Aku mulai lanjut memasukkan secara perlahan dan semakin dalam. Kristina semakin mendesah kuat, melihat desahannya yang semakin terdengar intens dari bibirnya membuatku tidak tahan untuk tidak mengemut bibir tipisnya yang sangat menggoda itu.
Smoottthhh
Bibirnya kusedot agak dalam
“Ahhh ahhh terus sayang, nikmatnyaaa.” desahnya semakin kencang begitu bibir kami terlepas.
“Aaaahhhhhhhh..” Desah Kristina panjang dengan mata terpejam menahan nikmat, begitu penisku telah masuk seutuhnya kedalam vaginanya.
Sejenak aku mendiamkan beberapa saat penisku didalam vaginanya, sebelum mulai mengenjotnya dengan irama yang kosntan.
Plokk plokkk,
Sleeppp sleeeppp sleeppp,
Bunyi peraduan kelamin kami, Aku menggerakkan penisku makin cepat keluar masuk kedalam vaginanya. Sekitar 10 menit Aku menggenjotnya,
“Aaahhh Aku mau keluar lagi sayang, ouhhhh ahhhh.” kata Kris tak tahan.
“Ahhhhh” lagi-lagi Kristina mencapai puncak klimaksnya. Mulutnya tampak membulat membentuk huruf O dan matanya membeliak sehingga tampak putihnya saja ketika ia mencapai puncak kenikmatannya. Ada beberapa saat Kristina seperti itu, sampai ketika ia melihatku yang sedang memperhatikannya takjub
“Ahhh kamu masih belum dapat yah say? Haahhh haahhh,” tanya Kristina padaku mesra. Entah kenapa melihat pasangan bercintaku mencapai klimaksnya membawa kepuasan tersendiri bagiku, walau Aku sendiri masih belum mencapai puncak sama sekali.
“Gak apa-apa sayang, Aku senang melihat Kamu bisa sepuas ini.” kataku sambil mengelus puting payudaranya. Aku gemas melihat payudaranya yang putih montok, sehingga membuatku suka untuk mempermainkan putingnya dengan jari-jariku.
“Aku bisa ketagihan dengan permainanmu kalau begini ceritanya.” katanya lagi sambil menelusupkan kepalanya keatas dadaku. Kemudian ia mulai mengelusi penisku yang masih berdiri dengan tegaknya, mengkilap karena cairan pelumas dan sisa lendir kenikmatan dari liang vaginanya.
“Ini yang membuatku benar-benar gak kuat bertahan lama-lama.” kata Kristina lagi sambil menatap gemas kearah kontolku, kemudian tangannnya mulai mengocok penisku secara pelan dari kepalanya sampai kepangkal.
“Ugghhh,” lenguhku nikmat karena ulah tangan tangannya Kristina yang terasa sangat lembut di kulit penisku. Aku mulai gak tahan, Aku menegakkan tubuhku kembali, namun ketika akan membaringkan Kristina kebawahku, ia menahanku.
“Sebentar sayang, Aku cuci ini dulu.” katanya sambil menunjuk memeknya.
“Banjir banget rasanya didalam.” katanya lagi.
“ahh nanti saja.” kataku mulai gak tahan.
Kristina Langsung bangkit berdiri dan sedikit berlari menghindari tangkapanku, sepertinya Ia mau membalas kenakalanku yang sebelumnya.
Ahh kentang dehh, pikirku sambil berbaring telentang. Namun tak lama Kristina keluar dari kamar mandi, ketika melihat Ia melangkah ke dalam kamar dalam keadaan masih telanjang, Aku langsung menghampirinya tak tahan. Aku membalikkan tubuhnya kearah dinding kamar, Aku yang sudah tidak tahan, menarik pinggulnya agak kebelakang, sehingga sekarang posisi Kristina agak menungging dengan tangan bertumpu ke dinding kamar hotel.
“Aaahhhhh,” desahnya panjang karena Aku langsung memasukkan penisku kedalam vaginanya.
“Oouuhh Kamu langsung masukin aja say, sakit! mulai kering tau!”, katanya protes. Tidak lama, karena setelah itu kembali terdengar desahnya penuh kenikmatan. Ternyata Kristina adalah type wanita yang suka ribut kalau sedang bercinta, tapi itu yang membuatku semakin menyukainya.
“Ahhh memek kamu nikmat banget sayang.” kataku sambil memaju mundurkan pantatku semakin cepat menggenjot memeknya dari arah belakang
Plakkk
Aku menampar pantatnya gemas sambil menggenjotnya.
PPlak
“Aaahhhhh.. iya begitu, tampar pantatku lebi keras sayang.” pintanya senang ketika Aku menampar pantatnya saat bercinta.
Plokkk plokkk
Aku menggenjot Kristina dari belakang semakin kuat dengan tempo cepat, Aku merasakan kalau Aku semakin dekat mencapai puncak kenikmatan, kulihat Kristina pun juga demikian. Desahnya semakin kuat.
“Ahh ahh Aku mau dapat sayang.” katanya. Tampak kakinya agak lemas menahan tubuhnya dalam posisi berdiri begini. Sehingga Aku menyuruhnya untuk berlutut ke posisi doggy. Kemudian aku melanjutkan genjotanku semakin cepat.
“ahhhhh Aku dapat beeibbb.” teriaknya lemas. Kemudian Kristina tersungkur lemas diatas karpet.
Aku yang merasakan spermaku mulai menyesak ke kepala penisku. Menggenjotnya semakin cepat, Kristina tertelungkup pasrah menerima seranganku yang penuh nafsu.
“Jangan didalam sayang, Aku lagi subur,” katanya mengingatkan tepat sesaat sebelum aku memuncratkan spermaku, dan
“Aaarrhhhhh Aku keluaarr sayaanggg..”
Crrrooott crrooott,
Aku mengeluarkan spermaku tepat diatas pantatnya, spermaku muncrat sampai keatas punggung Kristina saking kuatnya tembakan spermaku.
“Haahhhh. Hahh” bunyi nafasku yang meninggi karena puncak yang kuraih barusan.
“Ihhhh banyak banget, sampe kepunggungku.” kata Kristina menatapku sayu, sambil merilekskan tubuhnya yang lemas akibat pergumulan panas barusan.
Tubuh indah Kristina benar-benar membuatku sangat bernafsu malam itu, sehingga tidak lama setelah istirahat kami lanjut kembali bercinta hingga beberapa ronde sampe jam 3 dini hari. Kami benar-benar saling melampiaskan hasrat satu sama lain, tubuhnya benar-benar menantang untuk ku eksplorasi lebih jauh. Sebenarnya Aku ingin mencoba anal dengan Kristina karena gemas dengan pantatnya yang montok itu. Tapi Kristina belum siap, karena takut sakit katanya. Akupun tidak memaksanya, karena prinsipku ketika bercinta adalah kepuasan pasangan nomor satu, karena buat apa Aku puas kalau harus membuat pasangan jadi menderita, kecuali Ia yang menyerahkan sepenuhnya dengan pasrah, hehehe.
Tidak hanya di atas kasur dan karpet hotel, Kami juga bercinta dalam kamar mandi. Sampai-sampai Kristina harus menyerah karena sudah kehabisan tenaga. Maka kamipun memutuskan untuk tidur.
***
Aku terbangun, begitu cahaya matahari pagi sudah masuk kedalam kamar. Shit, ternyata hari sudah pukul 8 pagi begitu Aku lihat jam yang ada di dinding kamar hotel tempat kami menginap. Tapi tidak kutemukan keberadaan Kris di dalam kamar. Aku bangun sambil memakai pakaian dalamku. Hmnn ternyata ada sebuah surat di atas meja kecil dalam kamar dekat nampan sarapan. Rupanya Kris sudah memesankan sarapan untukku sebelum Ia berangkat.
Kubaca surat yang ditinggalkan oleh Kris.
Aku tinggal kerja dulu yah say.
Thanks buat semalam.
Semalam itu adalah kado terindah yang pernah kurasakan, aku sampai susah berjalan gara-gara juniormu yang nakal itu.
Pls, call me.
Kristinaa (081xxxx)
Sejenak Aku tersenyum membaca pesan yang ditinggalkan Krsitina diatas meja. Aku meremas surat tersebut kemudian membuangnya di kotak sampah yang ada dalam kamar.
Teringat kejadian semalam, benar-benar gila!. Kami bercinta habis-habisan sampai beberapa ronde. Kami baru berhenti sampai Kristina bilang menyerah dan tidak bisa melanjutkan pergumulan panas tersebut. Masih teringat wajah lelah Kristina penuh dengan keringat yang mengalir deras di sekujur tubuhnya, terlihat Ia sangat lelah meladeni nafsuku yang lumayan besar, tubuhnya yang sangat yahut begitu benar-benar meningkatkan libido. Tapi yang kusalutkan darinya, untuk kategori wanita yang sudah berkeluarga dia termasuk kuat melayaniku. Aku perlu sampe 4 ronde untuk membuatnya benar-benar terkapar lemas tidak berdaya.
Sejenak Aku terduduk dalam sofa yang ada didalam kamar.
Ufftthh, lagi-lagi Aku melakukan kesalahan yang sama, sesalku. Sebuah kebiasaan bermain perempuan yang masih sulit kerubah, bukan masalah tidur dengan perempuannya yang jadi masalah, yang Aku takutkan setelah bercinta dengan perempuan, biasanya si Wanita jadi ketergantungan dan jadi tidak bisa melepaskanku. Tapi hari ini aku sedikit terkejut. Karena tidak seperti biasanya. Yang biasanya terjadi, ketika pagi Aku selalu pergi duluan untuk menghindari bertatap muka dengan wanita pasanganku. Namun kali ini, suatu hal yang berbeda terjadi. Mungkin karena kelelahan setelah pindah-pindah sehari sebelumnya membuatku jadi tidur terlalu nyenyak sehingga bangun agak kesiangan seperti sekarang.
Aku sempatkan mandi sebelum chek out dari Hotel tersebut. Setelah merasa agak segar setelah mandi Akupun bersiap meninggalkan hotel tersebut. Kuperiksa kunci mobil di saku celana. Astaga, mobilnya kan sudah dijual, Aku menertawakan keobodohanku sendiri, seakan serasa masih bawa mobil.
Terpaksa hari itu Aku memesan taksi online untuk mengantar pulang kerumah baruku. Ketika sudah berada dalam taksi, Kusempatkan mengecek hapeku yang dari semalam kusilent karena tidak ingin diganggu saat men time-ku. njirr banyak panggilan tak terjawab, dari Meta, dari Daniel sahabatku, dari Kakakku dan panggilan dari Mbak Lina, Kakak Iparku.
"Anjrit ngapain juga Dia menelponku ? apa belum puas memakiku?" Pikirku kesal begitu melihat daftar panggilan terakhir. Selain itu, ada beberapa sms yang masuk, kubuka pesan pertama dari Meta.
Meta, 081***:
“Pagi Mas Frans, kok nomornya gak aktif ?”
“Karena nomor mas masih gak aktif, Meta Cuma mau kasih info, kalau Meta nanti agak sorean ke rumah yah, sekalian bawa Notaris, bye Mas Frans”
Selanjut pesan dari sahabatku Daniel,
Daniel, o85***** :
Sorry baru balas pesan loe bro, kema...
Belum sempat Aku membaca lebih lanjut pesan dari Daniel ternyata orangnya sudah menelpon duluan.
“Anjiinng, mentang-mentang sekarang gak kerja, susah amat loe dihubungi.” makinya begitu Aku mengangkat Hpku. Asem, telingaku sampe gerah mendengar makiannya, sampai-sampai Aku harus sedikit menjauhkan hape dari telingaku.
“Hahaha santai bro, namanya juga pengangguran, jadi maklumin kalau bangunnya agak kesiangan.”
“Asu dah, alesannya ngaco banget. Bilang aja kalo semalam loe maen perempuan, ya kan?” tebaknya seperti sudah tau kebiasaanku dari dulu. Karena Daniel ini adalah salah satu sohibku buat gila-gilaan dalam dunia perlendiran. Kadang kami maen bareng nyewa call girl untuk sex party disuatu tempat. Walau begitu, dia adalah sahabat yang paling pengertian disaat susah dan senang. Seperti saat ini, saat Aku kesusahan karena ikut jadi korban PHK dari perusahaan, Aku meminta bantuan Daniel untuk mencarikan sebuah pekerjaan baru. Kebetulan kami satu profesi, sebelumnya Aku meminta bantuan Daniel untuk mencarikanku pekerjaan di tempatnya bekerja saat ini. Walau terkesan seperti balas jasa sebenarnya, karena dulu waktu Daniel masih pengangguran, Aku yang mencarikannya kerja di tempatnya yang sekarang.
“Nah tuh loe tahu.”
“Frans frans, tobat dah gue punya teman penjahat kelamin kayak loe, hahaha,”
“Kayak loe yang kagak aja, begitu gue tawarin memek paling loe langsung sosor juga.”
“Hahaha, gue yang sekarang dah tobat bro.. bisa dipecat jadi calon suami gue sama si Riska.”
Riska itu adalah nama calon istrinya Daniel. Orang kayak Daniel bisa tobat juga ternyata, wah jadi gak ada partner urusan kelamin lagi Aku nih, hehehe.
“Oh ya, gimana bro? Sudah ada kabarkah ?”
“Itu dia yang mau gue bicarain sama loe bro. Tapi ketemuan aja langsung biar enak ngobrolnya yah.”
“Ya udah, kalau begitu ketemuan saat jam istirahat makan siang ditempat biasa ya.”
“Oke, kalau begitu gue tunggu di tempat biasa ya, bye bro.” Kata Daniel menutup panggilan teleponnya.
Tidak lama sekitar 30 menit kemudian tepatnya jam 8.40 pagi, Aku sampai dirumahku yang baru. Rencananya Aku ingin melanjutkan beres-beras sebelum berangkat menemui Daniel siang nanti. Namun ketika masuk kedalam rumah, Aku sedikit heran. Karena di atas meja makan sudah terhidang sarapan pagi. Segelas susu murni, roti tawar, sepiring nasi goreng lengkap dengan omeletnya.
"Siapa yang menghidangkan sarapan ini yah?" tanyaku heran dalam hati. Apa mungkin Meta yang menyiapkannya sebelum Ia berangkat kekantor tadi yah? banyak pertanyaan yang muncul dalam benakku saat ini. Ya sudah, mungkin ada baiknya nanti kuntanyakan langsung ketika bertemu dengannya ntar sore.
BERSAMBUNG
Report content on this page
0 Komentar