WANITA LAJANG PART 8

 

RUMAH ATAU RUMAH SAKIT JIWA






malam itu di sebuah rumah terjadi pertengkaran hebat.....






"kamu jadi istri gak becus!!!!!!!! nih liat mama kamu ...... 


*teriak seorang laki - laki diluar sana


"kamu yang gak bener jadi suami!!! balas wanita itu


"apa kamu bilang!?" plaakkkk sebuah tamparan mendarat di pipi wanita itu


"kamu nampar aku?? kamu lebih pilih wanita pramuria itu dari pada aku??iyaa???" jawab wanita itu ketus


"ngomong apa kamu barusan!? hah!!" suaranya laki2 itu semakin meninggi


"belain aja terus pramuria ituuuu, pramuriaEE!!!! teriaknya


braakkk..........., tak lama aku mendengar suara benturan keras dari tembok.


"pukul aja! pukul aku sini!! kamu emang lelaki biadaabbb haris!" sudah cukup saya bersabar mau dimadu sama kamu!, sekarang kamu minta saya untuk berdamai dengan wanita itu dan minta kami serumah! gilakamu! pernah gak kamu mikirin perasaan saya?? egois kamu!


"terserah, aku mau keluar dari rumah ini!!' bentak lelaki itu.






tak lama ku lihat laki2 itu mulai mengemasi pakaianya kedalam sebuah koper kecil yang biasa dia pergunakan untuk berpergian, sedang sang wanita hanya bisa menahan amarah sambil menangis...




entah kenapa suasana malam itu begitu mencekam, aku dan kakak mengintip dari celah pintu kamar, ku lihat kakak menangis, dan akupun ikut menangis juga tanpa tau apa yang sebenarnya terjadi...




"aduuuh kita harus gimana??? mama sama papa ribut lagi, nanti siapa yg ngurus kita huhuhuhu?? panik, semua orang panik dirumah


"emang papa mau kemana kak? tanyaku polos


"kerumah cewek itulah siapa lagi???




tak lama pertengkaran merekapun berlanjut....




"kamu mau kemana hah!! pasti ketempat pramuria itu!!! teriak wanita tadi sembari menangis


"diam kamu!!! berani kamu bilang dia pramuria" jawab lelaki itu


"pergi aja!! kalo perlu gak usah pulang lagi kesini, percuma kamu cuma bikin sakit saya aja dirumah ini!"






tak lama ku lihat laki - laki itu langsung beranjak keluar dari rumah sembari membawa koper kecilnya tanpa sedikitpun melihat kearah kami yang ketakutan di balik pintu kamar dan langsung masuk kedalam mobilnya"


"brrrrmmm.........." ku dengar suara mesin mobil dinyalakan dan mobil itupun pergi meninggalkan rumah kami dengan sebuah luka..




kamipun keluar dari kamar, hening hanya ada suara isak tangis dari mama yang terdengar...






"mah, mama?


mata sembab dan memar nampak dari wanita tersebut...


"maafin ya nak, jadi bikin keributan seperti ini?? fey mana??


"fey sakit ma, panasnya kumat lagi"




wanita itu menghampiri kamarku dan membelai lembut keningku




"maafin mama ya fey, kamu selalu sakit setiap kami bertengkar"


akupun hanya bisa tersenyum lemah , *ini memang bukan pertama kalinya, setiap kali mama dan papa bertengkar, aku selalu sakit demam tinggi, aku seperti mempunyai firasat klo mereka akan bertengkar"'






dan ini bukan kali pertama untukku mereka bertengkar hebat seperti ini, sudah jadi makanan sehari2 untuk kami setiap kali papa pulang kerumah ini.....




wanita itu orang ketiga yang hadir di dalam keluargaku










flashback...




mamaku bernama rista saat itu dia berusia 19 tahun baru saja lulus dari smea sedangkan papa bernama haris usianya menginjak 31 tahun seorang pegawai negeri sipil.




kami bertemu ketika papa km pulang ke kampung halaman untuk berobat, saat itu kami satu mobil angkutan umum, selama perjalanan itu kami ngobrol , sepertinya ada ketertarikan karena setelah itu papa kamu minta alamat rumah mama. setelahnya beberapa hari berlalu dia datang kerumah mama untuk bersilaturahmi. saat itu mama sudah punya kekasih yang sedang berkuliah di kampus jogja, hingga akhirnya 3 bulan setelah itu papa kamu mencoba untuk melamar mama, mama yg dulu hidup miskin demi meringankan beban orang tua akhirnya menyerah dan menerima lamaran papa kamu....




walaupun sebenarnya om kamu melarang, tapi mama tetep dengan keputusan yang bulat untuk tetap menikah.




sampai hari H pernikahaan tidak ada yg mencurigakan, namun tiba2 ada seorang wanita cantik nan anggun yang datang menemui kami...




" perkenalkan nama saya elena" sambil menyalamiku


" iya saya dengan rista, ada apa yah? tanyaku polos


" bolehkah saya berbicara empat mata dengan suami mu sebentar?? tanyanya


"ada perlu apa?? tanyaku bingung


tidak lama lelaki yang telah menjadi suamiku itu muncul...


" dek, ini elena, teman kakak. ada sedikit yang ingin kami bicarakan berdua, kami minta waktu sebentar untuk ngobrol empat mata...


aku yang saat itu masih polos dan tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka berdua tentu saja mengikuti perintah suamiku.




namun sekembalinya mereka berdua , kulihat elena menangis meraung raung memohon kepadaku.




"dek rista, aku mohon izinkan aku menikahi suami mu!" sembari berlutut


"ada apa ini? apa yg sebenarnya terjadi??? akupun semakin bingung


"dek, haris adalah cintaku satu2nya, kami telah bersama selama 10 tahun" namun orang tuaku tidak merestui kami sehingga akhirnya tanpa sepengetahuanku haris memutuskan menikah denganmu...




akupun tersentak kaget, mengapa haris tidak menceritakan apapun kepadaku perihal ini? bagaimana dengan pernikahan kami yang baru saja berlangsung???


tak lama elena pun bersaut


"izinkan aku rista, aku mohon kepadamu! aku rela jadi istri kedua haris, tidak apa2"




aku tidak mengerti cobaan apa yang sedang menerpa hidupku, bagaimana tidak kami baru saja melangsungkan akad nikah, dan resepsi akan segera dimulai namun tiba2 ada seorang wanita datang menghampiriku dan meminta izin menikah dengan lelaki yang baru satu jam menjadi suamiku, sungguh gila!!!




buatku nasi sudah menjadi bubur, kalau penikahan ini ku batalkan bisa geger satu kampung, mau ditaruh dimana muka keluargaku??? baru saja aku menikah satu jam yang lalu, lantas harus ku batalkan begitu saja???




kemudian ku ajak haris dan elena menepi, aku ingin tau apa yg sebenarnya terjadi??




"haris, coba katakan sejujurnya ada apa sebenarnya antara kamu dan elena??


"maafkan aku rista, sebenarnya aku dan elena kami sepasang kekasih, namun karena keluarga elena menganggap ku bukan dari keluarga berada sehingga kami akhirnya tetap melanjutkan hubungan diam diam....


dan ketika aku bertemu dengan mu, aku sadar diri bahwa keluarga elena tak akan memberi restu akan hubungan kami, aku yang sudah siap berumah tangga tanpa pikir panjang langsung berniat untuk menikahimu segera, namun tak kusangka ternyata elena masih tetap mencariku dari jakarta sampai kesini"




"maafkan aku rista, aku tidak bisa melepaskan haris dalam hidupku, kami sudah bersama selama 10 tahun, sambil menangis elena menyembah kepadaku


namun akupun harus bertindak tegas "elena, maafkan aku tapi aku tidak bisa membiarkanmu menikahi haris, sekalipun kamu meminta untuk menjadikan istri kedua, ini sudah terlambat" ucapku


"mau ditaru dimana harga diriku dan keluargaku kalo sampai mereka tau klo kalian menikah juga! kemana kalian selama 3 bulan ini?? mengapa tidak diselesaikan??? ucapku sambil menahan sakit


"aku tidak tau kalo haris akan mengambil keputusan akan menikah secepat ini rista! balas elena


"sudahlah, kalian harus mengikhlaskan hubungan ini, 


"elena biarkan aku dan haris membangun rumah tangga kami" ucapku


"dan kamu haris, menikahiku adalah keputusanmu jadi aku mohon dengan sangat jangan mempermalukan aku dan keluargaku" kemudian aku meninggalkan mereka berdua.... dan pergi keruang rias untuk acara resepsi.










intinya sih yg gue tangkep awalnya bokap gue punya pacar tapi karena gak direstuin akhirnya bokap nikah ama nyokap gue. pas mantanya si tante elena ngajak balikan bokap ama nyokap udh nikah dan nyokap juga ninggalin pacarnya yg lg kuliah di jogja karena liat bokap udh kerja makanya mau dinikahin dengan alesan mau ngurangin beban finansial orang tua. jadi sebenrnya merekapun belum selesai dengan urusan masing masing...


terlihat seperti drama bukan?? eitss tunggu dulu....




karena ternyata bokap gue masih berusaha menghubungi tante elena ini,, jadi ketika semester 5 gue diminta bokap buat nemuin beliau di kampus UPi karena ternyata beliau ini semacam guru besar disana, tapi ketika gue mencoba mencari tante elena beliau tidak ada di tempat,hingga akhirnya gue berinisiatif untuk menelpon no tante elena yg gue dapet dari bokap, awalnya cuma berdering terus sampe akhirnya di angkat dan tante elena marah2 ke gue dan minta supaya bokap jangan pernah hubungin dia lagi!"




sejak saat itu setelah gue laporan ama bokap, guepun udh gak pernah tau lagi gimana kelanjutan kisahnya.






lanjuuutt


setelah acara pernikahan, papa ngebawa mama ke jakarta, merekai tinggal disebuah rumah susun dan hidup dalam kesederhanaan dan bahagia selama 7 tahun.


namun 3 tahun setelah melahirkanku cobaan itu datang kembali ke keluarga kami....




papa kamu jadi jarang pulang dan setiap kali mama tanya, dia menjawabku dengan amarah, hingga malam itu kami terlibat percekcokan....




"mah, aku mau bicara sama kamu...ujarnya membuka pembicaraan


"iya kenapa pah??


"aku ingin menikah lagi..."


"apa?? kamu gila ya haris, maksudmu itu apa??


"aku menghamili seorang gadis"


"apa hamil?? kamu ngehamilin siapa haris!!!!


" namanya astri, dia seorang gadis yang ku kenal dari teman kantorku, usianya masih sangat muda sekitar 15 tahun"


" gila kamu haris! belum cukupkah kamu membuat saya terheran2 dengan kejadian tahun itu bersama elena?? pedofil kamu haris, tega kamu!!! jawabku sambil menangis


"untuk itulah aku ingin meminta izinmu untuk menikahi astri"


"tidak, aku gak akan mengizinkan kamu untuk menikahi bocah itu! begini saja solusi yg bisa aku tawarkan, biarkan astri melahirkan anak itu, lalu aku akan mengangkat anak itu dan menjadikanya sebagai anakku, setelahnya kamu beri astri dan keluarganya uang dan minta dia untuk melanjutkan sekolahnya, sampai ke jenjang sma, dia seharusnya sekolah haris bukan malah kamu nikahi" ucapku tegas


"aku mohon padamu rista!? biarkan aku menikahi dia


"tidak, sampai kapanpun aku tidak akan memberimu izin haris! titik






setelah obrolan terakhir kami, haris semakin jarang pulang, sampai aku mendengar bahwa mereka tetap malanjutkan pernikahan dengan memalsukan dokumen.


jujur aku terheran2 mengapa haris tetap nekat menikahi anak itu! sampai akhirnya kutemukan haris membawa foto, pakaian dalamku, dan gumpalan rambut yang ternyata setelah ku selidiki untuk melunakan hatiku melalui guna2?? tapi apakah haris juga korban guna - guna? entahlah mengapa hidupku jadi hancur berantakan seperti ini! aku harus kuat demi anak anak


aku akan bertahan demi anak anak....






jadi bokap memutuskan untuk nikah dengan tante astri yg umurnya terpaut jauh mungkin sekitar 20 tahun, yang gue duga ada andil dari orang tua tante astri yg secara gak langsung ng-jual dia ke bokap gue (mana ada anak smp kepikiran main sama om om yee kan??) ditambah ilmu guna - guna juga.


karena menurut penuturan nyokap sifat bokap gue gak begitu waktu awal pernikahan selama 7 tahun bokap orang yg sangat bertanggung jawab terhadap keluarga,. tapi semakin kesini ketika gue SD gue ngalamin sendiri perlakuan bokap yang cenderung "beda" ketika berada di rumah istri kedua nya si tante astri, bokap seperti lelaki penurut yang manut, namun berbeda ketika dirumah kami, bokap menjadi seseorang yg keras dan otoriter dalam mendidik kami. gak heran sampai saat ini masih terngiang suara klakson mobil papa yg membuat kami ketakutan setiap dia pulang.




begitu juga perlakuanya ke gue dan saudara tiri gue erisa, erisa lebih disayang dan dimanja dengan segala kemewahan yang gak bisa gue dapetin waktu itu, gadget terbaru, baju bagus, bisa ke salon setiap saat, bisa pake mobil dan apapun yang gue mau erisa selalu dapetin.




sebenernya mah banyak banget kisah bawang merah (erisa) dan bawang putih (gue) yang gue alamin, jadi klo kalian nonton sinetron macam oh mama oh papa itu bukan lebay, tapi emang beneran drama nyata kehidupan tuh ada yang kayak gitu.


nanti gue bikinin part lain deh




sedangkan gue?? gue malah dimasukin ke sebuah pondok pesantren yang entah berantah dan jauh dari orang tua.... yang justru berimbas ke hubungan gue dan orang tua gue yg semakin jauh...




semakin kita besar, perlakuan bokap malah semakin menjadi jadi, sering sekali gue, kakak dan nyokap di tuduh, di maki bahkan gue sempet marah sama tuhan kenapa hidup gue sebegini dibikin sulit oleh orang tua gue sendiri!


memang semenjak gue di pondok, gue jadi jarang pulang kerumah. tapi setiap kali pulang kerumah ada aja keributan yang terjadi, entah itu antara bokap dan nyokap, gue - kakak gue.


aneh, gue ngerasa seperti ada seseorang yg berusaha memisahkan keluarga kami...




sampai puncaknya waktu itu nenek gue (ibunya nyokap) meninggal


gue masih inget banget, nyokap dateng ke pondok sambil matanya sembab dan kasih kabar klo nenek meninggal




"fey, nenek meninggal" ucap nyokap


"innalillahi, trus mama ngapain masih disini, kok gak pulang ke kampung??


" papa kamu dia.... sejenak nyokap masih terdiam"


" dia gak kasih izin mama buat pulang, karena mama minta cerai" lanjut nyokap gue meneruskan


"astaga, kok gitu sih! mah emang ridho suami itu segala2nya tapi ya pake logika dong, klo orang tua kandung yg meninggal masa mama masih dengerin omongan suami sih?


ini udh keterlaluan, pokoknya aku minta mama buat pulang ke kampung sekarang! nyesel ma, klo sampe gak ketemu jasad nenek walau terakhir


gilak!!! gilak, kenapa sih laki2 itu egois banget, hanya karena merasa dia adalah kepala rumah tangga trus bisa seenak jidat ngelarang istri???


"sepulang dari menjengukku,esok harinya nyokap akhirnya pesen kembali ke kampung halamannya. namun sayang, sudah terlambat nenek pun sudah keburu dimakamkan dan nyokap gak bisa liat nenek untuk yang terakhir kali.






semenjak kejadian itu, gue jadi makin ga rescpect sama bokap. terlebih setelah itu nyokap jadi semakin berani menggugat cerai karena hampir 21 tahun menahan sakitnya perlakuan bokap yg semakin menggila...










Quote:


aku ngerasa ini bukan rumah, tempat ku kembali..


ini bukan rumah tempat ku melepas lelah dan beristirahat


ini lebih seperti rumah sakit jiwa.....


dan kami yang tinggal disini gak lebih seperti penghuni rumah sakit jiwa yang mencoba mengambil kembali kedamaian semu


pertengkaran, tangisan, kata kata kasar, luka, pedih, kekerasan fisik semua itu terjadi dirumah ini....


rumah ini menajdi tempat yang tidak ingin ku kunjungi, menjadi tempat yang tidak ingin ku tinggali


tempat dimana kuhabiskan masa kecilku dengan memori yang sangat2 tidak ingin ku ingat namun nyatanya aku masih ingat dengan detail apa yg terjadi disana...










setelah perceraian itu gue dan kakak kena imbasnya juga, gue jadi dipersulit untuk minta uang bulanan sama bokap, kalaupun dikasih itu juga harus nangis dan ngemis2 dulu sambil dimaki maki dulu setiap bulan. pokoknya gue udah kayak anak beasiswa deh, harus terseok seok tiap bulan hahhaha.


sedangkan nyokap gue hanya ibu rumah tangga biasa yang nurut sama suami yg ngelarang dia untuk bekerja, nyokap gue termasuk yg doyan masak pernah suatu waktu dia bikin usaha tapi tante astri ini selalu gak mau kalah (tipikal istri muda) jadi apapun yg nyokap gue lakuin dia juga harus sama, ketika usaha lagi maju2nya bokap dan tante astri gerecokin usahanya nyokap yg berakhir bubar, dari situ nyokap udh gak mau ngapa2in lagi. makin kesini malah hampir ga pernah ngasih nafkah ke nyokap, nyokap cuma ngandelin duit kontrakan 4 petak yg dibikinin sama bokap. sampai akhirnya satu persatu rumah milik kami harus dijual demi memenuhi hidup tante astri dan anak anaknya, dan kini yg tersisa hanya tinggal rumah yg sekarang gue tempatin.






kenapa gue ga bisa cari kerja sampingan?? gue mau banget guys tapi jadwal kuliah gue itu fix dari pagi - sore, belom lagi ada acara2 kampus dan tetek bengeknya, jadi gue ga bisa leluasa atur jadwal kyk anak kampus lain.


asli dulu gue sempet kepikiran buat ng-pramuria tau gak??? saking gue gak tau mau cari duit dari mana?? karena terdesak


*hahahaha jangan ikutin cara tante yah






untuk itulah gue berjanji sama diri gue sendiri untuk bisa menjadi wanita yang mandiri terutama soal finansial, dan berusaha untuk bisa mendapatkan pekerjaan sebelum gue wisuda.


dan gue percaya tuhan gak pernah tidur..




tiada doa tanpa usaha, akhirnya tuhan jawab semua ketika siang itu di perpustakaan kampus gue yang sedang nyusun skripsi, tiba2 terima telpon dari perusahaan properti yg mengundang gue untuk interview di jakarta. semua berlangsung cepat dan kurang dari 3 minggu gue diterima bekerja di perusahaan itu....








BERSAMBUNG








just for lessons 






duuhhh tante jadi sedih kann, maaf yah jadi mellow gini


intinya sih gak ada satu anakpun yang pengen terlahir dari orang tua yg kyk begini




maka buat kalian pembaca yg budiman, sebelum memutuskan untuk berumah tangga alangkah baiknya untuk "selesai dengan diri sendiri" dont care dengan tuntutan umur atau orang2 sekitar...


sehingga gak ada anak yg jadi korban atas ke-egoisan orang dewasa yang masih pengen main main atau belum puas nakal2nya




dan buat pembaca cewek,


girls kalian wajib banget untuk bisa mandiri dari segi finansial, why??




ini realita sesuai fakta


dari sudut pandang seorang anak yang broken home kayak gue gini, bahwa wanita yang gak mandiri dari segi financial cenderung ga bisa survive untuk dirinya dan anak anaknya sehingga akhirnya banyak anak2 yang terbengkalai dari sisi psikis atau mental, pendidikan yg amburadul, attitude, dan pokonya merembet kemana mana deh.




dan yang gue ambil dari kisah ortu gue yaitu pernikahan bukan jawaban dari segala permasalahan termasuk lepas dari jerat ekonomi, its totally wrong!




kadang gue suka me-nyayangkan klo ada temen2 tante yg udah dikuliahin mahal2 memilih untuk berenti ditengah jalan (bukan karena faktor ekonomi yah) ataupun tidak kemudian menjadi ibu rumah tangga tok,sorry ya klo menurut tante pola pikirnya pun akan sangat berbeda?




jadi ibu rumah tangga dan cuma ngandelin suami???? aduuuh tante gatel pengen ceramahin itu dedek2 gemes nan tolol yg pengen nikah muda supaya di nafkahin, come on nikah muda jaman dulu ama sekarang "beda"nya itu 360 derajat,


masuk ke era milenials dan era digital tuntutan hidup semakin banyak! ayo ngakuuu?


karena gini, kita wanita emang bukan tulang punggung keluarga, tapi alangkah lebih baik nya kita bisa mandiri dalam segala hal tujuanya buat antisipasi hidup kedepan yang engga terduga....




contoh:


kita bisa menggunakan kendaraan pribadi ( nyetir motor/ mobil)


tau cara bayar listrik dan air


ngerti baca peta/ maksudnya tau jalan


bisa bela diri dasar ( untuk menghindari seksual harrasment)


dll




karena sekali lagi kita gak akan pernah tau.....




siapa yang bakal sangka klo suatu saat bokap akan nyeleweng dan main perempuan?


siapa yang tau klo ternyata suami kamu kecanduan judi ?


siapa yang tau klo pasangan kamu tiba2 di PHK?


siapa yang tau klo tiba2 suami sakit dan meninggal?


siapa yang tau klo ternyata suami kamu ninggalin hutang???




boleh deh sekalian pembaca sini yg mau berbagi pengalaman cerita nya, gimana strugling sebagai anak dengan background broken home??

Posting Komentar

0 Komentar