BIBI DAN MAMA (TAMAT)

 


Sebulan terkahir ini yang ku tau ia sangat Fokus mengurus toko Online nya. Sedangkan mama, meski tak terlalu sibuk dengan pesanan Katring maupun Kuenya mereka tetap terlihat kompak dalam menjalankan bisnis usaha rumahan ini.




Hamparan laut biru dan luas..... Suara deru ombak..... Dan Udara bersih tanpa Polusi, sungguh benar benar moment yang sangat jarang bisa dinikmati dari kami yang terbiasa hidup ditengah kota. Bahkan secara letak Geografis, kota kami termasuk kota yang cukup jauh dari lautan.




Sangat berbeda dengan rata rata kota di negri ini yang cenderung dekat dengan Pantai maupun lautan.




Hati ku sangat bahagia dan senang, saat ayah dan mama berjalan berdua di bibir Pantai sabtu pagi. Mereka berjalan mesra, layaknya sepasang kekasih.




Sedangkan bibi ku bermain ombak dengan manjanya bersama adik ku Rudi. Suara notifikasi ponsel ku pun sangat ramai, saat aku mengabadikan moment ayah dan mama serta Cantiknya Karina bibi ku bermain air laut dibibir pantai dengan Rudi pagi itu.




Jelas ini akan menjadi kejutan untuk Adipati, Catur, dan Yudi. Karna setau mereka beberapa hari yang lalu tak tau aku akan ikut bersama di liburan akhir pekan bersama mereka.




Pantai ini sangat indah dan tenang, konsep sederhana pihak sekolah yang memanfaatkan Satu Villa utama untuk Acara malam Keakraban di sampingnya pula disediakan beberapa Pondok kecil untuk Siswa Pria menginap malam minggu ini.




Sedangkan Villa diperuntukkan khusus Siswa Putri dan Dewan guru, ayah berInisiatif menyewa salah satu Pondok dekat 2 Pondok yang akan ditempati siswa Pria.




Selain dekat dengan akses ke jalan utama, ayah berfikir akan mudah juga bagi mama dan bibi andai membeli beberapa bahan makanan untuk Barbeque nanti malam.




Aaah.... Dipikir pikir mending bersantai Ria dikasur Gantung, toh yang lain juga dateng masih lama. Jadi enak juga ngasih kejutannya.




Aku pun menikmati indahnya saat itu dengan bermalas malasan, hingga ku rasakan sesuatu. Terasa banyak tangan yang memegangi ku saat itu.... Tangan tangan itu lalu membawa ku ke langit biru.... Bergemuruh suara suara teman teman ku..... Benar benar menyadarkan dari tidur saat itu....






"Aaawwhhh..... Hahahaha.... " Teriak seorang wanita.....


"Iyaa sana bawa kesana lebih jauh lagi..... " Suara bibi yang menyemangati mereka membawa ku ke tengah laut.


"Bawa lebih tengah lagi woooyy biar dimakan hiu ni anak hahahaha..... " Seringai Fahri.


"Pegangin palanya yang bener Fan ntar dia kabur!!!!!" Seringai Yudi yang saat itu memegangi kaki ku.


"Woooy apa apaan ini.... Woy ampun woy ampun.....!!! " Kata ku panik yang digotong entah berapa orang dibawa ke tengah pantai.


"Aman ga nih....???" Tanya Rico.....


"Man bro aman....!!! " Kata Fandi yang memegangi kamera mengabadikan moment itu.


"Itungan 3 yaaa!!!!! " Aba aba Catur.


"SATU...... DUAAAA...... TIGAAAA!!!!! BYUURRRR!!!!! " aku pun tenggelam dan bangkit dari air laut berdiri dikedalaman sekitar Dada ku siang itu.






Semua tertawa melihat ku dilempar kelaut oleh teman teman ku, termasuk Bibi ku yang mengarahkan kamera ponselnya serta Rudi, Mama, dan Ayah bertiga mereka tertawa melihat aku basah kuyup setelah dijaili teman teman ku.




Aku ikut tertawa, sungguh bahagia melihat Ayah, mama, dan Rudi adik ku bahagia disana. Aku harap ini bukan kebahagiaan terakhir bagi keluarga kami.






"Wooy cep mau ikut ga nih kita bawa alat?? " Ajak Catur yang diSalah satu tasnya membawa beberapa alat alat Snoorkeling.


"Ayok gass..... " Kata ku. Bersama beberapa orang menyelam menikmati indahnya pemandangan bawah laut siang itu.






Aku akui Siang itu bersama teman teman menikmati bermain di pantai itu hampir sepanjang hari. Bahkan bisa dibilang hyper aktif, hingga sore hari mama memanggil ku dan beberapa teman ku makan bersama.




Siang itu aku dan beberapa teman benar benar lupa diri dengan keindahan alam yang disajikan disana, menjelang sore hari kami baru makan lalu ketiduran karna kelelahan beraktifitas hampir seharian bermain disana.




Seolah tak puas hanya dengan berenang dan menyelam siang itu, sore hari kami kembali ikut bermain menikmati fasilitas yang disediakan disana. Speed Boat, Banana Boat, hingga jet ski kami nikmati dicuaca cerah dengan moment Foto selfie ria bersama tentunya.....




Mama,Ayah, dan Bibi terlihat larut dan bergabung dengan teman teman ku disana. Tanpa kecuali Dewan guru serta Wali murid, hingga menjelang malam kami baru berhenti.






"Ma, ayah berangkat dulu.... Pak Hadi Pranoto kena musibah." Kata ayah membawa berita duka ditengah Riangnya suasana sore itu.


"Ya tuhaan!!! Kok bisa yaah??? Gmana keadaannya??? " Kata mama yang terkejut mendengar berita itu. Sambil mempersiapkan makanan untuk acara Barbeque yang akan diadakan diDekat kolam renang Villa.


"Entahlah, sekarang dalam perjalanan ke rumah Sakit ******** dengan ambulan ayah sama Yono akan menyusul kesana. Siapa tau keluarga mereka butuh sesuatu." Kata ayah. Meyakinkan mama, setau ku selain sahabat ayah Om Pranoto juga teman dekat mama.






Berkat dikenalkan Om Pranoto mama dan ayah menikah dan terlahir lah aku kedunia ini, sangat wajar baik Ayah dan Mama khawatir dengan keadaan Om Pranoto saat ini.




Walaupun jarak cukup jauh dengan kemapanan ayah saat ini, tentunya ayah ingin sahabatnya mendapatkan perawatan terbaik dirumah sakit tsb.






"Hati hati dijalan yaah... Pokoknya ada apa apa kabarin mama.... " Kata mamah sambil mengantar ayah ku kemobil dan memastikan tak ada yang tertinggal.






Aku dan bibi Karina hanya berpandangan menatap kepergian ayah dan Yono, driver yang datang kemari membawa 1 mobil khusus membawa stock makanan.




Yuk bantu bawain ini ke villa....... Kata mama setelah mengantar ayah lalu mobil yang diTumpangi ayah dan mas Yono keluar dengan cepat meninggalkan kami berEmpat.






************








Ku abaikan rasa perih di bahu dan punggung akibat terbakar panas matahari kemarin siang, keram dikedua Paha, hingga rasa Pusing yang mungkin sisa dampak terlalu banyak minum minuman keras semalam.




Ku berjalan menyusuri jalan pulang menikmati semua penderitaan ku semalam. Saat ku lihat laut, ku lihat bagaimana mama dan bibi ku menari mesra diPelukan teman teman ku semalam.




Saat ku lihat ujung jalan pagi ini, kembali terekam jelas melihat mama bertengkar dengan ayah melalui Ponselnya semalam.




Saat ku lihat Aspal jalan yang ku lewati selangkah demi selangkah, bagaikan potongan demi potongan memory mama dan bibi ku semakin hanyut minum bersama ku dan teman teman ku.......




Hingga ku duduk berimpuh sambil berusaha menghilangkan ingatan itu dengan menutup kedua mata ku, ternyata semakin menjadi suara desahan mereka...... Erangan kepuasan mereka..... Serta lolongan maupun rintihan mereka semalam.....!!!!




Nafas ku mulai terengah engah, saat ku buka mata lihat bibi tidur berpelukan mesra dengan om Siswono.




Lebih perih lagi saat ku akan istirahat dipondok ku, kudapati mama diapit Fahri dan Adipati serta Rico yang tertidur dilantai.




Wajah mama dan bibi ku karina teringat jelas mereka bahagia, wajah mama dan bibi terlihat sangat terlihat ingin pagi ini diintipa cahaya mentari pagi tak ingin melepas pelukan mereka......






"Ini pasti mimpi.... Semalem gue pasti mimpi..... " Namun saat raba sperma ku sendiri mengering dipaha bagian dalam ku.......


"TIDAAAAAAAAKKKKK!!!!!!!! AAAAAAAAARRRGGGGGHHHHHH!!!!!! TIIIDAAAAAKK!!!!!" kurasakan seseorang memeluk ku. Namun satu orang lagi berdiri menatap keberadaan ku yang menyedihkan pagi itu.


"Cepiii kamu sadar cepiii... Please cepiii sadar kamu kenapa.... Kamu kenapa cepiii!!! Pleasee sadarrr.... Kamu ga boleh kayak gini huhuhuhu...... " Pandangan ku pun gelap.






Saat ku buka mata, aku tergeletak dikursi penumpang sambil merasakan pusing di kepala, terdengar tante Sonia berkata sesuatu.






"Istirahat.... Kendalikan emosi mu.... Ayah Anya sekarang disana sedang meluruskan semuanya... " Kata tante Sonia sambil menyetir kendaraan yang entah melaju kemana.






Sesampainya dirumah setelah membuka dengan dengan kunci pintu rumah yang biasa dititip ke tetangga ku, segera aku mandi membersihkan diri ku dari aroma minuman semalam.




Minuman yang membuat ku lemah, minuman yang membuat ku tak sadar, minuman yang membuat semua menjadi tak terkendali dan dimanfaatkan orang orang yang licik!!!




Aku pun menyadari betapa bodohnya aku semalam, hingga saat itu tante Sonia dan Anya menemani ku.






"Cepii, andai kamu mau tante akan suntikkan penenang untuk mu.... Kamu jangan khawatir, putri Tante Anya akan menjaga mu selama kamu tidur nanti." Kata tante Sonia sambil memeluk ku. Lalu menatap putrinya Anya.






Aku pun menganggukkan kepala ku, setelah tante Sonia menyuntikkan penenang itu aku pun tertidur. Selama ku tertidur kompress hangat melekat diDahi ku, selama ku tertidur aroma wangi tubuh Anya berganti menjadi aroma wangi parfum mama!!!!!




Cukup lama aku mencoba membuka mata ku, hingga akhirnya sepenuhnya mata ku terbuka ternyata benar mama sekarang yang berada tidur disamping ku.




Aku pun bangkit perlahan dari tidur ku, sepelan dan seperlahan mungkin kuraih tas ku. Entah mengapa hanya seragam sekolah yang ku masukkan kedalam Tas ku malam itu.




Aku pun berjalan ke ruang tamu, sebisa mungkin aku menguasai diri ku sendiri. Hingga ku kenakan sepatu sekolah ku.




Namun diruang tamu saat ku akan hendak melangkah duduk kokoh seseorang disana. Duduk dengan penuh Wibawa seorang Pak Hendrawan dikegelapan ruang cahaya yang hanya diterangi sinar bulan purnama.






"Sudah kau mantapkan pilihan mu nak?" Kata ayah ku sepertinya paham apa yang akan aku lakukan selanjutnya.


"Sudah yaaah.... " Kata ku dengan yakin atas pilihan ku malam ini.


"Pergilah.... Doa ayah akan selalu menyertai mu anak ku." Katanya dengan tenang dan sangat Sejuk menyambut keputusan ku.






Setelah ku menyalaminya aku pun keluar rumah mulai berjalan, melangkah ketempat aku yakin akan membuat ku tenang. Aku melangkah ke arah tempat dimana aku ditempa saat kecil dulu.




Meski aku sadar dibelakang ada seseorang memperhatikan ku dibelakang dengan raut wajah yang sangat sedih, kini aku harus kuat meninggalkan ia disana. Menunaikan janji yang mungkin tak akan pernah ku tarik kembali.








*******






"Didalam Perjalanan Hidup, kamu akan menemukan Kenyataan yang Pait. Didalam Perjalanan Hidup kamu akan diberikan sebuah Dua Pilihan yang Pastinya akan Sangat Sulit kamu tentukan. Bukalah Mata mu saat kamu Sadar pilihan mu Telah Menjadi luka, Jalanilah sisa umur mu Untuk mengobati Luka yang ada serta kelak berikan yang terbaik untuk "sesama". Agar kelak saat ajal mu tiba, kamu tak menyesal karna telah berusaha memperbaiki semuanya disaat kamu membuka Mata." Itulah pesan Guru Uyut Aki Astagina. yang selalu terngiang saat aku ingat semua memory kelam saat itu.






Saat ku buka mata, ku lihat betapa luas dan birunya lautan Sejauh mata ku memandang. Ku lepaskan semua sakit hati dan Dendam kepada lautan hingga terasa sepasang tangan kecil menarik baju dibagian pinggang ku saat itu.






"Aa hayuu ajarin ade berenang....!!! Hayuu aa......!!! " Rengek Rudi adik ku.


"Yuk sebelum air laut Pasang!!!! Kita bernang disana...... " Ajak ku sambil berlari bersamanya melawan arus ombak siang itu.

Tamat. 

Posting Komentar

0 Komentar