Kukatakan dengan indah
Dengan terluka, hatiku hampa
Sepertinya luka menghampirinya
Kau beri rasa yang berbeda
Mungkin ku salah
Mengartikannya yang kurasa cinta
Tetapi hatiku selalu meninggikanmu
Selalu meninggikanmu, terlalu meninggikan mu........
Single Hit band papan atas negri ini Mengiringi langkah ku saat melangkah ke sekolah pagi ini ku nikmati di ponsel Android "butut", aku sangat heran bahkan terlalu mencurigakan mengapa ayah tak sama sekali perhatian, menegur, bahkan memeriksa keadaan mama.
Terlebih lagi aku benar benar ga ngerti entah apa yang ayah lakukan disana?? Sesibuk itukah?? sampai sampai tak tau dan tak memperhatikan istrinya digauli lelaki lain. Penilaian ku terhadap ayah sekarang berubah, pandangan ku kepadanya saat ini tak lain adalah Lelaki yang tak becus menjaga wanitanya.
Sangat pagi sekali aku meninggalkan rumah saat itu semua terasa asing, terasa dingin, tak ku Hiraukan Basa Basi mama dan bibi ku pagi tadi dirumah. Hingga puncaknya ku Banting pintu rumah saat berangkat meninggalkan rumah tadi pagi.
"Kamu bilang bakal kuat, kamu bilang bakal baik baik aja..... Tapi nyatanya kamu sampe kayak gini.... Andai tau gini aku akan..... " Kata anya tertahan pagi ini di taman, diluar area lingkungan sekolah. Sambil merokok bersama beberapa berandalan sekolah yang berpenampilan anak sekolah elit disana.
"Aku butuh waktu menenangkan diri, saat ini andai aku menyalahkan seseorang tak lain ia adalah Bapak Kandung ku sendiri yang ga Becus jaga mama... " Anya dan Shendy bertatapan karna saat itu mereka duduk cukup jauh dari ku yang sedang merokok.
"Gue kira... selama ini si Roy Willygo Playboy itu cuma Gosip, beberapa Unggahan pdkt ma wanita juga cuma Gimmick buat ngangkat Pamornya di medsos..... Ternyata bener ya. " Kata Shendy menambahkan.
"Aku akui kali ini sulit, liat petunjuk dari kalian kemarin aku semakin yakin bahwa udah terjadi sesuatu antara mama dan Roy..... " Lalu Ku hisap sangat dalam rokok ku lalu menghembuskan asap sangat banyak.
"Terus rencana kamu sekarang apa Cep... Ga mungkin kamu ngrusak diri kamu sendiri kayak gini..... " Kata Anya yang Khawatir dengan keadaan ku saat itu.
"Kamu jangan khawatir, aku akan stay dirumah Family ku beberapa hari kedepan. Cukup sudah aku melihat mulai hancurnya keluarga ku." Kata ku sambil menahan agar tidak menangis.
"Kamu ada kita Cepp.... Kamu ada sahabat sahabat kamu disini. Harus kuat, agar keluarga kamu kembali utuh." Anya memeluk ku tanpa mempedulikan asap rokok di jari ku.
"Itu bener cep, kalau kamu butuh bantuan kita jangan sungkan. Kamu itu baik, berbakat juga, jadi jangan sungkan pasti kita bantu. " Tambah Shendy
Bell sekolah terdengar dibunyikan, pertanda jam belajar akan dimulai. Setelah ku lempar sisa rokok ke arah Got dekat taman, kami bertiga masuk Kearah sekolah.
"Cepi anak ku, hari ini Ayah Harus ke Jakarta mendadak. Tolong bersabar ya nak, bertahan..... Setelah Ayah selesaikan masalah ini di Jakarta kita bicarakan baik baik diRumah." Pesan yang ayah kirimkan pukul 08.00 pagi saat ku belajar, karna saat ini adalah jam Istirahat sekolah.
Kebencian dan Kekesalan ku kepada ayah semakin memuncak, kali ini sepertinya memang benar benar diluar kendali ku untuk menghentikan semuanya.
Berdasarkan Profile serta melihat Koneksi serta kekayaan Roy, aku yakin Ayah ke Jakarta hari ini adalah akal akalan darinya. Terbukti saat ku pantau CCTV dirumah Terparkir Mobil Sedan Mewah Baru lengkap dengan Pita menyerupai kado.
Sedangkan Mama terlihat sangat bahagia setelah menerima Kunci dan Surat surat mobil itu, belum lagi ada beberapa Kado yang kecil hingga Besar tersusun Rapih di ruang tamu.
Ku amati satu persatu tamu diRumah pagi itu, serta Expresi wajah mama. Hingga ku Tangkap satu orang yang tak terlihat petugas kurir maupun jasa pengiriman barang, hanya saja ia mengenakan Topi dan Kemeja yang sama tapi celananya......
Itu dia!!!!!!
Rupanya Roy ikut menyamar menjadi petugas kurir pengantar Hadiah Pagi itu!!!!
Bibi ku terlihat Kagum campur bingung saat itu, ia sepertinya ingin berbicara pada mama. Namun apa daya, meskipun mama terlihat bermata sembab setelah menagis semalam, kali ini ia benar benar terlihat luluh dan Takluk di hadapan Roy.
Terlihat bibi memainkan ponselnya seperti menghubungi seseorang, bibi sepertinya meminta bantuan seseorang agar Kakaknya Kania tidak dibawa pergi Roy pagi itu. Tapi semua terlambat.
Setelah Roy meninggalkan rumah yang saat itu menyamar bersama beberapa petugas Kurir, mama berdandan rapih lalu berkata kepada Karina adiknya.
"Kakak akan menemani Roy tak kan lama, masalah Kakak dan Cepi anak kakak biar kakak nanti selesaikan dengan Cara Ibu kepada anaknya." Kata Mama meyakinkan bibi ku yang terlihat cemas dan Bingung.
"Tapiii kaak...... " Kata Bibi ku sambil memegang lengan mama.
"Kamu jangan ikut campur deh!!!! Biar aku urus masalah ini sendiri!!! " Kali ini Mama membentak Karina agar bibi ku Karina melepaskan pegangan tangannya di lengan Kania kakak ku.
Sangat terpaksa ku matikan layanan Internet ponsel ku, karna bell pertanda kegiatan belajar kembali dimulai. Ku ikuti kegiatan belajar mengajar selanjutnya, serta berharap mama akan baik baik saja bersama Roy kekasih barunya.
***** POV Kania *****
Hubungan aku dan Suami ku saat ini sudah lebih baik, bahkan saat suami ku pasrah menyerahkan keputusan Rumah Tangga ini berada di tangan ku. Sisi lain Sungguh sebuah keajaiban akhir pekan kemarin, aku bisa terlibat asmara dengan pemuda Gagah dan Tampan bernama Roy.
Roy adalah artis muda berbakat yang aktif di media Sosial, mengajak ku berkenalan Jumat lalu hihihi....Saat itu aku sedang Galau, namun dengan Ketampanan dan Kekayaan Yang ia punya lagi lagi aku terJerat asmara "sesaat" dihari Sabtu bersamanya.
Hari minggu pun asmara penuh Birahi antara kami terulang lagi sebelum aku Pulang bersama Suami ku Siang menjelang minggu Sore itu, karna baru ku Tau rupanya ia Adalah Anak dari Pimpinan Perusahaan Suami ku bekerja.
Hingga Lagi lagi saat ini ia membuat ku sangat bahagia, setelah ia tau aku sedang sedih karna Anak ku Cepi tau hubungan asmara ku dengannya. Pagi tadi aku putuskan untuk tak berhubungan lagi dengannya, karna aku tak mau membuat anak ku terluka lebih dalam karena asmara ku.
Hingga Senin pagi ini tanpa ku harapkan ia datang membawakan banyak Hadiah kerumah, setelah lewat koneksinya membuat suami ku harus tiba tiba kembali ke Jakarta.
Pagi ini ia hadir kembali membawa banyak hadiah sekaligus menyamar menjadi kurir bersama beberapa kurir lainnya yang membawakan Kado, Hadiah, serta Mobil Sedan Mewah baru. Demi mengantarkan dan bertemu aku, melepas kerinduannya Pada ku.
"Aku harap kamu ga sedih lagi ya, berikan aku sedikit waktu bertemu anak mu agar aku bisa jelaskan semuanya." Kata Roy di ruang tamu saat melihat ku mulai bisa tersenyum.
"Tapi sayang jangan sekarang... Aku khawatir ia ga bisa nerima kamu kalau mendadak seperti ini... " Kata ku mulai Khawatir.
"Kalau gitu aku mau istirahat dulu, kalau kamu mau ikut aku nunggu kamu didepan." Lalu ia berjalan keluar rumah, bersama beberapa temannya yang menyamar jadi Petugas Kurir.
Ku tatap wajah Karina, ia terlihat panik hanya menggeleng gelengkan kepalanya. Namun ku pikir aku bisa selsaikan semua masalah ini sendiri, secepat mungkin aku menyalin lalu menyusul Roy yang sudah menunggu ku di depan rumah.
"Kakak akan menemani Roy tak kan lama, masalah Kakak dan Cepi anak kakak biar kakak nanti selsaikan dengan Cara Ibu kepada anaknya." Kata ku sebelum pergi berpesan kepada adik kuKarina.
"Tapiii kaak...... " Kata adik ku sambil memegang lengan ku seolah tak ingin aku pergi bersama Roy pagi itu.
"Kamu jangan ikut campur deh!!!! Biar aku urus masalah ini sendiri!!! " Bentak ku kepada adik ku sendiri, yang entah mengapa aku tak mau membiarkan Roy menunggu lebih lama.
Didalam mobil Roy, aku merasakan cangung apalagi saat Wajah Tampannya tersenyum manis kepada ku membuat ku bagai remaja yang merasakan kembali indahnya jatuh cinta. Sungguh tak ku duga ia bisa nekat, bahkan dengan dengan Kekayaan yang ia miliki tanpa sungkan membeli banyak kado dan Hadiah Mobil Sedan Mewah baru untuk ku.
Namun itu tak berlangsung lama, sebelum kami berdua keluar dari Komplek Perumahan yang sepi tiba tiba sebuah Mobil Sedan menghadang laju SUV Mewah Roy pagi menjelang siang.
Dari setiap pintu kendaraan Sedan itu, keluar Fahri, Rico, Fandi, Serta Aldi. "Sayang anak mu yang mana?? Dia ada di antara mereka?" Tanya Roy kepada ku.
"Tidak, bukan, mereka itu kakak kelas Anak ku." Kata ku panik.
"Ya sudah biar ku temui mereka." Setelah melepas Seat Belt, Roy keluar mobil menemui mereka.
Awalnya Roy bicara baik baik kepada mereka, namun entah apa yang mereka bicarakan tiba tiba Fahri dan Rico menyerang Roy. Aku yang panik segera Melerai perkelahian mereka.
Terlihat Rico dan Fahri yang awalnya menyerang Roy langsung bisa membalikkan keadaan, karna beberapa detik selanjutnya malah Rico dan Fahri lah yang Roy buat menjadi Terkapar diaspal jalan.
Melihat kondisi makin memburuk, Aldi dan Fandi bersiap yang hendak menyerang Roy langsung dilerai beberapa Ojek pangkalan yang ada tak jauh dari lokasi kejadian, berhamburan melerai mereka.
Sedangkan aku berdiri diDepan Roy, lalu berbicara kepada mereka.
"Ini masalah Tante!!! ini hidup Tante!!!! Jadi... Kalian jangan Ikut Campur!!! Biar tante selesaiin Sendiri dengan Anak Tante!!! " Kata ku memarahi mereka yang sebenarnya pernah menjadi kekasih ku.
Lalu segera ku minta Roy masuk kedalam mobil, agar segera meminta ia meninggalkan lokasi para pahlawan kesiangan yang sedang ditenangkan dan dibantu Warga sekitar.
"Sayang kamu gapapa, wajah kamu jadi luka gitu..." Kata ku yang khawatir ada beberapa luka memar di wajahnya akibat serangan Rico dan Fahri.
"Aku gapapa sayang, biar nanti diKompress saja. Yang terpenting sekarang kamu ada disisi ku sayang." Kata Roy sambil memegang satu tangan ku lalu menciumnya.
Hingga kami pun tiba diRumah mewah ditengah Kota Bandung, didalam ruangan Utama Ruangan Mewah bak Istana itu ku Kompres beberapa luka memar Roy.
Namun tak lama, Roy menyingkirkan tangan ku perlahan, ia letakkan tangan ku diDada Bidangnya. Sebelum akhirnya perlahan ia dekatkan Wajahnya untuk mencium bibirku dan aku pun membalas cumbuan Roy penuh kelembutan....
Hingga "DiIstana Megah" Itu aku dan Roy bersama sama melepaskan Kerinduan berdua. Mengarungi babak baru Petualangan Cinta Kami.
***** POV CEPI *****
Setelah jam belajar mengajar Usai, siang itu Yudi kakak kelas ku menghampiri ku dengan tergesa-gesa. Diatas sepedah motornya dengan cepat ia menghampiri ku.
"Ikut gue bro, kata anak anak Urgent!!! " Segera aku menaiki motor Yudi, sepertinya ada sesuatu terjadi karna aku tak sempat membuka Ponsel ku selama jam belajar mengajar.
Dengan cepat Yudi mengarahkan Sepedah motornya ke arah Warung biasa mama dan bibi ku mulai berdagang makanan.
Namun aku heran, warung itu sepii bahkan tertulis TUTUP. Hanya ada Fandi, Aldi, dan Fahri dan Rico terlihat terluka di bagian wajahnya. Mereka juga terlihat sedang mengompres bagian Wajahnya yang memar.
Tak lama Anya dan Shendy pun datang menyusul kami, mereka berduka panik melihat Rico dan Fahri terlihat terluka memar di beberapa bagian wajahnya.
"Bibi sama nyokap gue mana Fan??" Tanya ku kepada Fandi.
"Nyokap elu pergi sama Roy, ia bilang mau selesaiin sendiri masalah ini. Sempet gue ikutin sama ojek mereka ada dirumah Jalan ***** ******* No.69" Kata Fandi
"Bibi gue??? " Tanya ku.
"Dia Diatas sama Bokap gue lagi ngobroli......" Belum selsai ia selsaikan penjelasannya segera aku naik ke lantai 2.
Namun....
Terlihat disana bibi ku duduk di sofa panjang mengangkan kedua kakinya lebar sambil menyandarkan badannya disandaran Sofa,rok panjang longgar yang ia kenakan sudah tersikap keatas serta celana dalamnya sudah hanya ada disalah satu pergelangan kakinya.
Terlihat Om siswono disana duduk tepat diantara dua selangkangan Bibi ku Karina. Ia sedang mencumbui Vagina Bibi ku Karina, sedangkan bibi ku Karina merespon dengan menekan nekan Kepala Om Siswono agar Lidah dan Kumis tebalnya tetap berada di area Vaginanya yang benar benar saat itu membuatnya melayang keAwang Awang.......
"BAJINGAAAAN!!!!!! " Seringai ku sambil menendang Galon kosong dekat tangga ku berdiri di belakang mereka.
Terlihat baik om Siswono maupun Bibi ku terkejut dengan keberadaan ku disana. Bibi ku mulai menangis tersedu sedu sambil merapihkan celana dalamnya.
Aku pun segera turun kebawah, sebisa mungkin aku mencoba mencegah atau setidaknya membuat mama ku sadar saat ini.
"Ada apa bro???" Tanya Fandi bingung melihat ku Dengan wajah merah menahan Marah, Namun ku Abaikan.
Beberapa teman teman ku yang melihat keadaan ku saat itu panik, mereka seperti ingin bertanya pada ku namun aku berjalan cepat kearah Yudi yang waktu itu Duduk di luar bersama Catur. Bahkan Anya sekalipun terlihat semakin panik setelah tau aku tadi meluapkan amarah ku diatas.
"Bisa kann Bro sekali lagi Tolong gue?? Kali ini ga akan lama.... " Pinta ku.
"Ayok gass!!! Kemana???? " Tanya Catur dan Yudi
"Jalan ***** ******* nomer 69." Kata ku tanpa ku Ulang, mereka berdua langsung melajukan Motor mereka ngebut keLokasi Perumahan Mewah Terkenal diKota Bandung ini.
Aku dibonceng Yudi dengan motor Trailnya, sedangkan Catur dengan Motor Sport nya didepan menggeber geber motornya membuka jalan ke lokasi itu.
Setelah menemukan lokasi Rumah Mewah itu, kami berdua memutar arah yang kebetulan tak jauh dari Pos Kamling tak terpakai. Disana pun kami bertiga pun mengatur rencana.
Yudi kali ini mengalihkan perhatian dari depan rumah, ia berpura pura bertamu ke rumah mewah itu menanyakan keberadaan mamah ku kepada orang rumah atau security bahkan mungkin Asissten rumah tangga yang ada disana.
Walaupun kecil Kemungkinan mereka akan memberikan Informasi apalagi mempertemukan Yudi dengan mamah ku. Setelah terlihat Yudi menekan Bell Rumah Mewah itu, aku dibantu bahu Catur segera memanjat sisi Samping bangunan mewah rumah.
Lalu mencari keberadaan mama didalam sana, namun kali ini kedua kalinya aku harus menelan kenyataan Pait hari ini.
Didalam ruangan Utama Terlihat mama sedang duduk diatas Pangkuan tubuh Roy yang Kekar sempurna. Dengan sangat lincah dan liarnya ia meliuk liukkan pinggulnya dengan sangat Cepat, tubuh mereka berdua bermandikan keringat siang itu. Sebagai lambang betapa panasnya Goyangan Pinggul mama ku Kania, menjepit serta meremas Kelamin Roy yang ia Telan dengan Vaginanya.
Wajah Kania ibu ku megadah keatas, kedua tangannya bertumpu kepada Bahu kekar Roy saat itu. Sedangkan Roy yang duduk memangku mama ku Kania, kedua tangannya kulihat menggenggam kedua payudara mama dengan sempurna, walau terlihat penuh ditelapak tangannya yang besar. Aku yakin, ia sangat menikmati Kontolnya dijepit Memek mama dibawah sana serta sangat menikmati menggenggam payudara mama sambil melihat kecantikan Wajahnya yang bekerja keras agar Kontol Roy menembakkan Spermanya keatas didalam Memeknya.
Hingga tak lama, aku yang tak lupa segera merekam pergulatan Birahi yang seru siang itu. Terlihat setelah mama klimaks dengan tanda tubuh indahnya bergetar beberapa kali diatas Pangkuan Tubuh Roy yang putih kekar, dengan kedua tangan Roy menggenggam kedua Payudara mama.
Mama pun sedikit melentingkan tubuhnya kebelakang dan menekan pinggulnya agar menekan lebih dalam Penis Roy dalam Vaginanya, ia nampaknya sangat ingin menikmati Tembakan tembakan Sperma Roy diMemeknya siang itu. Begitu pun Roy yang mengerang hebat setelah menembakkan spermanya, kedua kalinya mama menyemprotkan Cairan Cintanya membasahi Kontol Roy yang masih tertancap sempurna didalam memek mama.
Tanda kenikmatan yang Mama raih saat itu terpancar dari Mata mama yang hanya menyisakan putih matanya saja, sedangkan bola mata indahnya tenggelam keatas karna menikmati surga dunia yang baru saja ia rasakan.
Benar benar aksi sex terindah yang ku lihat secara langsung dengan kedua mata ku, mama pun ambruk diatas pangkuan Roy. Setelah mengerang dan Tubuhnya Bergetar.
Dengan lembut Roy mulai mecium kening Betinanya yang sangat Luar siang itu. Mama pun menatap Roy dengan pandangan sayu, lalu mereka pun berciuman sangat mesra.
Setelah mereka berciuman dan saling berpelukan, ku hentikan rekaman ponsel ku. Ku raih satu Batu Batako tak jauh dari tempat ku mengintip.
Tanpa ragu sedikit pun, sekuat tenaga ku lemparkan keKaca Besar yang membantu ku menonton pergulatan Sex Panas antara Mama dan Roy siang itu.
"PRANGGG!!!!! "Suara kaca pecah menggema disekitar tempat itu, baik pun Mama maupun Roy Kaget dengan Aksi Brutal ku.
Ku acung kan jari tengah ku, tak lupa ku ucapkan kata kasar khas Pendekar dari Barat. Lalu aku pergi meninggalkan mereka berdua disana.
Secepat kilat ku panjat dinding tempat ku datang, lalu meloncat keluar dan pergi meninggalkan Rumah Mewah itu. Bersama Catur dan Yudi Tentunya......

0 Komentar