RUMAH NO 202 PART 18

 

Sejak malam itu, Mereka selalu mengulangi persetubuhan terlarang itu sampai berkali - kali. Apalagi Arya, suaminya Lina lebih sering keluar kota. Mereka pun memanfaatkan kesempatan emas itu untuk mengulangi dan mengulanginya kembali, seperti tidak ada puasnya. Lina seperti mendapatkan pejantan yang selama ini didamba – dambakan nya. Frans yang memang memiliki libido besar, juga tidak bisa menolak, karena merasa mendapatkan penyaluran syahwatnya secara cuma – Cuma.




Sampai pada malam itu.






“Frans, aku mau minta cerai ke Arya”, kata Lina tiba – tiba setelah mereka selesai bercinta dikamarnya Lina.


“Apa! Jangan gila dah kamu”, kata Frans kaget.


“Iya, aku serius. Dia sudah setahun lebih tidak memberikanku nafkah bathin”, kata Lina lagi sambil mengusap – usap dada Frans.


“Tapi bukan berarti kamu harus minta cerai ke dia. Itu bukan solusi yang baik Lin”.


“Gak! Niatku dah bulat. Aku akan meminta cerai padanya”, kata Lina ngotot dengan niatnya.


“Pikirin nasib anak – anak kamu kalau cerai dari kak Arya”, kata Frans coba meredam niat Lina.


“Terserah dia. Kalau gak mau biar orang tuaku yang ngurus anak – anak”, jawab Lina dengan entengnya.


“Lagian aku sudah terlanjur cinta sama kamu. Kamu membuatku aku tidak bisa lepas dan selalu nagih”, kata Lina lagi, kali ini sambil tangannya mengelus kemaluan Frans.






Degh






Frans merasa seperti dejavu. Bagaimana tidak!, lagi seorang wanita sampai tergila – gila padanya karena permainan cintanya. Kalau selama ini, ia hanya bercinta dengan seorang wanita, hanya untuk one night stand semata. Tapi dengan Lina, ia telah melakukannya berkali – kali. Tanpa ia sadari itu membuat Lina jadi ketergantungan pada permainannya. Hanya karena menuruti hawa nafsunya selama ini, ia sampai lupa jika itu akan membuat rumah tangga kakaknya jadi hancur berantakan. Malam itu, ia jadi tahu sejak kecelakaan setahun yang lalu, kakaknya tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan biologis istrinya di ranjang. Dan menurut pengakuan Lina, kalau selama ini ia juga telah berselingkuh beberapa kali. Tapi sejak pemerkosaan yang dilakukan oleh Frans pada malam itu, saat Frans mabuk. Membuat ia yang awalnya terpaksa menjadi ketagihan. Apalagi Frans sangat perkasa di atas ranjang dan membuat Lina bisa mencapai puncaknya berkali – kali. Karena itu, Lina berniat pisah dengan Arya lalu menikah dengan Frans.




Frans menjadi merasa sangat bersalah sama kakaknya. Bagaimanpun ia turut andil, sehingga perselingkuhan itu jadi berlarut – larut.






“Gak bisa Lin. Kita gak bisa bersatu”, kata Frans menolak ajakan gila dari Lina.


“Kenapa gak bisa ? loe masih sendiri kan ? aku janji akan menuruti semua keinginan kamu Frans”, kata Lina lagi ngotot dengan pendiriannya.


“Kamu gila apa! Itu sama saja aku menghancurkan kehidupan kakak kandungku”, seperti tersadar dari kesalahannya selama ini. melihat Frans mulai menaikan nada suaranya, membuat Lina terpancing juga emosinya.


“Aku gak mau tahu. Aku akan tetap menuntut cerai Arya, pria tak berguna itu”, jawab Lina dengan nada tinggi.






Mendengar Lina menyebut kakaknya ‘pria tak berguna’ membuat Frans makin emosi. Ia berdiri dan memakai pakaiannya dengan terburu – buru.






“Frans kamu mau kemana ?”, tanya Lina kalut begitu akan ditinggalkan oleh Frans.


“Jernihkan pikiranmu Lin. Orang yang kamu bilang tak berguna itu kakakku. KAKAKKU”, kata Frans menegaskan kata terakhirnya.


“Pokoknya aku akan tetap menuntut cerai Arya. Dan Kamu...”, kata Lina lagi sambil menujuk muka Frans.


“Kamu yang memperkosa aku pertama kali, ingat ? Hah! Kalau kamu tidak mau menikahiku, aku akan bongkar semua tentang perselingkuhan kita. Aku akan bilang kalau kamu yang memerkosaku pertama kali”, ancam Lina dengan sorot mata tajam.






Frans yang diancam seperti itu, bukannya keder justru malah makin naik emosinya.






“Terserah. Yang jelas mulai saat ini aku gak mau melayani nafsu gilamu lagi”, ancam Frans balik. Lalu pergi meninggalkan Lina yang masih telanjang di atas kasur. Sementara Lina sendiri menatap Frans dengan sorot frustasi dan penuh dendam, sepertinya ia harus menghalalkan segala cara agar dapat menundukan Frans.


“Kamu akan menyesal karena telah memperlakukanku begini Frans, INGAT ITU!”, ancam Lina.






Frans tidak mempedulikan lagi semua ancaman Lina, dan pergi berlalu begitu saja.




Sejak saat itu, ada – ada saja ulah Lina untuk memancing keributan dengan Frans. Bahkan di depan suaminya sendiri ia sengaja mengata – ngatai Frans, untuk memancing pertengkaran. Namun sampai detik itu, ia masih belum melaksanakan niatnya untuk menggugat cerai Arya. Sampai pada puncaknya, ia mengata – ngatai Frans dengan bahasa yang sangat tajam dan tidak bisa di tolerir oleh Frans.






“Dasar benalu, kamu hanya bisa bergantung pada kami. Kalau tidak ada kami, bisa apa kamu, hah ?”, kata Lina dengan kejamnya. Parahnya kata – kata itu di ucapkan langsung di depan suaminya, dan yang sangat menyakitkan bagi Frans, Arya kakaknya, hanya terpana melihat istrinya menginjak – injak harga dirinya, tanpa sedikitpun membela dirinya.






Sebenarnya ia bisa saja membalas ucapan Lina, dengan mengungkap kegilaannya selama ini di belakang suaminya. Tapi sama saja ia membuka aibnya sendiri, dan tentunya itu yang diinginkan oleh Lina.




Akhirnya Frans hanya bisa diam, dan dengan emosi yang memuncak ia nekat pergi dari rumah kakaknya pada malam itu juga. Ia akan membuktikan pada Lina dan kakaknya, kalau ia bisa mandiri tanpa bantuan dari kakaknya.




Akhirnya senjata makan tuan, Lina yang mengatai – ngatai Frans akhir merasa menyesal sendiri. Selama beberapa hari sejak Frans pergi dari rumah, ia malah semakin gelisah karena kerinduannya dengan pemuda itu. Ia jadi menyesali karena menyudutkannya seperti itu, yang membuat adik iparnya tersebut kabur dari rumah. Saat syahwatnya sedang tinggi – tingginya, apalagi untuk ukuran wanita, Lina termasuk wanita yang hypersex. Sehingga ketika tidak ada Frans, ia menjadi uring – uringan sendiri. Mau coba selingkuh dengan pria lainnya, sepertinya bukan solusi terbaik, karena selama ini belum ada seorang priapun yang mampu memuaskan syahwatnya seperti Frans memuasinya.






Balik lagi ke waktu saat ini.




Lina semakin agresif, menciumi Frans di atas sofa.






“Lin jangan begini, ada calon istriku di rumah”, kata Frans coba menolak. Entah kenapa Frans merasa seperti ada mata penuh kemarahan yang melihatnya dari suatu tempat. Dan itu membuat Frans menjadi ketakutan sendiri, bukannya bernafsu malah keringat dingin yang mulai keluar membasahi pakaian Frans.






Lina bukannya berhenti diingatkan begitu oleh Frans, malah seperti orang sedang terangsang berat, menyosor bibir Frans dengan ganasnya. Tidak hanya itu, kali ini tangannya mulai mengelusi senjata pusaka Frans dari luar celananya.






“Ahhh aku ingin kamu Fransss”, desah Lina seperti orang yang lagi dalam keadaan sange tingkat tinggi.


“Lina, STOP!”, hardik Frans. Kecemasannya makin meningkat, karena angin kencang tiba – tiba saja seperti ribut dalam rumahnya. tirai jendelanya sampai terangkat tinggi, tidak hanya itu, perabot rumahnya bergoncang hebat seperti dilanda gempa. Pintu utama rumahnya sampai terbuka lebar karena terhempas oleh angin yang sangat kencang.






Lina yang di hardik Frans, membuka matanya terkejut. Selanjutnya, Ia seperti orang ketakutan, lalu meloncat mundur dari pangkuan Frans, sampai – sampai ia terjengkang kebelakang.






“Siapa kamu ?”, katanya dengan ketakutan.


“Hah ? aku Frans”, kata Frans heran, karena Lina seperti takut dan tidak mengenalinya.






Tapi lain halnya di mata Lina saat ini, ia terkejut setengah mati!. Karena begitu ia membuka mata, yang didapatinya adalah sosok orang tua jelek seperti mayat, dengan muka di penuhi oleh belatung, sangat mengerikan!.




Melihat Lina yang takut sampai duduk terjatuh ke belakang, Frans bangun dari duduknya bermaksud untuk membantu Lina berdiri.






“Jangan.. jangan kesini. Pergi kamu.. hah hahh”, usir Lina, ia sangat ketakutan dan dada naik turun karena sesak nafas.


“astagaa dimana aku berada ini ?”, teriak Lina histeris.






Lalu seperti orang gila, ia berlari keluar rumah Frans dengan sangat terburu – buru seperti orang dikejar setan.




Frans bermaksud mengejar Lina keluar rumah. Tapi terdengar sebuah suara wanita menghardiknya dari tangga atas rumahnya.






“Coba saja kamu berani mengejar dia”, teriak wanita tersebut.






Frans melihat ke tangga atas, ternyata disana sudah berdiri Keyla dengan tatapan penuh amarah, melihat kearahnya. Entah kenapa Frans sangat takut melihat kemarahan Keyla saat ini, dan itu membuat nyalinya tiba – tiba jadi ciut sehingga langkahnya tidak jadi menyusul Lina keluar rumah.








***






Lina terus saja berlari keluar dari rumah Frans. Ia merasa dikejar oleh sesosok mayat yang tadi diciumnya.




Entah berapa kali ia terjatuh kemudian bangun lagi dengan tertatih -tatih, dalam pandangannya saat ini, ia sedang berada dalam sebuah komplek pemakaman tak berpenghuni. Entah bagaimana ceritanya sampai ia bisa berada disana, karena hal terakhir yang diingatnya adalah ia sedang berada dirumah Frans, dan sedang bercumbu dengan Frans. Namun ketika ia membuka mata, semuanya jadi berubah. Sosok yang ia ciumi adalah mayat kakek tua yang sudah mulai membusuk. Mayat tersebut tersenyum padanya, dengan senyum yang sangat mengerikan, bahkan tampak belatung berjatuhan dari tubuh mayat tersebut.




Lina terus saja berlari, karena mayat tersebut coba mendekatinya lagi dan memaksanya untuk bercinta.






“Tidaak tidaakkk jangan ganggu akuu”, teriak Lina histeris sambil berlari tak tentu arah. Karena panik dan ketakutan, ia jatuh ke dalam sebuah parit yang ada dipinggir kuburan.


“arrrghhhh”, teriak Lina kesakitan.






Namun saat ia coba berdiri, ternyata tangan dan kakinya sudah terlilit oleh akar pohon.






“Toloonggg”, teriak Lina tak berdaya.






Akar – akar yang melilit kaki dan tangannya tiba – tiba bergerak saling berlawan arah dan makin mengencangkan lilitannya pada kaki dan tangan Lina. Saking kencang lilitan akar – akar tersebut, kulit kaki dan tangan nya sampai mengeluarkan darah dan tergelupas.






“aahh sakit, tidaakk tolongg”, lolong Lina penuh kesakitan. Ditambah suasana malam yang sunyi, seolah – olah hanya Lina seorang diri disana. Padahal seingatnya, beberapa ratus dari rumah Frans ada perkampungan penduduk. Tapi yang ditemuinya adalah justru area pemakaman tua yang di penuhi semak belukar di sana sini. Terdengar teriakan kesakitan dari mulut Lina semakin lirih, siapapun yang mendengarnya pasti lari terbirit – birit, karena saking pilu teriakan kesakitannya.




Tidak berhenti hanya sampai disitu, bahkan dari arah semak – semak di sekeliling Lina mulai bermunculan rayap, lipan, ular, dan kalejengking berbisa dalam jumlah sangat banyak. Perlahan – lahan mulai mengerebungi tubuh Lina.






“Oh tidaakkk, siapapun tolong aku”, teriaknya dengan jerit putus asa.






Saat akar – akar pohon itu mulai bergerak kembali mengencangkan tarikannya, binatang – binatang yang berbisa tersebut juga mulai menggigit tubuhnya, sehingga menambah lengkap siksaan yang dirasakan oleh Lina.






“arrrgghhhhhh”, jerit Lina pilu.






Dari arah bawahnya muncul seekor ular python seukuran lengan orang dewasa merayap perlahan masuk ke arah selangkangan. Tubuh Lina yang sudah penuh dikerubungi oleh rayap dan binatang berbisa mulai menghilang tenggelam oleh kerumunan binatang tersebut.






“Arrrghhh uhhk uhkk”, kembali terdengar lolongan menyayat hati dari mulut Lina, saat ular Python tersebut mulai memaksa masuk ke dalam kemaluannya. Namun untuk berteriak ia sudah tidak bisa, karena rayap dan lipan mulai berhamburan masuk ke dalam mulutnya begitu ia berteriak karena kesakitan di seluruh tubuhnya.




Tampak tubuh Lina mengejang meregang nyawa beberapa saat lalu diam tidak bergerak sama sekali. Malam itu, Lina pun mencapai ajalnya dengan nasib yang sangat tragis.




Lina sampai harus menemui ajalnya dengan tragis. Bagaimana nasib Frans yang saat ini sedang berada di rumahnya bersama Keyla ? akankah ia bernasib serupa dengan Lina ?






Nantikan episode selanjutnya yang tambah seru dan membuat penasaran








BERSAMBUNG









Report content on this page

Posting Komentar

0 Komentar