RUMAH NO 202 PART 14

 

Dan perlahan Keyla mulai melonggarkan jepitan pahanya, sehingga aku bisa memperhatikan bentuk vaginanya dengan seksama. Bentuknya agak tembem dan sangat imut, dengan garis berwanra pink kemerahan di belahan bibir vaginanya. Glek, lagi aku menelan saliva. Bentuknya sangat indah, seperti bentuk vagina gadis yang masih perawan saja.




Aku mengelusnya perlahan, ketika jari – jariku semakin mendekati belahan bibir memeknya, tampak bulu – bulu halus di sekitar pahanya berdiri perlahan.






“Ahh sayang,, Vaginamu benar – benar indah, aku suka banget”, pujiku jujur begitu memegang belahan vaginanya.






Keyla hanya tersenyum dengan wajah merona merah.






“Ahhhhh...”, desah Keyla begitu aku memegang g-spot nya.






Tapi begitu aku mendekatkan wajah ku ke memeknya, keyla menahan kepalaku.






“Aku mau kamu juga polos sepertiku”, katanya malu – malu.






Aku yang mengerti dengan kemauan Keyla, berdiri di pinggir kasur hendak membuka pakaianku. Tapi, begitu aku hendak melepas kaos Keyla menahan tanganku.






“Ijinkan aku melayani calon suamiku”, katanya pelan.






Sambil menatap matanya, akhirnya aku membiarkan saja Keyla membuka semua pakaianku.




Keyla melolosi kaosku ke atas, begitu kaosku terlepas, ia menciumi dada bidangku dengan pelan dan lembut, ahh ia sangat pandai memainkan lidahnya, aku ingin tahu sampai mana Keyla melayaniku. Walau sedari tadi aku sudah berusaha agar tidak terlalu cepat menikmati hidangan utama yang ada dipangkal pahanya. Perlahan ciuman Keyla menyentuh kedua putingku, ciumannya sangat lembut. Tidak hanya menciumi, kali ini kurasakan lidah basah Keyla bermain di ujung putingku.






“Ahhh enak sayang”, desahku keenakan karena permainan lidah keyla di puting susuku.






Tapi ketika aku akan memegang payudaranya yang mengantung indah, Keyla menahan telapak tanganku.






“Belum boleh. Kali ini aku yang akan melayanimu”, senyumnya nakal. Sepertinya ia sengaja membalas permainanku sebelumnya






Ciuman Keyla turun ke arah perutku, ahhh ini benar – benar nikmat. Keyla dengan sabar mempermainkan nafsuku. Pusarku sampai di ciumi dengan sangat lama, tidak hanya itu, terasa lidah lembut Keyla menari – nari indah di lobang pusarku.




Karena tidak tahan, aku memgang rambut Keyla dan sedikit meremasnya. Kalau kupegang yang lainnya, Keyla masih membolehkanku menjamah tubuh lainnya.




Aku memajamkan mata, dan mengalihkan folusku pada remasan tanganku di rambutnya keyla, kalau aku terlarut deengan permainan lidahnya, takutnya aku akan muncrat duluan, padahal aku masih sangat penasaran untuk muncrat dalam memeknya yang imut itu. Sementara dibawah sana, keyla mulai melolosi celanaku kebawah, berikut dengan pakaian dalamku.




Masih dalam keadaan aku berdiri di pinggir tempat tidur, terasa tangan lembut Keyla mulai bermain di penisku yang sudah tegang makasimal sedari tadi.






“Ahhh sayanngg enak..” erangku, begitu Keyla mulai menciumi ujung kepala penisku.






Selanjutnya kurasa sebuah kuluman lembut pada ujung penisku. Sepertinya Keyla mau membiasakan mulutnya terlebih dahulu dengan ukuran penisku. Kulumannya terasa lembut dan sangat berirama ketika mengulum kepala penisku.




Tidak lama, kurasakan penisku mulai terasa masuk lebih dalam ke dalam mulutnya. Tangan Keyla terasa mengelus lembut buah zakarku ketika sedang melakukan kuluman mautnya.






“Ahhhhhh...”, desahku perlahan.






Anjiirrr kepala penisku terasa mulai panas, bisa muncrat duluan nih. Pikirku deg – deg an.




Sementara Keyla dengan sangat mahirnya memainkan kuluman mautnya di penisku, wajahnya jadi semakin seksi ketika sedang mengulumku. Tampak ia benar – benar sangat menikmati setiap kuluman bibirnya pada batang penisku.






“Sayang,, aku mau keluaarr”, kataku ketika spermaku sudah terasa memenuhi batang penisku. Maksudku ingin menembakannya diluar mulutnya, tapi Keyla menahan pinggulku, dan akhirnya..


“aaahhh......”, aku menembakan sperma yang sangat banyak di malam mulut keyla.






Crroottt crooott crrootttt crroott crroott






Spermaku menembak beberapa kali di dalam mulutnya, tampak ada sedikit air mata di sudut mata keyla, karena saat muncrat aku menekan kepalanya lebih erat ke selangkanganku, sehingga otomatis penisku masuk dengan paksa seluruhnya kedalam mulut Keyla sampai terasa masuk ke tenggorokannya.




Herannya, tidak setetespun spermaku keluar dari mulutmya. Oh no, Keyla menelan habis seluruh spermaku, aku terpana melihatnya.




Keyla tampak sedikit menenangkan nafasnya yang sesak karena dipaksa mengulum penuh penisku.






“Kamu telan seluruhnya Key ?”, tanyaku heran padanya, karena tidak semua wanita akan suka menelan sperma pria. Sebagian wanita, ada yang merasa jijik jika sampai harus menelan sperma pria. Tapi tidak halnya dengan Keyla, tampak ia sangat menikmatinya.


“Hihiii, sperma kamu enak, aku suka”, katanya tertawa indah.






Aku membelai pipi kanannya dengan penuh cinta.






“Sayang, makasih yah”, pujiku padanya ketika berbaring di atas kasur. Saking banyaknya sperma yang kukeluarkan barusan, aku ingin istirahat sejenak sambil berbaring memulihkan stamina.


“Hihii, tapi tugas kamu belum selesai”, kata keyla lagi sambil melirik ke arah memeknya.






Glek, aku menelan saliva. Cara keyla mengucapkannya benar – benar sangat menggoda.






Keyla perlahan berdiri dan berjalan menuju ke kamar mandi.






“Kemana key ?”, tanyaku.


“Aku bersihin ini dulu”, kata Keyla menunjuk bibirnya. “Biar makin enak bercintanya nanti”, diiringi dengan senyumnya yang menggoda.






Njiirr, sepongannya saja sudah bisa membuatku sampai lemas begini, apalagi memeknya yah, pikirku membayangkan kedahsyatan sepongan bibir Keyla barusan.




Tidak sampai lima menit, Keyla keluar dari kamar mandi tanpa mengenakan selembar benangpun.




Keyla dengan santainya naik keatas tempat tidur, tapi begitu aku akan bangkit menyambut tubuh indahnya. Keyla menahan dadaku, dan menyuruhku untuk tetap berbaring telentang diatas ranjang.






“Tugas istri lah yang akan melayani suaminya”, kata Keyla pelan.






Keyla naik ketas tubuhku. ia duduk diatas perutku, kemudian mengikat rambut panjangnya kebelakang. Perlahan Keyla kembali menciumi dadaku, kedua putingku kembali di emutnya,, sepertinya Keyla sangat suka mengemuti puting susuku.






“Ahhh,,, terus sayang”, kataku keenakan dibawah. Untuk mengimbangi rasa nikmatnya, tanganku mengelus bahu Keyla, lalu turun ke arah susunya yang membulat indah.




Keyla tampak semakin bernafsu, terasa kedua pinggulnya yang bergerak naik turun menggesekkan vaginanya kearah penisku. Ahh,, Frans junior juga sudah kembali tegak maksimal dibawah sana.




Keyla semakin kencang menggesekkan pinggulnya ke arah penisku, terasa memeknya sudah sangat becek dibawah sana.






“Ahhhhh... enak beeiibb”, teriaknya. Kali ini aku dapat sebuah kesimpulan baru, wanita yang punya gairah besar cenderung ribut ketika mengekspresikan kenikmatannya.






Karena sudah tidak tahan, Keyla sedikit menegakkan tubuhnya, kemudian tangannya memegang penisku dan mengarahkan untuk masuk ke vaginanya. Keyla menggesekkan memeknya pada ujung kepala penisku, tampak cairan bening mengaliri batang penisku dari dalam memek Keyla.




Perlahan terasa kepala penisku mulai membelah mulut memeknya, terasa sangat becek, namun masih sangat sempit sekali. Keyla bahkan terlihat sedikit meringis menahan sedikit perih di mulut vaginanya, walau sudah tidak perawan, tapi terasa kalau vaginanya masih sangat sempit, mungkin karena sudah sangat lama tidak ada yang memasukinya.






“aaahhhhhhh...” desah Keyla begitu seperempat penisku masuk ke dalam vaginanya.






Aku sengaja diam tidak bergerak, agar Keyla tidak kesakitan saat menyesuaikan vaginanya dengan ukuran penisku. Aku mengusap pelan perut ramping Keyla, kemudian meremas perlahan susunya dari bawah. Uhhh tanganku bahkan tidak cukup untuk menampung diameter payudara Keyla saking montoknya.




Tubuh kami sudah dibanjiri oleh keringat, Keyla mulai menaik turunkan pinggulnya secara perlahan. Terasa jepitan mulut memek Keyla mencengkram nikmat kepala penisku. Begitu sudah terbiasa, kembali ia menurunkan pinggulnya lebih kebawah agar penisku masuk lebih dalam ke memeknya.






“Aaahhhhhhh...”, desahnya panjang begitu penisku masuk seluruhnya ke dalam memeknya.






Anjiiirrrr nikmat banget, vaginanya terasa sangat sempit dan mencengkram kuat penisku. Keyla mendiamkan tubuhnya sejenak sambil mengatur napasnya kembali, kemudian ia mulai menaik turunkan kembali tubuhnya. Mulut vaginanya terlihat kembang kempis ketika naik turun dari penisku. Mata Keyla terlihat merem melek, telapak tangannya memegang dada bidangku menahan berat tubuhnya ketika sedang bergoyang di atasku.






“aahh aahhhh,,, aku gak tahan sayanggg”, desahnya lagi sambil menggoyang pinggulnya makin cepat.


“Aahhhhhhh..” Teriak Keyla, matanya membeliak tegang dengan mulutnya membulat ketika sampai pada puncak orgasmenya, terasa sedikit perih di dadaku, ternyata ketika sampai puncak orgasmenya, jari – jari tangan Keyla meremas dadaku kuat, sehingga kukunya sedikit menggores dadaku, membuatnya sedikit perih dan berdarah.






Melihat ekspresi Keyla yang sedang meraih puncaknya membuat nafsuku juga semakin mendekati puncaknya, namun Keyla menjadi pasif dan tidak bergerak setelah meraih orgasmenya barusan, walau aku semakin mengencangkan pinggulku bergerak dari bawah.






Aku membalikkan tubuh keyla, sehingga sekarang posisinya Keyla telentang dan aku kemnbali menindih tubuhnya.






Blesssss






Penisku kembali masuk membelah vaginanya, dan langsung mengenjotnya dengan tempo tinggi.






“Ahhh sakit sayang”, karena Keyla sudah mencapai klimaksnya membuat bibir vaginanya agak meregang begitu penisku kembali menggenjotnya.


“aahh ahhh ahh”, Keyla hanya mendesah – desah kecil begitu aku menggenjotnya semakin kencang.






Aku yang sudah mendekati puncak orgasme ku menaikan tempo genjotanku. Terasa puncakku juga semakin dekat, dan Keyla pun sudah mulai keenakan kembali ketika aku menggenjotnya dengan tempo yang sangat cepat






Plaakk plaakkkk






Cleepp cleeeppp






Bunyi perpaduan kelamin kami ditambah dengan kondisi yang sudah sangat licin karena cairan cinta kami, Keyla mendesah semakin kencang setiap penisku keluar masuk dalam vaginanya.






“aahhh aku mau dekat sayanggg...”, desahnya.


“Aku jugahhh,, mau keluaarrr”, kataku hampir keluar sambil menggenjotnya.


“Aku keluarin dimanaa sayang ?”, tanyaku akan benar – benar keluar.


“Di dalam sayangg,, di dalaaamm.. ahhhhh”


“aaahhhh... aahhhhh”, desah kami berbarengan begitu sampai pada puncaknya.






Crrooott crrooootttttt






Penisku terus mengeluarkan isinya tanpa berhenti sama sekali.




Oh tidaak, pikirku panik. Karena spermaku tidak berhentinya mengeluarkan sperma, sementara keyla memejamkan matanya menikmati puncak orgasmenya.






Crroottt crroottt






Aku semakin panik karena penisku masih saja mengeluarkan sperma tanpa bisa kutahan dan kutarik keluar dari vagina Keyla, tubuhku terasa lemas, kepalaku terasa sangat pusing dan pandanganku berkunang – kunang. Sedetik kemudian, kurasakan kalau aku akan mati. Njir gak terbayang kalau aku akan mati dalam keadaan kehabisan sperma seperti ini.




Di penghujung kesadaranku, kulihat Keyla memandangku dengan mata yang memerah, kemudian ia menyunggingkan sebuah senyuman yang tak kumengerti apa maksudnya, lalu... semua terasa gelap. Aku tidak sadarkan diri.












Apa yang terjadi dengan Frans ? Benarkah ia harus mati dalam persetubuhannya dengan Keyla ? Rahasia apa yang sebenarnya tersembunyi dalam Rumah No. 202 tersebut ? nantikan di bab selenjutnya 








BERSAMBUNG

















Report content on this page

Posting Komentar

0 Komentar