PETUALANGAN BIRAHI PART 6

 

LIBURAN​








Kukira menjadi bangsawan di umur yang sangat muda akan sangat menyenangkan. Namun rupanya, cukup membosankan. ML dengan sekretaris cantik, meremas-remas dada dan pinggul karyawati cantik, merokok di langit jakarta bersama pilot pribadiku, entah kenapa semua itu belum cukup membuatku puas. Kadang aku bingung apa kelebihanku sehingga aku diangkat menjadi Direktur Marketing, lalu aku sadar jika konsumen kami, para Panglima, membutuhkan Bangsawan yang bisa mereka setir dan menurut-nurut saja. Sisi positifnya, aku bisa hidup enak , makan gaji buta. Sisi negatif, aku terlihat bodoh dimata para panglima. Tapi siapa peduli. Pagi itu Hadi mengabari jika ia tidak jadi liburan karena ia dikirim ke garis depan. Aku kecewa bukan kepalang, aku akhirnya terbang berdua saja dengan Mina, menuju Semarang dengan helikopter Pribadi. Ini liburan pertama aku keluar jakarta sendirian karena istriku semuanya hamil. Naik Helicopter H225 VIP berdua saja sebenarnya sangat membosankan. Padahal tidak banyak orang Indonesia yang bisa naik helikopter ini. Aku kira aku akan satu helikopter dengan Direktur yang lain. Ternyata mereka berangkat dengan menggunakan helicopter masing-masing.




Perjalanan ke Semarang , memakan waktu 2 jam. Aku terlihat berwibawa dengan jas mewah buatan Eropa yang harganya menyamai harga rumah di pondok indah sebelum perang. Jas ini hanya dikenakan oleh kaum bangsawan Ocean sehingga penampilanku benar-benar tampak seperti orang dipandang. Kami terbang menuju lokasi pabrik dan pergudangan senjata seluas ribuan hektar , yang mana pabrik ini adalah pabrik senjata gabungan milik PT DI , PINDAD dan LAPAN. Pabrik ini didirikan di tahun 2023 , dan sejak itu menjadi lokasi kerja paksa terbesar di jawa tengah. Ada jutaan warga , baik laki-laki maupun perempuan, yang kerja paksa di lokasi ini. Seluruh senjata , mulai dari pistol kecil sampai rudal, semuanya dirakit disini. Pabrik ini dikenal dengan nama Pabrik Baru ( atau sebagian menyebutnya Bravo). Diluar pabrik ini terbentang sawah seluas ribuan hektar yang menjadi lokasi tanam paksa.




Aku tiba di pabrik Baru sekitar pukul setengah sepuluh. Aku dijemput di kediamanku dengan helikopter sekitar pukul setengah delapan. Saat turun dari helikopter, aku disambut oleh seorang gadis cantik berseragam. Ia tampak masih muda dengan tubuh langsing , dada rata dan rambut pendek sebahu. Kami berjabat tangan dan ia tersenyum, manis, menyapaku dengan suaranya yang lembut




“Pagi Pak Eko. Selamat datang di Semarang. Perkenalkan saya Amel, Saya yang akan mendampingi anda di kunjungan kali ini. Aduh, gantengnya pak Eko hari ini.” Sapa Amel, dengan nada genit . Aku menggodanya dengan bertanya.


“Mbak Amel sudah punya pendamping?” Tanyaku iseng. Dan Amel pun tertawa malu.




“ Kebetulan saya masih sendiri Bapak, aduh saya jadi malu.” Dan dia pun tertawa genit seolah sengaja memancing perhatianku. Semua orang termasuk Mina tahu ia sedang menggodaku. Mina yang tak senang lalu menyela dengan mengatakan acara sudah akan mau dimulai. Namun Amel langsung merebut tanganku .


“Mari Pak Eko, saya antar ke panggung. Yang lain sudah menunggu lho “ Goda Amel. Dengan gemas aku meremas pinggulnya di depan Ajudanku dan ia pun berteriak genit. Namun aku juga merangkul dan mencumbu bibir Mina sehingga aku berjalan menuju panggung di dampingi dua gadis cantik. Rupanya, Bangsawan lain juga datang di dampingi tiga, empat bahkan ada yang sampai enam gadis cantik. -Pakaian mereka pun mewah-mewah dan kebanyakan di impor dari Eropa. Mina pun begitu. Aku duduk disamping Dirut Pindad yang hampir empat puluh tahun lebih tua dariku, serta KSAD yang juga jauh lebih tua dariku. Aku menjadi Bangsawan termuda, karena semua orang tau jika aku adalah pintu belakang bagi para panglima untuk mendapat mainan baru.




Kedatangan kami kesini adalah dalam rangka serah terima BOM PERTIWI-II kepada Angkatan Darat Ocean. Bom pertiwi-II adalah amunisi artileri yang diisi bom atom. Bom Pertiwi-II dapat dimasukkan kedalam meriam howitzer 155mm buatan PINDAD dan jika meledak, dapat menyebabkan ledakan sedahsyat 8 Kiloton TNT. Sebelumnya, Bom Pertiwi-I berhasil meledak di tiga titik di Singapura dan menghasilkan ledakan 2 Kiloton TNT. Bom-bom itu ditembakkan dari pulau anaksambu dan berhasil menyapu bersih angkatan Udara Singapura serta pesisir selatan singapura. Puluhan ribu jiwa melayang akibat serangan itu dan Singapura langsung mengajukan negosiasi damai. Hari ini, PINDAD akan menyerahkan ratusan amunisi nuklir , dan Dirut PINDAD akan melakukan penyerahan Tiruan bom pertiwi kepada KSAD diatas panggung, sebagai lambang penyerah ratusan amunisi tersebut. Aku dan Direktur Operasional ikut naik ke panggung mendampingi Bapak Dirut. Kami berfoto lalu berjabat tangan dengan bapak KSAD, dan tanpa kusangka upacara itu selesai begitu saja. Selanjutnya adalah acara pesta makan siang, dimana kami makan lezat sementara Warga sedang kerja paksa hanya beberapa meter dari panggung kami. Jujur karena tidak nafsu makan , aku meminta Mina untuk makan sepuasnya bersama ajudanku sementara aku....




“plok plok plok plok “ Tanpa basa basi setelah menelanjangi Amel dikamar mandi, aku membalik badanya dan menusuk vaginanya dari belakang. Wajahnya memerah dan kepalanya mendongak keatas. Kedua tangannya menyentuh tembok sementara penisku menggenjot dari belakang dengan kecepatan penuh.


“nggghhh mmmhhh mmmhhh mmhhh “ Ia mendesah pelan sambil menggigit bibir bawahnya. Raut wajahnya menggambarkan ia sangat menikmati apa yang sedang aku lakukan. Kepalanya menengok kebelakang dan kami pun bercumbu. Ia melumat liar bibirku , mengadu-ngadu lidahnya dengan lidahku.




Kami pun mengubah posisi. Ia berbalik kearahku sedangkan kedua tanganku mengangkat pahanya. Kedua tangannya berpegangan dengan wastafel . Aku kembali menggenjot vaginanya sambil mengangkat kedua pahanya. Raut wajah cantiknya kini sudah memerah dan berantakan. Genjotanku makin liar dan kencang, membuat desahannya makin menggelegar. Untungnya suara musik menutupi suara desahannya. Ia terus mendesah menikmati hujaman penisku sampai ia melolong keras dan mencapai puncak kepuasan birahinya.




Tak kuat meladeni penisku yang masih lapar, ia berlutut dan langsung mengecup penis merahku. Aku meremas rambutnya, dan membiarkan bibir Amel maju mundur mengulum-ngulum penisku. Pinggulku pun ikut maju mundur , menggenjot mulutnya yang sedang melumat batang penisku. Jemarinya dengan nakal meremas buah zakarku. Bibir manisnya terus menghisap penisku dengan liar. Sampai ia lalu berdiri dan siap untuk ronde kedua.




Aku mendorongnya ke dinding dan kembali menggenjot vagina Amel. Terkejut dengan genjotanku yang cepat dan ganas, Amel kembali mendesah nakal. Payudara mungilnya kini menempel langsung dengan perutku. Penisku terus bergerak maju mundur, mengobok-ngobok lubang kewanitaannya. Sesekali, aku mencumbu bibirnya dengan gemas. Amel mendongakkan kepalanya dan aku langsung menghisap leher putihnya yang menggemaskan. Ia tak henti-hentinya mendesah dan mendesah. Keringatnya bercucuran, air matanya keluar dan akhirnya ia mendesah panjang dan kembali mencapai puncak kenikmatannya. Namun kali ini , kami orgasme bersama dan kami pun sama sama terpuaskan.




“ hah hah hah...... Bawa aku pulang komandan.” Bisiknya nakal. Kami kembali berpakaian dan aku pun sebenarnya ingin membawanya pulang, namun aku ingin menidurinya sekali lagi untuk memastikan jika aku benar-benar ingin membawanya pulang. Kami makan siang bersama dan Mina pun sadar jika kami sehabis berhubungan badan di kamar mandi. Ia mulai sadar jika aku kembali bosan padanya. Namun ia sudah berjaga-jaga agar aku tidak membuangnya lagi , jadi ia berbisik jika ia sudah memesan dua kamar untuk kami malam ini. Ia bilang ia sudah terlanjur memesan karena mengira temanku Hadi akan ikut liburan. Aku berterima kasih pada Mina dan malam itu, sepulang dari upacara konyol ini, aku kembali meniduri Amel berkali-kali sementara Mina berbelanja di Mall membeli barang-barang mahal. Sama seperti Farah, Amel mengaku cukup kewalahan meladeni nafsu birahiku. Malam itu, aku menggenjot tubuh langsingnya lagi dan lagi sehingga ia pun lemas meladeni nafsuku. Ia mengaku sudah tidak kuat lagi dan memohon untuk mengizinkannya istirahat. Aku memeluknya hingga ia tertidur, lalu aku berpindah ke kamar Mina untuk meneruskan urusanku yang tak terselesaikan.




Amel sebenarnya gadis yang cantik, langsing, sexy , pokoknya tipikal gadis yang diidam-idamkan setiap pria. Apalagi ia masih sangat muda dan matang. Sayang sekali , ia tidak sanggup meladeni nafsuku. Pagi itu, aku kembali menggenjot Amel beberapa kali sebelum kami sarapan. Ia pun sebenarnya sangat puas dan mengaku sangat menikmati apa yang kami lakukan. Hanya saja, andai ia punya tenaga yang lebih kuat lagi, ia pasti sanggup meladeni nafsuku. Setelah sarapan, kami kembali ML sebanyak tiga kali sebelum kami berpisah dan ia kembali dinas. Amel akhirnya pulang dengan wajah yang seribu kali lebih berantakan dari saat ia datang. Mina tersenyum saat Amel sadar siapa aku yang sebenarnya.




Aku ingin pulang ke Jakarta, namun pak Dirut mengatakan jika aku sudah bekerja keras dan mungkin sudah saatnya aku liburan sebentar. Ia memberiku liburan singkat selama seminggu, dua minggu , pokoknya selama yang aku mau . Aku bingung harus kemana selama liburan ini. Apakah pulang kerumah mengurus istri-istri cantik yang hamil? atau mencari kepuasan selama berlibur? Aku memilih pilihan yang kedua. Aku terkejut ketika keluar hotel, aku dijemput mobil dinas baru. Jika sebelumnya mobil dinasku Mersedes benz Vito dengan lambang Neo Nazi di pintunya , kali ini aku dijemput dengan mobil limosin terbaru dengan desain mewah. Limosin adalah lambang feudalisme Indonesia, maksudku Ocean saat itu. Mobil ini sangat identik dengan bangsawan kelas atas dan tentu saja dibeli dengan hasil keringat kerja paksa. Limosin ini adalah pemberian dari KSAD sebagai bentuk ramah tamah Beliau. “Ramah tamah” tentu saja ada maksud dibalik semua ini. Pasti ada mainan baru yang sedang mereka incar, karena selain mobil dinas baru, mereka memberiku sebuah apartemen super mewah tepat di pusat kota Jakarta, lengkap dengan helipad. Anggap saja ini imbalan karena telah membantu panglima AD mendapatkan apa yang mereka inginkan. Masih banyak mainan yang memang mereka incar dan mereka mendekatiku agar prosedur pembelian bisa lebih “dipermudah”. Sadar aku sangat antusias dengan perempuan cantik, aku mendapat dua sopir dinas baru, dua srikandi TRI yang ditugaskan khusus untuk mengabdi kepadaku.




“luar biasa sekali! Sampaikan salam saya kepada Pak Jenderal.” Ucapku dengan antusias sambil menjabat tangan sang perwira.


“Sama-sama Bapak Eko, selamat berlibur.” Sang Perwira dan Ajudannya lalu memberi hormat dan aku pun membalas hormat mereka. Agenda selanjutnya adalah liburan.




Meskipun pangkat mereka sudah perwira, kedua srikandi ini belum pernah terjun ke medan perang. Aku tertawa menertawai mereka. Sebagai mantan Penerbad, aku menceritakan betapa seram dan sengitnya perang di Kunming, China selatan. Mereka terkagum-kagum saat aku bercerita kalau aku pernah menyelamatkan dua prajurit TRI di kunming, serta menyapu bersih ratusan serdadu GLA yang mengepung mereka. Sambil bercerita, kuremas-remas paha Srikandi Greace dan ia pun hanya tertawa-tawa sambil menikmatinya. Sesekali tanganku tiba di celana dalam Greace dan mulai mengelus-elus vaginanya.




“Aw! Hahahahahaha! “ begitulah tertawa Greace ketika jemariku mengobok-ngobok lubang kewanitaannya. Selanjutnya , di perjalanan menuju restoran untuk makan siang, aku meminta Greace untuk melumat dan menghisap penisku. Ternyata ia Srikandi yang hebat dan tahu sekali bagaimana cara memuaskanku. Ia menghisap penisku , dan sambil menikmati hisapan mautnya, bibirku melumat dan mengecup bibir manis Mina. Beberapa menit kemudian, Greace berhasil meledakkan penisku dan ia pun menghisap seluruh air mani yang memuncrat keluar. Aku menepuk-nepuk pipinya seraya berbisik.


“Kerja bagus prajurit!” dan kami pun bercumbu. Belum puas , tak lama aku menggulingkan Greace di sofa dan menidurinya sebanyak dua atau tiga kali selama perjalanan. Mina hanya tertidur sambil mendengarkan lagu . Ternyata tidak senikmat yang aku bayangkan. Setelah puas menyetubuhi srikandi ini, kami kemudian turun mobil dan seluruh warga sipil memandangku dengan penuh hormat. Turun dari mobil supermewah, dengan pakaian ala bangsawan, membuat semua mata memandangku. Namun yang membuat mereka lebih terpukau adalah aku jauh-jauh dari pusat kota hanya untuk makan siang di warung bakso yang belakangan sangat sulit dicari. Mina dan kedua srikandi cantikku mengira kami akan makan mewah ala Eropa di Mall. Padahal liburan kali ini , sudah lama aku ingin makan mie ayam bakso setan.




“Wati, cepat belikan kami Bakso empat porsi. Kita makan di mobil saja.”


“Siap Pak.” Wati kemudian keluar memesan bakso dan kami menunggu di mobil saja. Mataku celingak-celinguk memandang sekitar jika saja ada perempuan cantik yang sedang lewat. Aku butuh perempuan lagi kerena Greace ternyata tidak senikmat yang aku bayangkan. Setelah Wati kembali dengan bakso yang aku pesan, aku masih menengok ke kiri kanan mencari mangsa. Tak lama aku menengok seorang gadis berhijab cantik sedang mengantri untuk memesan bakso. Bajunya lusuh, jilbabnya kotor namun semua itu tidak dapat menutupi kecantikannya. Setelah melirik wajahnya cukup lama, aku lekas turun, karena aku sepertinya mengenali siapa karyawati itu.


“Roro? “ sapaku pelan. Ia pun menoleh dan terkejut bukan kepalang ketika ia melihatku.


“ Eko!! Maksud saya Pak Eko!!” Sahutnya terkejut. Veronika, atau Roro ini adalah gadis paling cantik di smp yang pernah aku taksir. Aku sempat menyatakan cinta pada Roro tapi ia menolakku mentah-mentah bahkan dengan nada kasar




https://www.imagebam.com/image/1829801323932257


https://www.imagebam.com/image/2d43431323932266


RORO










“Ya ampun Roro kamu apa kabar sekarang? Kerja apa?” Roro menunduk malu dan bingung untuk berkata apa.


“Aku .... aku ..... aku gak kerja Ko, ini kebetulan aja aku nemu uang kecil di jalan . Jadi aku pake buat makan aja.” Aku begitu terkejut mendengar perkataannya.


“ Ya ampun! Mana Suami kamu? Kenapa kamu makan diluar?” Karena sebenarnya Roro masih cantik, aku kira ia sudah punya suami namun ternyata...


“Gak ada ko, Aku tinggal di Asrama. Ini aja aku baru pulang dinas dari Hainan....” Roro makin malu. Itu artinya dia baru pulang dari gadis depan sebagai gadis pemuas Nafsu.


“Ya ampun Roro, yuk masuk ke mobil aku aja. Kita makan di dalem. “ Aku mengajak Roro makan siang di dalam mobil. Kami lalu bercerita banyak hal , terutama tentang teman-teman kami sewaktu smp. Sahabatnya Dina dan Eka kerja paksa di Pabrik Baru. Ayahnya dilempar ke ladang gandum di padang sementara ibunya di manado dan sampai sekarang tidak ada kabarnya. Roro baru beberapa hari pulang dari Hainan , dan rencananya ingin mendaftar kerja sebagai petani. Aku bilang padanya kalau aku turut prihatin atas apa yang terjadi padanya , sahabatnya dan keluarganya. Lalu aku bercerita jika aku sudah punya lima Istri dan satu anak, yang sebentar lagi akan menjadi enam. Roro tertawa lepas. Aku menggodanya jika ia mungkin menjadi istri yang ke enam dan ia makin tertawa. Ditengah tertawaan itu, aku mencumbu bibir Roro, membuat Greace dan Mina geram bukan kepalang.


“ gimana kalo kamu ikut Liburan aja? “ Godaku. Roro lagi-lagi terkejut. Ia mengira dirinya salah dengar jadi ia berbalik bertanya


“ Liburan? Maksudnya Ko?? “


“ Ya kamu temenin aku jalan-jalan. Gimana? “ Roro sempat terdiam tak percaya. Sementara tanganku sudah meremas pahanya. Sadar apa mauku sebenarnya , dengan wajah merah merona karena malu, ia lalu menjawab


“ mau Ko , aku mau....” jawab Roro malu. Aku meminta Wati untuk membawa kami ke Mall Grand Semarang , Mall terbesar di Jawa tengah . Mall ini dahulunya milik salah satu konglomerat terkaya di Indonesia namun sesaat sebelum perang saudara, Pemerintah menyita seluruh Aset miliknya termasuk Mall ini. Sejak itu , Mall ini dirombak ulang dibawah menejemen baru. Hanya Warga berkasta Bangsawan dan Panglima yang sanggup mengunjungi Mall ini , dan saja turis – turis dari Neo Nazi.




Greace dan Mina sedikit jijik dengan penampilan Roro karena pakaiannya yang lusuh , dan wajahnya yang kusam, ciri khas wanita kelas pekerja. Padahal Mina sewaktu masih menjadi OB juga tidak jauh berbeda. Kugenggam tangan Roro erat-erat sehingga ia menundukkan wajahnya karena malu. Sesekalo kuraba pahanya yang dibalut rok merah lusuh dan Roro hanya pasrah. Sesekali jemariku menyentuh dan mengelus vaginanya dari luar rok, tapi Roro masih diam dan pasrah. Lama kelamaan matanya terpejam dan wajahnya memerah malu.




Ketika sampai di Mall Grand Semarang, Roro menatap kagum Mall dari balik kaca mobil. Bendera merah putih dan bendera Swastika Neo Nazi berkibar berdampingan. Lapangan parkir sangat luas namun bukan lagi mobil yang parkir disana , melainkan helikopter bangsawan. Helikopter dinasku juga sudah terparkir disana. Kami lalu turun dari mobil , disambut karyawan Mall yang kebanyakan orang Eropa. Greace dan Wati aku suruh membawa pulang mobilku ke Jakarta , sementara Mina aku suruh menunggu di helikopter. Aku ingin berdua saja dengan Roro. Kedua Srikandi itu menjalankan tugasnya membawa pulang mobil ke Jakarta. Mina dengan berat hati menuruti perintahku. Hingga tinggallah aku berdua saja dengan Roro.




“ aku belum pernah lho Ko masuk ke Mall semahal ini. “ ucap Roro.


“ Nah berarti hari ini udah! Enjoy dong jangan malu-malu. Kamu kan dulu meriah banget.” Sahutku.


“ Itukan dulu Ko .... “ jawabnya malu. Aku mengajaknya ke salah satu klinik kecantikan termewah se-Indonesia . Saking mewahnya , bahkan satu lantai khusus untuk klinik kecantikan ini . Roro diam membatu ketika aku mengajaknya ke klinik semewah ini.


“ ini..... ini beneran kita kesini. Artis aja gak sanggup kesini lho Ko.... “ aku tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Roro.


“ Ya beneran. Aku kan bukan artis , aku Bangsawan.” Godaku. Kami langsung disambut dengan ramah. Walaupun mereka semua orang Eropa , mereka paham bahasa Indonesia. Mereka justru tidak terlalu paham bahasa inggris jadi jika ingin berbincang dalam bahasa Asing , gunakan bahasa Jerman , Itali atau Spanyol. Aku meminta mereka merombak dan mendandani Roro secantik mungkin. Di cabang Jakarta, aku sudah mendandani Istri-istriku dan hasilnya memuaskan. Jadi aku penasaran dan tak sabar untuk melihat bagaimana hasilnya.




Mereka bilang keadaan Roro sangat buruk dan banyak yang harus diperbaiki sehingga akan memakan dana yang cukup besar. Mungkin mencapai ratusan juta rupiah. Pertama mereka harus memuluskan kembali wajah Roro yang penuh jerawat , kedua mengembalikan rambutnya seperti semula , ketiga menghaluskan kembali kulitnya dan belum lagi memperbaiki perutnya yang sekarang penuh dengan parasit. Butuh waktu bertahun-tahun jika perawatan dilakukan secara konvensional. Namun dengan teknologi terbaru yang sudah teruji , cukup empat jam saja dan Roro akan ribuan kali lebih cantik dari sebelumnya. Dana yang diperlukan sekitar 250 juta rupiah belum termasuk kosmetik lainnya. Aku bilang




“ Lakukan “ dan operasi langsung dimulai. Roro dimasukkan kedalam suatu ruangan dan aku diminta menunggu di ruang tunggu. Ada karaoke , ada Game PC , ada TV satelit tapi aku malah memilih tidur di Sofa empuk. Aku terbangun seusai magrib dan ketika itu , TV membahas tentang wisata Bali . Tiba-tiba saja aku tertarik untuk mengajak Roro liburan kesana. Sudah hampir empat jam namun belum ada kabar operasi selesai. Jadi aku tertidur kembali. Barulah ketika pukul sembilan , aku dibangunkan karena operasi baru saja selesai. Aku ke ruang dimana Roro dioperasi dan hasilnya mengejutkan.




Roro berubah 180 derajat. Kulitnya menjadi putih mulus dan mengencang Wajahnya halus bersinar-sinar. Payudaranya kembali mengencang , dan bukan hanya sedap dipandang tapi aku tak sabar ingin meremasnya. Pinggulnya juga kembali kencang. Roro hanya mengenakan handuk karena pakaiannya sudah tidak layak dikenakan lagi. Aroma badannya menjadi sangat harum . Vaginanya pun dikembalikan menjadi perawan lagi. Aku tertawa puas seraya bertepuk tangan mengagumi hasil kerja mereka.




“ Bagus! Bagus!! danke schön!!!” ucapku berterima kasih kepada mereka dalam bahasa mereka.


“ Madam Roro bahkan belum kami izinkan melihat dirinya sendiri agar ia lebih terkejut. “ ucap sang Professor wanita .


“ apaan sih? Kok kamu liat aku kayak kaget gitu?? “ Tanya Roro sambil tertawa. Sang Professor lalu meminta suster mengambilkan cermin agar Roro dapat melihat wajahnya sekarang. Dan hasilnya , ia sampai berteriak histeris seolah tak percaya dengan apa yang dia liat


“ Kyaaaaa!!!! Ini bener-bener aku Ko?! “ Tanyanya Histeris.


“ Lah iya dong Roro. Masa orang lain “ jawabku. Roro makin histeris bahkan sampai meneteskan air mata. Sang Professor dan suster yang mejalankan operasi juga ikut puas melihat reaksi Roro. Sebagai bonus , mereka memberi Roro sepasang gaun cantik sebagai baju barunya. Aku lalu menunggu Roro diluar dan ketika ia selesai mengenakan pakaiannya, kami pulang ke hotel. Soal pembayaran sudah kuurus sebelum aku tidur jadi selanjutnya , kami berbelanja kosmetik , handphone baru dan pakaian baru sebelum Mall tutup.




Kami kembali ke hotel dan kali ini aku sekamar dengan Roro. Helikopter diparkir di atap hotel karena esok , pagi-pagi sekali , kami akan liburan ke Bali. Roro tak henti-hentinya menengok Cermin. Ia memang berubah menjadi bidadari cantik yang bahkan ribuan kali lebih cantik dari dia yang dulu. Aku tidak menidurinya malam ini karena esok , aku ingin meniduri Roro di Bali. Namun kami tidur satu Ranjang dan sangat mesra seperti suami Istri.




“ Met tidur ya Ko , aku seneng banget hari ini aku ketemu kamu . Coba deh kalo dari dulu aku tahu kalo kamutu baik banget. “ bisik Roro


“ Aku juga seneng hari ini aku ketemu kamu. Aku seneng kalo kamu seneng. “ Lalu aku mencumbu bibir Roro dan kami bercumbu singkat sebelum tidur. Aku tidur di pekukan Roro dan ia pun tertidur pulas di pelukanku. Aku tak sabar , petualangan macam apa yang menunggu kami esok pagi.








BERSAMBUNG



Report content on this page

Posting Komentar

0 Komentar