Kok sampe malam begini” Tanya arifa padaku sambil membukakan pintu
“tadi diajak makan mas alfian terus dia ngajak ke basecamp buat nyanyi nyanyi, tadi gak lihat jam ternyata udah malam banget”
“huu saking asiknya pdkt ya sampe lupa waktu”
“ihh apaan sih enggak lah, kan cuma temen biasa”
“kalau cuma temen gak mungkin lupa waktu , lagian kamu tadi gimana bisa masuk ? bukanya pintu gerbang udah dikunci ya?”
“ya aku lompat lah tadi”
“nekat banget sih untung kamu gak jatuh tadi”
“hehehe iya sih habisnya gak tau harus gimana lagi”
“yaudah tidur yuk aku ngantuk banget”
Arifa langsung tertidur, aku langsung ganti pakaian dan ikutan tidur juga akhirnya.
(SKIP SKIP)
Sudah 2 minggu ini aku bekerja dan selama 2 minggu ini pula mas alfian berusaha mendekatiku, namun aku juga akhir akhir ini berupaya jaga jarak karena aku udah punya pacar. Namun mas alfian yang belum tau jadinya dia slalu berusaha merayuku, bahkan kemarin aku dibawain bunga sama coklat romantis juga orangnya..Akhirnya diminggu kedua hari ini aku ambil libur sehari dan karna udah janji sama mas rozak aku dijemput sama dia dan kami jalan jalan ke daerah Im****i. Daerah yang sejuk dengan hutan pinus dan taman bunga yang indah membuat fikiranku menjadi fresh dan beban pikiran menjadi hilang.. Benar benar tempat yang pas untuk liburan, apalagi ditemani dengan pacarku yang perhatian ahh benar benar hari yang sempurna. Setelah berkeliling cukup lama akhirnya kami memutuskan untuk beli makan dan ngobrol-ngobrol. Aku menceritakan kejadian ditempat kerja kepada mas rozak, begitu pula cerita tentang mas alfian yang berusaha mendekatiku, dia agaknya cukup cemburu dengan hal itu , namun dia mengatakan bahwa dia percaya kalau aku bisa jaga hati cuma buat dia. Aku seneng punya pacar yang bisa berfikir dewasa dan aku semakin menyayanginya. Setelah makan dan ngobrol cukup lama akhirnya kami pulang dan seperti biasa karna udah kangen dia ngajak aku untuk ke kosnya. Padahal masih siang tapi udah pengen aja nih mas rozak.
Sampai kos mas rozak langsung memeluku dan mencium bibirku dengan bernafsu , sepertinya karna gak dapet jatah selama 2 minggu dia jadi benar benar ingin memuaskan birahinya.
“uummmm aahhh nafsu banget sih mas nyiumnya”
“iya sayang aku udah kangen nih”
Kemudian dia membuka pakainya dan aku juga membuka pakaianku, dalam waktu singkat kamai sudah telanjang bulat , mas rozak kemudian meremas toketku dan menghisap putingku..
“aahhhh geli mas,, enak banget aahh teruss” aku pun mendesah karna sudah bernafsu,
“kocokin kontolku sayang.” Mas rozak berbisik ditelingaku membuat bulu romanku berdiri , tanpa basi basi aku langsung mengocok kontolnya yang sudah berdiri tegak.. Pergumulan kami berjalan cukup lma dan mas rozak masih bergantian menghisap putingku kanan dan kiri begitu pula tanganya yang nakal meremas toketku dan menggesek klitorisku membuatku benar benar seperti cacing kepanasan.
“aaaaaahh oouuuh aaaaaccchhh emmm enak mas terus aaaaahhhhh”
“emm iya sayang kocokan kamu juga enakk. Jarimu lembut sekali sayangku”
“aaaahhh iya mass emm aaaaaahhhhh”
Setelah 30 menit akhirnya aku orgasme karena kenakalan mas rozak ,, cairan hangat keluar dari memeku dan membuat badanku menjadi lemas,, ahh padahal hanya bermain di toketku dengan jari di klitorisku dan bibir vaginaku namun bisa membuatku orgasme, aku tidak bisa membayangkan kalau kontolnya masuk ke dalam pasti aku bisa orgasme berkali kali. Jari jariku sudah lelah mengocok kontolnya namun belum juga croot, mas rozak benar benar kuat, memang dia memiliki badan atletis dan sering olahraga mungkin itu yang membuat staminanya kuat..
“aku udah capek mas ngocokin terus, badanku juga udah lemes nih”
“kamu sih nafssunya gede jadinya cepet orgasme”
“emm iya sayang habisnya kamu mainya pinter sih padahal cuma pakai jari tapi bisa bikin aku nafsu banget”
“yaudah yang kocokin pake toketmu aja ya sampai aku keluar”
“iya sayang,,” mas rozak menempatkan kontolnya diantara kedua toketku dan digesekan naik turun, tanganku menekan kedua toketku sehingga kontolnya terasa lebih keras. Kontolnya begitu besar dan panjang membuat nafsuku kembali naik, aku menekan kedua toketku dan meremas remas sendiri dengan tanganku, sambil mas rozak tetap menggesekkan kontolnya naik turun.. setelah 15 menit akhirnya mas rozak mengatakan udah mau keluar dan meyuruhku buka mulut,,
“aaahhh crooot crroooot” akhirnya pejunya yang banyak itu menyembur kewajahku dan banyak yang masuk kedalam mulutku, namun karena aku tidak suka rasanya aku tidak mau menelanya, aku mengambil tisu dan mengelap semua peju yang belepotan diwajahku sampai bersih.. Kamipun tertidur karena lelah setelah pergumulan tadi.. Saat terbangun hari sudah sore kulihat hpku dan jam menunjukan pukul 5 sore, akhirnya aku mandi dulu dang anti baju.. Mas rozak sudah bangun ketika aku selesai mandi dan gentian dia yang mandi.. Setelah itu dia mengajaku makan dan mengantarkanku balik ke kosku. Tak berselang lama setelah mas rozak pergi tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamarku, kubuka pintu dan ternyata arifa bersama mas alfian.
“nih yan, mas alfian katanya kangen kamu jadinya ikut kesini”
“ihh apan sih rifa”
“yee beneran lho dia seharian gak semangat kerja karna kamu libur”
“eeh enggak kok, aku cuma pengen bawain ini buat yanti”
Kemudian mas alfian menyodorkan bingkisan kepadaku. Setelah itu dia berpamitan dan langsung pulang. Sepertinya dia malu malu karna ada arifa , ada- ada sih mas alfian.
Kubuka bingkisan dari mas alfian yang ternyata berisikan sebuah surat dan terdapat coklat yang terdapat bunga mawar diatasnya. Ada ada mas alfian buat apa dia bikin bingkisan seperti ini ya..
“Cie udah dibuka bingkisanya, kayaknya ada bunga tuh” celetuk arifa yang ternyata mengintip dibelakangku entah dari kapan
“ihh kok kamu ngintip sih gak baik tau”
“biarin lah yan , kan aku penasaran sama isinya, habisnya mas alfian tak tanyain tadi gak dijawab sih”
“sekarang udah lihat kan isinya cuma ini aja kok”
“itu kana da suratnya juga, dibuka donk aku juga mau lihat nih”
“hmm iya nih aku juga penasaran mas alfian nulis apa sih kok suratnya pake dibikin bingkisan segala”
Akupun membuka surat itu dan ternyata itu adalah ungkapan hati mas alfian, dalam surat itu dia mengatakan bahwa dia sudah jatuh hati padaku saat melihatku pertama kali saat mendaftar kerja dan dia pula yang memberikan rekomendasi ke bos agar menerimaku bekerja. Dia menginginkan agar aku bersedia menjadi pacarnya dan dia menunggu jawabanku besok pagi.
“cie udah ditembak nih sama mas alfian, makan makan donk kalau jadian”
“ah kamu fa yang dipikirin cuma makan.”
“iya lah kalau gak makan bisa mati”
“aku sebenernya bingung harus jawab apa. Aku kira temen temen comblangin aku sama mas alfian kan cuma buat candaan dan aku juga sebenernya udah punya pacar fa.”
“yah kalau kayak gitu harusnya kamu bilang dari awal yan”
“iya sih aku juga yang salah, sebaiknya aku jelasin sama mas alfian besok pagi. Semoga aja dia mau menerima keputusanku dengan lapang dada”
“iya sih sebaiknya gitu yan, tapi kasian juga sih selama ini kan mas alfian udah banyak berjuang untuk deketin kamu”
“iya juga sih apalagi aku udah sering ngrepotin dia”
“mending kamu terima aja yan, kan dia gak tau kalau kamu udah punya pacar. Kamu juga gak harus cerita ke pacar kamu. Kalau nanti emang gak nyaman baru putusin. Kasih kesempatan gitu buat mas alfian”
“emm gimana ya, coba deh nanti tak pikirin lagi fa.”
Malam itu aku benar benar bingung sampai tengah malam aku gak bisa tidur, apa yang harus aku katakana pada mas alfian besok pagi? Apa aku harus memberikan dia kesempatan karena telah berjuang sepenuh hati atau aku harus jujur dan mengatakan bahwa aku sudah punya pacar dan tidak bisa menerimanya? Aaahhh pikiranku kacau, namun saran arifa ada benernya juga. Selama ini aku juga udah banyak repotin mas alfian, dan aku bisa bekerja juga karena rekomendasinya. Saat aku bingung dengan semua itu entah kapan aku sudah tertidur.
Keesokan harinya aku terbangun dan kepalaku agak pusing , mungkin karena memikirkan jawaban yang akan kuberikan nanti.
“eh yan udah bangun ya?”
“iya udahlah , kamu gak lihat mataku udah melek fa”
“kamu udah tau belum nanti mau jawab apa ke mas afian?”
“aku pikir pikir mungkin bener kata kamu , aku mau kasih mas alfian kesempatan. Ya mungkin sebulan gitu.”
“alah nanti kalau nyaman bakal keterusan kok hihihi”
“ahh apaan sih, mandi sana ntar gentian”
“oke deh,, semoga nanti dapat pajak jadian kalian wkwkwk”
Rifa kemudian mandi dan siap siap begitu pula denganku. Kami berangkat bersama ketempat kerja. Ditempat kami bekerja memang berangkatnya pagi sekali, jam setengah 7 kami sudah harus masuk karena harus bersih bersih dan belanja kebutuhan masak di rumah makan. Saat kami sampai didepan pintu sudah ada teman teman yang lain , dan salah satunya adalah mas alfian. Jujur saja saat ini aku benar benar deg deg an kalau dia nanyain jawabanku sekarang nanti malah bakal disorakin temen temen waktu aku jawab. Dan bener aja mas alfian kemudian mendekatiku dan menanyakan jawaban dari suratnya kemarin.
“gimana yanti jawaban kamu? Aku nulis surat itu jujur dari hatiku.” (ciee ehem ehem banyak teman yang menyoraki kami dari belakang)
“udah terima aja yan” mas doni nambahin juga , aku makin deg deg an nih jadinya dan setelah kumantapkan niat akhirnya aku menjawab pertanyaan itu.
“iya mas aku terima kok” jujur saat mengatakan hal itu antara aku kasian pada mas alfian dan tidak mau dia kecewa namun disatu sisi aku juga sadar bahwa akku memiliki pacar dan harus menjaga perasaanku. Perang batin berkecamuk didalam hatiku, namun kata yang sudah terucap tidak mungkin kutarik kembali. Mendengar jawabanku itu tiba tiba mas alfian memeluku dan membuatku terkejut. Teman teman pun akhirnya menyoraki kami yang baru saja jadian. Aku tidak bisa mengelak dan harus menjalani hubungan ini. Aku berharap bisa membagi waktu agar mas rozak tidak tau hal ini. Akupun melepaskan pelukan mas alfian karena merasa malu dilihat teman teman apalagi di depan tempat kerja.
“udah mas malu dilihat temen temen”
“ehh iya dek maaf ya saking senengnya jadi reflek”
“huu dasar alfian gak sabaran” celetuk mas doni
“iya nih huu kelamaan jomblo sih jadinya kayak gitu hahaha” tambah mbak nunik
Setelah itu kami masuk dan bekerja kembali, hari ini kulihat mas alfian begitu semangat mungkin karena aku memberinya kesempatan untuk jadi pacarku jadinya dia lebih semangat bekerja , sementara aku ? ya aku merasa biasa saja, malahan batinku masih bimbang . Kenapa aku bisa kembali seperti ini menduakan cinta mas rozak. Apa karena sikapku yang tidak enakan untuk menolak orang yang telah berjuang untukku jadinya aku seperti ini. Mudah untuk ikut kesana dan kemari bahkan dalam hubungan asmara. Hari itu terasa begitu cepat dan sudah mulai malam tandanya kami harus beres beres dan bersiap untuk pulang. Seperti biasa mas alfian menawarkan untuk mengantarku pulang , namun aku lebih memilih jalan bersama arifa karna gak enak sama dia kalau aku ninggalin dia jalan sendiri. Akhirnya mas alfian mengerti dan kami janjian untuk makan malam nanti jam 8. Kamipun sampai kos dan aku bersiap siap untuk pergi nanti makan malam. Kulihat pakaian pakaianku di lemari dan ternyata tinggal sedikit stoknya karena lupa belum ambil laundry an. Akhirnya aku pakai yang ada aja lah . Celana jeans dan baju putih namun lengan pendek jadi aku pakai jaket hitam untuk menutupi lenganya dan tak lupa kukenakan jilbabku.
Kulihat jam sudah menunjukan pukul 8 dan suara motor mas alfian udah kedengeran, akupun pamitan kepada arifa untuk jalan dulu keluar..
“rifa aku pergi dulu ya”
“iya yan hati hati suruh mas alfian pelan pelan bawa motornya hehehe..”
“iya deh siap”
“jangan lupa juga bawain aku makanan , pajak jadianya kalian”
“heem iya iya ntar tak beliin martabak kesukaan kamu kalau udah balik”
“oke sip gitu donk , itu baru temen yang pengertian hihihi”
Kami berangkat ke salah satu tempat makan yang lumayan ramai dimalam hari, tempat ini benar benar bertema romantis dan cocok untuk pasangan muda, pantas aja mas alfian begitu rapi dan wangi. Kami memesan makan dan ngobrol cukup intens. Mas alfian menanyakan beberapa hal tentang keluargaku dan bertanya tentang tempat asalku. Begitu pula aku menanyakan hal yang sama kepadanya. Setelah lama asik ngobrol gak terasa pesana kami sudah tiba dan kami makan terlebih dahulu. Setelah selesai makan kami kembali ngobrol beberapa saat dan setelah itu mas alfian mengajakku untuk pergi kesuatu tempat. Mas alfian memacu motornya kearah selatan kota dan daerah itu menuju ke pantai selatan.
“mau ngapain mas ke pantai malam malam?”
“disana kalau malam kan ada banyak tempat makan seafood dan aku sering makan kesana”
“kok makan lagi kan tadi habis makan? Emang belum kenyang?”
“iya kan sekalian habisin waktu dek. Lagian baru jam 9.”
“tapi kalau jauh nanti pulangnya lama loh kan kosku gerbangnya ditutup kalau malam”
“emm yaudah deh kita muter lagi gak jadi kesana , mas lupa kalau kosmu jam setengah 11 tutup gerbang”
“iya mas mending yang deket aja, ke basecamp tempat kita nongkrong kemarin aja”
“oke deh kita kesana”
Akhirnya kami memutar arah menuju tempat nongkrong kemarin waktu mas alfian mengajaku kesana, namun sampai sana sepertinya lagi sepi gak ada orang. Mas alfian kemudian mengirim pesan keteman temanya menyakan keberadaan mereka, rupanya mereka sedang nonton konser di stadion sehingga tempat ini kosong . Dan mereka ngasih tau kalau kuncinya ditaruh dibawah keset. Kami masuk kedalam dan mas alfian langsung mengambil gitar yang ditaruh diatas kursi, tanpa disuruh dia memainkan sebuah lagu yang romantis. Aku benar benar merasa senang malam ini.
Pov Rozak
Aku benar benar senang kemarin yanti bisa menemaniku jalan jalan. Tapi entah kenapa baru juga sehari yang lalu ketemu rasanya udah kangen aja sama dia. Apa nanti aku ke kosnya aja ya bawain makanan dan bunga biar dia terkejut. Yap itu ide yang bagus sebaiknya aku bersiap sekarang. Hmm udah mau jam 7 dia pasti udah dikos bentar lagi. Sebaiknya aku gak chat dia biar jadi kejutan. Kemudian aku bersiap siap dan pergi membeli bunga serta makanan kesukaanya. Setelah semua dapat kupacu motorku menuju kosan yanti. Melewati jalanan kota jam segini emang macetnya gak karuan padahal ini bukan ibukota tapi udah mirip sama ibukota. Kulihat jam sudah menunjukan pukul 8 .. Akhirnya setelah lama macet macet jam setengah 9 aku nyampe juga dikosan yanti . Kemudian aku mengetuk pintu kamarnya berharap dia keluar dan terkejut melihatku .
(tok tok tok) “assalamuallakum yanti”
“wa’alaikumsalam” terdengar suara wanita dari dalam namun itu bukan suara yanti, berarti itu temenya. kemudian dia membuka pintu kamar dan ternyata bener itu temen kerjanya yanti.
“nyari siapa ya mas?”
“saya nyari yanti mbak, ini saya bawain sesuatu buat dia”
“waduh yanti baru aja pergi mas”
“pergi kemana mbak dan sama siapa?”
“pergi makan sih , mas ini siapa ya?”
“saya pacarnya yanti mbak” mendengar kata kataku itu raut wajah wanita ini berubah agak panic membuatku curiga.
“emm iya tadi yanti pergi ma makan mas sama temen temen”
“kalau pergi makan kok mbaknya gak ikut?”
“emm itu saya tadi lagi sakit perut jadi gak ikut hehehe”
Aneh juga alasanya dan juga dia ngomongnya kenapa jadi gak lancar begitu. Ah sudahlah aku gak mau berfikir negatif. Akhirnya aku titipkan makanan sama bunga tadi kepada temanya yanti. Kemudian aku chat yanti dan menanyakan kemana dia pergi , cukup lama aku tunggu namun dia tidak membaca chatku. Sepertinya dia sedang asik sama teman temanya, aku memutuskan untuk balik ke kosku dengan perasaan yang sedikit kecewa. Dalam perjalanan pulang aku merasa sedikit curiga jangan jangan dia pergi makan sama temenya yang kemarin dia cerita kalau ada temen kerjanya yang suka sama dai. Tapi yanti sudah menjelaskan padaku bahwa dia tidak mungkin menerima cinta dari laki laki itu, aku percaya padanya. Akupun mencoba menenangkan hatiku dan percaya pada pacarku itu. Dan akupun sampai ke kosku kemudian aku tiduran dan kulihat hp belum juga chatku dibaca. Kenapa dia belum baca ? apa yanti belum pulang ya tapi ini udah jam 10 . Tiba tiba terdengar suara hujan mengguyur cukup deras diluar.
-POV Yanti-
Gak kerasa udah sekitar satu jam kami asik bernyanyi , mas alfian sangat mahir memainkan gitarnya bener bener cowok yang romantis. Kulihat sudah jam 10 dan aku mengajak mas alfian untuk pulang. Namun baru saja kami ingin keluar hujan deras mengguyur.
“yah hujan dek , gak mungkin kita terobos soalnya deres banget ini”
“iya mas hujanya deres banget kalu nerobos nanti basah semua pakaian kita . mas bawa jas hujan gak?”
“wah gak punya jas hujan dek, kita tunggu hujanya reda aja yya”
“emm iya mas smoga aja hujanya gak lama.”
Karna hujan kami akhirnya masuk kembali kedalam dan mas alfian membuatkanku teh hangat didapur. Memang basecamp ini sebenernya sebuah kontrakan yang dihuni teman teman mas alfian jadi mas alfian sering kesini dan ini dijadikan basecamp tempat mereka nongkrong. Tak berapa lama mas alfian udah keluar dari dapur dan membawa 2 cangkir the hangat. Aku meminumnya dan kurasakan badanku jadi lebih hangat dan nyaman. Hujan diluar tak kunjung berhenti padahal sudah kulihat sekarang jam setengah 11 , artinya pintu gerbang kosku sudah ditutup .
“Udah setengah 11 mas gimana nih? Kalau gak pulang aku tidur dimana?”
“yaudah kamu nginep disini aja dek, lagian disini masih ada kamar kosong, temenku yang tinggal disini 3 orang sementara kamar ada 4 , yang satu emang dibikin kalau ada tamu biar bisa nginep”
“tapi beneran gakpapa mas?”
“gakpapa nanti mas jagain kamu.”
“aku udah ngantuk juga mas , kamarnya sebelah mana?”
Kemudian mas alfian menujukanku kamar tamu disini dan akupun masuk kesana, aku yang bener bener ngantuk langsung tiduran diatas kasur dan tanpa sadar aku sudah tertidur pulas. Aku lupa untuk mengunci pintu kamar terlebih dahulu saat aku tertidur.
0 Komentar