LINA DAN NASIBNYA YANG TRAGIS
POV Frans
Aku terbangun begitu merasakan cahaya mentari menyengat kulitku dari balik golden jendela kamar.
"Shit! Apakah hari sudah siang ?" pikirku.
Badanku terasa sangat lemas dan tidak bertenaga, bahkan untuk menggerakkan tangan saja rasanya sangat sulit. Apakah aku sudah mati? pikirku cemas. Aku coba membuka mata dan memandang kesekeliling kamar. Ini masih dikamarku, pikirku lega. Tapi mau bergerak rasanya sangat susah, aku lihat tubuhku masih dalam keadaan bertelanjang total, untungnya sudah ditutupi oleh selimut.
Aku mengumpulkan kesadaran dan mengingat kejadian terakhir sesaat sebelum aku pingsan. Aku bercinta habis – habisan dengan Keyla. Tapi kenapa badanku rasanya hancur begini, untuk pertama kalinya aku bisa sehancur ini setelah bercinta. Aku benar – benar di buat pusing tentang yang sebenarnya terjadi. Bagaimana tidak pusing, aku masih ingat dengan jelas, ketika aku memuncratkan spermaku ke dalam kemaluan Keyla, tapi yang terjadi!, spermaku seperti dipaksa untuk memuntahkan semua isinya tanpa bisa berhenti. Apa ada liang vagina yang seperti itu yah? sekali bercinta saja aku sudah di buat separah ini, lebih dari ini bisa tamat riwayatku, sial!.
Tapi tidak bisa kupungkiri, kalau bercinta dengan Keyla membuatku ketagihan. Dia seperti Dewi Seks, memandangnya saja sudah bisa membangkitkan birahi lelaki manapun. Belum lagi tubuhnya,, uuuhhhh seksi abis. Membayangkannya saja membuatku sudah konak, apalagi akan bercinta lagi dengannya.
Wait!, seperti disengat listrik, aku coba memeriksa sesuatu dibawah sana. Karena aku ingat, junior ku jadi kroban pemerasan oleh miss V-nya Keyla semalam.
Astaga! Kenapa bentuknya jadi kurus begitu. Oh tidak! Pikirku panik. Begitu melihat kemaluanku dari bawah selimut
“ahhkkkk”, erangku kesakitan.
Begitu aku memaksakan untuk bangun, setiap persendian di tubuhku terasa sangat sakit dan tidak bisa digerakkan. Aku coba berguling kesamping, dan
Bughhhhh
“awwww..” aku terjatuh kebawah kasur.
Ternyata tubuhku benar – benar sulit untuk digerakkan. Kucoba memegang tepian tempat tidur, dan perlahan kuusahakan untuk duduk bersandar di pinggiran tempat tidur.
“Astaga, siapa itu ?”, teriakku kaget begitu melihat ke arah cermin.
Oh my god! Yang di cermin itu ternyata diriku. Apa yang kulihat di dalam cermin benar – benar membuat diriku kaget setengah mati. Fisikku sangat kurus dan kering, bahkan bola mataku terlihat menonjol keluar, belum lagi tulang pipiku terlihat tirus seperti orang tidak pernah makan dan sangat kekurangan gizi, kulit wajahku sangat pucat seperti tidak ada darah sama sekali.
Apakah ini efek bercinta dengan Keyla semalam. Degh! Betapa mengerikannya jika bercinta dengannya bisa membuatku seperti ini. bahkan saking kurusnya, dalam keadaan panik seperti ini saja, tubuhku tidak bisa mengeluarkan keringat sama sekali. Di saat seperti ini, aku jadi berpikir kalau aku benar – benar akan mati. Aku terbayang keluargaku yang ada di Surabaya, aku khawatir menjelang ajalku tidak bisa bertemu dengan mereka lagi. Apalagi aku hanya seorang diri di rumah ini. Meta?. Tidak mungkin, katanya dia sedang di luar kota, kemungkinan baru besok dia akan kesini. Entah aku masih hidup atau tidak menjelang besok.
Tidak!, aku tidak boleh menyerah. Aku membayangkan masih banyak cita – cita yang ingin kugapai, mati konyol dan menyerah dalam keadaan begini bukanlah sifatku, pikirku menabahkan diri.
Aku melihat sekeliling, mencari apa yang bisa kumanfaatkan.
Eh tapi ?
Aku baru sadar akan suatu hal. Aku tidak menemukan sama sekali keberadaan Keyla. Apa ia pergi meninggalkanku begitu saja setelah bercinta semalam? tapi tidak mungkin juga. Karena golden jendela dalam posisi terbuka. Aku baru ingat juga kalau biasanya Keyla selalu membuatkanku makanan setiap harinya. aku lihat ke atas meja kecil yang ada disamping tempat tidur. Dan benar saja, disana sudah ada segelas susu dan semangkuk bubur?.
Aku coba beringsut mendekati meja samping tempat tidur, begitu ku coba menggapai mangkuk makanan, ternyata di bawahnya ada secarik kertas. Rupanya Keyla sempat meninggalkan sebuah pesan dalam secarik kertas sebelum ia berangkat.
Hai Sayang.
Thanks buat malam indahnya, kamu benar – benar perkasa dan bisa memuaskanku.
Sebagai gantinya kubuatkan semangkuk bubur spesial, harus diminum yah biar tenagamu bisa pulih seperti sediakala.
Aku pergi keluar dulu. Tidak usah mencariku.
Dan sampai ketemu nanti malam
Bye dear
Mmuacchh
Tulisnya di kertas itu. Ia mau keluar kemana? tapi, masa bodohlah. Orang seperti Keyla tentunya punya kesibukan sendiri. Kupaksakan untuk bergerak kesamping dekat meja kecil, kupaksakan untuk mengambil mangkuk sup yang dimaksud oleh Keyla.
Untuk mengangkat mangkuk bubur saja tanganku sampai gemetaran saking lemahnya, gila! Segitu lemahnya kondisiku setelah bercinta dengan Keyla semalam.
Ternyata bubur spesial yang di maksud Keyla adalah bubur berwarna merah. Warnanya merah bening namun agak kental, kupikir itu agar – agar awalnya. Tapi begitu aku cicipin sesendok, rasanya sangat segar, seperti air, hampir tidak berasa. Benar saja, baru sesendok bubur buatan Keyla aku cicipi terasa tubuhku mulai berenergi kembali. Bubur apa sebenarnya ini? tanyaku dalam hati penasaran.
Setiap sendok yang masuk kedalam mulutku membuat tubuhku hampir serasa pulih rasanya. Terlepas dari misteri tentang bubur buatan Keyla, sampai akhirnya aku menghabiskan semua bubur tersebut tanpa bersisa sedikitpun.
“ah segarnya”, kataku sambil merenggangkan lenganku ketas.
Staminaku sudah hampir pulih sepenuhnya, selanjutnya kuhabiskan segelas susu yang ada di atas meja. Benar – benar masakan yang spesial. Apa bubur ini sudah diisi doping oleh Keyla yah?, tenagaku bisa langsung pulih setelah menghabiskan bubur buatannya. Penasaran, aku bercermin kembali.
Kulihat fisikku sudah kembali seperti semula. Aku dibuat kagum dengan masakkannya Keyla. Tapi, kalau harus bercinta dengan Keyla seperti semalam, apakah aku masih sanggup ya?, bercintanya sih gak masalah, enak banget soalnya, hehehe. Tapi kalau harus sampai kritis seperti tadi dan membuatku hampir kehilangan nyawa seperti tadi, entahlah!.
Setelah kurasa fisikku sudah benar – benar kuat dan pulih seperti sediakala, kusempatkan bercermin sebelum ke kamar mandi.
Hmnn, sudah mulai pulih seperti sediakala ternyata, bathinku.
***
Baru saja selesai berpakaian dan dandan seperlunya, niatku pagi ini mau melihat rumah kecil di belakang. Aku ingat Keyla menyebut kalau selama ini ia tinggal disitu. Aku hanya ingin memastikan tempat tinggal Keyla. Namun baru saja aku melangkah keluar kamar HPku berdering.
BANK BC* Called
Aku heran, kok Bank yang menelepon. Penasaran kuangkat panggilan tersebut.
“Hallo, apa benar ini dengan Bapak Dennis Frans Aditya saya Bicara ?”, kata suara operator wanita di seberang telfon.
“Iya, saya sendiri. Ada apa yah ?“
“Begini pak, nama Bapak keluar sebagai pemenang hadiah utama yang di selenggarakan oleh Bank kami”
“Maksudnya gimana yah Mbak ?”, tanyaku heran. Agak curiga juga sih, jangan – jangan orang mau nipu mengatas namakan Bank. Maklum lagi banyak kasus serupa, jadi mesti waspada kan!.
“Iya Bapak. Kita mengadakan undian yang di selenggarakan setiap beberapa bulan sekali, dan untuk periode ini, nama Bapak keluar sebagai pemenang hadiah utama dan Bapak berhak mendapatkan sebuah mobil BMW Seri 5”
Oh my God!, betapa senangnya aku mendengar kabar ini. seperti dapat durian runtuh aja rasanya, hehehe. Hatiku melonjak – melonjak senang.
“Serius mbak ?”, tanyaku untuk lebih meyakinkan.
“Iya Bapak. Untuk klaim hadiahnya langsung ke Bank Unit terdekat ya, dengan membawa data diri dan buku rekening yah pak”, kata operator wanita tersebut ramah.
“oh oke siap mbak”
Ini benar – benar gila rasanya. Tapi sebentar!, begitu aneh rasanya. Perasaan aku baru bulan kemaren menabung di Bank BC* tersebut, masa iya langsung jadi pemenang. Hadiah utama lagi!. Kalau di undi berdasarkan saldo, rasanya tidak mungkin juga. Karena baru beberapa hari yang lalu aku menguras isinya untuk membeli Rumah yang kutempati sekarang, belum lagi untuk membeli keperluan di rumah ini serta motor baru.
Degh
Aku ingat percakapanku semalam dengan Keyla.
“Yah bisa, atau kamu mau kendaraan mewah merk apapun yang lagi tren saat ini? kekayaan yang melimpah?”, tanya Keyla semalam sebelum kami mulai bercinta.
Tapi, apa iya dia yang melakukan ini semua? kalaupun iya, bagaimana cara Keyla melakukannya ? dan masih banyak lagi pertanyaan yang menggelayuti pikiranku.
Ah, masa bodohlah. Akhirnya hari itu, aku memutuskan berangkat ke Bank terlebih dahulu untuk memastikannya, dan mengesampingkan untuk memeriksa rumah belakang tempat Keyla tinggal.
Siang jam 10.30 Wib aku sudah sampai di Bank BC* tempat aku berlangganan. Setelah menanyakan ke bagian CS Bank tersebut, ternyata memang benar namaku lah yang tertera sebagai pemenang utama hadiah undian tersebut.
Astaga, ternyata memang benar, pikirku senang.
Bahkan aku bisa langsung membawa mobilnya setelah mengisi beberapa formulir dan pengambilan foto dokumentasi yang diliput oleh salah satu stasiun televisi lokal.
Sekarang disinilah aku, mengendarai mobil BMW serie 5 terbaru. Buset dah, seperti mimpi saja rasanya. Aku kehilangan mobil fortuner kesayanganku, dan sebagai gantinya aku dapat hadiah mobil mewah yang tidak disangka – sangka. Aku jadi tersenyum sendiri sambil berkendara. Jika orang melihatku, mungkin akan dikira aku orang gila yang kebetulan naik mobil mewah. Tapi masa bodohlah, gilapun! kan naik mobil mewah, wkwkwk.
POV Author
Frans membelokkan mobilnya ke sebuah Cafe elit yang ada di pusat kota. Dulu, biasanya Frans dan teman – temannya seprofesinya sering menghabiskan waktu santai atau sekedar istirahat siang di Cafe tersebut. Dan benar saja, begitu Frans masuk kedalam Cafe tersebut. Disana berkumpul beberapa teman lama Frans yang masih bekerja di perusahaan tempat Frans kerja sebelumnya. Tapi belum sempat ia ke tempat teman – temannya dulu, ia di sapa oleh salah seorang pengunjung Cafe, yang kebetulan duduk dekat dengan pintu masuk. Ternyata beliau adalah Pak Anggoro, salah satu dewan direksi di tempat ia bekerja dahulu. Siang itu, beliau ditemani oleh sekretaris pribadinya, Aurelia.
“eh Frans?”, sapa pak Anggoro, yang tidak menyangka akan bertemu dengan Frans siang itu.
“Pak Anggoro”, sapa Frans ramah sambil menyalami beliau lalu menyalami Aurel, sespri nya pak Anggoro.
“Berdua saja pak ?”, tanya Frans berbasa – basi. Karena disana hanya duduk pak Anggoro dan sekretaris beliau. Bukan rahasia umum lagi, kalau seorang pimpinan ada affair dengan sekretaris pribadinya itu benar adanya.
Aurelia tampak wajahnya memerah di sapa Frans begitu. Walau ia tidak terlalu akrab dengan Frans, namun siapa yang tidak kenal dengan pemuda itu. Selain wajahnya yang maskulin, ia juga punya prestasi yang mentereng waktu ia masih bekerja dahulu, sayang karena ketidak beruntungan saja, ia ikut menjadi salah satu korban PHK.
“Ah kamu bisa saja. Kamu ada janji dengan seseorang ?”, tanya pak Anggoro.
“Ah tidak pak. Saya sendiri saja. Pengangguran seperti saya mau janjian sama siapa”, kata Frans sambil menyindir pak Anggoro. Karena bagaimanapun pak Anggoro ikut berperan dalam menentukan siapa saja karyawan yang harus di PHK. Dan malangnya nama Frans ikut jadi korban PHK tersebut, awalnya ia sedikit kesal juga harus bertemu dengan pak Anggoro di tempat ini.
“Ah kamu masih ingat itu. Duduk dululah biar kita enak ngobrolnya, kamu sekalian saja pesan makannya, nanti biar saya yang bayar tagihannya”, kata pak Anggoro mempersilahkan Frans untuk duduk bersama mereka.
Karena Frans seorang diri, maksudnya ingin menikmati makan siang sendiri awalnya. Karena sudah kepalang basah bertemu dengan mantan bosnya, mau tidak mau Frans terpaksa menerima ajakan mantan atasannya tersebut.
“Saya dari semalam ingin menghubungimu sebenarnya, tapi sepertinya nomor sudah tidak aktif”
“Iya pak, handphone saya hilang. Ngomong – ngomong ada perlu apa sampai bapak ingin menghubungi saya ?”, tanya Frans heran sambil menaikan alisnya. Walau sebenarnya ia agak sedikit berbohong, karena ia sengaja membuang nomornya yang lama karena tidak ingin dihubungi oleh kakak iparnya yang genit.
“Begini Frans!. Saya merasa bersalah karena tidak bisa mempertahankan kamu sebelumnya, sampai kamu ikutan jadi korban PHK waktu itu”, kata pak Anggoro dengan ekspresi sedih.
“Sudah gak apa – apa kok pak. Forget it! Saya juga sudah tidak mempermasalahkannya”, jawab Frans lugas.
“Bukan begitu!. Saya baru menyadari suatu hal”, kata pak Anggoro, sambil diam sejenak dan mengambil nafas dalam.
Frans diam menunggu pak Anggoro melanjutkan penjelasannya.
“Jadi begini, pihak SDM telah melakukan sebuah kesalahan, dengan memasukan nama kamu sebagai salah satu karyawan yang harus di PHK. Padahal kamu sudah memberikan banyak hal pada perusahaan. Dan pihak perusahaan pun sudah menyadari jika telah melakukan kesalahan, dan berniat menarik kamu masuk kembali”, terang pak Anggoro.
“Maksud Bapak, saya di terima bekerja kembali ?”, tanya Frans lebih memastikan.
“Iya. Saya juga sadar telah menyia – nyiakan karyawan yang penuh talenta seperti kamu”, jawab pak Anggoro.
“Jadi, kalau kamu tidak keberatan, saya meminta kesediaan kamu untuk kembali ke perusahaan”, pinta pak Anggoro.
BERSAMBUNG
Report content on this page
0 Komentar