PETUALANGAN BIRAHI PART 4

 

NAIK KASTA​

Ketika sampai di kantor, teman-temanku bertepuk tangan , menyambutku yang baru saja berhasil mendapatkan istri-istri baru. Mereka melihat postingan di social media lalu memutuskan untuk memberiku kejutan keesokan harinya. Kami akhirnya mengadakan pesta kecil-kecilan dengan meminum masing-masing segelas whisky impor dari eropa , lalu kembali bekerja. Namun , beberapa temanku masih bertanya bagaimana pengalamanku malam tadi , dan aku pun menceritakan semuanya secara detail kepada mereka. Tentu tak lupa aku berterima kasih pada temanku Arif , dan ia juga berterima kasih karena aku mau merawat rumah itu. Sebenarnya kami berada di kasta yang sama , namun di kantor , jabatanku memang sedikit lebih tinggi darinya , tapi kami saling menghormati .

Sepulang kerja aku mengajak ke empat pendampingku karaoke di sebuah mall yang dulunya dikenal Pondok Indah Mall . Tidak banyak yang dapat berbelanja di Mall ini saat itu , mungkin hanya turis asal Eropa , perwira bangsawan dan panglima , atau kadang-kadang warga kelas pimpinan yang sudah lama menabung dan berencana berbalanja disini. Lola , Tania dan Shahira belum pernah ke Mall ini , sedangkan Ria mengaku sudah bosan karena ia bekerja di Texas Chicken . Sebelum perang pun, Ria sudah sering berbelanja disini . Kami karaoke selama tiga jam , menggunakan vocer karaoke yang kudapat dari kantor. Aku memang sudah lama ingin vocer ini menumpuk di mejaku. Tania ternyata sangat pintar bernyanyi. Suaranya merdu seperti penyanyi terkenal. Ia bernyanyi lagu Krisdayanti , Rossa , Raisa dan lagu-lagu terkenal yang dirils sebelum perang . Lola pintar bernyanyi hip-hop dan r&b ala barat . Sedangkan Shahira senang lagu dangdut dan Ria pintar menari modern , sexy dance bahkan bboy . Kami menyewa ruang VIP . Mereka bernyanyi , tertawa dam menari selepas mungkin selama tiga jam. Setelah puas karaoke , aku mengajak mereka berbelanja produk-produk eropa dengan vocer belanja yang aku bawa dari kantor. Mereka masing-masing kuberi vocer belanja lima juta ( sekitar tiga juta pada masa sebelum perang) , dan mereka pun senang bukan kepalang. Mereka berbelanja gaun , kosmetik , tas yang walaupun belum bermerk tapi mewah dan jauh lebih berkelas dari yang digunakan wanita pada umumnya. Seharusnya aku membawa lebih banyak vocer belanja karena gadis-gadis ini sangat gemar berbelanja.

Malam itu , kami makan malam sepuasnya di restoran ala eropa. Kami memesan steak yang besar dan tebal karena ini pertama kalinya Lola , Tania dan Shahira mencoba steak. Ria memesan salad karena ia tidak terbiasa makan steak. Hanya kami berlima yang makan malam disana malam itu. Beruntung sejauh ini semuanya gratis karena aku memang sudah lama mengumpulkan vocer makan, vocer belanja dan vocer karaoke. Kami pulang dengan perut kenyang dan barang belanjaan yang sangat banyak. Tetangga-tetangga sangat iri dengan kami. Sepulang dari belanja , kami berlima berumbu dan ML singkat sebanyak beberapa kali sebelum kami tertidur.

Benar-benar nikmat tiada tiara . Serumah dengan empat gadis cantik , ML setiap pagi dan malam , pekerjaan yang santai , apalagi nikmat yang aku lewatkan? Nyaris tidak ada. Sepulang dari Mall, kami mabuk-mabukan di rumah, menari-nari tanpa busana lalu ML berlima sepanjang malam. Yang paling aku sukai adalah ketika di blowjob oleh empat gadis cantik sekaligus . Aku paling senang ketika mereka berempat duduk berjejer diselangkanganku bergantian mengulum dan mengemut penisku. Paling luar biasa lagi ketika air maniku memuncrat di wajah mereka berempat. Mereka hanya tertawa sambil memukul-mukul pelan dadaku. Selanjutnya, aku mengenjot mereka satu persatu secara bergantian. Dimulai dari Tania, Ria, Lola dan yang terakhir Shahira. Kami ML berulang-ulang kali sampai pukul tiga dini hari, dan tak lupa melakukan morning sex ketika aku bangun di pukul setengah tujuh pagi.

Kebiasaan itu berlanjut sekitar sebulan atau dua bulan berikutnya Sekali atau dua kali sebulan , aku menyampatkan diri untuk ML dan memanjakan Istri Pertamaku Loren. Kami masih rukun dan tidak pernah bertengkar., meski aku sudah punya empat istri baru. Namun memasuki bulan ketiga, aku mulai meniduri ke empat istriku secara bergantian. Ria di hari senin, Tania di hari selasa , Shahira di hari rabu dan Lola di hari kamis. Hari jumat kadang aku pulang ke rumah Loren ,menagih jatahku disana, dan baru kembali minggu sore. Atau , ML berlima bersama istriku sampai pagi tiba. Sabtu dan minggu adalah waktunya gila-gilaan. Kadang kami liburan ke Mall, atau ke pantai, dan ML berlima di malam harinya.

Soal urusan rumah , setiap istriku punya tugas masing-masing. Istri keduaku yang sebenarnya hanyalah Tania, karena aku menikahinya langsung di kantor WegotLove Bekasi Barat. Sedangkan Ria, Lola dan Shahira, hanya berstatus sebagai pembantu saja. Meski aku tetap menganggap mereka sebagai istriku, berbeda dengan Tania yang seperti putri, setiap istriku punya tugas masing-masing seperti Lola yang tugasnya bersih-bersih dan beres-beres rumah , Shahira tugasnya mencuci dan menyetrika baju , serta Ria yang tugasnya memasak.

Soal ML, sebenarnya aku paling puas ketika dilayani oleh Ria , walaupun buah dada Ria jauh lebih kecil dari pada buah dada Shahira. Namun seperti yang kuceritakan, mereka punya “jatah” dihari yang berbeda. Kecemburuan itu pasti ada, seperti Lola yang kadang sering menjeliti Tania saat ia sedang bermanja-manjaan denganku, namun aku dapat meredakan dengan merangkul mereka semua, dan tentu saja , kupon belanja. Kupon belanja adalah kunci agar aku dapat tetap berlaku adil kepada seluruh istriku.

Setahun berlalu dengan penuh kenikmatan dan adegan ranjang. Semakin hari , semakin banyak sekali pria-pria yang iri denganku termasuk sahabatku sendiri. Mereka mencari cara agar aku diusir dari rumah itu. Salah satunya menghasud Arif , namun tidak berhasil karena aku menyogok Arif dengan kupon belanja yang sering ia berikan kepada istrinya. Yang terjadi justru lebih baik dari itu. Saat mengetahui jika aku beristri empat, maksudku lima, Direktur Utama segera memanggil dan menanyakan bagaimana bisa aku hidup akur dan mesra sementara empat istriku tinggal serumah. Aku ceritakan saranku dan Beliau pun begitu antusias mendengar. Beliau cerita jika ia memiliki enam istri dan sepuluh pendamping, dan semuanya tidak ada yang akur. Semuanya saling menyingkirkan untuk menjadi yang utama. Beliau memuji kerukunan keluargaku dan melantikku menjadi direktur marketing. Aku mendapat Villaku sendiri di Pondok Indah dan helicopter dinas super mewah. Villanya besar , lengkap dengan kolam renang dan kelima istriku cukup untuk tinggal disana, dengan mobil pribadi masing-masing . Meski awalnya diam-diam dan jarang bertegur sapa , selang beberapa minggu mereka berteman baik . Loren mendapat jatah melayani nafsuku di hari jumat . Dan setiap hari sabtu , kami tidak lagi bercinta berlima , tapi berenam sekaligus. Adu mulut dan cemburu itu pasti ada , namun tidak pernah menyebabkan masalah besar. Sekali lagi terima kasih kepada “kupon belanja”.




Sebagai direktur marketing , aku dibekali satu helikopter dinas , H225 VIP Super puma , satu mobil mewah mercedes benz VIP yang somehow ada lambang Nazi di pintu samping, serta lima mobil BMW untuk ke lima istriku. Hampir setiap hari aku berangkat dengan helikopter , entah itu ke kantor atau kunjungan lapangan. Jika kunjungan lapangan , salah satu atau dua istriku pasti aku ajak untuk jalan-jalan. Biasanya Tania atau Ria atau Loren , karena Lola dan Shahira mabuk udara. Aku pernah mengajak Tania berdua saja terbang ke Yogyakarta lalu ke Bali. Sedangkan Loren, pernah aku ajak terbang ke Semarang dan juga Bali. Sedangkan Ria, pernah kuajak ke Surabaya. Kenangan yang paling nikmat adalah ketika aku mengajak Tania liburan ke Sanur, dimana aku menidurinya dari pagi sampai ke siang hari, lalu lanjut saat malam hari seusai kami keliling pulau Bali dengan helikopter. Hari itu kami sampai ML mungkin belasan kali dalam sehari. Tania hanya pasrah dan menikmati saat aku menggerayangi dan menggenjot kemaluannya.




“ ahh ahh ahh ahh Sayang.... sayang ahhh ahh” Aku paling suka desahan Tania ketika penisku menyuruduk vaginanya dengan kecepatan tinggi. Ia terbaring di kasurnya , meremas-remas sprei , sementara penisku terus menusuk-nusuk dengan kecepatan tinggi. Bibirku sesekali , melumat dan mengecup lehernya gemas. Wajahnya memerah dan Tania melolong keras ketika , saat ia mencapai puncak kenikmatannya. Ia memelukku pasrah serta terus mendesah keras. Kadang , jemarinya sampai mencakar punggungku dan Tania kembali melolong panjang saat penisku memuncratkan sperma di dalam vaginanya. Ia menepuk-nepuk dadaku seraya berbisik


“Nakal kamu ..... “ dengan nada merajuk. Tania paling kewalahan jika harus melayani nafsuku, namun ia paling senang ketika kami berbelanja berdua saja. Nilai tambahnya dibanding istriku yang lain adalah Tania adalah yang paling imut dan yang paling cantik . Meskipun banyak sahabatku yang bilang, Ria lebih cantik, Loren lebih cantik atau Lola dan Tania.




Aku naik kelas menjadi Bangsawan. Kenapa secepat itu? Sedangkan Direktur dan Sekjen di perusahaan sipil bahkan hanya masuk kelas pimpinan . Karena aku adalah direktur pemasaran di perusahaan perakitan senjata nomor satu di Ocean . Peranku di medan perang sangat signifikan. Aku harus mengatur pemasokan senjata dari Yunnan sampai ke Marauke. Aku juga harus mencatat dan memastikan berapa pucuk senjata yang dijual ke AD , AU dan AL. Mulai dari pistol kecil , sampai ke meriam howitzer 155mm. Setiap pihak yang ingin dan akan memesan senjata , harus datang ke kantorku. Apalagi di masa ini , PINDAD sudah memonopoli penjualan mobil listrik. Aku juga bertanggung jawab atas penjualan mobil di Indonesia , atau negara bagian yang lain. Cukup memusingkan bukan? Itu sebabnya kastaku dinaikkan menjadi bangsawan sebagai penghargaan atas jasaku kepada perusahaan dan negara. Meskipun harus kuakui yang berhak mendapat perhargaan adalah karyawanku . Karena pekerjaanku yang sesungguhnya di kantor hanyalah.




“ mmmhh ahhh ahhh pak awww pak aww ahhh ahh pelan-pelan pak Ahhh ahh “ aku menggenjot vagina Linda dengan kecepatan penuh. Aku sengaja menggenjotnya di depan kaca agar ia melihat sendiri lekuk tubuhnya. Namun wajahnya memerah karena malu. Linda adalah mantan bintang porno yang bekerja sebagai sekretarisku. Siang ini seperti biasa, aku menggenjot vagina beceknya demi memuaskan nafsuku.



Kupercepat genjotanku dengan kecepatan penuh. Pinggangku menepuk-nepuk pinggulnya sehingga menimbulkan suara tepukan yang nyaring. Tanganku dengan nakalnya meremas-remas buah dada Linda yang padat dan kencang. Linda mendongakkan kepalanya ke atas dan matanya terpejam. Desahannya makin terdengar lantang ketika penisku makin bergenjot kencang. Bibirku pun terus mengecup-ngecup lehernya. Tanganku enggan lepas dan terus bermain di buah dada Linda. Tak lama ia melolong keras dan mencapai puncak kenikmatannya.




“ ahhhh mmhh pak mmhh Linda gak kuat pak...” aku terus menggenjot penisku dengan kecepatan penuh. Aku sangat senang ketika ia memelas dan mendesah keenakan. Penisku masih terus menggenjot dengan kecepatan penuh sehingga Linda pun lemas didekapanku. Wajahnya memerah dan matanya masih terpejam . Ia hanya pasrah . Tak lama , giliran Penisku mulai berkedut hebat , dan akhirnya meledak-ledak di dalam vagina Linda. Wajahnya memerah dan nafsu birahiku akhirnya terpuaskan. Aku masih terus menggenjot penisku pelan sampai spermaku benar-benar berhenti memuncrat. Kami sama-sama terpuaskan. Biasanya hubungan badan ini kami akhiri dengan cumbuan yang liar lalu membersihkan tubuh kami di kamar kecil. Ia keluar setelah mengenakan kembali pakaiannya.




Menjadi bangsawan muda memang tak ternilai enaknya. Kadang melihat gadis cantik sedikit , kita bisa langsung menggodanya dan menidurinya saat itu juga. Entah dia anak perwira , anak Anggoa Kongres , aku berhak meniduri mereka kecuali ia juga anak bangsawan atau anak panglima. Di kantor selain Linda , aku sering menggagahi OB cantik yang bernama Mina. Aku sering menelpon lewat telepon kantor apakah ia sedang sibuk atau tidak? Jika tidak sibuk , aku sering memanggilnya untuk memijatku , atau sekedar menghisap dan mengulum penisku.





“ slllrp sllrp sllrp” aku sangat suka ketika masuk ke bawah mejaku , menurunkan celanaku , lalu mengulum penisku. Aku sangat suka ketika lidahnya berputar-putar di kepala penisku. Mina dapat menghisap penisku selama beberapa menit , lalu menghisap dan menelan seluruh air mani yang memuncrat dari penisku. Kadang juga aku sengaja menelanjanginya dan meminta ia menari erotis memuaskan nafsu syahwatku.




Ketika aku pulang , “sibuknya” pekerjaan kantor membuat aku ingin menjamah istriku. Jadi sehari , aku bisa enam sampai sepuluh kali ML. Pagi dan malam bersama istriku , siang dan sore bersama Mina dan Linda. Hal seperti itu sudah biasa dikalangan bangsawan . Sedangkan diluar sana , banyak sekali perut kelaparan yang bingung malam ini mau makan apa. Tapi siapa peduli.




Untuk sekejap , hidupku sangat sempurna dan birahiku bukan lagi terpuaskan tapi sudah diluar batas. Sampai suatu hari , Tania memberiku kejutan dengan mengatakan jika ia sedang mengandung anak pertamanya . Aku sangat senang dan bahagia karena putraku akan segera dapat adik. Jadi di hari selasa aku tidak ML dengan Tania namun aku masih tidur satu kasur dengannya. Di hari sabtu aku ML masih ML berlima dengan istri-istriku yang lain. Hampir sebulan kemudian , Ria berbisik malu jika ia juga mengandung anakku. Aku turut senang dan itu artinya aku akan dapat dua keturunan baru.Namun jatahku dihari senin harus ditahan. Tugasnya memasak juga akhirnya dibantu oleh Loren. Namun selang beberapa bulan kemudian giliran Loren yang mengandung sehingga tinggal Lola Shahiralah yang belum hamil. Namun selang beberapa minggu , ternyata baru diketahui jika Shahira sudah berisi tiga bulan dan beberapa hari kemudian, Lola muntah-muntah dan rupanya juga sudah hamul. Perutnya mereka mulai membesar . Karena kelima istriku semuanya hamil dan sebentar lagi melahirkan , itu artinya jatah ML ku kacau paling tidak sampai satu atau dua tahun kedepan. Pekerjaan rumah pun sudah tidak bisa diporsir seperti dulu lagi. Sedangkan tekanan pekerjaan pasti akan memicu birahi yang tak terkontrol (sebenarnya tidak hanya saja , Aku saja yang mata keranjang) . Jadi akibatnya , aku jadi lebih sering ML dengan Linda dan Mina. Sedangkan untuk urusan rumah , Aku merekrut beberapa gadis belia untuk mengurus segalanya, termasuk mengurus istriku. Mereka terlatih dan bersertifikat sehingga aku dapat mempercayakan urusan rumah pada mereka. Sekarang tinggal urusan bawah.




Meskipun Linda mantan bintang porno dengan jam terbang yang sangat tinggi , entah kenapa Mina lebih menggoda. Setelah ratusan kali ML dengan Linda , aku memecatnya dengan alasan kurang produktif dan ia pun dilempar ke pabrik perakitan senjata di Marauke , dimana sahabatku Leon sudah menunggu untuk mencicipi tubuhnya . Sebagai gantinya aku mengangkat Mina sebagai sekretarisku.




“ Sayang , kemaren kamu udah perawatan kan? “ tanyaku pada Mina yang baru hari pertama menjadi sekretaris.


“ Iya sayang , udah di waxing , di laser juga , banyak deh jadi kemaren seharian perawatannya “ sahut Mina.


“ nanti kalo kamu mau perawatan lagi , langsung kesana aja sayang. Eh kamu sukakan mobil dinasnya?” sambil malu-malu Mina lalu menjawab


“ iya sayang , tapi boleh gak , mobilnya aku pake jalan-jalan. “ tanyanya malu-malu


“ boleh banget dong sayang , sini dong pangku dulu. “ dengan wajah manjanya , Mina lalu duduk dipangkuanku . Pinggulnya menduduki penisku yang sedang berdiri tegak di balik celana, sehingga ia berdesis nakal sambil memejamkan matanya. Terbakar nafsu birahi , kuraih dagunya lalu kukecup bibirnya. Kulumat, kukecup dan sesekali lidah kami saling melintir-lintir nakal. Mina lalu turun ke bawah mejaku dan seperti biasa ia membuka celanaku sehingga mencuatlah penisku tepat di depan matanya.


“ Uggghh sexy nya .... “ ia berbisik nakal lalu mulai mengulum penisku. Sementara karyawanku bekerja hidup dan mati diluar sana , aku asik menikmati kuluman bibir Mina yang dahsyat. Bibirnya naik turun memompa-memompa penisku. Suara hisapan bibirnya membuat birahiku terbakar dahsyat. Kulumannya makin menyepat dan kali ini hanya terpusat di kepala penisku saja.




Tangannya pun naik turun mengocok-ngocok batang penisku. Tak sadar mataku dibuatnya merem melek dan bibirku pun mendesah-desah dengan sendirinya. Kulumannya makin menjadi-jadi , sampai penisku mulai berkedut-kedut lalu memuncrat hebat di dalam mulutnya. Mina menelan seluruh air mani yang memuncrat keluar. Ia benar-benar mengerti bagaimana cara memuaskan nafsuku. Tidak sampai disitu saja , ketika sebelum makan siang , kami bersenang-senang di sofa kantor. Kudorong ia ke atas sofa, kubuka kemaja dan rok Mina, lalu kutunggangi tubuh sexy nya dengan nafsu yang meledak-ledak. Penisku pun langsung menusuk-nusuk vaginanya dengan kecepatan penuh.




“ Ah ah sayang ahh ahh ahh “ desahannya yang imut , centil dan nakal , membuat aku semakin nafsu menggenjot lubang vaginanya. Sambil mengalungkan kedua lengannya di leherku , bibirnya dengan ganas membalas lumatan bibirku . Beberapa menit menggenjot vagina beceknya dari atas , penisku berkedut dan memuncrat di dalam vaginanya. Kami berdua melenguh puas lalu segera membersihkan tubuh kami. Kami selalu gila-gilaan sebelum makan siang , dan ketika sesudah makan siang , aku kembali menggenjotnya sebelum kembali ke pekerjaanku.




Aku selalu memanjakan Mina karena untuk sementara , hanya dia pemuas nafsuku. Ketika pulang ke rumah , tentu saja aku sibuk mengurus istri-istriku yang sedang hamil besar. Mereka tidak tahu jika aku sering berhubungan ranjang dengan sekretarisku jadi mereka mengira aku suami yang setia. Padahal belakangan aku sering berangkat pagi karena aku tak sabar ingin menggenjot Mina. Kebiasaan itu berlanjut kurang lebih satu bulan lebih. Aku hampir tiap hari meniduri Mina karena semua istriku tidak bisa melayani nafsuku.








BERSAMBUNG



Report content on this page

Posting Komentar

0 Komentar