BIBI DAN MAMA PART 11



 Pov cepi

Sahutan suara kokok ayam pagi itu membangunkan ku, dinginnya udara kota yang bahkan terkenal terkadang berembun namun tetap serasa nyaman dalam pelukan salah satu orang yang kita kasihi.




Setelah ku geser badan, ku pandangi wajah bibi ku, sungguh bimbang memikirkan baik baik dengan semua yang telah terjadi kepadanya maupun setiap keputusannya beberapa hari kemarin.




Satu sisi memang Karina Bibi ku ini cantik dan sexy namun di sisi lain ada rasa merasa bersalah dengan ketidak mampuan ku melindungi Nya bahkan ikut menikmati kenikmatan tubuhnya.




Perlahan ia membuka mata.... Lalu....






"Hmmm hoaaammmsss..... Pagi keponakan ku tersayang.... Hihihi...." Sambil mengembangkan Senyumnya manja.


"Pagi bibi.... " Jawab ku menyambutnya sambil tersenyum.






Lalu ku pejamkan mata ku perlahan setelah ku pastikan pagi ini bibi ku yang cantik dan sexy ini baik baik saja saat satu tangannya memegang pipi ku.




Samar terdengar beberapa kali suara suara dentingan notifikasi terdengar oleh ku, namun saat itu terlalu berat bagi badan dan mata ini untuk bergerak apalagi hari minggu satu satunya hari bisa bersantai bangun siang karna libur sekolah.




Begitu terlena dengan rasa nyaman Bantal dan selimut, sehingga membuat ku pasrah menikmati sisa mimpi di pagi ini.




Saat Cahaya terik panas matahari mulai masuk menembus jendela rumah pagi itu, akhirnya ku buka mata terasa cahaya itu sangat menyilaukan.Setelah beberapa menit mengembalkkan fokus kesadaran ku, ku perhatikan sekitar lalu ku amati sesaat rupanya bibi ku pergi Olah Raga.




Ku awali minggu pagi yang indah ini dengan duduk di layar monitor Komputer, dan Laptop baru. Layaknya sang "hacker" Di film film Action, ku Copy semua data rekaman CCTV rumah dan Spycam Anya lalu pindahkan semua berkas memory ke memory External.




Setelah ku Pastikan semua aman tiap bagian rumah ku, aku pun mulai nengamati dan menyaksikan beberapa aksi yang terlewatkan diwarung Fandi yang dikelola Karina bibi ku Sebtu kemarin.








*****








Wanita adalah Pembohong yang sempurna dalam urusan birahi ia terkadang berpura pura bahagia terkadang bisa berpura pura sedih. Namun sebagai lelaki, kita hanya bisa menilai dari prilaku, sikap, dan sorot matanya saat melihat kita.




Iyaa..... Itu sih kesimpulan yang bisa ku ambil dari Wanita yang punya pengalaman Sex dan Mempunyai Nafsu birahi tinggi. Terutama Karina bibi ku ini.......






"Waaah semoga aja tiap hari nih kita bisa liat bidadari kayak gini..... " Goda Fandi kepada Shendy yang sore itu baru datang membawa cemilan.


"Jangankan memiliki melirik aja gue udah seneng banget apalagi senyumnya itu...." Tambah Aldi, Wajah shendy memerah saat menerima pujian demi pujian yang dilontarkan Fandi dan Aldi.






Saat itu juga pengunjung tak begitu ramai didekat meja Display Maknan, bahkan tidak akan terlihat jelas apabila pengunjung melihat dari meja makan apalagi dari meja luar yang biasa dipakai nongkrong.






"Yakin niih cuma senyum kita aja??? " Kali ini Karina menggoda mereka.


"Aaah kak, cowok jaman now ..... spik spik aja, liat yang lebih bening juga nanti ditinggalin hihihi..... "


"Haruskah aku belah dada ini?? " Kata Rico yang mengangkat baju kaosnya hingga sedada. Memperlihatkan otot perut dan dada bidangnya kearah Shendy dan Karina bibi ku.


"Aaah basi..... " Jawab Shendy ketus.


"Hahahaha hahahahaha....." Bibi, Fandi serta Aldi mentertawakan Rico. Yang rupanya awal tawa terdengar oleh ku saat mengerjakan tugas dilantai 2.


"Elu mah Body teruus!!!! " Kata Aldi.


"Percuma jaman sekarang Ganteng dan Gagah tapi ga bisa jaga apalagi berkorban demi Wanita. Iya gak kak... " Kata Fandi meminta Persetujuan Karina bibi ku.


"Tau nih, seolah paling sempurna.... Gitu doang kita juga bisa....!!!" Tambah bibi ku yang tentunya membuat Rico semakin merasa bersalah.


"Hmmmhhh..... Gimana yaa kak?? " Tanya Shendy bingung dengan apan yang Karina bibi ku ucapkan.


"Gini kaan.... " Memasang expresi wajah Binal menghadap Rico bibi ku depan pelan menempatkan kedua tangannya meraba perutnya sendiri perlahan lalu berhenti disaat kedua tangannya seperti mengangkat atau meremas kedua Payudara besarnya sendiri!!!!






Di layar terlihat jelas kedua Payudara bibi ku terbentuk Bulat sempurna, belum lagi expresi wajahnya pasti membuat lelaki manapun terangsang melihatnya walaupun masih tertutup bra dan baju.






"Gila sexy banget..... Kak" Puji Shendy, sedangkan Fandi, Aldi dan Rico hanya terpana melihat gerakan tangan bibi ku yang menyerupai penari nakal.


"Baru segitu aja dah pada ngiler kaan hihihi.." Kata bibi ku yang sadar semua remaja didepannya kagum.


"Luarr Biasa!!!!" Kata Aldi.


"Kalau si Shendy gue yakin ga mungkin bisa." Tambah Aldi sambil menatap Aldi.


"Gitu doang!!! Kak kita buktiin......!!!! " Ajak Shendy.






Bagaikan Guru dan Murid Karina Bibi ku dan Shendy berani mempertontonkan gerakan Binal mereka berdua..... Hingga akhirnya Tangan Karina bibi ku serta tangan Shendy menegang Payudara mereka yang besar dan kencang masing masing......






"Wwwwwuuooooowwwww....!!!! " Seringai mereka bertiga saat ada gerakan tambahan, baik Karina Bibi ku serta Shendy lebih lama memegang Payudara mereka yang besar dari luar kaos lalu meremas remas dengan tangan mereka sendiri.






Rupanya itu yang membuat suasana riuh dan ramaikan saat ku belajar.






"Udah ah.... " Shendy menguasai dirinya sendiri lalu mengambil beberapa cemilan yang ia bawa bersamanya menaiki lantai 2.






Sedangkan bibi ku berjalan ke arah dapur, sambil membawa beberapa piring ditangannya.






"Inget yaa perjanjian kita!!! Jaga sini loe supaya semua aman." Ancam Aldi kepada Rico. Setelah sesaat memastikan Shendy naik dan tak terlihat di tangga menuju lantai 2 ia menyusul bibi ku keDapur.






Sedangkan Fandi di layar komputer memastikan Rico menjalankan tugasnya




Rupanya ia terangsang dengan aksi Karina tadi bersama Shendy, ia memeluk bibi ku Karina dari belakang. Kedua tangannya meremas remas bongkahan Payudara bibi , tak cukup sampai disituu ia pun berjinjit agar bisa menggesekkan selangkangannya kebelahan pantat Karina karena Karina bibi ku lebih tinggi. Setelah ku alihkan layar komputer ku ke TAB layar Spycam yang ku pasang di dapur.






"Jangan sekarang dong al... Kalau ada yang liat gimana...??" Kata bibi ku mengarahkan matanya kearah ujung pintu dapur. Namun anehnya bibi ku bibi ku menurunkan Pantat nya agar kedua area sensitif mereka bergesekan walaupun masih terhalang kain celana mereka masing masing.


"Aku ga tahan lagi Riin.... Walaupun aku tak pantas buat kamu tapi izinkan aku bersama mu lagi walau sesaat." Bisik Aldi merayu bibi ku.






Lalu bibi ku mengarahkan wajahnya kearah Aldi, dan mereka pun bercumbu disana. Terlihat di layar bibi ku pasrah dan hanya mengimbangi ciuman bibir tebal Aldi.




Seiring detik demi detik berjalan, sambil menggenjot bibi ku dari luar celananya terlihat bibi hanyut menikmatinya. Semua itu terpancar dari mata bibi yang sayu menatap Aldi sambil bergelut lidah, belum lagi rangsangan yang bibi ku Terima dari gesekan diPantat dan Payudaranya.




Setelah sekitar 8 menit mereka menikmati posisi itu, Fandi menghampiri mereka didapur. Dari ujung dapur ia langsung membuka sleting celananya, lalu mengeluarkan Penisnya yang cukup panjang bagi remaja kurus seperti Fandi.




Baik bibi ku dan Aldi hanya tersenyum melihat Fandi yang mengocok penisnya sendiri melihat aksi mereka. Bahkan mereka berdua bertukar lidah di depan Fandi,lalu setelah itu berdua mereka melihat marah Fandi seolah betapa nikmatnya aksi yang mereka lakukan didepan Fandi.




Namun Saat Fandi berjalan kearah Karina bibi ku dan Aldi. Bibi ku langsung mendorong Aldi kebelakang, lalu menahan Dada Fandi.






"Stop stop.... Stop....!!!!! Ini udah 3 kali lho. Serius udah.... Ini cukup!!! " Kata Karina bibi ku.




Apa 3 Kali!!!!!!!




"Kita janji kali ini karina bisa minta 1 permintaan lagi dari kita...." Kata Fandi memelas karna terlihat sangat Horny.


"Iya bi.... Sebutin aja apa permintaan bibi keaku satu kefandi satu... Kalau kita sanggup kita bakal kabulin selesai ini." Tambah Aldi yang sama sama sudah Horny seperti Fandi.


"Kalau ada yang liat gimana....??? Kan ga adil.... " Kata bibi ku sambil sesekali melihat arah Tangga, namun tangannya mulai mengocok kontol Fandi.


"Sebutin aja dulu.... Ahhh pasti kita kabulin aahh... Kalau kita sanggup.... " Ucap Fandi sambil menikmati batang penisnya mulai diKocok tangan Karina.






Sadar bibi ku menguasai keadaan saat itu, ia berbisik mengucapkan sesuatu. Wajah Fandi ceria langsung terlihat senang. Lalu bibi ku berbicara pelan seperti berbisik kearah Aldi lalu jawaban Aldi....






"Oke deal sayang..... Nanti sore ku kabulkan permintaan kamu..... " Beberapa saat kemudian Adi memainkan ponselnya.






Sedangkan bibi mulai fokus mengocok penis Fandi, sambil memasang wajah Horny nya kearah wajah Fandi. Namun itu tak berlangsung lama, setelah selesai memainkan poselnya Aldi memperlihatkan sesuatu dari layar Ponselnnya kearah bibi.




Wajah Karina bibi ku tersenyum puas, lalu tangan kirinya ia gunakan menyentuh kontol Aldi dari Luar celananya. Dengan segera Aldi respon menurunkan celana dan celana dalamnya hingga ke lantai.




Tak cukup sampai disitu, Aldi langsung menarik kepala bibi ku agar ia bisa Cumbu bibir ku saat itu. Fandi yang melihat hal itu, langsung mengangkat pakaian bibi yang longgar hingga terpampang Payudara bibi ku.




Tapi setelah ku perhatikan di layar, hampir seluruh bagian putih mulus Payudara bibi ku merah!!!!!




Aldi dan Fandi sejak pagi sepertinya benar benar menikmati dan tak menyisakan kesempatan menikmati Payudara bibi ku berkali kali




Setelah cukup lama, ku alihkan kamera kedepan. Shendy turun dan langsung berjalan kearah meja dekat Display mennu makanan. Rico cukup kaget, karna saat itu ia sedang mengitip kedapur.




Hingga Shendy datang, ia hentikan aktifitas itu. "Pada kemana ini?? Kok sepi." Saat Shendy melihat sekitar tempat Etalase biasa bibi duduk di meja menulis atau memainkan ponselnya apabila tak ada pembeli datang.




Rico pura pura tak mendengar pertanyaan Shendy, ia malah sedikit menjauh berpura pura mengerjakan membersihkan Piring.






"Suara apa si ini Co??? " Tanya Shendy setelah berhenti memainkan poselnya agak pelan sambil melihat dinding pemisah antara Bagian Kasir dan Dapur. Karna Dinding disana bukan terbuat dari Tembok namun dari Gipsum.






Rico meluruskan jari telunjuknya kepada Shandy tepat di tengah bibirnya sendiri, dengan jari telunjuk yang sama ia memberi kode kepada Shendy agar mendekatinya.




Rupanya disana ada lubang kecil yang mengarah kedapur, namun terhalang oleh Kalender dinding.




Setelah Rico memastikan Aku, Fahri, dan Anya tak akan turun, lalu Shendy dan Rico melihat aman kearah depan tempat meja tamu Shendy mengarahkan satu kanannya matanya kearah lubang itu.




Entah apa yang ada di pikiran Shendy saat itu, ia hanya terperangah melihat bibi ku tengah berciuman bertukar liur dangan Aldi sedangkan Fandi sangat asik menikmati kedua Payudara bibi ku walaupun sudah hampir penuh tanda merah di payudaranya yang besar. Sambil terengah engah tertahan kedua tangan bibi ku aktif meremas sambill sesekali mengocok tapi tertahan akibat rangsangan di bibir dan kedua Payudara nya.




Wajah Shendy memerah melihat bibi sanggup mengimbangi dirangsang Dua remaja seumurannya sekaligus, apalagi dari segi penampilan Rico lebih tampan dan gagah dari mereka. Di luar dugaan ku kali ini Shendy tersenyum kearah Rico, setelah Rico membisikkan sesuatu di telinga Shendi ia kembali mengarahkan mata indahnya ke lubang yang menyajikan pertarungan saling merangsang Dua lawan Satu.




Body Shendy memang hampir sama dan sesexy Karina bibi ku, hanya bedanya di tinggi badan serta Shendy memiliki banyak Bulu roma di tubuhnya.




Sesuai mitos, rata rata wanita memiliki banyak bulu roma bernafsu tinggi. Ku buktikan saat ini saat Shendy melihat Live Show melalui lubang itu.




Hal tersebut tak disia-siakan Rico tentunya untuk tidak mulai menggoda Shendy, tanganya mulai mendarat di salah satu bongkahan Pantat Shendy sambil mengamati keadaan didepan.




Hingga disatu moment ia meremas pantat Shendy, setelah nekat mengeluarkan Penis Hitamnya dari celana melalui sletingnya.




Dengan memanfaatkan Tinggi Meja, Rico sangat Nekat memperlihatkan Kontol nya disana kepada Shendy. Mata Shendy terlihat kagum serta tak berkedip melihat Kontol Hitam Rico, setelah melihat kearah atas lantai 2 Rico mengambil bangku tak jauh dari mereka berdiri.




Shendy Terhipnotis saat itu, mulai terangsang yang dipicu mengintip kenakalan Karina bibi ku bersama 2 rekannya yang Kurus dan bertubuh gemuk.




Dia mulai mengocok Kontol Rico perlahan, hingga benar benar Keras maksimal setelah tangan Rico mengarahkan tangan Shendy menggenggam Batang Kontolnya.




Namun disaat Shendy menikmati mengocok Kontol Rico dengan tempo sedang, Shendy tak menyadari aku menuruni tangga sangat cepat saat itu.




Hingga mereka benar benar terlambat mengakhiri aksi mereka, sendy salah tingkah lebih memilih menjauh dari Rico. Sedangkan Rico jauh lebih tegang lagi, karna belum selesai ia rapihkan memasukkan Kontolnya kedalam celana Jeans nya aku melangkah cepat kearah dapur.




Baik wajah Rico dan Shendy yang saat itu ada disana mendadak pucat. Terlebih lagi mereka sadar walau tak melihat kedapur, aku berdiri cukup lama melihat langsung aksi Aldi dan Fandi merangsang bibi ku sambil menikmati Batang penis mereka diKocok bibi ku yang ke Tiga kalinya saat itu.




Siku lengan kiri ku bertumpu pada Meja, tangan ku mengusap ngusap Dahi ku setelah tau Fakta ini. Hal ini tak bisa ku selesai kan sendiri, selain terasa sekali pusing di Ubun ubun kepala ku kenakalan Dua Wanita dalam hidup ku ini membuat pusing 'kepala' diSelangkangan ku juga.




Sambil berfikir siapa yang bisa ku percaya agar Mama dan Bibi agar tidak menjadi lebih binal, kamera CCTV memperlihatkan Bibi ku pulang olahraga raga bersama Fandi dan Aldi menjelang siang itu!!!!!






*******








Mau tak mau kali ini aku menemui mereka dibawah, karna kunci rumah pasti bibi tak membawa saat pergi berolah raga tadi.






"Heii sayang.... Bangun jam berapa tadi?? " Bibi ku memeluk ku lalu menggandeng ku duduk sampai Sofa. Hidung ku diserbu aroma wangi Parfum dan sesuatu entah apa karna situasi saat itu Bibi, Fandi dan Aldi mengajak ku berbincang.


"Waaah baru tau gue ni bro olahragawan bangun siang..... " Sapa Aldi yang bebadan gemuk setelah menyimpan botol minuman soda yang ia bawa dimeja.


"Elu kayak pikun aja, dia ni masih cedera. Kalau udah pulih pastikan ikut gabung tim di sekolah.... Iya gak... "Jelas Fandi sambil meletakkan 2 botol minuman Soda lalu duduk di samping Aldi.


"Kayaknya aku bakal Fokus ngejer bea siswa aja deh kak, maklum kapasitas otak gue masih dibawah rata rata. Hehehe " Kata ku mencoba berakrab dengan mereka padahal ingin sekali menghantam mereka andai kaki ku tak cedera.


"Emang lu mau ngejer Universitas mana bro??? Siapa tau keluarga gue ada yang kenal dekan atau rektornya??? Tapi gue ingetin aja resikonya." Tatap Fandi serius kepada ku. Setelah menekankan kalimat Resiko.


"Emang apa bang?? " Tanya ku penasaran setelah bertatapan dengan Bibi ku yang duduk disamping sambil tetap menggandeng ku manja.


"Dosen universitas ternama itu 10 kali lebih killer dari guru disekolah kita bro, terus proses dapetin gelarnya juga lama." Kata Fandi serius.


"Setuju gue Fan, sepupu gue juga banyak yang tumbang dan jadi kurus kayak elo kalau otak pas pasan. Jauh lebih baik gue saranin lu kejar bea siswa di Universitas luar negri aja sekalian, dari pada jadi ceking kayak si Fandi gini niih.... Hehehehe..... " Kami semua pun tertawa mendengar candaan Aldi yang ceplas ceplos.


"Tapii.... Kayaknya bisa deh apalagi sama jalur Prestasi OlahRaga... Kayak si Aldi tuh...hahahha.... " Kata Fandi mulai membalas candaan Aldi.


"Iih Atlit olah raga apaan... Olah raga Beberapa menit aja udah 'keok' hahahahha." Kata bibi ku mulai ikut meledek Aldi sambil mengacungkan jempolnya kebawah.


"Tapi Kentel beberapa menit juga.... Anget,,,,, kagak kayak sikurus tuh... Lama,dikit, Encer pula..... Hahahahhaha.... " Mereka bertiga semakin seru tertawa. Baru kusadari, di balik wangi parfum yang menempel diJacket training bibi ada wangi sesuatu yang mengganggu.


"Mau minum apa nih, ga enak saya ada tamu tapi ga diSuguhin minum." Kata ku kepada mereka.


"Udah santai aja bro, ga lama lagi juga kita cabut ni juga masih ada... " Belum selsai Fandi bicara ia punya minuman soda langsung diSerobot Aldi.


"Masih ada dikit yang nyangkut, giliran dipake olahraga udah keriing ga ada di isinya.... Hahahahahahahha..... " Bibi ku makin hanyut dalam candaan Aldi, Fandi terlihat kehabisan kata kata, sedangkan aku hanya bisa tersenyum kecut. Karna aku sadar andai bibi buka Jacket trainingnya pasti tercium aroma SPERMAA!!!!


"Mang tadi olah raga dari mana sii, kayaknya seru banget tadi??" Tanya ku memancing mereka yang terlihat Bahagia sekali Pagi ini dengan bibi.


"Eummptt itu.... " Kata bibi ku panik.


"Tadi kita tuh Naek gunung.... Iya naek gunung..." Kata Fandi tergagap.


"Naah karna kak Karina masih lelah, pas naek gunung gue kasih tongkat hahahaha.... " Aldi dan Fandi tertawa bersama sebisa mungkin aku berakting tertawa mengikuti mereka.


"Ala elu, Tongkat ga tahan lama juga bangga. Pegangan sama Tongkat gue dong jadi mantab nggenggannya ya ga kak... " Kata Fandi namun bibi ku terlihat bingung, sesekali ia menatap ke arah ku dengan wajah yang memerah.


"Payah ni bibi, naik gunung aja masih megang Tongkat...." Kata ku mulai meledeknya pura pura bodoh dengan tak tau "tongkat" Apa yang mereka maksud.


"Kamu remehin bibi ya???" sambil duduk disamping ku lalu bertolak pinggang.


"Ujung ujungnya juga mereka tuh yang capek duluan Hihihihi... " Kami semua pun tawa, lalu lagi lagi bibi mendaratkan tubuhnya disamping ku. Mereka jelas cemburu melihat bibi sangat mesra pada ku.


"O iya bro, komisi anak anak kemarin udah gue transfer, punya elu gapapa kan gue titip dibibi." Kata Fandi setelah lelah ketawa.


"O iya keponakan ku sayang, ada tuh diwaistbag bibi.... Terus bantuin mereka tu bawaain pesanan barang online dibagasi mobil." Lalu kami pun berjalan keBagasi Sedan Fandi.






Membawa masuk Parfum, pakaian, pakaian baru, hingga barang barang elektronik baru. Semua diletakkan di dekat kamar bibi ku, hingga akhirnya mereka pamit.






"Nanti gue kirim link brosurnya, tahun depan KTP lu jadi daftar bro. " Kata Fandi


"Siap kak makasi Informasinya... " Kata ku


"Udah tenang aja, elu udah gue anggep kayak adek gue sendiri. Da apa apa bilang ma gue. " Kata Fandi lebih lanjut.


"Bener tuh bro Cepi, elu udah kayak keluarga bagi kita. Hati hati aja sama orang modus kayak sifahri ." Tambah Aldi.






Aku pun hanya mengiyakan saja, walaupun tau kenyataan nya mereka juga sama aja kayak gue hehehhe....






"Makasi banyak yaa Aldi,Fahri... Makasii dah nemenin aku olahraga raga pagi hihihi... Aku pasti baik baik dirumah sama keponakan ku tersayang ini sekarang." Kata bibi ku yang kali ini melepas hijabnya,merangkul ku mesra seperti boneka tanpa melepas jaket training nya.Hingga mengatar sampai gerbang pagar dan melihat Aldi dan Fandi hingga mereka naik mobilnya.


"Bii... Bibi yakin mau jualan online?? " Tanya ku kepada bibi setelah kembali masuk ruang tamu lalu menutup pintu rumah.






Bibi pun menganggukkan kepalanya manja, sambil melihat lihat beberapa barang yang cukup banyak dibawa Aldi dan Fandi.






"Sayang bantuin pasang Laptop di kamar ya.... Sekalian rapihin ini dikmaar bibi... " Pinta bibi padaku.






Sambil merapihkan semua barang ke Kamar bibi, sepintas ku hitung total semua modal untuk bibi jualan online,semua andai ku hitung lebih dari bernilai Puluhan Juta rupiah. Sedangkan saat itu Bibi terlihat mencoba laptop barunya, disamping meja rias.




Tanpa ia sadari karna masih gerah setelah membuka semua jendela, Karina bibi ku yang sexy membuka jacket tarining yang ia kenakan. Dan Wooww.... Terpampanglah kedua Payudaranya yang indah hanya dilapisi kain kaos putih menerawang serta Bra yang terlihat menjiplak seperti bikini. Namun keluar wangi tak sedap wangi Sperma yang sedari tadi mengganggu ku.






"Kangen yaa nenen sama bibi.... Hihihi" Seraya bibi ku berkata, setelah melihat ku menelan ludah melihat keSexyannya.


"Bibi dari tadi berpenampilan seperti itu dengan mereka?? Pantes aja bi bau sperma." Sambil ku tutup kedua hidung ku.


"Sayaaang, kok jahat gitu sii....??" Wajah nya mendadak sedih. Kecewa dengan pernyataan ku.


"Asal tadi janji yang terakhir ya bi, kita harus hati hati sama mereka.... Ga bisa percaya gitu aja, semua demi bibi.... " Karina bibi ku mendekati ku lalu berkata.


"Apapun yang bibi berikan kepada mereka, tetap lebih indah dengan apa yang bibi berikan sama kamu sayang..... Hihihi.... " Lalu kami pun berciuman sesaat walaupun aku muak dengan wangi sperma dan bibi pun mulai mandi di kamar mandi yang ada dikamarnya.






Ku manfaatkan situasi itu dengan mulai iseng membuka laptop barunya dan memeriksa Ponselnya namun dikunci.






"Cepii sayaang.... Mau sabunin bibi engga..?" Aku pun melongo melihat bibi membuka pintu kamar mandinya. Dengan tubuh bugilnya yang bermandikan busa sabun meminta ku.


"Bukan ga mau bi, takut mama dan ayah pulang... Apa lagi mereka bawa kunci... " Kata ku yang pertama kalinya mengeluarkan Kontol ku mengocok penis ku dihadapannya.


"Eummptt ya udah deh. " bibi ku melanjutkan menyabuni badannya tanpa menutup pintu kamar mandinya. Wajahnya terlihat murung, mungkin bibi sadar aku ogah menyentuhnya akibat telah di"kerjai" Aldi dan Fandi tadi.






Akal bulus ku berjalan saat bibi sibuk nenyabuni badannya, lagi pula ku pikir sayang sekali sperma ku terbuang percuma.






"Bi laptop baru udah konek sama Internet rumah? Kalau belum aku sambungin." Entah berusaha menggoda ku atau memancing birahi ku. Bibi berjalan keluar kamar mandi, telanjang bulat Tubuh Sexy telanjangnya hanya ditutupi busa sabun saat itu menghampiri meja Laptop dan meraih ponselnya.






"Sekalian ya sayang hihhihihi...." Setelah ia lihat fasilitas baru yang ia miliki belum menyambung dengan internet rumah. Serta membuka kunci Ponselnya yang mahal.






"Eh, sekalian deh konesiin juga keponsel aku sayang... " Sambil menyenggol nyenggol kan kedua payudaranya manja kepada ku.






Aku yang tak tahan dengan godaan bibi ku mengambil satu handuk menyerupai kimono digantung kamarnya lalu memakaikan nya kepada bibi ku walaupun saat itu masih penuh dengan bisa sabun mandinya.






"Mmuuaachh, sambil pake ini bibi kusayang... Aku takut nanti bibi yang sexy ini masuk angin." Sambil lagi lagi ku berjinjit ku cium keningnya penuh kelembutan."






Wajah bibi memerah, namun aku usahakan fokus setting laptop bibi sambil berdiri disampingnya namun badan ku mengarah keLayar Laptop.






"Cepii.... Bibi kira kamu ga nafsu gara gara kerjaan Fandi sama Aldi... " Disamping ku ia memperlihatkan banyak bekas cupangan yang hampir memenuhi kulit mulus payudara bibi ku.


"Kan bibi yang milih happy sama mereka lagi, makanya permintaan ku tetep sama tetep satu sesuai rencana kita menunggu mama pulang." Kata ku sambil melihat kesamping menatap matanya karna bibi ku memang sedikit lebih tinggi dari ku.


"Iya sayang, makasii ya dah pengertian muuachh... Kalau bukan anak kania,bibi mau dipacarin kamu hihihihi.... " Setelah mencium ku pipi ku bibi memeluk ku dari samping sambil memasuk kan tangannya kedalam boxer ku mengocok pelan Penis ku.


"Sayang... Liat deh, parah banget ga sii??" Bibi ku menghentikan aktifitasnya mengocok penis ku. Memegangi kedua payudaranya.


"Ga terlalu merah kayak kemarin bi, pasti sakit ya?? " Tanya ku karna memang masih polos saat itu...


"Rahasiaaa.... Hihihi... " Jawabnya centil lalu berlari ke kamar mandi namun tak menutup pintunya.






Kesempatan kutiba!!!!!!! Teriak ku dalam hati.




Ku periksa ponsel bibi.... Selain mensinkron app ponsel kelaptopnya, ku copy dan hafalkan email beserta Passwordnya. Secepat mungkin ku copy beberapa data dan berkas penting, lalu ku kirim ke ponsel ku.






"Biii...... Udah yaaa.... " Kata ku menghampirinya yang rupanya sedang mengeringkan badannya.


"Makasii ya sayang.... Bibi sayang sama kamu.... Muach... " Sempat Ia mencumbu bibirku setelah mengeringkan badannya dalam keadaan bugil. Sangat wangi dan menggairahkan, namun nafsu ku hilang melihat bekas bekas cupangan diDadanya masih terlihat.


"Aku juga sayang sama bibi semoga setelah ini,bibi benar benar dapet jodoh... " Sambil ku memeluk tubuh bugilnya yang sexy. Lalu mengecup keningnya sebelum ku tinggalkan ia dikamarnya sendiri.






Itulah usaha dan jalan terakhir ku, sekarang aku ikut berjuang agar pelan pelan bibi maupun mama tak menjadi budak sex teman teman ku yang terbilang Tajir untuk ukuran anak sekolah.


Posting Komentar

0 Komentar