RUMAH NO 202 PART 11

 

KEYLA DAN GOYANGANNYA YANG BIKIN LEMAS







Keyla Van Houten



“Oh iya, maaf sampai lupa. Aku Keyla. Dan aku sudah lebih dulu ada dirumah ini sebelum kamu”, Kata seorang wanita seksi yang berdiri di dalam ruang tamu rumah Frans.






Frans yang baru datang di kagetkan dengan kemunculan seorang wanita dengan menggunakan gaun malam berwarna merah. Bukan hanya karena kehadiran wanita tersebut yang membingungkannya, tapi dalam fikiran Frans berkecamuk berbagai macam tanya tentang siapa sosok cantik seperti bidadari yang ada didepannya saat ini, tapi juga bagaimana ia bisa ada di dalam rumah yang baru di belinya tersebut.






“Ta.. tapi bagaimana caranya kamu bisa ada di dalam sini ? bukannya rumah ini tadinya saya kunci ? tanya Frans terbata pada wanita yang bernama Keyla tersebut.






Bukannya menjawab, ia malah tersenyum indah sambil mendekat pelan kearah Frans.






“Eh ka.. kamu mau apa?”, tanya Frans kaget dan agak mundur ke belakang beberapa langkah.






Keyla dengan langkahnya yang gemulai, memegang dada Frans perlahan kemudian menurunkan tangannya perlahan dan mengamit lengan Frans, mengiringnya untuk masuk ke dalam rumah.




Frans seakan terpesona dengan semua gerakan Keyla, sehingga hanya menuruti semua gerakan Keyla tanpa sempat memprotesnya. Walau di benaknya juga merasa heran dan bertanya – tanya kenapa begitu mudahnya mengikuti wanita yang baru dijumpainya tersebut.




Keyla mengiring Frans ke ruang tamu, kemudian dengan gemulainya membimbing Frans untuk duduk di sofa ruang tamu.






“Kamu banyak tanya”, kata Keyla sambil tersenyum pada Frans. Kemudian ia jongkok di bawah Frans dan membuka sepatu Frans. Setelah itu Keyla pergi ke belakang, menuju kamar mandi yang ada di area dapur. Frans yang seperti tersihir dengan apa yang di lakukan Keyla, hanya melihat saja semua yang di lakukan Keyla dari sofa tempat duduknya. Ternyata Keyla membawa air dengan baskom kecil serta sebuah handuk.




Saat sampai di depan Frans, Keyla membersihkan mengangkat kedua kaki Frans dan menaruhnya diatas paha mulusnya.




Glek, Frans menelan saliva.




Walau bingung dengan apa yang akan di lakukan Keyla, Frans hanya bisa terpesona dengan cara Keyla melakukan semua itu, dan itu, Seksi!.




Keyla membersihkan kedua telapak kaki Frans secara bergantian, kemudian mengeringkannya dengan handuk kecil yang dibawanya tadi.






“Eh, kenapa kamu melakukan semua ini?”, kata Frans takjub. Wanita asing yang tiba – tiba masuk kerumahnya dan melayaninya seperti ini layaknya seorang istri melayani suaminya, membawa desir indah tersendiri di hati Frans.


“Aku sedang melayani pria yang akan menjadi suami ku”, kata Keyla sambil tersenyum indah pada Frans, kemudian dengan perlahan Keyla duduk di sebelah Frans dan bersandar di bahu kanannya.






Degh






Detak jantung Frans berdetak semakin kuat.






“Hah! Calon suami? Apa kamu gak salah? kita baru saja kenal”, kata Frans gugup.


“Hihiii kamu lupa dengan apa yang kamu ucapkan tadi pagi?”, kata Keyla dengan manjanya.


“Tadi pagi? mang aku mengucapkan apa sama kamu? kita aja baru ini bertemu ?”, tanya Frans heran penuh tanda tanya.


“Bukankan kamu yang berjanji tadi pagi mau menikahiku”, kata Keyla merajuk manja.






Mang aku ngomong apa tadi pagi yah ?, pikir Frans heran. Karena memang ia tidak pernah mengatakan apapun pada wanita manapun. Walau jika melihat wanita secantik Keyla, dan mengakunya adalah calon istrinya, pastinya akan menjadi impian setiap pria, udah cantik, seksi, dan bisa melayaninya dengan sangat baik ketika ia datang tadi, hadeeeh jadi ngaco pikiran Frans dibuatnya, hehehe. Bermimpi pun ia tidak pernah. Tapi karena menurut Keyla ia telah berjanji padanya, itu lah yang membuat ia jadi bingung saat ini. Seperti mengerti apa yang dipikirkan Frans, Keyla pun menyambung perkataannya.






“Kamu lupa? apa yang kamu ucapkan di kamar tadi pagi?" Tanya Keyla mengingatkan.


“hmnn seandainya ada wanita cantik yang melayaniku seperti ini, udah masakannya enak, mau deh aku memperistrinya” spontan saja aku mengucapkan kata tersebut saat menikmati kopi yang di hidangkan ketika aku bangun tadi pagi.






Yah Frans ingat mengucapkan kata – kata itu. Tapi seingatnya tidak ada orang lain selain dirinya di dalam kamar. Jadi mana mungkin ia mendengarnya, pikir Frans heran.






“hmnn seandainya ada wanita cantik yang melayaniku seperti ini, udah masakannya enak, mau deh aku memperistrinya”, kali ini Keyla mengucapkan kata – kata itu dengan sangat jelas di depan Frans.


“Hah! Bagaimana kamu tahu apa yang ku ucapkan tadi pagi?”, tanya Frans lagi semakin heran.


“Kamu gimana sih. Kan yang menghidangkan makanan dan kopi tadi pagi aku, jadi yah aku tahu”, kata Keyla.


“Dan.. Aku mau”, kata Keyla tersenyum malu – malu.


“Hah! Mau apa?” tanya Frans kaget, jangan bilang kalau ia mau jadi istrinya. Bisa senang tujuh turunan nih, pikir Frans nakal.


“Iya, aku mau jadi istrimu”, kata Keyla lagi sambil tersenyum malu – malu.


“Hah! Kamu serius”, tanya Frans antara kaget dan senang.


“Ta.. tapi kan kita belum saling mengenal”, kata Frans.


“Tapi aku sudah kenal kamu seutuhnya Dennis Frans Aditya”, kata Keyla lagi dengan memanggil nama lengkap Frans.


“Ba.. bagaimana kamu tahu nama lengkapku”, tanya Frans heran, kali ini ia menghadap ke samping, menatap wajah cantik Keyla lebih dekat. Keyla hanya tersenyum manis, malah cenderung mendekatkan wajahnya ke arah Frans.


“Aku tahu semua tentang kamu sayang”, kata Keyla lagi dengan mata agak sayu.






Glek. Lagi – lagi Frans harus menelan saliva melihat cara Keyla mengucapkan kata sayang dengan mata sayu begitu memanggilnya.






“Maksud Aku. A.. Apa yang kamu tahu tentang aku?”, tanya Frans, entah kenapa ia jadi gugup sendiri ketika bicara dengan wanita tersebut. Jujur harus di akuinya, kalau wanita yang tiba – tiba mengaku jadi calon istrinya tersebut punya sex appeal yang sangat tinggi. Bahkan sedari tadi ia beberapa kali harus menelan ludah dan menetralkan detak jantungnya yang berdetak kuat. Belum lagi junior nya yang memberontak melakukan perlawanan di bawah sana, seolah bersiap tempur ke medan laga yang berat.






“hiihii, gak usah gugup begitu sayang”, kata Keyla menggoda Frans.






Anjirr apa dia gak sadar kalau ulah dia yang membuat aku gugup seperti ini, pikir Frans gregetan.






“Iya, aku kenal seluruhnya tentang kamu. Kamu baru di pecat dari perusahaan beberapa saat yang lalu. Terus kamu di usir dari rumah kakak kamu. Perlingkuhanmu dengan kakak iparmu. Seluruh petualangan mu dengan semua wanita – wanita mu selama ini. Tidak hanya itu, kamu meninggalkan mereka begitu saja setelah kamu puas melampiaskan hasratmu pada mereka. dan kamu tidak peduli dengan wanita – wanita yang mengejarmu karena tergila – gila dengan keperkasaanmu, kamu mencampakkan mereka begitu saja. Tapi aku mengerti, itu semua sebagai bentuk pelampiasanmu karena di khianati oleh kekasihmu yang bernama Mica. Jadi, kamu hanya menganggap semua wanita sama saja dan hanya pas sebagai tempat melampiaskan nafsu dan tidak pantas untuk di cintai..”,


“Cukup”, geram Frans. Entah darimana ia tahu, yang jelas jawaban panjang lebar dari Keyla seolah bisa membaca semua pribadi Frans yang selama ini hanya ia yang tahu, bahkan sahabatnya aja tidak akan tahu sampai sedetail itu. Frans duduk bersandar ke sofa sambi menenangkan nafasnya yang naik karena emosi dengan penjelasan Keyla yang seolah – olah telah menelanjangi dirinya, emosi karena bagian paling privat dari dirinya di ketahui oleh wanita di sampingnya tersebut.




“Tidak hanya itu, kamu sakit hati karena di pecat begitu saja dari perusahaan tanpa mempertimbangkan semua prestasi dan pengabdianmu selama ini di perusahaan tempat kamu bekerja. Rasa sakit hati mu ketika melihat mantan mu menikah dan berbahagia dengan selingkuhannya”, lanjut Keyla denga menyunggingkan senyuman tipis sambil menatap ke arah Frans.


“Hufffttt”, Frans menarik nafas dalam dan mengembuskannya.


“Terus, kalau kamu sudah tahu siapa aku. Kenapa kamu masih mau jadi istriku?”, kata Frans pendek dan sinis.


“Hiiiihii, kamu terlalu mudah di baca”, kata Keyla sambil melangkah ke arah dapur. Ternyata ia mengambil segelas air minum untuk Frans dan menyuguhkannya, lalu Keyla pun kembali duduk manis disamping Frans.




Gluk glukk




Frans meminum air yang diberikan oleh Keyla tanpa banyak tanya. Dan benar saja, itu berhasil menurunkan emosi Frans yang terlanjur naik kerena pribadinya di telanjangi oleh Keyla barusan.






“Terimakasih”, kata Frans menyerahkan gelas minumnya setelah menghabiskan isinya.






Keyla hanya tersenyum, kemudian menyenderkan kepalanya kebahu Frans.




Keyla dengan kemanjaannya mengusap lengan Frans sambil sesekali mencium lembut bahu Frans, dan itu membuat Frans merasa sangat nyaman di perlakukan demikian.






“Tapi aku bisa mengembalikan semua itu, kalau kamu mau ?”, kata Keyla dengan senyum penuh misteri.


“Maksud kamu apa?”, tanya Frans, kali ini dengan nada pelan.


“Iya, karena kamu akan jadi suamiku. Aku akan menuruti semua keinginan kamu, apapun yang bisa buat kamu bahagia jadi suamiku”, katanya lagi.


“Eh soal itu..”, kata Frans agak ragu


“Tentang calon suami ? aku sangat serius”, jawab Keyla dengan raut wajah serius.


“atau kamu yang main – main dengan ucapan mu waktu itu?”, kali ini Keyla yang bertanya dengan wajah sedikit cemberut. Cemberut saja, dia masih kelihatan sangat cantik, pikir Frans memuji kecantikan Keyla dalam hati.








BERSAMBUNG







Report content on this page

Posting Komentar

0 Komentar