RUMAH NO 202 PART 20

 

Untuk melampiaskan rasa sakit hatinya yang merasa seperti tidak dipedulikan lagi oleh suaminya, membuat Keyla gelap mata. Ia berselingkuh dengan ajudan suaminya, masih merasa belum puas, ia juga berselingkuh dengan tukang kebun mereka. namun perselingkuhan itu, pada akhirnya diketahui oleh suaminya.




Ketika pulang dari kantor tempat ia bekerja, ia tidak menjumpai sang istri di dalam rumah, namun ketika ia berjalan ke dalam kamar utama dijumpainya sang Istri sedang bersetubuh dengan supir pribadinya, seketika itu membuat murka suaminya. Dikumpulkannya para algojonya untuk menghukum Keyla dan selingkuhannya waktu itu. Keyla yang ketahuan selingkuh tidak bisa berbuat apa – apa dan membela diri.




Namun mr. Van Houten yang sedang dilanda emosi menjadi gelap mata. Supir yang menjadi selingkuhannya di bakar hidup – hidup dan dikubur dibelakang rumah utama, yang kini dijadikan rumah kecil atau gudang.




Keyla sendiri di siksa tanpa ampun oleh mr. Van Houten, dengan cara memerintahkan seluruh Algojonya untuk memperkosanya. Memang terdengar sangat kejam sekali. Namun dendam dan perasaan terrkhianati oleh sang Istri membuat mr. Van Houten menjadi gelap mata. Seharian Keyla di perkosa secata bergantian oleh Algojonya tanpa di beri makan sama sekali, sampai akhirnya Keyla sekarat dan saat menjelang ajalnya ajalnya. Ia bersumpah akan membalas semua lelaki yang tinggal di rumah itu.




Keyla tewas dengan menggenaskan, setelah dua hari di perkosa secara bergantian oleh Algojo kakeknya tanpa henti. Mayatnya lalu dikuburkan tepat disamping kuburan supir yang menjadi selingkuhannya. Karena itu, sejak saat itu rumah tersebut menjadi angker bagi setiap lelaki, tidak lama setelah kematian Keyla, semua algojo yang pernah memperkosanya mati secara misterius dan dalam keadaan yang sangat menggenaskan. Tidak lama setelah itu, giliran mr. Van Houten yang jatuh sakit, sudah banyak tabib yang coba mengobatinya namun tidak juga bisa disembuhkan, menjelang ajalnya, tubuh mr. Van Houten seperti tubuh orang yang habis di siksa, banyak bekas cambuk di sekujur tubuhnya, hingga ia pun menemui ajalnya tepat sebulan setelah kematian Keyla, banyak isu yang beredar jika kematian mr. Van Houten tersebut erat kaitannya dengan Roh Keyla yang menuntut balas atas kematiannya, sehingga mulai saat itu, tidak ada yang berani lagi tinggal di rumah tersebut khususnya laki – laki, bahkan pembantu rumah tersebut yang berkelamin laki – laki, selalu saja meninggal dalam keadaan yang sama, tubuh telanjang dan kondisi tubuh kurus kering kerontang, sampai hanya tinggal neneknya saja, Nyai Andini serta beberapa pembantu perempuan. Karena alasan yang sama juga, kenapa Kumbara di ungsikan tinggal ke Bandung ke rumah saudaranya. Sehingga Kumbara semenjak usia remaja tidak lagi pernah menginjakan kakinya kerumah kakeknya tersebut.




Mendengar itu semua membuat Meta jadi semakin syok, membayangkan maut yang akan menimpa Frans.






“Trus bagaimana nasib Frans Om ? Please selamatkan Frans Om”, pinta Keyla dengan wajah penuh harap agar Om nya itu mau menyelamatkan Frans.


“Itu dia, kenapa aku menanyakan seberapa besar cinta mu pada pemuda itu”, jawab Kumbara.


“Iya Om, Meta sayang sama dia. Entah kenapa perasaan Meta begitu menyayanginya semenjak pertama bertemu dengannya”, jawab Meta jujur.


“Terus apa yang harus Meta lakukan Om ?”. Tanya Meta.


“Syaratnya lumayan berat. Tapi kalau iya kamu mencintai pemuda itu, berarti hanya kamu yang bisa melakukannya”, kata Kumbara menatap ponakan kesayangannya tersebut.


“Apa yang harus Meta lakukan om ?”.


“Dari hasil meditasi Om barusan. Sumbernya ada pada ranjang yang ada di Kamar utama itu. Karena di sana dulu Keyla di perkosa oleh Algojo kakek. Namun syaratnya cukup berat, apa kamu bersedia melakukannya ?”, tanya Kumbara memastikan keseriusan Meta.


“Apapun itu om akan Meta lakukan asal bisa menyelamatkan hidup Frans”, jawab Meta yakin.


“Syaratnya, wanita yang mencintai pemuda yang sudah terjerat kutukan asmara Keyla. Harus bercinta dengan pemuda tersebut dan menumpahkan darah perawannya diatas Ranjang tersebut. Apa kamu bersedia ?”, tanya Kumbara lagi.






Meta merasa tercekat mendengar syarat yang di ucapkan oleh pamannya itu.






“Apa harus begitu om ? apa tidak ada jalan lainnya ?”, tanya Meta ragu. Bagaimanapun ia masih perawan, tidak mungkin begitu saja menyerah perawannya pada Frans. Ia khawatir apa tanggapan Frans padanya nanti.


“Itu satu – satunya cara. Hanya darah suci perawan yang memiliki rasa cinta nan tulus untuk bisa membebaskan Frans dari jerat kutukan Keyla. Darah perawan saja tidak cukup untuk menyelamatkan Frans kalau tanpa di dasari rasa cinta yang tulus. Hanya dengan cara itu kita bisa menyelamatkan Frans”, kata Kumbara menjelaskan.






Meta sedikit merenungkan lama ucapan omnya tersebut. Di satu sisi ia ragu, bagaimanapun keperawanannya dipertaruhkan disini. namun jika tidak, keselamatan Frans lah yang jadi taruhannya. Akhirnya Meta mnengangguk mantab.






“Baiklah Om. akan Meta lakukan”, ucap Meta yakin.


“Baiklah, kalau begitu kamu isitrahat dulu, nanti pagi – pagi sekali kita akan berangkat kesana. Sayang, kamu berangkat sendiri ke rumah Mama, gak apa – apa kan ?”, tanya Kumbara pada istrinya.


“Iyah, gak apa – apa Pah. Kamu bantuin Meta aja. dan ingat! jaga diri disana yah!”, kata Istrinya mendorong suaminya agar membantu Meta menyelamatkan pemuda yang dicintainya itu. Namun disisi lain ia juga mengkhawatirkan keselamatan suaminya, karena ia juga laki – laki, apalagi keturunan langsung dari mr. Van Houten. Ia tidak ingin terjadi hal – hal yang tidak inginkan yang bisa mengancam keselamatan nyawa suaminya.








***






Pagi itu, suasana perumahan Palapa tempat Arya tinggal di hebohkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan tanpa busana dekat pintu masuk perumahannya, mayat tersebut ditemukan oleh salah seorang satpam komplek perumahan yang kebetulan masuk shift pagi. Kondisi mayat tersebut sangat menggenaskan. Banyak di temukan bekas luka di sekujur tubuhnya, wajahnya rusak parah sampai tidak bisa dikenali, kemaluannya robek dan rusak parah seperti di paksa masuk menggunakan benda tumpul yang sangat besar. Yang membuat orang bergidik ngeri melihat mayat tersebut adalah, mulutnya menganga seperti orang berteriak kesakitan, seperti disiksa dengan sangat keji sampai menjelang ajalnya. Matanya melotot ketakutan, sampai bola matanya mau keluar dari cangkangnya.




Banyak yang berpendapat, kalau perempuan tersebut merupakan korban pemerkosaan yang mayatnya di buang begitu saja di dekat komplek perumahan mereka. ada juga yang berpendapat kalau perempuan tersebut adalah korban pembegalan, karena memang tidak ditemukan pakaian dan tas korban di dekat mayat tersebut. Namun menurut keterangan polisi yang memeriksa di lokasi, tidak ditemukan adanya bekas sperma laki – laki di sekitar kemaluan ataupun ditubuh korban. Sementara ini, baru bisa disimpulkan kalau wanita tersebut merupakan korban penganiayaan oleh orang yang tidak dikenal atau bisa jadi oleh musuh korban. Namun yang mengherankannya, tidak ditemukan sama sekali sidik jari pelaku di tubuh korban. Seperti ia sudah meninggal begitu saja dalam keadaan seperti itu, atau memang pelakunya yang profesional, sehingga bisa menghilangkan jejak dengan begitu rapihnya.






Flashback ke malam sebelumnya saat kejadian.





Keyla Van Houten



Frans dan Keyla berada di ruang keluarga lantai atas, Ia coba menenangkan Keyla yang masih sangat emosi melihat ulah Lina yang coba merayunya sore tadi. Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam, namun Keyla menatap tajam keluar jendela seperti memandang sesuatu nun jauh disana, kedua matanya terlihat memerah seperti orang yang dilanda emosi tinggi. Berulang kali Frans coba menenangkannya, namun Keyla sama sekali tidak mengubrisnya.




Angin malam terasa makin kuat diluar sana, sehingga walau semua pintu dan jendela sudah di tutup oleh Frans, masih saja terasa menggigilkan tubuhnya, dikarenakan arsitektur rumah tersebut yang dirancang dengan banyaknya bukaan ventilasi, sehingga angin luar, bisa terasa langsung dari dalam rumah.




Tidak habis akal, Frans mulai memeluk tubuh indah Keyla dari arah belakang. Tangannya dilingkarkan ke depan memeluk perut Keyla, namun karena melihat Keyla yang masih tidak meresponnya. Frans mulai mengelusi perut Keyla yang malam itu hanya mengenakan lingerie berwarna cream transparan.






“hmnnhh, kamu mau apa ?”, tanya Keyla mulai terdengar mendesah karena elusan tangan Frans di permukaan perutnya.






Frans memainkan jari – jari nya lembut diatas permukaan perut Keyla. Ia sengaja membangkitkan gairah Keyla, sehingga dengan begitu akan bisa meredam emosinya yang masih meledak – ledak. Walau saat ini Keyla hanya diam memandang keluar rumah, tapi Frans masih bisa merasakan kemarahan dari wanita misterius yang sebentar lagi akan jadi istrinya tersebut.






“Ahhh STOP!”, perintah Keyla pelan begitu tangan Frans coba naik keatas meremas payudaranya.






Frans tidak menyerah begitu saja, kali ini ia membalikkan tubuh Keyla perlahan menghadap ke arahnya. Lalu Frans mendekatkan wajahnya..






Ccuppppp


Mmuuaahh






Frans mengecup bibir indah Keyla dalam.






“Hmpphhhhh apa yang kamu lakukan Fransss ?”, kata Keyla yang mulai terpancing api gairahnya.






Frans memegang belakang kepala Keyla, dahi mereka masih beradu. Wajah keduanya sangat dekat, sehingga nafas Keyla yang mulai memburu naik terasa hangat di wajah Frans.






“Aku gak mau kamu marah begitu. Aku lebih suka kamu mendesah sayang”, jawab Frans sambil memandang lembut wajah Keyla dan jari – jarinya mengusap lembut tepian bibir Keyla yang basah karena kecupannya barusan.


“Aku.. tidak suka jika ada yang mencoba menggoda lelakiku”, kata Keyla datar, walau nadanya sudah terdengar tidak seemosi sebelumnya.


“Aku.... hmppphhh, uhh Fransss”, belum sampai Keyla melanjutkan kata – katanya kembali, Frans lagi – lagi mengecup dalam bibirnya.


“Sudah kubilang, aku lebih suka melihat kamu yang mendesah – desah dari pada marah – marah”, kata Frans sambil kembali menciumi Keyla dengan penuh gairah. Lagian siapa yang bisa tahan berada dekat dengan Keyla tanpa menyentuh tubuh indahnya. Dan itu pula yang dirasakan oleh Frans sedari tadi. Walau dalam hatinya sempat merasa takut melihat Keyla emosi karena kecemburuannya pada Lina, namun begitu melihat tubuh indah Keyla, membuat Nafsunya naik dan berhasil menyingkirkan rasa takutnya. Apalagi Keyla malam itu hanya mengenakan lingerie seksi transparan, dan di dalamnya ia sudah tidak mengenakan apapun lagi.






“kamuu hmpphh.. Bawa aku ke dalam kamar.. uhh sekarang”, kata keyla tidak tahan begitu Frans mulai meningkatkan ciumannya berulang kali serta tangannya yang mulai nakal menjamahi lekuk tubuh indahnya.






Frans memeluk erat tubuh Keyla, saat bibirnya melumat gemas bibir Keyla, tangannya mulai turun ke bawah, mengelusi pinggang ramping Keyla, lalu mulai bergeser ke belakang meremas bongkahan pantat seksi Keyla.






“Franss, uhhh sekaranggg”, teriak Keyla diiringi dengan desahan tertahan.


“Aku mau mencumbumu disini sayangg”, kata Frans tidak tahan, namun begitu Frans akan menarik lepas lingerie Keyla, tangannya di tahan oleh Keyla.


“Aku hanya mau kamu cumbu di ranjang kita sayang”, pinta Keyla menatap Frans dengan wajah yang memerah karena nafsu.






Frans yang juga sudah konak maksimal, mengendong tubuh Keyla ke dalam kamarnya.




Klik




Frans mendorong pintu kamar dengan kakinya, lalu begitu sampai di bibir ranjang ia menurunkan Keyla ke atas kasur dengan sangat lembut, ia benar – benar memperlakukan Keyla dengan sangat mesranya layaknya seorang ratu, itu yang membuat Keyla menjadi sangat suka padanya.




Ia manatap nanar tubuh Keyla dari ujung rambut sampai ke ujung jari kakinya.




Glek




Frans menelan saliva mengagumi keindahan tubu Keyla. Kulitnya yang putih mulus, payudaranya yang sekal, perut ramping ramping, pinggulnya yang bohai, pangkal pahanya yang sangat menggoda untuk dijamah dan di masuki, belum lagi kaki jenjangnya yang sangat - sangat indah.




Tidak sabaran, Frans melepas semua pakaiannya. Namun begitu Keyla hendak bangun, Frans menahan tubuhnya agar tetap berbaring di ranjang. Sepertinya Frans sudah punya rencana sendiri untuk menaklukan gairah Keyla terlebih dahulu.






“Biar aku yang melayanimu sayang”, kata Frans dengan tersenyum mesra menatap Keyla.






Lalu ia menarik tubuh Keyla ke bibir ranjang dan membiarkan kedua kaki indahnya terjuntai ke lantai. Selanjutnya Frans mendekat pelan dan mengangkat kedua paha Keyla lalu menampatkannya ke atas bahunya.






“uhhhhh... Enak sayanggg... hmppphhh teruss”, desah keyla begitu Frans menjilati kemaluannya.






Ternyata vagina Keyla sudah sangat basah, di tambah lagi dengan permainan lidah Frans yang sangat lihai, membuat nafsu Keyla bergejolak dengan hebatnya.


Tidak hanya berhenti sampai disitu, kedua tangan Frans meremasi payudara Frans dari arah bawah.






“Uhhh teruss sayang, kamu pintar bangettt.. ahhh”, desah Keyla makin menjadi.






Melihat kemaluan Keyla yang semakin banjir dengan cairan pelumasnya, membuat Frans meningkatkan intensitas ransangannya. Tidak hanya cukup memainkan daging kecil di bagian atas vagina Keyla, kini jari – jarinya Frans mulai mengusap perlahan tepian bibir vaginanya.






“Aaahhh hmppphhh”, Keyla menggeliatkan tubuhnya begitu Frans mulai memasukkan jarinya ke dalam kemaluannya. Tubuhnya sudah sangat basah kerena keringat, seiring dengan gejolak nafsu yang semakin mendekati puncak dan menuntut lebih.




Sleeppp sleeeppp




Jari – jarinya Frans makin cepat mengobok bagian dalam Vagina Keyla yang membuat tubuhnya menggeliat makin tak karuan seperti cacing kepanasan.






“Sayang, masukiinn,, aku gak tahann... Ahh”, desah Keyla memohon agar Frans segera memasukan penisnya.






Frans bukannya menuruti keinginan Keyla, jari – jarinya makin kencang mengobok – obok bagian dalam vagina Keyla sementara lidahnya semakin intens mempermainkan klitoris Keyla. Sampai akhirnya Keyla yang sudah tidak tahan akhirnya menekan belakang kepala Frans kuat kearah Vaginanya.






“Aaahhhhhhhhh”, desahnya kuat sambil memejamkan mata, Keyla squirting sampai muncrat beberapa kali membasahi wajah frans. Dadanya yang mengkilat karena keringat tampak naik turun ketika ia mendapat klimaksnya.


“Haahhh haahhh, sayang kamu nakall”, lirih Keyla pelan menatap Frans sayu.






Frans tersenyum senang, karena telah berhasil membuat Keyla mencapai orgasme pertamanya. Pelan ia menggeser tubuhnya ke atas menindih tubuh Keyla.






“Ihh sampai basah begini wajahnya”, kata Keyla manja mengusap wajah Frans yang basah.


“Karena siapa tuhh ? muncratnya sampai segitunya”, bisik Frans sambil coba mencium bibir Keyla kembali. Namun Keyla menahan wajah Frans.


“Sini aku bersihin dulu”, kata Keyla pelan. Keyla bangun lalu melepaskan Lingerienya yang sebelumnya belum sempat di lepaskannya, karena keburu bercinta.






Frans yang melihat Keyla melepaskan pakaiannya, tampak tubuh montoknya sudah dibanjiri oleh keringat. Membuat tubuh putih Keyla mengkilat dan terlihat semakin menggoda. Baru saja keyla mulai mengusap wajahnya, Frans kembali menerkam tubuh keyla. Dan langsung menindihnya kembali.






“Awwww... ihh aku belum selesai bersihin wajahmu sayangg.. ahhhh gelii”, teriak Keyla kegelian karena Frans mulai menciumi sekujur wajahnya.


“Tubuhmu nafsuin banget sayang.. hahhh”, kata Frans di sela cumbuannya.


“Hmpphhhhh”, desah Keyla tertahan, karena bibirnya kembali di lumat oleh Frans.






Frans membalikan tubuh Keyla sehingga sekarang posisinya menelungkup. Frans mulai menciumi punggung mulus Keyla, sementara tangan kirinya mulai meremas bongkahan pantat sekal Keyla.






“Aku suka dengan bentuk pantatmu sayang”, puji Frans jujur saat jari – jarinya meremas pantat montok Keyla.


“Ahhhhh... enak sayang.. ouuhhh”, desah Keyla, ketika jari – jari Frans kembali mengobel Vaginanya dari belakang.






Sleeppp sleepppp






Memek Keyla kembali banjir begitu jari – jarinya Frans makin cepat keluar masuk di celah sempit tersebut.






“ouuhhhh sekarang sayang”, rengek Keyla tidak tahan sambil melirik Frans kebelakang.






Namun Frans sengaja mempermainkan hasrat Keyla, walau ia sendiri sudah tidak tahan untuk segera memasuki lobang kenikmatan tersebut. Namun, karena mengingat kejadian malam sebelumnya, kali ini Frans sengaja membuat Keyla klepek – klepek tidak berdaya terlebih dahulu. Walau ia sendiri bergulat dengan hasratny sendiri.


Dan benar saja, tidak lama Keyla mendapat puncak kenikmatannya kembali.






“Aaahhhhhh aku sampai sayanggghh”, teriak Keyla panjang. Tubuhnya terlihat menegang, kepalanya sampai mengengadah ke atas begitu ia meraih orgasme keduanya.






Punggung Keyla tampak naik turun seiring nafasnya yang berat saat mencapai kenikmatan barusan. Ditambah tubuhnya yang sudah mengkilat karena dibanjiri oleh keringat, sungguh pemandangan yang sangat erotis. Melihat itu Frans tidak tahan lagi, pelan ia naik keatas tubuh Keyla yang sedang menelungkup. Frans menarik panggul Keyla keatas, sehingga sekarang posisi Keyla menungging.






“Bentar sayang.. aku masih capek”, pinta Keyla yang masih kelelahan akibat klimaks barusan. Namun Frans yang sudah konak maksimal, langsung saja memasukkan penisnya ke kemaluan Keyla.


“Aahhhh Geli sayanggghh, kamu nakaalll uuhhh”, desah keyla tertahan, vaginanya yang baru saja berkontraksi karena meraih orgasme barusan, terasa sangat geli begitu Frans memasukan penisnya secara tiba - tiba.






Frans benar – benar memainkan semua keahliannya saat itu. Tidak butuh waktu lama, Keyla kembali mendapat orgasme untuk ketiga kalinya. Namun bukan Frans namanya, kalau hanya puas melihat pasangannya klimaks beberapakali saja. Frans yang juga sudah diambang kenikmatan kembali meransang gairah Keyla, kali ia sengaja kembali membalikan tubuh Keyla telentang ke posisi misionaris, agar bisa melihat ekspresi kenikmatan Keyla ketika sedang digenjotnya. Melihat Keyla yang sedang blingsatan dibawah genjotan Frans, membuat ia seakan lupa diri dengan rencana awalnya. Sehingga tidak lama Frans pun mulai mendapat puncaknya.






“Aaahhh Key, aku keluaarrr”, teriak Frans panjang begitu ia mengeluarkan jutaan sel spermanya kedalam memek Keyla.


“Keluarkan sayang, keluarkan semuaannyyaa.. ahh aku sukaaaa”, senyum Keyla girang begitu merasakan semprotan demi semprotan sperma Frans di dalam tubuhnya.






Kejadian malam sebelumnya kembali lagi terulang, begitu puncak yang di raih Frans tidak kunjung berhenti, tak aral membuat Frans pun jadi panik. Ia teringat kejadian malam sebelumnya, saat spermanya tidak berhenti mengeluarkan spermanya. Vagina Keyla seolah seperti magnet yang bisa menarik terus – menerus spermanya keluar tanpa bersisa sedikitpun.






“Aahh Key, aku tidak bisa berhenti.. Help me Key”, kata Frans panik karena penisnya masih terus mengeluarkan cairannya, makin lama kesadarannya makin menghilang. Sekilas ia melihat Keyla seperti tersenyum tajam menatapnya.






Pandangan Frans makin lama makin kabur, akhirnya kesadaran Frans menghilang dan ia pun ambruk keatas tubuh Keyla.






Keyla tampak tersenyum puas setelah menikmati sperma Frans. Tampak wajahnya makin tampak lebih muda setiap ia selesai menikmati cairan keperkasaan Frans. Ia mengangkat tubuh Frans dengan sangat mudahnya lalu membaringkan tubuh yang hampir seperti mayat itu ke atas kasur, seakan tubuh Frans adalah seonggok kapas yang tidak mempunyai masa berat sama sekali.




Keyla berdiri di samping tempat tidur, lalu berjalan ke arah cermin. Lama ia menatap kagum ke tubuhnya yang ada di dalam cermin. Sekarang tampak tubuhnya semakin mempesona, kulit terlihat lebih segar dan lebih muda.




Kreekkk ssiinnggg




Pintu kamar terbuka pelan dengan sendirinya, dan di balik pintu tampak sebuah bayangan hitam besar tanpa wujud menatap ke arah Keyla.






“Bagaimana tugasmu ?”, tanya Keyla pada sosok bayangan hitam tersebut.


“Aku sudah menyingkirkannya, seperti yang nyonya perintahkan”, kata sosok tersebut dengan suaranya yang berat dan menyeramkan.


“Bagus. Sekarang pergilah kembali ke tempatmu berada”, perintah Keyla sambil tersenyum senang begitu mendapat kabar jika wanita yang coba menggoda prianya sore tadi telah disingkirkan oleh pengawalnya tersebut.


“dia...”, kata sosok bayangan hitam tersebut begitu melihat Frans yang terbaring tidak berdaya di atas ranjang.


“Jangan coba – coba kau usik dia, aku masih butuh dirinya”, sela Keyla marah begitu sosok bayang hitam tersebut melihat ke arah Frans. 




Lalu angin kencang tiba – tiba begitu saja mendorong sosok bayang hitam itu dengan kuat keluar, seiring dengan pintu kamar yang tertutup dengan sendirinya.


Keyla menatap Frans kembali dengan senyum senang, perlahan ia mengelusi wajah Frans.






“Andai kita bertemu dalam waktu dan keadaan yang berbeda, mungkin kita akan bisa hidup bahagia bersama”, katanya pelan menatap Frans yang sedang tidak sadarkan diri. Sorot matanya terlihat sedih, namun tidak ada air mata yang mengalir dari matanya.








BERSAMBUNG







Report content on this page

Posting Komentar

0 Komentar