RUMAH NO 202 (TAMAT)

 

Jika dalam keadaan normal mungkin Frans akan terangsang melihat tubuh indah yang dalam ke adaan telanjang bulat itu, namun mengingat jika sosok yang berdiri di depannya saat ini bukan lah manusia, melainkan hantu yang berusia di atas seratus tahun, membuat ia berkeringat dingin ketakutan.






“Kenapa kamu membawa wanita ke dalam kamar kita sayang”, kata Keyla dengan dinginnya, kali ini ini ia memandang ke arah Frans.




Deg






“Dengar Key!. Aa, aku bisa jelasin”, jawab Frans terbata.


“Dasar iblis, berhentilah menganggu kehidupan mas Frans”, kata Meta dengan suara lantang. Ia berjalan ke depan Frans bermaksud untuk membentengi pemuda tersebut.






Keyla menatap Meta dengan pandangan tidak suka, kali ini mata nya mulai merah. Melihat kenekatan Meta, Frans pun membulatkan tekat untuk melindungi Meta apapun yang terjadi. Ia kembali menarik Meta untuk berdiri di belakangnya. Melihat itu, membuat Keyla semakin tidak senang, dan menatap mereka berdua penuh amarah.






“Beraninya kamu memegang wanita lain di hadapanku”, kata Keyla dengan suara mulai serak. Lalu tiba – tiba pintu jendela di sebelah mereka berdiri terbuka lebar




Kreeekkk




Angin kencang berhembus masuk ke dalam kamar.




Deg 




Jantung Frans dan Meta berdetak dengan kencang, mereka berusaha melawan rasa takut yang datang dengat saling mengeratkan genggaman tangan mereka. Tiba – tiba sebuah kekuatan kuat yang entah datang dari mana, menghempas tubuh mereka berdua.






“Ahhkkkkkkk”, keduanya terlempar secara terpisah. Frans jatuh ke arah ranjang dan kepalanya membentur tonggak pinggir ranjang. Sementara Meta terlempar ke belakang. Kepala Frans terasa berat, terlihat darah mulai mengucur keluar dari kepalanya yang terhempas tadi. Ia coba berdiri untuk menjaga Meta yang terpisah tidak jauh darinya.


“Arrhhkkk”, teriak Meta kesakitan.






Frans terkejut melihat Meta yang saat ini lehernya dililit oleh kain jendela. Entah bagaimana, kain jendela tersebut terlihat seperti hidup, dan perlahan mulai mencengkram leher Meta dengan kuat.






“Metaaa..”, teriak Frans memanggil nama Meta.






Wajah Meta terlihat semakin membiru, nafasnya terlihat makin sesak karena suply udara yang semakin menipis ke otak. Ia terlihat sekarat, seperti bersiap menemui ajalnya.




Frans benar – benar tidak berdaya menghadapi sebuah kuatan di luar nalarnya. Namun untuk menolong ia juga tidak kuasa, saat ini tubuhnya tidak bisa bergerak sama sekali, hanya terpaku dalam keadaan telungkup di atas lantai.






“Berhenti keyla!. Please, jangan bunuh dia”, mohon Frans pada Keyla.


“Siapapun yang coba rebut kamu dari aku, harus mati”, kata Keyla dengan penuh amarah serta tatapannya yang sangat dingin ke arah Meta.


“Tidak Key!. Kumohon jangan. Kamu boleh miliki diriku, asal jangan kamu bunuh dia”, mohon Frans lagi sambil menatap Keyla tidak berdaya.






Keyla rupanya terpengaruh dengan ucapan Frans barusan. Sehingga tampak cengkraman di leher Meta terlihat mulai mengendur. Meta yang melihat itu, tampak menggeleng – gelengkan kepala dengan air mata bercucuran. Frans sampai rela mengorbankan dirinya demi dirinya. Tidak lama, ikatan kain jendela pada lehernya pada lehernya terlepas, sehingga ia terjatuh ke lantai. Kesempatan itu dipergunakan Meta untuk mengambil napas dalam.






“Kalau begitu, kamu kesinilah sayang”, kata Keyla melambaikan tangannya pada Frans. Matanya terlihat berbinar senang, melihat Frans memilihnya.






Ucapan Keyla barusan bagai sirep yang mampu menundukkan lawan bicaranya, Frans yang putus asa karena terlalu mengkhawatirkan keselamatan Meta barusan seperti terhipnotis dengan tatapan Keyla, karena perlahan ia mulai berdiri lalu melangkah pelan ke arah Keyla sambil membuka pakaiannya satu demi satu, lembar demi lembar, Frans merasakan gairahnya tiba – tiba naik begitu saja melihat tubuh indah Keyla.




Melihat Frans yang telah telanjang bulat mendekat kearahnya, membuat Keyla tersenyum dengan girang.






“Ya, begitu. Kemarilah sayang”, Kata Keyla dengan suara menggoda.






Namun dua langkah menjelang Frans sampai ke arahnya, Meta tiba - tiba berlari menghalangi antara dirinya dan Frans. Lalu Meta melemparkan cairan dari telapak tangannya ke arah Keyla.






“Arrgghhhh”, Teriak Keyla kesakitan begitu terkena cairan yang di lemparkan Meta padanya. Rupanya itu adalah darah yang tadi keluar dari mulut Meta. Karena begitu pesan Kumbara padanya pagi tadi sebelum ia datang ke rumah Frans.


“Keyla akan terluka jika terkena darah wanita yang masih perawan, karena ia sangat anti akan itu. Ketika ia kesakitan, maka itulah kesempatanmu untuk segera melakukan ritual”, kata Kumbara tadi pagi menjelaskan pada Meta cara untuk menghadapi iblis yang berwujud sosok wanita cantik bernama Keyla.


“Keyla”, panggil Frans cemas menatap Keyla yang kesakitan, ia yang masih dalam keadaan terhipnotis berjalan mendekat ke arah Keyla berada.






Namun sebelum Frans meraih tubuh Keyla, Meta menghalanginya dan langsung meraih kepala belakangnya lalu menciumi bibirnya.




Cuppppp






“Hmpphhhh..” Frans coba menolak ciuman Meta, namun saat rasa asin darah Meta terasa dibibirnya, membuat kesadarannya kembali pulih. Ternyata darah yang ada di bibir Meta sangat ampuh sebagai penawar dari ilmu pemikatnya Keyla.


“Metaa”, panggil Frans begitu ia membuka matanya setelah selesai berciuman dengan Meta. Ia kaget karena begitu sadar ia telah berciuman dengan Meta, dan Meta juga dalam keadaan bertelanjang bulat sama seperti dirinya. Rupanya Meta melepas semua pakaiannya, begitu fokus Keyla teralihkan ke arah Frans sebelumnya. Ia Memanfaatkan kelengahan Keyla untuk melolosi semua pakaiannya, tekatnya sudah benar – benar bulat untuk melakukan ritual dan menyelamatkan Frans dari jerat mautnya Keyla.


“Meta. Kamu gak apa – apa ?”, tanya Frans cemas memegang bahu telanjang Meta dan memperhatikan kondisinya secara seksama.


“Setubuhi aku mas Frans”, kata Meta yang membuat Frans bengong tidak mengerti.


“Apa maksudmu Meta?”, kata Frans kebingungan, karena tiba – tiba Meta memintanya untuk menyetubuhinya.






Arrggghhh.. terdengar suara menyeramkan dari belakang Meta. Rupanya Keyla sudah bangkit kembali, kali ini dengan tatapan penuh kemarahan. Rambutnya terlihat semakin memanjang sampai ke lantai, menutupi tubuh telanjangnya. Lampu kamar mulai semakin meredup, sehingga cahaya bulan tampak lebih terang masuk ke dalam kamar mereka.






“Itu ritualnya mas. Ayo lakukan sekarang”, pinta Meta panik begitu melihat Keyla yang bangkit dengan wujud lebih menyeramkan.






Frans yang terlihat masih ragu – ragu didorong ke atas ranjang oleh Meta. Lalu Meta dengan terburu langsung naik ke atas tubuh telanjang Frans.






“Percaya sama Meta mas. Hanya ini caranya”, kata Meta menatap mata Frans meyakinkan, karena Frans masih terlihat bingung harus melakukan apa.




Cuppppp




Mmucaahh muacchhh




Ciuman Meta bertubi – tubi ke mulut Frans.




Frans yang awalnya diam, mulai terpancing gairahnya. Akhirnya ia mulai membalas ciuman panjang Meta di bibirnya, dipeganginya kepala belakang Meta. Sementara tangan kirinya memeluk erat punggung Meta.






“Hmppphhh”, Meta juga mulai naik gairahnya, bukan sekedar melakukan ritual semata.


“Fraannnnsss... tidaakkk”, teriak Keyla kesakitan.






Melihat cumbuan Frans pada Meta semakin intens, membuat amarah Keyla semakin naik, terlihat ia sangat kesakitan setiap Frans mencumbu tubuh indah Meta di atas ranjang.




Duaaarrrrr




Terdengar suara petir sangat kencang dari luar rumah, sementara itu badai semakin kencang menyapu rumah tersebut, bahkan rumah terasa mulai beroncang seperti di landa gempa membuat Frans sedikit kehilangan konsentrasi, ia memalingkan wajahnya melihat ke arah Keyla. Meta yang menyadari jika Frans menghentikan cumbuannya, menahan wajah Frans agar tetap fokus pada ritual mereka.






“aahhh lanjutkan mas Fransss”, desah Meta manja di telinga Frans, bukan karena sekedar desahan untuk memancing gairah Frans semata, melainkan saat ini nafsunya juga sudah mulai naik, dan menuntut untuk diperlakukan lebih pada pasangannya.






Frans kembali fokus pada ritual mereka, namun kali ini ia coba ambil kendali dengan membalikkan tubuh Meta. Sehingga kini posisinya Frans menindih tubuh bugil Meta.






“Aahhh.. Meta gak tahan mas”, desah meta ketika ciuman Frans menjalar ke puncak ranum payudaranya.






Keyla yang melihat persetubuhan antara Meta dan Frans semakin kepanasan. Setiap cumbuan Frans di tubuh Meta membuat tubuhnya bagai disengat oleh api, namun untuk mendekati mereka ia juga tidak sanggup, karena tubuh keduanya seperti di lindungi oleh dinding tebal tak kasat mata.






“Jangan Franss.. jauhi wanita itu, kamu hanya milikku”, teriak Keyla semakin histeris dan kesakitan.


“arrrgghhhhhhh”, teriaknya makin kencang, sekujur tubuh Keyla terasa semakin kesakitan.




Praaanngggg duaarrrr




Kaca jendela besar yang ada dalam kamar Frans hancur berkeping – keping. Ternyata benar apa yang di ucapkan oleh Kumbara sebelumnya. Orang yang telah di tandai oleh kutukan Keyla seperti Frans hanya bisa di selamatkan oleh cinta seorang gadis yang masih perawan. Karena itu dapat membakar kesaktian iblis si pemberi kutukan. Apalagi Frans sudah 2 kali bercinta dengan Keyla, sehingga dalam tubuhnya sudah mengalir kutukan Keyla. Namun semakin dalam kutukan itu merasuki tubuhnya, akan semakin cepat pula larut seiring dengan percintaannya dengan gadis yang masih perawan. Tapi dengan syarat, ritual percintaan itu hanya bisa dilakukan di atas ranjang utama yang ada di rumah tersebut. Karena disanalah Keyla dulu diperkosa, dan di atas ranjang itu pula ia mengucapkan sumpahnya sesaat menjelang ia menemui ajalnya. Jadi hanya di ranjang itu pulalah ritual itu bisa dilakukan. Meta yang telah di wanti – wanti oleh Kumbara sebelumnya, berusaha keras agar ritual tersebut bisa berhasil, karena berulang kali pula Frans terganggu konsentrasinya dengan teriakan Keyla, ditambah fenomena alam yang semakin menggila.






“Mas, lakukan sekarang”, kata keyla sambil mendesah. Tangannya membimbing penis Frans agar memasuki liang senggamanya.


“Meta”, kata Frans terlihat ragu – ragu, karena saat ini penisnya sudah berada di liang vagina Meta, tinggal dorong maka ia akan berhasil menyetubuhi gadis itu seutuhnya, namun banyak keraguan di benak Frans saat ini.


“Ahhh.. masukin mass. Meta percaya sama mas”, kata Meta blingsatan karena kepala penis Frans mulai menekan dan membelah bibir Vaginanya.


“Tidaaakkk, jangan Franss.. jangan kamu lakukan itu”, teriak Keyla menggema seantero kamarnya, sehingga sangat memekakkan telinga.






Berulang kali tampak tangan tak berbentuk menyerang tubuh Frans dan Meta, namun selalu terhalangi oleh dinding tak kasat mata, yang melindungi tubuh Frans dan Meta.




Duaaarrrr




Slaaassshhhhh




Berulang kali cahaya kilat menghantam kearah Meta dan Frans namun selalu mentah di tengah jalan. Bangunan rumah tersebut semakin berguncang hebat, bahkan kaki – kaki ranjang ikut terangkat melayang beberapa inci dari permukaan lantai.




Itu sempat membuat Frans sedikit panik, namun lagi – lagi Meta menguatkannya dengan memegang wajah Frans agar tetap melihat ke arahnya, sementara kaki Meta mengapit pinggul Frans agar ia segera memasukkan penisnya.






“aaahh iya begitu, dorong masss.. hmpphhh ahhh”, teriak Meta sedikit memejamkan matanya menahan perih pada liang vaginanya, karena dorongan penis pada vaginanya.


“Tahan bentar sayang”, kata Frans begitu merasakan ujung penisnya menabrak selaput dara Meta.






Meta menganggukan kepala tanda siap untuk dimasuki.




Sementara itu, perlahan tubuh Keyla mulai berubah keriput, rambutnya perlahan mulai memutih. Tubuh yang awalnya sangat seksi dan indah, sekarang seperti tampak seperti nenek tua yang sangat menyeramkan.






“Aaahhhhh hmpphhh”, desah Meta sampil menggigit bibir bawahnya menahan perih, begitu penis Frans mulai merobek selaput daranya. Tampak ada bulir air mata keluar dari sudut matanya.


“Sakit sayang ?”, tanya Frans khawatir.


“Gak apa – apa, teruskan mas”, kata Meta menyemangati Frans, karena di saat bersamaan suara Keyla mulai terasa melemah, gangguan kekuatan ghoib yang menyelimuti mereka juga terasa berkurang.






Melihat kesungguhan Meta, Frans mendorong lebih dalam senjata andalannya.




Sreeetttt




Terasa selaput dara Meta robek seutuhnya begitu penis Frans mendorong masuk lebih dalam.






“Aahhhhhhhh”, teriak Meta tertahan, karena selaput daranya telah robek, tampak darah keluar dari Vaginanya dan mengalir ke alas tempat tidur.


“Arrrggghhhkkkkkkkhh”, disaat bersamaan terdengar juga teriakan Keyla nyaring. Tubuhnya mulai terbakar dengan begitu hebatnya, terdengar jerit pilu kesakitan dari mulutnya. Namun anehnya, api tersebut hanya membakar tubuhnya dan tidak menjalar ke bagian lainnya dalam ruangan itu.






Frans dan Meta terpana melihat itu semua, hingga beberapa menit kemudian saat api yang membakar tubuh Keyla padam dan hanya menyisakan seonggok debu, tidak lama debu itupun raib tidak bersisa.




Keduanya saling pandang sejenak.






“huffttttt”, serentak keduanya menghembuskan nafas lega karena telah berhasil selamat dari ancaman maut hantu cantik bernama Keyla. Raut penuh kebahagiaan dan syukur terpancar dari keduanya. Namun kebahagian itu jadi sedikit canggung begitu menyadari jika keduanya masih dalam keadaan bugil apalagi penis Frans masih tertancap separoh di dalam Vagina Meta. Keduanya jadi salah tingkah, namun begitu Frans berniat mencabut penisnya yang saat itu masih separoh tertanam dalam liang vaginanya, Meta menahan pinggulnya.






“Lanjutkan mas, Meta ingin mas menuntaskannya”, kata Meta dengan malu – malu.






Melihat rona kemerahan di pipi Meta, serta tubuh basah penuh keringat Meta dalam tindihannya, membuat Frans menuruti keinginan Meta. Nafsunya kembali naik, apalagi penisnya juga masih dalam keadaan tegang. Perlahan ia kembali mulai mendorong penisnya agar masuk lebih dalam.






“aahhhh.. Pelan mas. Masih perih”, desah Meta.






Frans mulai memaju mundurkan pantatnya perlahan. Begitu liang Vagnina Meta mulai terbiasa dengan ukuran penisnya, kembali Frans memasukkan Penisnya lebih dalam.






“Aahhhhhhhkkkk”, desah Meta panjang begitu penis Frans masuk seluruhnya.






Frans mendiamkannya penisnya sejenak berada di dalam lobang Vagina Meta, sambil memperhatikan wajah cantik Meta yang begitu tulus menyerahkan perawannya demi menyelamatkan dirinya. dalam hatinya timbul rasa cinta yang tulus pada Meta bukan sededar nafsu semata.






“Kenapa mas ?”, tanya Meta heran membuka matanya, karena setelah beberapa saat dirasakan kalau Frans masih belum bergerak sama sekali di atas tubuhnya.


“Terimakasih sayang”, ucap Frans tulus, sambil mengusap lembut wajah Meta dan merapihkan helaian rambut meta ke samping.


“Kenapa kamu sampai rela menyerahkan milikmu yang paling berharga sebagai ganti nyawaku, yang bukan siapa – siapa bagimu ini ?”, tanya Frans terharu dengan pengrobanan Meta yang begitu besar padanya. Meta yang berada dibawah mengusap wajah Frans.


“Meta iklas mas”. Kata Meta dengan mata yang mulai berkaca – kaca menatap Frans.


“Tapi, aku telah memerawanimu!. Mengambil milikmu yang paling berharga, sesuatu yang lebih pantasnya kamu serahkan pada suamimu kelak”, balas Frans merasa bersalah.


“Kalau gitu, mas tinggal tanggung jawab aja kan!”, kata Meta sambil tersenyum dengan indahnya.


“Baik, kalau begitu aku akan melamarmu sayang”, jawab Frans mantab.


“Ihhhh masa dah diperawani dulu baru dilamar”, kata Meta memanyunkan bibirnya.


“Ehhhh... mppphhhhh”, ucap Meta tertahan, karena Frans tiba – tiba menyumpal bibirnya dengan ciuman yang panas.


“Jangan begitukan bibirnya”, kata Frans begitu selesai mencium bibir Meta.


“Karena aku bisa tidak tahan, dan akan menciumimu seharian”, kata Frans lagi penuh nafsu sambil mulai mengayunkan pinggulnya.




Sleepp sleeppp






“Aahhh aahhh ahhhh”, desah Meta manja begitu penis Frans menggenjotnya.






Penis Frans semakin intens keluar masuk ke dalam liang vagina Meta.






“Aaahhhh terus sayaanngggg”, Meta pun tidak sungkan lagi memanggil Frans dengan panggilan sayang begitu pemuda tersebut mengutarakan niatnya dengan tulus untuk melamarnya.






Pagi itu, mereka mamacu nafsu dengan sangat panasnya, semua gelora cinta yang terpendam selama ini, di salurkan melalui percintaan panas pagi itu.




..




..






Seiring dengan tewasnya roh iblis Keyla, si penunggu Rumah No. 202. Kini rumah tersebut di tinggali oleh Frans dan Meta. yang tidak lama setelah kejadian tersebut melamarnya pada orang tua Meta. Acara pernikahan mereka di langsungkan dengan penuh khidmat, terbayang di ingatan Frans momen pertama kali ia bertemu dengan Meta, bagaimana ia menghubungi Meta melalui iklan surat kabar yang dibacanya, pertemuan selanjutnya di Rumah 202 yang menjadi sumber bencana sekaligus keberuntungan baginya. Disana ia bertemu sosok penunggu rumah bernama Keyla, dari pertemuan dengan Keyla juga lah, ia kembali mendapat pekerjaannya kembali. tidak hanya itu, ia juga mendapat sebuah mobil mewah BMW serie 5 keluaran terbaru, walau melalui undian Bank, tapi ia yakin pasti ada campur tangan ghoibnya Keyla.






Sehari setelah pesta pernikahan mereka, tampak sebuah mobil masuk ke dalam pekarangan rumah nomor 202. Frans dan Meta turun dari mobil BMW serie 5 yang baru masuk tersebut. Mereka memandang ke rumah, yang baru saja di renovasi beberapi hari sebelumnya. Karena akibat kejadian malam itu, banyak kerusakan yang terjadi pada rumah tersebut.






“Berkat rumah ini, kita bisa bertemu”, kata Meta mesra sambil mengandeng lengan kanan Frans dan menyandarkan kepalanya ke bahu kokoh pria yang sudah sah menjadi suaminya tersebut.


“Iya sayang, rumah ini menyimpan cerita panjang yang akan bisa kita ceritakan nanti pada anak – anak kita kelak”, jawab Frans sambil matanya menerawang mengingat semua kejadian yang dilaluinya di rumah itu.


“Sekarang ini sudah jadi rumahmu seutuhnya sayang”, kata Meta lagi mengusap lengan kanan Frans lalu menciumi pundak kanannya.


“Tidak sayang. Rumah Kita!”, balas Frans lagi tersenyum. Lalu ia mengandeng mesra istrinya untuk masuk ke dalam rumah mereka.






Meta dan Frans hidup bahagia di rumah itu, ternyata Rumah bernomor 202 tersebut tidak hanya menyimpan kisah seram, melainkan juga mempertemukan Frans dengan jodohnya, Meta. Seorang karyawati Bank yang cantik, yang menjadi kekasih sejatinya dalam mengarungi kehidupan hingga mereka tua. Rumah itu sudah tidak lagi menjadi rumah yang menyeramkan, namun menjadi rumah cinta.






NB : Kumbara sendiri berhasil selamat pada kejadian itu, untung di saat – saat kritis, Frans dan Meta berhasil menuntaskan puncak ritualnya, sehingga Keyla berhasil di kalahkan. Seiring dengan lenyapnya Keyla, makhluk hitam yang di hadapi Kumbara pun ikutan lenyap terbakar. Kumbara sendiri menderita luka yang lumayan serius, kakinya kanannya patah ditambah beberapa tulang rusuknya. Sangat beruntung, takdir masih berpihak padanya sehingga ia masih berumur panjang, hingga saat ini. Setelah kejadian itu, Rumah belakang rumah utama dibongkar kembali, disana ditemukan sisa-sisa kerangka manusia yang sudah tidak berbentuk lagi. Atas inisiatif Frans dan Meta, kerangka tersebut dikuburkan ditempat yang layak. End.








~~ TAMAT ~~

Posting Komentar

0 Komentar