Sekarang giliran Frans yang di buat bengong dan tidak percaya. Bagaimana tidak, rasanya seperti mendapat sebuah keberuntungan yang berkelanjutan. Kalau istilah para colikers “Udah coli, crot nya sampai berulang – ulang”, wkwkwk. Istilah dari mana itu ? bodo’ ah, coli aja terus sono... wkwkwk. Kabur ahh sebelum colikers nya ngamuk dan tambah ngabisin sabun ^^.
“Tapi apa jaminannya, kalau saya tidak akan diperlakukan seperti sebelumnya ?”, walau dalam hati nya meluap – luap senang karena dapat pekerjaannya kembali, namun otak briliant Frans mau memanfaatkan kesempatan emas itu sebagai nilai tawar baginya. Ia ingin membuktikan, apakah mungkin semua itu ada hubungannya dengan apa yang Keyla ucapkan semalam.
“Tapi aku bisa mengembalikan semua itu, kalau kamu mau?”, kata Keyla dengan senyum penuh misteri.
“Maksud kamu apa ?”, tanya Frans, kali ini dengan nada pelan.
“Iya, karena kamu akan jadi suamiku. Aku akan menuruti semua keinginan kamu, apapun yang bisa buat kamu bahagia jadi suamiku”, katanya lagi.
“Kalau kamu bisa penuhin syarat itu, semua keinginan kamu akan aku penuhi”, katanya lagi.
“Kamu mau apa ? pekerjaan mu balik lagi ?”, tanya Keyla.
“Hah! Mang bisa ?”, tanyaku heran.
“Yah bisa, atau kamu mau kendaraan mewah merk apapun yang lagi tren saat ini ? kekayaan yang melimpah ?”, tanya Keyla.
“Apapun permintaanmu akan dikabulkan oleh perusahaan”, kata pak Anggoro menyadarkan Frans dari lamunannya
“Apapun pak ?”, tanya Frans memastikan.
“Iya, apapun. So, apa yang kamu inginkan ?”, tanya pak Anggoro.
“Baiklah. Kalau begitu, saya ingin jadi head project dan gaji saya dinaikkan 4 kali lipat dari sebelumnya”, kata Frans sambil tersenyum sumringah. Walau ia sedikit ragu juga kalau permintaannya akan dikabulkan.
“Oke deal”, jawab Pak Anggoro singkat.
Anjrit langsung di kabulkan begitu saja, tau begitu minta di naikan lebih banyak, bathin Frans.
Dalam hati Frans mulai timbul keyakinan, kalau semua itu memang ada campur tangannya Keyla di dalamnya, tapi pertanyaannya bagaimana caranya ia melakukan semua itu? lalu, siapakah Keyla sesungguhnya ? dan banyak lagi pertanyaan di benaknya saat ini. tapi terlepas dari semua itu, ia mensyukuri bisa membeli rumah klasik no. 202 tersebut, karena dari situ ia seperti mendapat dewi fortunanya sendiri. Bagaimana tidak! Baru tadi ia mendapat hadiah mobil mewah yang tidak di sangka – sangkanya, dan sekarang malah dapat pekerjaan lamanya kembali, bahkan ia dapat posisi yang lebih baik dari sebelumnya, tidak hanya itu, ia juga mendapatkan penghasilan 4 x lebih banyak dari sebelumnya, padahal sebelumnya saja dengan gaji yang di dapatnya sudah lumayan besar rasanya, sekarang ia mendapat 4 x lebih besar dari gaji standarnya, sungguh keberuntungan yang sangat jarang di dapatkan dengan cara yang biasa.
Hari itu, ia menyepakati job barunya dengan salah satu dewan direksi di perusahaannya tersebut. Bahkan hari senin ia sudah bisa kembali mulai bekerja.
“Oke, kalau begitu saya pamit dulu yah Frans”, kata pak Anggoro sambil berdiri diikuti oleh sekretaris pribadinya setelah kesepakatannya beres dengan Frans.
“Mau kembali ke kantor atau refreshing dulu pak?”, kata Frans sambil bercanda pada pak Anggoro.
“Refreshing dulu lah, melemaskan otot biar gak terlalu tegang bekerja, Hehe”, jawab pak Anggoro sambil melirik pada sekratris pribadinya itu, Aurel yang sadar arti lirikan bosnya tersebut hanya tesenyum kecil sambil menunduk.
Bisa saja bandot tua ini mendapatkan Sekretaris sebening Aurel, dalam hati Frans sebenarnya ingin coba membuktikan satu hal lagi, kalau memang ia bisa mendapat keberuntungan dengan membatinkan apapun keinginnya, maka ia mau mencoba untuk mencicipi sekretaris pribadinya pak Anggoro. Daritadi gaya sekretaris pribadi pak Anggoro sudah menggugah syahwat pribadinya, dan membuatnya jadi ingin mencicipi sekretaris pak Anggoro tersebut, pastinya pak Anggoro juga akan menuruti keinginannya, begitu pikirnya
“Pak...”, panggil Frans singkat.
Namun belum sempat ia mengucapkan keinginannya tersebut, tiba – tiba terbayang dengan jelas wajah Keyla seperti duduk di depannya.
“Syaratnya, kamu tidak boleh lagi berhubungan dengan wanita lain, selain hanya aku seorang”,
“hanya aku seorang”
“hanya aku seorang”
“aku seorang”
Ucapan Keyla seperti menggema berulang – ulang.
Bahkan dengan sangat jelas Keyla mengucapkan kata – kata yang semalam di ucapkannya.
Degh
Frans menjadi cemas sendiri di buatnya. Jika seandainya Frans bisa mendapat banyak keberuntungan yang tak terduga seperti hari ini, bukan berarti ia juga akan mendapatkan kesialan jika memaksa melanggar janjinya yang telah diucapkannya pada Keyla semalam, dan perlahan itu menghadirkan ketakutan dalam dirinya.
“Iya Frans”, kata pak Anggoro sambil berbalik ke arahnya.
“Ah tidak apa – apa Pak. Selamat bersenang – senang”, tukas Frans.
Pak Anggoro hanya tersenyum, lalu melanjutkan langkahnya kearah kasir dan berlalu meninggalkan Cafe tersebut.
Begitu selesai makan siang, Frans berniat pergi dari Cafe tersebut. Namun baru Frans berdiri dan akan berbalik melangkah keluar, Frans bersenggolan dengan seorang wanita yang kebetulan baru masuk ke dalam Cafe tersebut.
“Eh maaf!, saya tidak sengaja, anda tidak apa – apa ?”, kata Frans sambil membantu wanita tersebut berdiri.
“Iya tidak apa – apa mas. Eh Frans ?”, tanya wanita cantik tersebut kaget begitu melihat pria yang menabraknya barusan adalah Frans.
“Kamu...?”, Frans menjadi sedikit emosi melihat wanita yang baru ditabraknya tersebut. Tidak ada yang salah dan kurangnya dari wanita tersebut. Ia sangat cantik dan anggun layaknya seorang model kelas atas, namun apa yang terjadi di masa lalunya dengan wanita tersebut membuat ia enggan untuk bertemu dengannya lagi. Entah kenapa ketika bertemu dengan wanita tersebut, membuat Frans seperti teringat akan luka lama lagi.
Frans berlalu berjalan begitu saja meninggalkan wanita tersebut.
“Frans.. tunggu!”, teriak wanita tersebut menahan langkahnya.
Namun Frans tidak mengubrisnya dan tetap melangkah menjauh dari tempat itu.
“Frans tunggu.. aku mau jelasin semua”, kata wanita tersebut begitu berhasil mengejar dan memegang lengan Frans. Semua pengunjung Cafe jadi melihat kearah mereka, karena wanita tersebut berteriak cukup keras memanggil Frans.
“Gak ada yang perlu dijelasin Mica”, kata Frans sinis dan sedikitpun tidak melihat ke arahnya.
Mica (mantan nya Frans)
“Tapi aku merasa perlu jelasin ke kamu, please beri aku kesempatan”, mohon Mica. Ternyata ia adalah mantan kekasihnya Frans yang dulu pernah mengkhianatinya.
Frans marik nafas dalam menenangkan emosinya yang sudah terlanjur naik, ia tidak ingin kalap dan menyakiti perempuan yang ada didepannya ini.
“5 menit. Silahkan bicara”, kata Frans dingin.
“Lihat aku Frans! Apa sebenci itu kah kamu padaku, sampai melihatku pun, kamu tidak sudi ?”, kata Mica mulai terisak sedih.
Sebenarnya Frans kasihan juga mendengar ucapan Mica barusan, walau bagaimanapun ia pernah punya kenangan indah dengan Mica, pernah tinggal bersama di Apartemennya Mica. Sampai Mica merusak semua itu dengan perselingkuhannya dengan rekan seprofesinya. Dan itu meninggalkan luka yang cukup dalam di hati Frans.
“Waktunya tinggal 4 setengah menit lagi untuk bicara”, jawab Frans dingin.
Mica begitu terpukul dengan ucapan dingin Frans, ia tidak mengira kalau Frans benar benar akan membencinya seperti itu. Tapi, ia tidak bisa menyalahkan Frans. Itu semua karna kesalahannya juga, karena telah bermain api dengan rekan pria nya yang sama – sama model.
“Frans aku tahu kalau aku salah, aku telah mengkhianati cinta kita”, kata Mica dengan wajah penuh penyesalan. Namun Frans hanya diam dan meliriknya sebentar lalu kembali memandang kearah lain.
“Aku dan Gilang hanya terjebak oleh keadaan, dia yang memaksaku untuk melayaninya. Saat itu, di apartemennya aku diberi obat perangsang, sehingga ia bisa memaksaku untuk berhubungan badan”, kata Mica mulai menjelaskan.
“dan... ia merekam kejadian malam itu, dan dengan itu ia terus mengancamku untuk selalu mau melayaninya hasratnya. Sehingga mau tidak mau, aku harus selalu melayaninya nafsunya kapanpun ia membutuhkannya. Jika tidak, ia mengancam akan memberi kan rekaman persetubuhan tersebut pada kamu. Aku takut Frans, aku takuuutt.. hi
iks”, tangis Mica pecah lagi.
Frans merasa tercekat mendengar penjelasan dari Mica, tapi bagaimanapun ia masih merasa sakit karena merasa di khianati, di depan matanya sendiri, dalam Apartemen mereka, ia menyaksikan Mica mendesah – desah ketika ditindih oleh selingkuhannya tersebut. Rasa sakit itu, membuat Frans tidak mau begitu saja mempercayai Mica. Egonya sebagai seorang laki – laki merasa terlukai dengan perselingkuhan yang dilakukan oleh Mica, walau menurut penjelasan Mica barusan ia dipaksa dan diancam.
“Sampai pada akhirnya, aku berhasil terlepas dari jerat Gilang. Setelah 2 minggu yang lalu ia ditangkap polisi karena kasus narkoba dan pemerasan. Ternyata korbannya tidak hanya aku, ia juga memeras seorang istri konglomerat dengan cara serupa. Aku sangat bersyukur akhirnya bisa lepas dari Gilang. Sejak itu, aku berusaha menacarimu, tapi nomormu sudah tidak bisa dihubungi, aku cari ke rumah Mas Arya, katanya kamu sudah tidak disana. Frans, aku benar – benar menyesali semuanya. Aku tahu, aku telah melukai dan menyakiti perasaanmu, mengkhianati cinta kita, aku berjanji untuk memperbaiki semuanya, aku cinta kamu Frans.. hikss”, kata Mica terisak sedih.
“Sudah terlambat Mic”, kata Frans dingin.
“Maksud kamu ?”, tanya Mica terpana.
“Kita sudah tidak bisa bersama lagi”, kata Frans menoleh menatap Mica.
Mica menggeleng – geleng dan terisak makin sedih.
“Tidak Frans, tidaakk.. aku akui kalau aku salah. Tapi aku mohon jangan ucapkan ituuu.. hiks”, kata Mica sambil terduduk di lantai dan memeluk kaki Frans.
“Please Mic, jangan seperti ini”, kata Frans kaget dan coba mengangkat kedua bahu Mica untuk berdiri.
“Tidak Frans, aku akan begini terus sampai kamu mau menerima aku kembali. Kalau perlu aku akan bersujud padamu”, mohon Mica lagi sambil coba bersujud ke kaki Frans.
“Please Mic, jangan permalukan diri kamu begini!”, kata Frans memaksa menegakan tubuh Mica. Orang – orang dalam Cafe semakin banyak yang melihat mereka, mungkin mereka juga heran wanita yang begitu cantik sampai harus bersujud pada seorang pria. Kesalahan apa yang membuat si Wanita sampai rela bersujud begitu pada pria nya, begitu pikir mereka.
“Kamu gak malu dilihat orang – orang begini ?”, kata Frans dingin.
“Aku gak peduli, sampai kamu mau menerima aku kembali”, kata Mica ngotot.
“Tidak bisa Mic. Aku.. aku sudah akan menikah”
“Hah? Tidak.. tidak, kamu bohongkan Frans ?”, kata Mica mengeleng sambil menutup telinganya.
“Frans kamu pasti bohongkaaan ?, kata Mica agak histeris tidak terima dengan penjelasan Frans.
Frans memegang tangan Frans yang menutupi telinganya, lalu mengenggam tangan gadis cantik tersebut.
“Mic, kita tidak bisa bersama lagi. Aku akan menikah dengan orang lain”, kata Frans tegas sambil menatap wajah Mica.
“Tidak Frans... kamu bohong kan! Kamu hanya ingin menghukum ku kan?”, kata Mica masih tidak terima dengan penjelasan Frans.
“Aku serius Mic. Kamu bisa mendapatkan pria yang lebih baik dari aku”, ucap Frans memandang kasihan pada mantan kekasihnya tersebut
“Tidak, tidak mungkin, aku sayang kamu Frans. Aku hanya mau kamu Frans, kumohon”, kata Mica dengan air mata yang mengalir deras di kedua pipinya. Frans merasa kasihan juga melihat Mica, bagaimanapun ia pernah mencintai wanita ini, dan dalam hatinya terdalam sebenarnya juga masih ada cinta untuk Mica, tapi rasa sakit melihat Mica berselingkuh membuat ia mengubur dalam – dalam rasa cintanya. Dan benar apa yang dikatakan Keyla semalam, kalau ia sengaja melampiaskan rasa sakitnya dengan bercinta sama banyak wanita lalu meninggalkan mereka begitu saja, hanya cinta semalam.
“Carilah pria yang lebih dari aku Mic. Maaf! Kita tidak ditakdirkan untuk bersama”, kata Frans, lalu berbalik pergi meninggalkan Mica.
“Tidak Frans.. Franss.. Jangan tinggalkan akuu”, teriak Mica histeris memanggil - manggil namanya.
Namun Frans berlalu pergi tanpa berpaling sedikitpun kearah Mica, ia seperti sudah membulatkan tekat untuk benar – benar memutuskan hubungannya dengan Mica, biar Mica hanya jadi masa lalunya.
Frans berjalan ke parkiran, namun saat ia akan sampai ke mobilnya, ada sebuah mobil Avanza silver parkir tepat disebelah mobilnya. Begitu ia akan membuka pintu mobilnya, ia dikagetkan dengan sapaan orang yang baru parkir di sebelah mobilnya tersebut.
“Frans”, sapa orang tersebut.
“Mas Arya!”, jawab Frans kaget. Ia tidak menyangka akan bertemu dengan kakaknya kembali setelah pergi dari rumah kakaknya tersebut.
Arya mendekati Frans, tampak ia merasa bersalah karena telah membiarkan istrinya mengusir adiknya tersebut.
“Dik”, kata Arya sambil memeluk tubuh Frans.
Frans hanya diam tanpa membalas pelukan Arya.
“Maafkan mas mu ini Dik!. Aku benar – benar tidak berguna sebagai seorang kakak”, kata Arya sambil memeluk Frans. Frans merasa tidak enak mendengar ucapan kakaknya tersebut. Ia tahu alasan sebenarnya kenapa kakaknya tersebut tidak berkutik di hadapan istrinya. Karena kepercayaan dirinya sebagai seorang laki – laki tidak bisa lagi berfungsi. Sehingga ia tidak punya muka di hadapan istrinya. Tapi tidak mungkin Frans mengatakan itu pada kakaknya, sama saja ia menginjak – injak harga diri kakaknya. Bagaimanapun ia sangat menghormati kakaknya itu, alasan yang sama ia menghentikan perselingkuhannya dengan sang kakak ipar, walau ia yang pertama kali memulainya secara tidak sengaja.
Hati Frans tersentuh juga dengan pengakuan kakaknya tersebut. Walau bagaimanapun ini semua karena kakak iparnya, Lina. Pada dasarnya, kakaknya itu sangat sayang padanya. Bahkan ia yang dulu menyuruh Frans untuk tinggal bersama mereka ketika ia masih mencari – cari pekerjaan di Ibu Kota. tidak hanya itu, kakaknya juga yang membiayai semua keperluannya sampai akhirnya ia mendapat pekerjaan. Mengingat itu semua, membuat Frans juga merasa bersalah pada kakaknya, karena telah mengkhianati kakaknya tersebut dengan menyelingkuhi istri kakaknya.
“Tidak mas, aku yang salah. Pergi begitu saja tanpa pamit pada sampeyan”, kata Frans sambil membalas pelukan kakaknya.
“Tidak dik, ini salahku. Seharusnya aku bisa lebih tegas pada istriku”, kata Arya lagi ketika melepas pelukan adiknya.
“Sudah lupakan Mas”, jawab Arya sambil tersenyum pada kakaknya, biar kakaknya tidak terlalu menyalahkan dirinya sendiri. “Lagian semua sudah berlalu, kalau tidak karena itu, aku tidak akan bisa mandiri seperti sekarang ini”, jelas Frans lagi.
“Benarkah ? aku turut senang mendengarnya”, kata Arya bangga sambil menonjok kecil bahu adiknya itu.
“Iya mas, aku sudah membeli sebuah rumah di pinggiran kota ini”, jelas Frans.
“Iya kah ? wah boleh kah aku main kesana kapan – kapan yah ?”, tanya Arya lagi senang mendengar adiknya sudah memiliki rumah sendiri.
“Boleh mas. Tapi jangan sekarang”, tolak Frans halus.
“Ayolah! Aku Mas mu dik, masa tidak boleh berkunjung ke rumah adiknya sendiri”
“Bukan begitu mas.. tapi..”, kata Frans agak ragu. Maksudnya ia mau mengatakan tidak mau sampai kakak iparnya menemuinya lagi.
“Kamu masih marah dengan mbakmu yah ?”, tebak Arya.
Frans hanya diam sambil melirik masnya sebentar.
“Tenang saja, Cuma aku yang tahu. Aku tidak akan mengajaknya ke tempatmu kalau memang kamu masih belum bisa memaafkannya. Mas paham kok!”, kata Arya sambil terswenyum pada adiknya tersebut.
Frans menatap Arya agak ragu.
“Trust me!”, kata Arya meyakinkan adiknya.
BERSAMBUNG
Report content on this page
0 Komentar