Entah bagaimana ceritanya kaki ku melangkah pelan ke arah Keyla tanpa sempat aku menahannya. Sepertinya tubuh ku sudah diambil kendali oleh Frans junior, sehingga tanpa otakku memberi perintahpun, ternyata anggota tubuhku sudah bergerak duluan secara naluriah.
Keyla yang melihatku semakin mendekat padanya hanya tersenyum tipis. Sepertinya mengerti kalau aku dalam keadaan sange mode ON, dia dengan seksinya duduk di pinggir kasur, dan menaikan kaki kanannya menyilang keatas paha kirinya. Damn, caranya itu benar – benar sangat seksi.
Aku tidak tahan langsung mendekat kemudian mendorongnya perlahan ke atas tempat tidur. Keyla hanya tersenyum senang melihatku dengan wajah yang memerah menahan konak sedari tadi.
Namun ketika aku akan menindindihnya, Keyla menahan dadaku. Oh no, apalagi ini. Apa dia hanya mempermainkan nafsuku saja, pikirku dengan nafsu yang sudah mengebu – gebu minta pelampiasan.
“Ada syaratnya kalau kamu mau tubuh ini ?”, kata Keyla menatap wajahku.
“Hah syarat? bukannya kita sepakat akan segera menikah. Apa itu gak cukup ?”, tanyaku dengan nafsu tertahan. Tapi karena jarak yang sudah sedekat ini, kucoba cium pipi lembutnya.
Cupppp...
Njirrr pipinya lembut banget, menciumnya aja bisa bikin bibir offside makin ke bawah menyentuh telinganya karena saking lembut dan mulusnya.
“ihhh nakaalll”, desah Keyla manja.
“Kamu harus bersedia memenuhi syaratnya terlebih dahulu”, kata Keyla sambil mengelus dadaku perlahan.
“Oke. Apa syaratnya ?”, jawabku bersedia memenuhi persyaratannya karena dipengaruhi nafsuku yang sudah memuncak. Njiirr, seandainya tuh Keyla minta persyaratan yang aneh – aneh kelar dah hidupku, tapi gimana bisa berpikir jernih di saat nafsu sudah memuncak begini. Frans junior lebih superior daripada otakku sekarang.
“Hiiihii, jangan khawatir. Aku gak akan meminta yang aneh – aneh kok”, jawab Keyla tertawa kecil, seperti bisa membaca apa yang aku pikirkan.
“Syaratnya, kamu tidak boleh lagi berhubungan dengan wanita lain, selain hanya aku seorang”, katanya.
“Itu doang ?”, tanyaku singkat. Mungkin agak berat, tapi kalau wanita nya secantik dan seseksi Keyla aku akan berusaha setia. Gila aja, ada wanita secantik ini aku masih melirik wanita lain.
“Ih bentaarr”, katanya lagi ketika aku mulai menciumi wajahnya.
“Apalagi keyy ?”, kataku greget karena nafsu yang tertahan.
“Kalau kamu bisa penuhin syarat itu, semua keinginan kamu akan aku penuhi”, katanya lagi.
“Kamu mau apa ? pekerjaan mu balik lagi ?”, tanya Keyla.
“Hah! Mang bisa?”, tanyaku heran.
“Yah bisa, atau kamu mau kendaraan mewah merk apapun yang lagi tren saat ini ? kekayaan yang melimpah ?”, tanya Keyla.
Mang sekaya itu kah Keyla ? sampai dia bilang bisa memenuhi semua keinginanku, pikirku heran.
“Bilang saja, kamu mau apa ?”, tanya Keyla, kali ini dengan nada lebih lembut dan agak mendesah.
“Hmnnn, aku hanya ingin menjalani hidup dengan tenang aja Key. Sama kamu”, kataku simpel sambil menatap mesra matanya.
“Ihh kamu so sweet”, katanya sambil menowel pipi kanan ku pelan.
“So..”, bisik Keyla pelan sambil menggigit bibir bawahnya.
Tanpa perlu menjawab lagi, aku mulai menindih tubuhnya pelan.
Cuppp.. Hmmpphh mmmuaahhh
Kecupku dalam pada bibirnya, bibirnya yang sedari tadi membuatku gemas dan penasaran.
Hmpphh
Aku tidak membiarkan bibirnya lepas seinci pun. Aku kecup setiap bagian bibirnya dengan penuh gairah.
“saayyy..”
Cuppp smootthhh
Aku tidak membiarkan Keyla bicara sedikitpun, karena aku tidak ingin melewati keindahan setiap inci bibirnya.
Keyla tampak memejamkan matanya, dengan nafas yang mulai memburu.
“Hmmhhh sayang kamu nuuaakkall”, desahnya penuh gairah.
Sambil mencium bibir seksinya, tanganku yang sedari tadi pasif, perlahan mulai membelai lengannya, naik keatas secara perlahan. Kemudian singgah sebentar membelai leher jenjangnya yang sudah mulai basah oleh keringat. Membuat kulit tubuh indahnya jadi kelihatan licin dan mengkilat.
“Uhh terusskkan sayangg.., aku suka sentuhannmu..”, desah Keyla begitu bibirnya terlepas dari ciumanku.
Puas dengan bibirnya, aku menciumi seluruh wajahnya. Hmnn tak puasnya aku menikmati seluruh wajah indah Keyla yang menurutku lambang dari keseksian wanita yang mampu membangkitkan gairahku secara maksimal hanya dengan menatapnya saja.
Ciumanku turun ke leher jenjang Keyla, bibirku terasa basah oleh keringat yang membasahi tubuhnya. Tapi itu justru membuatku semakin bergairah untuk mengeksplorasi seluruh bagian tubuh indahnya. Keyla meremas rambutku perlahan. Bau keringat tubuh keyla, membuat libidoko semakin meninggi.
“Ahhh teruss sayanggg”, desah Keyla manja sambil menciumi keningku.
“Sayang, aku buka yah ?”, tanyaku ketika memegang pengait bra nya.
“Bukaa saja sayy, semua milikmuuuhh”, ijin Keyla dengan matanya yang semakin sayu menatapku.
Klik
Kubuka bra yang menutupi payudara indahnya.
Tampak payudara Keyla yang membulat indah menyembul terbuka. Ahh, indahnya payudara ini, bentuknya yang membulat dan sangat kencang, ditambah dengan kedua putingnya yang berwarna pink kemerahan.
Glek, aku menelan saliva mengagumi keindahan payudara milik Keyla.
“Ahhh jangan dipandangi saja say. Jamah aku lagi pleaseee”, rengek Keyla, karena nafsunya yang juga sudah semakin memuncak.
Cupppp
Aku kecup bagian atas gundukan payudaranya,
Cuppp cuppppp
Aku sengaja menciumi bagian tepi payudara Keyla. Gila, ini sangat – sangat montok. Kagumku dalam hati.
“Ahhhh sayanggg...”, teriak Keyla sambil memeluk kepalaku kencang agar aku menciumi puncak payudaranya.
Tapi aku sengaja belum menyentuh puncaknya, agar nafsu Keyla semakin memuncak. Dan benar saja, Keyla tampak bak cacing kepanasan, kedua pahanya saling menjepit. Hehehe, sepertinya dibawah sana sudah banjir duluan.
“Sayanggg,,, jangan siksa akuuuhh”, desahnya merengek manja. Wajahnya semakin memerah karena gejolak nafsunya yang semakin menggelora. Benar sesuai dugaanku, Keyla adalah type wanita yang memiliki nafsu besar. Untuk itu aku harus bersabar dan membuat ia benar – benar sampai pada puncaknya. Sehingga dengan mudah aku akan menundukkannya saat permainan puncak nantinya.
Melihat Keyla yang sudah menggeliat manja karena gairah yang sudah memuncak, akhirnya aku penuhi hasratnya.
Cuuuppp
Kukceup puting kirinya perlahan, sementara tanganku meremas pelan susu kanannya.
“Ahhhh....”, desah Keyla panjang sambil memeluk kepalaku dan meminta untuk mengecup putingnya lebih dalam dan kencang.
Cuuupppp
Kukuceup lagi, kali ini dengan diiringi sedotan dalam. Bahkan kulit disekitar putingnya sampai kemerahan dan makin mengkilat karena keringat dan air liurku. Ahhh,, benar – benar payudara yang nikmat, pikirku.
Tidak puas, aku pindah ke puting sebelah kanannya dan gantian meremas payudara sebelah kirinya. Tidak lupa aku juga meninggalkan cupangan di sekitar payudara putihnya.
Mmuuaacchhh
“ahhhh... nikmat saayyngggggggg”, teriak Keyla panjang, sambil menjepit paha dan menekan kuat kepalaku ke dadanya.
Keyla mencapai orgasme pertamanya. Akibat nafsunya yang sudah memuncak, akhirnya keyla tidak tahan dan meledaklah orgasmenya. Ternyata putingnya Keyla salah satu spot sensitifnya. Aku tersenyum memandangi Keyla yang masih memejamkan matanya menikmati sisa – sisa orgamsmenya. Tubuhnya sudah banjir oleh keringat, dada Keyla tampak naik turun meredakan nafasnya yang meninggi saat melepaskan cairan cintanya barusan.
Kuusap kening Keyla perlahan, “kamu sangat menggairahkan sayang”, bisikku pelan ke telinganya.
Keyla tersenyum cantik mendengar bisikanku. Kemudian ia membuka kelopak matanya perlahan dan menatapku.
“Kamu jaahaatt, sengaja yah mempermainkaku tadi ?”, katanya manja.
“Tidak sayang. Aku benar – benar menikmati setiap inci tubuhmu. Tubuhmu benar – benar indah”, pujiku jujur padanya.
“Apa itu yang selalu kamu ucapkan pada setiap wanita yang telah kamu tiduri ?”, tanya Keyla sambil memandangku.
“Tidak juga! Tapi, aku benar – benar mengagumi tubuhmu”, kataku jujur.
Kali ini Keyla, berpaling kearah lain sambil tersenyum kecil. Tampak wajahnya merona merah. Njirr, wanita di depanku ini benar – benar sempurna.
Tanganku mengelus kulit perutnya perlahan, mengelusnya bagian pusarnya, perut Keyla benar – benar ramping tanpa ada lingkar lemak sedikitpun, sepertinya ia benar – benar pandai menjaga tubuhnya. Lalu aku memegang pinggir celana dalam keyla.
“Buka saja say..”, bisik Keyla pelan memberiku ijin membuka satu – satunya pakaian yang masih tersisa di tubuhnya. rupanya ia sudah melihat wajahku kembali.
Dapat lampu hijau dari Keyla, aku duduk dipinngir tempat tidur, kemudian menarik perlahan celana dalam Keyla kebawah. Keyla mengangkat sedikit pinggulnya keatas membantuku melepas celana dalamnya. Semakin kebawah aku menarik celana dalamnya, kuperhatikan setiap inci kulit kakinya. Mulai dari pahanya yang putih dan sekal, turun ke lututnya, betisnya, akhirnya lolos ke kakinya. Tidak kutemukan sedikitpun cacat ditubuhnya, benar – benar makluhk tuhan yang sempurna, kagumku.
Aku naik ke atas, kebagian selangkangannya. Keyla malah merapatkan kedua pahanya.
“Jangan dilihatin begitu, aku maluuu”
Kupegang pangkal pahanya.
“Buka sayangg,, gak usah malu. Punyamu sangat indah”, kataku merayunya.
BERSAMBUNG
Report content on this page
0 Komentar