RUMAH NO 202 PART 12

 

Entah tahu apa yang dipikirkan Frans, Keyla jadi tersenyum lebar melihat Frans yang menatapnya dengan pandangan kagum.






“Siapa yang bisa menolak wanita secantik kamu”, jawab Frans.


“Jadi.. kamu mau jadi suamiku ?”, tanya Keyla dengan tatapan berbinar indah.






Frans mengangguk mantap.






“Trus aku harus melamarmu pada siapa?”, tanya Frans mantab.






Tapi wajah Keyla kali ini terlihat sedih dan merunduk.






“eh Maaf, jika kata – kataku salah”, kata Frans merasa tidak enak karena melihat raut wajah Keyla jadi tiba – tiba sedih.


“Gak apa – apa. Aku hanya sedih karena aku hanya hidup seorang diri sekarang”, kata Keyla. Tampak ada sedikit genangan air mata di wajah sendunya. Frans jadi semakin tidak enak, melihat Keyla jadi bersedih hati. Tapi, itu malah mengingatkan Frans akan sesuatu yang hampir terlupa olehnya.






“Keyla sendiri? Terus bagaimana bisa ada di rumah ini?”, tanya Frans kembali.


“Aku sebenarnya masih ada hubungan dengan pemilik rumah ini”, kata keyla sambil kembali bersandar di bahu Frans.


“dengan keluarga Meta?”, tanya frans






Keyla mengangguk kecil






“Aku masih saudara jauh dari neneknya Meta”, jawab Keyla lirih.






Tapi ada yang membuat Frans heran, kalau Keyla memang ada hubungan keluarga dengan Meta, tentunya ia juga punya hak yang sama dengan Meta tentang kepemilikan rumah ini.






“Terus kamu tinggal dimana selama ini Key ?”, tanya Frans lembut.


“Dirumah belakang”, kata Keyla singkat.


“Hah! Kamu serius? bukannya kata Meta itu hanya di fungsikan sebagai gudang saja?”, kata Frans mengingat penjelasan Meta tempo hari waktu ia membeli rumah ini.


“Apa kamu sudah pernah memeriksanya?”, kata Keyla balik tanya pada Frans.






Frans menggelengkan kepala, karena memang ia belum pernah memeriksa rumah kecil yang ada di belakang rumah utama sejak ia membeli rumah tersebut dari Meta. Kalaupun iya, betapa memprihatinkannya kalau wanita secantik Keyla harus menempati rumah kecil di belakang itu.






“Bukankah kamu juga punya hak yang sama dengan rumah ini, sama halnya dengan Meta”, kata Frans mengungkapkan rasa herannya.


“Iya, tapi aku tidak pernah mempermasalahkannya. Karena bisa tinggal dirumah ini saja, aku sudah sangat bersyukur. Rumah ini mempunyai banyak kenangan yang sangat berharga bagiku”, jawab Keyla dengan tenangnya.


“Apa kamu tidak masalah rumah ini di jual oleh Meta?”, tanya Frans.


“Yah gak apa – apa. Lagian rumah ini sama kakek buyut kami di wariskan pada neneknya Meta”, jawab keyla dengan santainya.


“..dan selama aku masih diperbolehkan tetap tinggal di rumah ini oleh pemiliknya. Jadi pembantu pun gak apa – apa”, lanjut Keyla.






Masa iya, cewek secantik dan seseksi Keyla harus dijadikan pembantu. Ini mah! Inem pembantu seksi pun gak ada apa – apanya, pikir Frans.






“Terus, bagaimana kamu hidup selama ini ?”, tanya Frans lagi.


“Hihii, aku hanya menikmati keuntungan tiap bulan dari simpananku di Bank”, jawab Keyla sambil tersenyum renyah.






Njirr... menikmati keuntungan dari simpananannya ?, berarti Keyla punya simpanan yang tidak sedikit di Bank, paling tidak ia memiliki tabungan milyaran, pikir Frans menerka. Apalagi kalau melihat dari penampilan dan gaya bicaranya, terlihat kalau ia sangat berkelas dan terpelajar. Sedikit banyaknya, Frans menemukan jawaban tentang siapa keyla sesungguhnya.






“Jadi kamu yang menghidangkan makanan untuk ku selama beberapa hari ini ?


“Iya!. Tapi aku sedih. Karena sarapan yang aku hidangkan waktu itu, tidak kamu sentuh sama sekali”, kata Keyla lagi dengan raut wajah merajuk sedih.


“Eh waktu hari pertama aku disini ya ? Maaf Key, aku tidak tahu kalau kamu yang menghidangkannya”, jawab Frans merasa bersalah. Karena memang tidak tahu siapa yang menghidangkannya, makanya Frans tidak berani menyentuh makanan itu.


“Tapi, kalau aku tahu kamu yang menghidangkannya waktu itu. Tidak akan kubiarkan ada sedikitpun yang tersisa”, jawab Frans lagi sedikit diplomatis.






Benar saja, itu membuat senyum Keyla kembali terkembang indah di bibirnya.






“Kalau begitu, ayok kita makan dulu. Kamu pasti belum makan dari tadi siang kan?”, tanya keyla sambil berdiri dan menarik tangan Frans ke meja makan.






Frans mengikuti Keyla dengan senyuman yang terkembang dibibirnya. Keyla benar – benar memanjakan Frans dengan caranya sendiri, membuat Frans tidak kuasa untuk menolaknya.




Malam ini menu yang di hidangkan Keyla berbeda dari malam sebelumnya, kali ini Keyla memasak Beef Steak dan Baked Salmon.




Frans mencicipi makanan yang dihidangkan oleh Keyla.






“Hmnn,, ini enak banget”, puji Frans tulus. Tampak pipi Keyla merona kemerahan ketika masakannya di puji. Melihat itu membuat hati Frans berdesir indah, perlahan namun pasti ia merasakan kalau Keyla adalah wanita yang cocok untuk mendampingi nya.


“Kamu pintar banget masaknya, rasa dagingnya pas, dan begitu enak di lidah”, puji Frans lagi jujur.


“Kamu suka ?”, Tanya Keyla tersenyum senang.


“Iya, suka banget”, jawab Frans jujur.


“Kalau begitu aku akan memasakanmu setiap hari”, dengan raut wajah berbinar senang.


“Hmnnn, bisa cepat gemuk aku kalau makan enak terus tiap hari begini”, kata Frans


“Iya, ‘apapun’ akan kulakukan yang bisa membuat kamu senang”, jawab Keyla dengan mata sedikit sayu menatap Frans.






Hukkk hukkk






Frans sedikit terbatuk ketika meminum orange juice nya waktu mendengar Keyla mengucapkan ‘apapun’ dengan ekspresi sayu begitu.






“Apapun ?”, tanya Frans lebih meyakinkan, senyum mesumnya mengembang membayangkan sesuatu yang nakal.


“Iya, apapun yang kamu mau”, kata Keyla lagi dengan senyuman seksi menggoda.






Glek, Frans menelan saliva.






“Termasuk di ranjang, jika itu yang kamu inginkan”, lanjut Keyla sambi tersenyum.






Entah kenapa perut Frans langsung terasa kenyang dan ingin segera masuk ke kamarnya, hehehe.






“Ta.. tapi kita belum menikah Key”, jawab Frans salah tingkah.






Keyla mendekatkan wajahnya kearah Frans kemudian menyangga dagunya dengan tangan kanannya.






“Please Frans!. Ingat! Aku kenal kamu luar dalam, dan.. lagian sebentar lagi kita juga akan menikah”, kata Keyla sambil sedikit mengigit bibir bawahnya.






Glek, Frans menelan saliva. Gaya keyla benar – benar seksi maksimal.






“TS, bisa skip adegan ini, dan langsung bagian di dalam kamar saja ?” Tanya Frans membathin


“Dasar ngacengan!, sama saja kamu dengan yang baca ini, gak bisa lihat cewek seksi dikit langsung pengen bawa ke kamar aja. Awas kalau ngecrot duluan”, Ancam TS.








“Hiihi, mulutnya bilang gak mau. Tapi pikirannya malah mesum duluan”, goda Keyla tertawa kecil sambil berjalan ke kamar Frans yang ada di lantai atas.


“Eh mau kemana Key ?”, tanya Frans sambil memandang Keyla yang berjalan dengan gemulainya ke arah kamar Frans yang ada di lantai atas.


“Ke kamar kita. Apa kamu mau di situ aja sampai pagi ?”, kata Keyla sambil melirik ke arah Frans sebentar dan lanjut melangkah ke kamar atas.








POV Frans






Gila, ini benar – benar gila. Bagaimana bisa wanita cantiknya bak bidadari itu dengan santainya mengatakan kalau ia adalah calon istriku. Bukannya menolak sih, lagian mana bisa menolak wanita seindah itu. Bahkan di antara semua wanita yang pernah ku ajak kencan, Keyla adalah the bestnya. Terbaik dari terbaiklah, hehehe.






Perlahan aku menaiki tangga menuju kelantai atas. Jantungku semakin berdebar kencang ketika langkah kakiku semakin mendekati pintu masuk kamarku. Entah kenapa aku jadi sedikit gugup sekarang ketika akan memasuki kamarku sendiri, karena di dalamnya ada seorang wanita cantik yang sedang menungguku.






Degh degh






“Awwww..”, teriak Keyla, begitu aku masuk ke dalam kamar.


“Ih sayang udah gak sabaran yah, aku kan lagi ganti baju tau”, katanya baru saja selesai memasang BH berwarna putih dan bagian bawahnya hanya mengenakan celana dalam dengan warna senada.







Glek, aku hanya bisa menelan saliva melihat kesempurnaan makhluk tuhan satu ini. Tubunya putihnya yang seksi, leher jenjangnya, pinggulnya yang bahenol, paha indahnya, dan sedikit kebagian tengah – tengah pahanya, kaki jenjangnya yang membuatku semakin membuatku harus menelan ludah tersiksa dengan keindahan tubuh si empunya.










BERSAMBUNG







Report content on this page

Posting Komentar

0 Komentar