Ahh masa bodohlah siapa yang menghidangkan, perutku sudah lapar banget, siapapun itu! terimakasih sudah menghidangkan makanan yang seenak ini, sehingga aku tidak perlu repot-repot lagi harus memasak mie rebus, pikirku setelah memastikan tidak ada yang aneh dengan makanan yang tersaji didepanku. Walau ada sedikit rasa was-was kalau makanan ini ada racunnya.
Nyummm nyummm
“eh enak banget”, Pujiku ketika mencicipi sesuap makanan yang seperti bubur dan berwarna kuning kental, penasaran kucoba mencicipi hidangan lainnya.
dan
nyam nyam
Aku comot makanan satunya lagi, seperti sop daging yang kuahnya kental. Rasanya sangat khas ada rasa karinya tapi lebih enakan ini, dagingnya juga terasa lembut dan kinyis-kinyis di lidah. Walau aku salah satu pecinta kuliner, tapi terus terang aku belum pernah menyicipi makan seenak ini.
Penasaran aku coba menu di piring satunya lagi, sebuah sajian seperti irisan daging yang di goreng berlapis, di sampingnya ada mayonais nya, aku potong daging tersebut kemudian aku oleskan potongan daging yang kupotong sebelumnya menggunakan sendok garpu yang ada, hmnnn. Eh bukan mayonais ternyata, soalnya ada rasa mentega dan kejunya. Wah perfect banget nih, sepertinya yang masak sudah sangat ahli seperti chef profesional.
Diatas meja ada minuman yang berwarna merah bening seperti wine, hmnnn harumnya sangat asing dipenciumanku, karena aromanya lebih kental dari sekedar red wine yang biasa aku minum, kucoba cicip sedikit. Rasanya jauh lebih nikmat dari wine yang biasa, terasa sangat kuat di tenggorokan, tapi tidak memberi efek mabuk sama sekali. Minuman apa ini yah? Tanyaku dalam hati, ketika kulihat di botol yang ada diatas meja, ternyata tidak ada merknya sama sekali. Aku jadi ketagihan meminumnya, dan
Gluk.. glukk
Beberapa teguk minuman itupun kuhabiskan dalam sekali tegak karena saking enaknya minuman tersebut.
Aku tuang kembali, minuman tersebut kedalam gelas.
Wah makan dan minum seenak ini, sayang tidak ada perempuan cantik yang menemani, batinku spontan. Entah karena pikiranku yang nyeleneh mikirin ditemani perempuan, tiba-tiba saja
Woosshhhh
Kain jendela yang ada diruang tamu terangkat seperti tertiup angin.
“Buseettt dah”, teriakku kaget.
Aku jadi terheran – heran sendiri, bagaimana ceritanya tuh golden bisa terangkat seperti itu, padahal jendela dan pintu dalam keadaan terkunci. Kudekati jendela tersebut, pas saat melangkah kesana.
Jlepppp
Listrik mati.
“Asu nih PLN, sembarangan aja matiin listrik”, umpatku kesal.
Karena tidak pilihan lain terpaksa aku meraba-raba sambil melangkah pelan mencari tempatku meletakkan ponselku. Seingatku aku meletakannya diatas meja tamu tadi, aku coba-coba mengingat tempatnya, agar aku tidak menabrak barang-barang lainnya saat melangkah.
Tapi baru beberapa langkah lagi aku mau mencapai meja tempat ruang tamu
Buughhh
Aku seperti menabrak seseorang
“awww...” teriaknya terjatuh tepat didepanku, suaranya seperti suara wanita. Tapi karena gelap aku tidak bisa memastikan siapa orang yang kutabrak barusan.
“Eh siapa itu ?”, kataku sedikit keras.
Tapi tidak kudengar jawaban apapun darinya. Penasaran aku melangkah kedepan, maksudnya untuk membantu orang yang kutabrak barusan. Tapi tak kutemukan tanda-tanda keberadaannya sama sekali.
Anjiiirr siapa yang kutabrak barusan yah, apa itu hanya halusinasiku saja. Tidak lama kemudian
Wossshhhh
Terasa angin kencang mendorongku dari arah belakang dengan lumayan kuat,
Braaakkkk
Terdengar suara pintu depan terbuka dengan sangat keras
Jreeennngg
Pas di saat bersamaan listrik kembali menyala
Astaaggggaaa, bikin jantung mau copot aja rasanya.
“huffhhhtt”, aku menarik napas dan mengeluarkannya pelan untuk menenangkan diri, darah serasa sampe ke ubun – ubun trus mengalir deras sampe ke bawah dengan cepatnya, sakit kagetnya, telapak kakiku terasa sangat dingin dan berkeringat, untung gak ngompol nih. Kuberanikan diri memeriksa pintu depan yang terbuka barusan.
“Loh kok bisa terbuka yah ?”, gumamku heran penuh tanya. Padahal pintunya sudah kukunci sebelumnya, dan pintu depan ini yang kukunci pertama kali tadi sebelum pintu ruangan lainnya dan kuncinya pun masih ada disaku celanaku saat ini. Apa ada orang lain yang memaksa masuk, cemasku. Tapi saat kuperiksa lebih teliti tidak ada tanda-tanda kerusakan akibat dibuka paksa, kalau memang iya ada maling yang membukanya. Akhirnya aku kembali mengunci pintu depan, sekaligus menambah gembok yang ada di balik pintu agar pintunya aman dan tidak mudah dibuka kalaupun ada yang berniat tidak baik.
Pusing dengan keanehan yang terjadi, akhirnya kuputuskan untuk istirahat dikamar atas. Besok sajalah kupastikan lagi, begitu pikirku.
Sebelum tidur, seperti biasa aku bersih-bersih dulu dikamar mandi dan sekalian gosok gigi. Kemudian dengan hanya menggunakan celana pendek, aku membaringkan diri diatas kasur antik dalam ruang ini. Tak hentinya aku kagum dengan rumah ini sebenarnya, kasur tempatku berbaring saat ini terbuat dari kayu jati pilihan, terbukti dengan ketahanannya. Padahal kalau kuperkirakan kasur ini dibuatnya saat jaman penjajahan Belanda dulu, ada ukiran ornamen klasik di sepanjang tiangnya. Walau kasurnya sudah diganti oleh yang punya rumah dengan spring bed biar kelihatan lebih ada sentuhan modernnya, tapi tidak mengurangi keindahannya. Tidur diatasnya seperti berasa jadi seorang bangsawan jaman dulu. Saking nyamannya tidur diatasnya aku mulai merasakan kantuk yang datang perlahan.
Namun belum sempat aku tertidur pulas, lagi ada angin kencang masuk kedalam kamar melalui jendela besar yang ada dikamar ini.
Wuussssss... krakkk kraakkk
Astaga ada apalagi ini!, pikirku kesal karena tidurku jadi terganggu akibat gangguan barusan.
Tampak kain jendela kamarku berkibar-kibar karena dorongan angin dari luar dengan kondisi pintu jendela terbuka dan terhempas – hempas ke dinding bagian luar.
“uffhhtt,, ada aja yang buat tidurku gak nyaman”, gumamku kesal dengan mata yang serasa masih berat karena kantuk.
Akhirnya kupaksakan untuk bangun menutup jendela kamar, aku baru sadar kalau sebelumnya lupa mengunci jendela kamar tidurku, namun ketika aku akan menutup pintu jendela, aku melihat ada seorang wanita yang sedang berjalan pelan di taman depan rumah menggunakan gaun malam berwarna merah, posisinya sedang berjalan memunggungiku sehingga tidak bisa kupasti siapa orang nya, rambutnya panjang berwarna agak kemerahan apalagi dengan temaram cahaya bulan membuatnya terihat sangat.. indah! namun entah mengapa bulu tengkukku jadi merinding ketika melihatnya.
“Siapa wanita yang jalan malam - malam begini depan rumah ku ?”, gumamku pelan.
Aku kucek mataku untuk memastikan kalau benar yang aku lihat itu ada...
Cuuusssshhh bunyi air yang keluar dari westafel dikamar mandiku.
“anjriitt ngagetin aja”, kataku kaget.
Namun ketika aku melihat kearah taman, tidak lagi kutemukan wanita bergaun merah tersebut, benar-benar aneh, cepat banget ngilangnya. Apa dia mau maling yah ? tapi mana ada maling yang pake gaun malam secantik itu, pikiranku saling kontra sendiri.
Kututup jendela kamar, karena tidak kutemukan lagi keberadaan wanita tersebut setelah memperhatikan area taman dengan seksama.
Kuperiksa kamar mandi, posisi westafel dalam posisi terangkat sehingga air mengalir keluar. Anjir baru hari pertama kok bisa sebanyak ini keanehan yang kutemukan dalam rumah ini. Apa itu semua ulah makhluk halus ? Bulshit lah. Aku paling tidak percaya dengan hal yang berbau tahayul seperti itu. Selanjutnya, kumatikan kran air dan lampu kamar mandi, dan melanjutkan tidurku yang sempat terganggu barusan. Syukurnya, tidak ada lagi gangguan malam itu sehingga tidurku jadi nyenyak sampai pagi.
BERSAMBUNG
Report content on this page
0 Komentar