BIBI DAN MAMA PART 12

 


Setelah ku pikir panjang terasa percuma aku marah, apalagi mengikuti ego ku yang merasa paling sakit hati atas kenakalan mereka. Sekarang aku menyusun langkah selanjutnya punya rencana matang, agar minimal mereka dua wanita yang ku sayangi tak terseret pusaran Birahi bersama teman teman ku.




Terasa percuma usahaku andai dibelakang ku mereka mengulanginya lagi dan lagi. Yang terpenting sekarang adalah mereka mengurangi intensitas pertemuan serta tidak kembali mengulangi kesalahan yang sama.




Mataku seketika terasa meloncat keluar, ketika melihat salah satu Saldo Tabungan bibi ku saat ini berada diangka lebih dari ratusan juta rupiah. Semua bisa ku akses berkat Beberapa berkas dan aplikasi ponsel bibi berada di komputer dan Ponsel ku sekarang, hendak ku pantau lebih jauh tapi......






"Cepii sayaang mau makan siang sama apa naaak!!!! Dah siang bibi udah laper bangeet!! Kamu juga pasti belum makan kaan????"


Segera ku matikan komputer ku, lalu menghampiri sumber suara yang berasal dari lantai satu.








*******








"Sayaang kamu mau ikut nganter Bibi sama pacar mu ke salon?? Atau kamu ada acara sendiri?? " Tanya bibi ku setelah makan siang.


"Aku dirumah aja bi.... Lagian beberapa tugas sekolah aku ada yang salah kemarin, jadi harus ku perbaiki." Kata ku kepadanya apa adanya.


"Eummmpptt.... Oke... Tapi ada mau titip cemilan ga sayang buat nanti sore?? " Tanya bibi ku lagi sambil merapihkan piring kotor.


"Apa yaa...??? Nanti ku telp kalau udah ada ide gapapa kan bi...??? " Bibi ku menganggukkan kepalanya.


"Tapi boleh ga bi aku minta satu permintaan??" Aku bangkit dari kursi makan yang tempat ku duduk.Kali ini aku meminta sambil membisiki telinganya dan sambil memeluk nya manja dari belakang.


"Apa sayaang ku....?? " Suaranya manja seperti wanita sedang horny.


"Bibi janji, jangan nakal nanti.... Sama jangan pakai baju tertutup tapi sexy..... " Kedua tangan bibi melepaskan tangan ku dari pelukannya, aku kira ia akan marah dengan permintaan ku tapi.....


"Bibi janji sayang.... Bibi janji.... Makasii ya udah pengertian dan perhatian sama bibi mu yang nakal ini.... Hihihi..." Sambil memainkan rambut ku bibi berbalik membelai belai pipi ku dengan jarinya.






Saat ku hendak mencium bibirnya sambil berjinjit, bibi ku menahan bibir ku dengan telunjuknya. "Bau... Kamu belum mandi ya dari pagi??? "




"Hehehehhe.... Mager bi... " Lalu bibi melepaskan pelukannya.


"Jangan jorok dong sayang, inget sekarang Anya sama Shendy udah ampir kayak pacar kamu lho. Kamu harus jaga penampilan sama bisa buat mereka nyaman." Kali ini ia menasehati ku sambil membawa piring kotor ke dapur terhenti lalu berkata.


"Heiii....!!!! Bengong!!!! Mandi sana!!! Bentar lagi pacar kamu jemput bibi lho... " Aku pun menuruti perintahnya.








*******








Anjuran bibi ku yang sexy sangat manjur, sebelum mereka bertiga berangkat siang itu. Walau sedikit malu malu dan tak diungkapkan terlihat Aku dan Anya seperti sudah jadian.




Aku cukup terkejut, saat bibi memberikan Anya parfum mewah yang katanya tadi "untuk jualan online", bibi hadiahkan kepada Anya dengan alasan hadiah itu dari Aku untuknya karna aku bingung memberikan hadiah untuk Anya. Sedangkan Shendy bibi hadiahi pernak pernik wanita yang terbuat dari Perak.






"Makasi ya sayang, aku ga nyangka kamu sampe berkorban sejauh ini ampe bongkar tabungan segala demi aku. Aku janji bakal pake kalau kamu ada dideket aku." Kata Anya.


"Bagi aku ini belum apa apa, dibandingkan kamu yang selalu bantu jaga mama dan bibi. Belum lagi pertolongan kamu pas kemarin." Sambil ku memegang tangannya. Entah mengapa, saat memengang tangan Anya aku seperti diSengat listrik. Apapun yang kurasakan saat itu hanyalah bahagia.


"Yuuk berangkat, pacarannya nanti kalau pulang dari salon hihihi.... " Ajak bibi ku yang kali ini mengenakan busana muslim tertutup lengkap dan sopan.


"Eehh... Jangan lupa traktirannya, supaya langgeng sampe nikah hihihi.... " Kata Shendy berjalan dibelakang bibi ku, yang tadi bersama bibi berdua mengenakan pernak pernik hadiah bibi.






Mobil Shendy melaju pelan dan mulus meninggalkan ku sendiri dirumah, aku pun mengerjakan tugas sekolah dikamar penuh semangat. Hingga lelah, akhirnya aku tertidur diatas kasur ku siang itu.




Samar samar di tidur ku seperti mimpi aku mendengar klakson mobil ayah, tapi walau setengah sadar kurasa suara itu hilang ku lanjutkan tidur ku hingga saat........




Aroma wangi serta tangan lembut menyentuh lembut pipi ku, tangan ini sangat halus dan mulus. Ingin ku buka mata ku tapi enggan ku lakukan, karna aku sadar akan sangat jarang ku merasakan hal hal sederhana nan indah ini. Tangan bidadari membelai lembut wajah ku saat ini, dipadu wangi aroma yang sangat lebut dan harum memanjakan hidung ku.... Hingga saat....






"Duuh, maaf ya nak Anya, Nak Shendy... Anak tante emang gituu...!!! Bangunin aja gapapa, pamali juga dah sore tidur terus." ITUKAN SUARA MAMA!!!!


"AWWWHHH.... " Mama menekan pergelangan kaki tangan ku, sontak aku bangun setengah terduduk di kasur.


"Maaf sayaang maaf.... Maafin mama yaa.... Mama kira udah sembuh sayang." Lalu mama memeluk ku yang baru setengah sadar. Lagi lagi aroma wangi parfum lembut lain menyentuh hidung ku.


"O iya sayang, ini ada Anya sama Shendy, mereka takut ada perlu penting jadi mama suruh bangun kamu." Sambil melepas pelukaan nya. Lalu bangkit dari tempat mama duduk di ranjang ku agar tak menghalangi ku melihat Anya dan Shendy.


"Jam berapa sampe rumah ma?" Sapa ku kepada mama karna baru melihatnya hari ini.


"Ampir sejam yang lalu sayang, silahkan nak Anya nak Shendy. Maaf seadanya ya, tante baru pulang soalnya." Kata mama menyimpan gelas dan cemilan dimeja belajar sambil merapihkan buku buku yang ada disana.


"Tante ga usah repot repot, pasti tante masih lelah abis perjalanan." Anya dengan sigap membantu mamah.


"Iya tante, lagi juga ada calon mantu ini tamunya hihihi.... " Kata Shendy yang sekaligus menggoda ku dan Anya.


"Haaah.... Calon mantu tante?? Maksud kamu siapa sayang??? " Tanya mama kebingungan.


"Apaan si Shend bikin gosip aja... " Sambil manyun tangan Anya mencubit paha Shendy.


"Mama kayaknya capek banget ya ma di perjalanan tadi?? Atau mama kurang sehat." Tanya ku, meski terlihat sehat tapi ada yang aneh dari dirinya sedari tadi. Namun aku tak tau apa.






Belum lagi hari jumat malam serta sabtu sore tepat saat ku memergoki Karina bibi ku dikerjai Aldi dan Fandi.






"Mama baik baik aja sayang, malah happy banget... Justru mama khawatir sama kaki kamu kok belum pulih lho!!! Besok kita check up dokter ya sayang sepulang kamu sekolah." Kata mama yang mencemaskan kondisi kaki ku akibat kenakalan dia bersama teman teman ku.


"Iya maaf liat nanti ya, supaya aku bisa pulang dulu kerumah." Kata ku.


"Tante tenang aja, nanti sekalian Anya ikut Anter kebetulan besok ada family ayah praktek siang sampe sore. " Kata Anya.


"Tuu kan tante, Calon mantu selalu siap siaga. Hihihi.... " Lagi lagi Shendy menggoda Anya.


"Ooouuuhhh... Ehmmmhhh tante paham sekarang hihihi..... " Kata mama dengan expresi kaget tapi senang.


"Cepi sayang jangan males gitu dong ah, cuci muka cepet, masa depan calon mantu mama males malesan gitu..... " Kata mama mengomel tapi dengan Expresi bahagia. Setelah melihat wajah Anya semakin memerah mama mengedipkan matanya keArah Shendy.






Aku pun bangkit lalu kekamar mandi untuk mencuci muka, jadi tak perlu ku tutup pintu kamar mandi. Sehingga terdengar suara pembicaraan mereka saat itu.






"Nak Anya, bener besok ga sibuk?? " Tanya mama, kepada kekasih ku Anya.


"Engga tante,Kenapa ya tante." Tanya Anya.


"Kalau gitu, saat nanti kita ke praktek sodara Anya boleh ga Tante coba stir mobil Anya. Tp itu Manual kan atau matic?" Entah perasaan apa yang bergemuruh didalam dada ku, saat mama berbincang hal itu.






Terlebih lagi lebih lanjut aku mendengar mama diajari menyetir dengan seorang temannya disana. Karakter khas shendy yang biasa menggoda atau bercanda membuat ku berdegup kencang saat Shendy bertanya kepada mama "ganteng ga Tante orangnya"




Namun suara mereka hening, hingga akhirnya mereka bertiga tertawa.






"Sayang cepetan dong cuci mukanya, lelet banget sii... Mama bantu bibi dulu ya, kita mau siapin makan malem." Kata mama lalu meninggalkan kami bertiga.


"Kamu gapapa?? Kok pucet banget siii??? " Tanya Anya.


"Gapapa malah tegang banget ada kamu, apa aku mandi dulu ya biar pede?? "Kata ku yang sesungguhnya hati ku gelisah kepada mama ku yang berbeda saat bertemu ia pulang dari jakarta.


"Ga usah sayang, lagian kita gakan lama kok." Kata Anya.


"Ih serius deh kamu demam sayang, dah makan makan obat ya.... " Kata Anya setelah memegang kening ku, yang mulai berkeringat.


"Kayaknya Cepi demam bukan karna itu deh NYA... " Sambung Shendy.






Mereka bertatapan sesaat lalu kompak melihat ku, seperti ada hal yang ingin mereka ungkapkan kepada ku.






"Kalian pasti liat sama rasainkan perubahan mama ku pulang dari Jakarta tadi??" Kata ku lirih. Tanpa lebih lanjut berbicara, sorot mata Shendy dan Anya mengIyakan Firasat ku.


"Kak... Kakaaak..... Dibawah ada tamu tuh, kak Fandi sama ayahnya dibawah." Kata adik ku rudi memberitahukan hal itu sambil berlari lari bagai anak kecil.


"Makasii ya de, bentar lagi kakak kebawah." Kata ku kepada adik kecil ku, lalu ia berlari kebawah entah kemana.


"Owwh ada disini semua toh HAHAHAHA...!!!" Kata om Siswono dengan tawa bergetar dihiasi kumisnya yang tebal. Matanya terlihat nakal kearah Anya dan Shendy.






Kebetulan saat itu hanya ada ayah yang menemani pak siswono dan Fandi.






"Jadi gini pak Hendra.... Maksud saya kesini, ingin menitipkan anak saya sekaligus menambahkan Investasi untuk Adik ipar dan Istri Anda diwarung yang mereka kelola." Kata Pak Siswono kepada Ayah ku yang tak Kalah Gagahnya dengan dia.


"Mengenai itu, saya tidak bisa memutuskan langsung biar nanti Adik saya yang memutuskan. Hehehehe... " Kata ayah






Tak lama kemudian datang bibi keruang tamu membawa Minuman dan cemilan, disusul Mama membawa cemilan tambahan untuk tamu.






"Adu jangan repot repot, duh jadi ga enak nih." kata Fandi. Sorot mata ku Fokus menatap mata Pak Siswono, seperti nya ia memang benar benar tertarik kepada bibi ku apalagi saat melihat mama, tidak hanya mata, bibir nya bergerak seperti serigala lapar melihat manggsanya.






Semua ternyata sangat benar prediksi dan analisis ku, bibi sesekali menatap ku saat mereka semua larut dan tertawa bibi tersenyum sambil memberi kode padaku lewat senyuman.




Anya memberi kode lewat genggaman tangannya dilengan ku saat itu, lalu ku usap usap punggungnya. Memberikan kode agar ia pulang lebih awal bersama Shendy, setelah Anya dan Shendy pamit terlebih dulu aku berubah pikiran untuk mengantar mereka pulang memastikan semua baik baik saja.




Setelah Shendy sampai rumahnya aku dan Anya memesan taksi online, layaknya curhat dari hati ke hati Anya khawatir dengan Pak Siswono yang mendekati Bibi dan Mama sore tadi dimobil taksi perjalanan pulang ke rumah Anya.




Ia merasa bahwa Fandi hanyalah Tameng agar Pak Siswono lebih kenal dekat dengan keluarga ku. Ku sampai kan kepada kekasih ku bahwa aku juga sudah curiga, semalam aku dan bibi sudah diskusikan hingga membuat rencana matang agar bisa menjauh dan lepas dari mereka.




Namun masalah lebih besar sepertinya hadir setelah melihat tanda tanda perbedaan mamah saat pulang dari jakarta. Untung Anya tak menanyakannya lagi, karna saat itu kami sangat menikmati saat beruaan yang indah sambil berpegangan tangan kami berdua.




Setelah mengantar Anya pulang sampai rumahnya dan bertemu Ibunya langsung, aku pun berpamitan karna sore itu sudah sekitar 40 menit menjelang waktu matahari tenggelam disebelah barat.




Sesampainya dirumah, rupanya Pak Siswono dan Fandi sudah tak berada dirumah ku. Ayah pun keluar rumah diminggu sore menjalankan kewajiban serta nongkrong bersama bapak bapak Komplek sore itu.




Entah kebetulan atau suratan takdir sudah tergaris kepada ku, kali ini aku sedang pura pura memainkan ponsel ku di ruang tamu. Sedangkan bibi berada dikamar, melepaskan hijabnya karna hanya ada inti keluarga didalam rumah ini.




Saat mama hendak berjongkok merapihkan gelas gelas dimeja makan, dengan mata yang siap mengarahnya serta telinga ku pasang lebar lebar sungguh hal yang ku takutkan benar terjadi.... hingga.....






"OUCH... " Tepat diucapkan mama, saat ia benar benar berjongkok di lantai hendak merapihkan gelas kotor.


"Mama kenapa ma??" Kata ku yang benar benar lemas, karna reaksi itu sama persis saat Bibi ku Anal tempo hari lalu berjongkok.


"Gapapa sayang gapapa, kemarin mama jatoh dari tangga jadi masih agak sakit." Ku coba membantu mama merapihkan beberapa sisa cemilan sambil memperhatikan mama bangkit berdiri.






Reaksi mama kali ini benar benar membuat ku makin lemas dengan tanda tanda pasti bahwa telah terjadi sesuatu saat ia ada dijakarta sana.






"Ssshhhh..... " Ku lihat reaksi meringis menahan perih saat ia benar berdiri, membawa Nampan berisi gelas kotor.






Lalu mama berjalan sedikit mengangkang di depan ku, Entah ujian apalagi yang dihadapi mama ku ini. Namun saat ku putus asa sebuah tangan lembut menyentuh punggung ku, lalu berkata "tenang sayang, bibi akan cari tau dan selesaikan apa yang terjadi disana."






Namun kata kata bibi sama sekali tak menghibur ku saat itu, karna aku tau bibi juga menangkap sinyal mama baru saja atau kemarin melakukan Anal Sex.




Karna tempo hari baik mama dan bibi ku merasakan perih dan nyeri selama beberapa hari andai harus berjongkok setelah melakukan Anal sex bersama ku tempo hari.




Setelah makan malam bersama Ayah, Mama serta bibi ku setuju bahwa mereka akan mengurangi intensitas di Warung Fandi yang mereka kelola. Meskipun ayah Fandi saat aku pergi mengantar Shendy dan kekasih ku Anya menawarkan Modal komisi lebih besar, namun mama dan bibi setuju lebih baik menambah beberapa Karyawati hingga bisa memperpanjang Waktu Operasional hingga malam atau 24 Jam.




Lagi jauh mama menjelaskan, akan memiliki bisnis baru yang akan mama bisa jalankan dari rumah seperti membuat Kue. Sedangkan bibi ku berencana membuka bisnis reseller jualan online dirumah ini.




Sehingga ayah memutuskan akan mulai membersihkan gudang disamping garasi persiapan agar mama dan bibi ku lebih lancar menjalankan usaha mereka.




Ayah sebagai kepala keluarga menyetujuinya, akupun merasa lega dengan apa rencana mama dan bibi sekarang. Walaupun dibalik ini semua ada rencana tambahan yang aku dan bibi persiapkan namun pastinya ayah tak Boleh tau.




Saat ku membuka buka layar komputer ku, menjelang malam ku tanyakan kabar Anya kekasih ku, kami pun saling bertukar pesan aplikasi. Hingga di beberapa menit kemudian aku dikejutkan Fakta yang ditemukan Anya dan Shendy melalui Medsos Instagarem.






"Sayang kamu yakin kuat nahan emosi kenyataan ini....?? " Tanya Anya.


"Pasti kuat, kalau pusing aku tinggal minum obat dan tidur hehehe.... " Kata kun setelah penasaran dan beberapa kali kalo meminta Fakta apa yang ia temukan diMedsos.






Anya mengirimkan foto Screen Shoot, pertama dari Story status Instagarem seorang Anak Triliyuner sekaligus Artis Medsos dan Youtuber terkenal ibu kota yang di post hari jumat. Jelas disana adalah Foto mama berdiri berdiri membelakangi yang diam diam mengambil gambarnya dari belakang. Dengan Caption "can't I standing Beside You? "




Bukti kuat lainnya itu adalah mama adalah ada Rudi yang tertangkap kamera sedang bermain pasir cukup jauh dari mama berdiri.




Foto selanjutnya yang ia post tak kalah mengejutkan, karna saat itu diUnggah hari sabtu pagi menjelang siang dan sore.




Scereen shoot Foto itu menunjukkan, ia memotret wanita berhijab sedang menikmati makanan yang hendak disuap kan keMulutnya. Namun kali ini Wajah mama dipasang emot Hati hingga menutupi seluruh wajahnya. Walaupun pakaian mama berbeda tapi sungguh tak mungkin wanita berbeda kalau liat dari Postur tubuhnya.




Gaya berpakaian, jam tangan apalagi gelang tangan, sangat mustahil bisa sama dengan milik mama sepaket lengkap!!!!




Hingga Foto ketiga yang membuat ku berdesir horny adalah, foto yang menandakan berada di jalan tol sedang menyetir lengkap dengan RPM dikecepatan tinggi menggunakan mobil Sport mewah dengan logo kuda jingkrak. Tapi bukan itu yang ku Fokuskan!!!! Tapi Letak Posisi yang memegang kemudi mobil!!!




Melihat letak 3 tangan sekaligus dalam Satu kemudi membuat darah ku berdesir..... Disana terlihat 1 tangan kiri mama mengenakan jam tangan nya disisi Kanan stir mobil am tangan.




Sedangkan di tangan Kanannya, kedua tangan menyatu mesra. Andai ku samakan dengan beberapa Foto, ku simpulkan mama duduk diAtas Pangkuan Lelaki itu. Berdua mereka menendarai mobil itu sambil bermesraan.




Caption dari story itu pun cukup menggairahkan bagi ku. "Let's Drive with me until reach heaven" Menandakan Pria ini membawa mama ku dengan mobil mewahnya kesuatu tempat. Sebelum siang.




Hingga foto screen shoot terakhir yang membuat ku benar benar kehabisan kata kata, saat pria ini menggunggah foto memeluk mama dari belakang dikamar Mandi yang mewah, lagi lagi ia menambahkan diSticker emot Hati diwajah mama.




Disana tertulis Caption "am not Frist but am will be Your Hero" Lalu menambahkan sticker yang menyerupai bentuk Pantat dibelakangnya.




Melihat timing waktu saat ia unggah foto itu adalah waktu yang sama saat mama 2 jam sebelum mama menjawab Video Call ku namun bermandikan keringat dan mendesah meringis keenakan.




Ku matikan layar komputer dan lampu kamar lalu ku rebahkan badan ku di ranjang ku, sejuta pertanyaan hadir dikepalaku saat itu. Ingin ku teriak sekencang kencangnya namun ku tahan, karna aku harus tetap sadar dan waras dengan kejadian ini.




Anya mengirimkan pesan sebelum aku tertidur membawa luka baru. Ku balas bahwa aku baik baik saja, akan minum obat dan akan segera istirahat tidur malam ini.




Namun tak lama setelah itu, "TOK TOK TOK" Lalu mama membuka pintu kamar yang tak terkunci dan melihat kearah ku.






"Bolehkan mama bobo ma kamu sayang??? Mama kangen.....hihihi....." Tanpa ku jawab ia merebahkan badannya disisi ku dan memeluk ku layaknya seorang ibu yang merindukan anaknya. Satu tangannya mulai membelai wajah ku diKeheningan menjelang malam itu, matanya memandangi wajah ku dalam dalam.






Sama sekali tak ada nafsu malam itu, yang ada adalah saat itu mama melepaskan kerinduannya padaku.




Namun ku palingkan wajah ku darinya malam itu, saat ia ingin menarik wajah ku menatap wajahnya.






"Kamu kenapa sii nak?? Mama kangen sama kamu sayang!!! " Setelah Mama duduk di samping ku, Suara mama pelan dan halus tapi menyentak menahan marah. Sorot matanya tajam menatap ku menggambarkan amarah diwajahnya. Seolah tak percaya dengan sikap ku yang kasar dan Acuh tadi.






Aku tak tahan andai ia selanjutnya akan memarahi ku, ku ambil ponsel pemberian nya sebelum mama lebih jauh ngomel tak karuan padaku.






"Kok bisa si ma semua ini keulang lagi..... " Lalu ku bantingkan badan ku kekasur dan memenamkan wajah ku dengan Bantal.






Beberapa saat kemudian yang terdengar telingaku adalah saat mama menangis, ku diam kan ia menangis tanpa perlu ku lakukan apapun. Entah berapa lama ia menangis, hingga akhirnya lelah ia rebahkan badannya disamping ku lalu merangkul ku dari samping.




Hingga Aku tertidur malam itu ,mama tetap menangis memeluk ku. Tanpa mengucapkan sapatah kata apapun.

Posting Komentar

0 Komentar